NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa kabar

Rani bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Alhamdulillah sore ini dagangannya habis. Walaupun habisnya nggak secepat kemarin. Tapi Rani tetap bersyukur dengan rezeki yang ia dapat hari ini.

Semua barang-barang sudah dinaikkan ke atas gerobak. Rani mendorong gerobaknya meninggalkan lapangan bola itu.

Sepanjang perjalanan pulang, Rani kepikiran sama sahabatnya. Tumben-tumben sahabatnya itu menghilang tanpa kabar. Bertanya sama mbak Anita pun percuma.

Rani menghentikan langkahnya saat akan melewati rumah Arumi. Dia berhenti sebentar di depan rumah Arumi. Rani berharap bisa melihat sahabatnya.

Sudah beberapa menit ia menunggu, tidak ada tanda-tanda pintu rumah itu akan terbuka. Rumah Arumi terlihat sepi dari biasanya. Rani pun memutuskan untuk pulang.

" Assalamualaikum"

" Wa'alaikumsalam, kenapa pulang jualan wajahnya terlihat lesu "

" Arumi, Buk "

" Apa terjadi sesuatu sama Rumi?"

" Tadi Rumi nggak ikut berjualan"

" Kenapa?, apa Arumi sakit?"

" Nggak tau Buk. Tadi aku tanya sama mbak Anita dia bilang Rumi nggak ada di rumah"

" Mungkin Rumi pergi ke suatu tempat"

" Setau aku Rumi bukan orang yang pergi nggak kasih kabar. Biasanya kalau dia nggak bisa pergi jualan pasti dia ngomong sama Rani, Buk"

" Kamu benar juga"

" Apa Rumi diculik ya Buk"

" Hus, ngawur kamu. Emang siapa yang mau menculik di kampung ini"

" Ya siapa tua pencuri itu nekat"

" Mau senekat apapun pasti akan tertangkap warga"

" Iya juga sih"

Perkampungan tempat Rani tinggal memang tidak pernah terjadi tindakan kejahatan seperti pencuri ataupun begal. Perkampungan itu sangat aman dan nyaman.

" Terus Rumi kemana dong Buk"

" Ibuk juga nggak tau. Berdoa saja semoga Arumi Baik-baik saja"

" Iya Buk "

" Sekarang kamu mandi dulu biar nanti pikirannya kembali fresh "

Rani mengikuti saran ibunya. Semoga nanti Arumi datang menemuinya. Jujur ini pertama kali sahabatnya menghilang tanpa kabar seperti ini.

Ibuk Rani pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk keluarganya. Ia berdoa semoga Arumi baik-baik saja.

***

Anita dan ibunya sedang asik berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan. Mereka masuk ke toko satu ke toko yang lainnya. Tangan mereka sudah penuh dengan barang belanjaan.

Ya Anita pergi ke pusat perbelanjaan yang ada di kota. Ibu dan anak itu berbelanja dengan uang yang diberikan tuan Kusuma.

" Enak ya Buk kalau punya banyak uang"

" Iya, kita bisa membeli barang-barang yang kita inginkan "

" Ternyata ada untungnya juga Rumi menikah dengan laki-laki tua"

" Tentu saja, semua inikan balas Budi dia sama ibuk"

" Apa ibuk nggak mau melihat acara pernikahannya"

" Nggak, lagipula ibuk nggak tau dia dibawa kemana sama calon suaminya"

" Emang ibuk nggak bertanya"

" Nggak ada untungnya juga nanya dia tinggal dimana. Sudah jangan bahas anak itu lagi. Sekarang kita harus bersenang-senang"

" Ibuk benar"

Anita sangat senang mendengar kalau ibunya tidak peduli dengan Arumi. Orang tuanya hanya boleh memperhatikan dan juga peduli pada dirinya. Dan sekarang Arumi sudah pergi dari kehidupannya.

" Kita mau beli apa lagi Buk "

" Nggak tau, ibuk juga bingung "

" Kita beli sabun sama perlengkapan mandi lainnya Buk"

" Gayung kita kan masih bagus"

" Beli yang lain dong Buk"

Ibu dan anak itupun pergi ke lantai dua. Di lantai dua tempat bagian menjual peralatan mandi, buah dan juga bahan masakan.

Suasana di lantai dua sangat ramai sama pengunjung. Banyak pembeli yang membeli kebutuhan seperti Anita.

" Ambil trolinya Buk"

" Untuk apa kita membawa ini"

" Untuk memudahkan kita membawa barang belanjaan kita"

" Kok kamu tau "

" Ya tau Buk, aku sering di ajak mas Ardi kesini. Inikan tempat belanjanya orang-orang kaya"

Anita membawa ibunya ke area peralatan untuk mandi. Anita akan membeli sabun yang ia inginkan. Sabun yang sangat bagus untuk kulit.

Sampai di area peralatan mandi, Anita langsung mencari sabun yang sudah lama ia inginkan. Tak butuh waktu lama Anita menemukan barang yang ia cari.

" Kamu ambil apa"

" Sabun Buk"

Belum dibuka saja aroma wangi dari sabun itupun sudah tercium. Wanginya sangat lembut dan tidak menyengat.

Akhirnya Anita bisa mandi dengan sabun cair. Biasanya ia mandi dengan sabun batangan. Anita mengambil ukuran yang besar biar lama habisnya. Anita juga mengambil shampo dan kondisioner.

" Ibuk mau beli sabun apa"

" Sabun batangan aja"

" Kenapa sabun batangan"

" Biar tahan lama"

" Ibuk ini kampungan banget sih. Sekarang kita punya uang banyak, jadi beli sabun cair aja"

" Tapi ibuk nggak bisa memakai sabun cair"

" Nanti aku ajarin"

Anita mengambil sabun yang sering di pakai ibuknya. Biasanya ibunya memakai yang batangan, sekarang yang mode cairnya.

Ibu Anita mengambil odol dan juga sabun untuk mencuci dan juga untuk mencuci piring. Mereka mengambil untuk stok untuk satu bulan ke depan.

Setelah itu mereka pergi ke area buah. Anita ingin membeli buah-buahan yang belum pernah ia coba.

Sampai di area buah-buahan, mata Anita dan ibunya langsung dimanjakan sama buah-buahan yang warna warni.

" Mau beli buah apa Buk"

" Nggak tau Nak, ibuk bingung "

" Ngapain bingung, pilih aja buah yang ingin ibuk makan "

" Ibuk belum pernah makan buah kiwi, kan?"

" Buah kiwi?. Kamu suruh ibuk makan semir sepatu"

" Bukan Buk"

" Terus apa "

Anita mengambil buah kiwi dan memberikan pada ibunya.

" Ini namanya buah kiwi"

" Buahnya kok kaya ada bulu-bulu halusnya"

" Emang kaya gini bentuk buahnya"

" Enak nggak rasa buahnya"

" Ya enak lha Buk. Makanya nanti ibuk cobain buahnya"

Ibuk Anita hanya ngikut saja. Ia hanya melihat Anita memasukkan berbagai macam jenis buah kedalam troli.

" Ini buah jeruknya kok beda dengan yang ada di pasar"

" Beda jenisnya Buk"

" Emang jenis jeruk juga banyak "

" Ya banyak lha. Ibuk mau coba?"

" Boleh deh"

Setelah selesai memilih beberapa macam buah, ibu dan anak itupun pergi ke area bahan-bahan masak.

Anita mengambil ayam, udang, dan juga daging. Jarang-jarang kan mereka bisa belanja sebanyak ini.

Troli sudah mau penuh sama barang belanjaan mereka. Anita dan ibunya pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya.

" Buk, beliin aku ponsel dong?"

" Untuk apa ponsel sama kamu. Emang siapa yang mau kamu hubungi"

" Ya mas Ardi lha Buk"

" Emang Ardi ada ponsel"

" Ya ada, malahan di ponselnya bisa foto juga"

" Ya sudah kita beli ponselnya"

Anita membawa ibunya ke toko ponsel yang ada di pusat perbelanjaan itu. Toko ponselnya cukup besar.

" Selamat datang nona"

Sapa pelayan toko saat ibu dan anak itu sampai di depan toko. Anita dan ibunya masuk ke dalam toko.

" Mau cari ponsel apa nona?"

" Ponsel yang bagus mbak"

Karyawan toko itupun bingung, karena ponsel yang ada di toko mereka bagus semua.

" Silakan dilihat-lihat dulu nona" kata pelayan itu sambil memperlihatkan bermacam-macam handphone.

Anita bingung mau pilih yang mana. Semua handphone-nya bagus-bagus.

" Ini bisa untuk foto semua ya mbak"

" Bisa mbak"

Anita mencari yang mereknya sama dengan kekasihnya.

" Kalau yang ini berapa mbak?"

" Ini tiga puluh juta nona"

Anita dan ibunya kaget mendengar ucapan pelayan toko itu. Mereka tidak menyangka barang sekecil itu sangat mahal harganya.

" Gimana Buk, uangnya masih ada nggak?"

" Ada, masih banyak. Tapi apa nggak kemahalan harganya. Kamu cari handphone yang lain aja"

" Aku maunya handphone yang ini Buk"

" Ya sudah"

Anita pun mengambil handphone keluaran terbaru itu. Setelah membayar, Anita dan ibunya keluar dari toko handphone itu.

To be continued.

Jangan lupa dukungannya untuk karya receh Feby.. 💞💞

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!