Banyak yang beranggapan bahwa musik hanyalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan. Terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang mampu menciptakan nada indah.
Namun, tidak... Musik tidak sesederhana itu.
Musik jauh lebih kompleks dan dalam daripada apa pun di dunia ini. Musik mengandung kekuatan magis yang mampu membuat seseorang menjadi lebih kreatif, lebih inovatif, lebih peka terhadap rasa, dan bahkan menjadi sosok yang penuh dramatis.
Musik memiliki kekuatan untuk membentuk kehidupan seseorang, namun di saat yang sama, ia juga bisa menjadi alat yang menghancurkan segalanya.
Ketika musik menjadi alasan bagi seseorang untuk memutuskan ikatan emosionalnya dengan orang lain, lalu menutup diri dari dunia...
Maka pertanyaannya kini adalah...
Bisakah musik itu juga menjadi alasan untuk mempersatukan mereka kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi Menyelamatkan Judika
Saat setelah membaca pesan dari nomor yang tidak dikenal dan mengaku sebagai kakaknya membuat Judika bingung dan sedikit curiga.
Disatu sisi Judika tidak mempercayai isi pesan tersebut, disisi lain pesan itu sedikit ada benarnya tentang taman bunga.
"Dika," panggil Arjuna.
"Ach, Iya." Judika sedikit terkejut.
"Aish, kau ini." kesal Arjuna
"Ada apa, kak Juna?" tanya Judika.
"Pesan dari siapa?" tanya Arjuna.
"Dari kak Chandra. Tapi aku sedikit curiga," ucap Judika.
"Curiga kenapa? Apa kau mencurigai kakakmu sendiri?" tanya Jericko.
"Aish, kak Jericko. Bukan begitu," jawab Judika langsung.
"Lalu apa, hum?" tanya Yongki.
"Ini kakak baca aja sendiri," ucap Judika sembari memperlihatkan isi pesan tersebut pada Yongki.
Yongki mengambil ponsel milik Judika lalu membaca pesan tersebut. Begitu juga dengan yang lainnya. Mereka juga ikut membacanya.
Setelah selesai membacanya, Yongki mengembalikan ponsel tersebut pada Judika.
"Bagaimana menurut kalian, kak?" tanya Judika.
"Kakak akan mencoba menghubungi Chandra. Jika ponselnya terhubung. Berarti yang mengirim pesan itu bukan Chandra," ucap Arjuna.
Arjuna langsung menghubungi Chandra. Namun yang terdengar Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.
"Bagaimana, kak Juna?" tanya Judika.
"Ponsel Chandra tidak aktif," jawab Arjuna.
"Aku akan menghubungi nomor ini," sela Judika.
Saat Judika ingin menekan nomor tersebut, tiba-tiba satu pesan kembali masuk dari nomor yang sama. Judika pun langsung membuka pesan tersebut dan membacanya.
To : 08127712xxxx
Maafkan kakak, Judika.
Kau pasti bingungkan dengan nomor ini. Ini nomor ponselnya Sahil. Kakak meminjam ponselnya Sahil untuk mengirim pesan padamu.
Kenapa kakak tidak meneleponmu. Pertama Sahil itu kere pulsa. pulsanya cukup untuk mengirim pesan saja. Kedua ponsel kakak mati kehabisan daya.
Setelah mendapatkan pesan kedua dari nomor yang sama. Baik Judika mau pun para kakaknya akhirnya bisa bernafas lega. Terutama para kakaknya. Mereka sempat khawatir saat Judika mendapatkan pesan dari nomor tak dikenal yang mengaku-ngaku sebagai Chandra.
"Ya, sudah. Sekarang sudah jelaskan. Kalau yang ngirim pesan itu memang Chandra, kakakmu." Arjuna berucap.
"Sekarang pergilah. Temui kakakmu," ucap Yongki.
"Jangan membuat kakakmu itu lama menunggu," ucap Hendy.
"Bersenang-senanglah," ucap Nathan.
"Nikmatilah kebersamaanmu dengan kakakmu," ucap Jericko.
"Nanti setelah itu, jangan lupa ceritakan pada kami semuanya, oke!" seru Tamma.
Judika hanya memperlihatkan senyumannya pada keenam kakaknya. Ntah itu senyuman penuh kebahagiaan karena ingin bertemu dengan kakaknya, ntah itu senyuman keterpaksaan. Hanya Judika yang tahu.
Sementara keenam kakaknya melihatnya tersenyum merasakan kehangatan di hatinya masing-masing.
"Baiklah. Kalau begitu aku pergi, kak," pamit Judika.
Judika pun pergi meninggalkan ruang latihan untuk menuju taman bunga dimana kakaknya sedang menunggunya.
Setelah kepergian Judika, mereka pun memutuskan untuk kembali ke Club Musik Harmoni.
Saat mereka tiba diluar. Jericko yang melihat sebuah mobil berwarna silver terparkir di depan sekolah Harmoni.
"Itu mobil... " ucapan Jericko terpotong.
"Chandra!" seru Arjuna.
Mereka semua melihat kearah Chandra.
^^^
Kini Arjuna, Yongki, Hendy, Nathan, Jericko dan Tamma sudah berada bersama Chandra di depan gerbang sekolah.
"Kenapa kau ada disini, Chan?" tanya Arjuna.
"Yak! Pertanyaan macam apa itu, Arjuna Haditama. Aku datang kesini ingin menjemput adikku. Kenapa?"
Chandra menatap bingung Arjuna dan yang lainnya.
"Ada apa? Kalian tidak senang kalau aku datang ke sekolah Harmoni?"
"Chan. Aku serius," ucap Arjuna.
"Aku bahkan dua rius, Juna. Aku kesini untuk menjemput adikku. Sesuai janjiku tadi pagi kalau aku akan menjemput Judika," jawab Chandra.
Baik Arjuna maupun yang lainnya dapat melihat kejujuran dari tatapan mata Chandra.
Dan kini Arjuna, Yongki, Hendy, Nathan, Jericko dan Tamma sudah diambang kekhawatiran.
"Chan. Judika pergi," ucap Arjuna.
"Pergi?" tanya Chandra.
"Judika pergi setelah mendapatkan pesan darimu. Awalnya Judika curiga dengan pesan tersebut, dikarenakan nomornya tidak dikenal. Tapi Judika sedikit percaya saat isi pesan itu mengatakan bahwa kau sedang menunggunya di taman bunga yang biasa dikunjungi oleh Judika. Judika memang sering kesana," kata Yongki.
"Untuk lebih meyakinkan lagi. Aku menghubungi ponselmu. Tapi ponselmu tidak aktif," kata Arjuna.
"Memang ponselku mati," sela Chandra.
"Dikarenakan ponsel kakak tidak bisa dihubungi, Judika pun berinisiatif untuk menghubungi nomor tidak dikenal itu. Tapi saat Judika akan menekan nomor itu. Orang itu mengirim satu pesan lagi," ujar Tamma.
"Apa isinya?" tanya Chandra.
"Isinya mengatakan bahwa nomor tersebut nomornya Sahil. Sahil tidak memiliki cukup pulsa untuk menelpon hanya bisa mengirim pesan saja. Dan juga mengatakan bahwa ponselmu mati kehabisan daya," jawab Hendy.
Mendengar penjelasan dari sahabat-sahabat adiknya membuat Chandra menjadi geram dan marah.
"Brengsek! Berani kau melukai adikku. Akan aku pasti kau akan mati ditanganku," gumam Chandra.
Chandra sudah tahu siapa yang sudah mengirim pesan pada adiknya dan mengaku sebagai dirinya.
"Chan. Jadi kau tahu siapa orangnya?" tanya Arjuna.
"Ya. Aku tahu siapa orangnya," jawab Chandra.
"Siapa, Chan? Katakan pada kami," mohon Yongki.
"Jodha," jawab Chandra.
"Apa?" Arjuna dan yang lainnya terkejut saat Chandra menyebut nama Jodha.
"Bukankah...." ucapan Arjuna terpotong.
"Dia ingin balas dendam padaku karena saat itu aku datang menyelamatkan Tamma dan lebih membela Tamma dari pada dia. Dan aku juga ingin minta maaf pada kalian saat kejadian perkelahian itu sehingga membuat kalian mendapatkan hukuman lebih berat dari pada kami," kata Chandra.
"Sudahlah, Chan. Masalah itu jangan dibahas lagi. Lagian kami juga tidak mempermasalahkan masalah itu lagi. Sekarang ini adalah bagaimana cara kita menyelamatkan Judika dan jangan sampai Jodha berbuat hal-hal buruk pada Judika," ucap Nathan.
"Ya, sudah kalau begitu. Arjuna, aku boleh pinjam ponselmu!" seru Chandra.
Tanpa pikir panjang lagi, Arjuna langsung memberikan ponselnya pada Chandra.
Chandra langsung menerima ponsel tersebut. Dan kemudian Chandra menekan nomor ponsel Bima. Terdengar nada sambung di seberang telepon.
"Hallo.. ini siapa?"
"Hallo, Bim. Ini aku, Chandra."
"Chandra. Kau ganti nomor baru?"
"Tidak. Ini nomor ponselnya Arjuna. Aku memakai ponselnya Arjuna."
"Memangnya ada apa, Chan?"
"Bima. Aku minta padamu datanglah ke taman bunga sekarang. Bawa yang lainnya juga."
"Ada apa, Chan? Kenapa nada suaramu panik begitu?"
"Jodha sudah berani bertindak lebih jauh sekarang. Bahkan dia sudah berani melibatkan adikku dalam masalahnya denganku."
"Apa yang dilakukan bajingan itu pada Judika?"
"Dia mengirim pesan atas namaku dan Sahil. Dia mengatakan bahwa aku menunggunya di taman bunga. Dan nomor ponsel itu adalah ponsel Sahil."
"Brengsek. Licik sekali bajingan itu. Ya, sudah. Aku dan yang lainnya akan segera kesana."
TUTT..
TUTT..
Bima langsung mematikan panggilan dari Chandra. Lalu kemudian Bima pun bergegas memberitahu pada yang lainnya.
"Ayo, kita pergi!" seru Arjuna.
Mereka semua pun pergi menuju taman bunga tersebut. Mereka menggunakan dua mobil. Mobil milik Chandra dan mobil milik Arjuna.
makanya Musuh tuw harus diselesaikan sebelum dika masuk ke dunia kalian..
atau kamu mau menutup mata kalau judika itu adik kandungnya candra