NovelToon NovelToon
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

Status: tamat
Genre:Sistem / Penyelamat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:45k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Sinar matahari pagi perlahan menembus celah gorden kamar utama kediaman Prameswari.

Genta membuka matanya perlahan dan merasakan beban berat yang menindih lengan kirinya.

Kiara tertidur pulas dengan posisi memeluk lengan Genta, wajah cantiknya terlihat sangat damai dan kelelahan.

Semalaman suntuk wanita itu bersikeras menjaga Genta dan mengganti perban di lengan kanannya yang terkena goresan peluru.

"Kau tidur yang nyenyak Nona CEO, biarkan aku yang membersihkan sampah di halaman rumah kita hari ini," bisik Genta pelan.

Genta perlahan melepaskan pelukan Kiara tanpa membangunkan istrinya itu.

Dia bangkit dari ranjang, mengenakan kemeja hitam bersih, dan melangkah keluar kamar dengan tatapan mata sedingin es.

Pagi ini, Genta tidak akan pergi ke markas Prameswari Group untuk menemani istrinya bekerja.

Tujuannya hari ini hanya satu, meratakan keluarga Adhitama dengan tanah.

Satu jam kemudian, Genta sudah berdiri di depan lobi gedung pencakar langit milik Adhitama Group.

Gedung ini tidak kalah megah dari milik Kiara, menunjukkan betapa besarnya kekuasaan keluarga musuh ini di kota.

Empat satpam bertubuh besar langsung menghadang langkah Genta saat dia mencoba melewati pintu kaca otomatis.

"Hei berhenti di sana, kau mau cari mati masuk ke sini tanpa kartu identitas?!" bentak salah satu satpam kasar.

Genta tidak membuang waktu untuk berbicara dengan cecunguk rendahan.

Brak!

Genta melayangkan satu tendangan lurus tepat ke dada satpam itu hingga tubuhnya terpental menabrak pintu kaca.

Prang!

Pintu kaca tebal itu hancur berantakan menimpa tubuh satpam yang langsung pingsan seketika.

Tiga satpam lainnya terbelalak kaget dan segera mencabut tongkat listrik dari pinggang mereka.

"Serang penyusup ini!" teriak mereka bersamaan menerjang Genta.

Genta hanya menggeser tubuhnya sedikit ke samping, menghindari ayunan tongkat listrik yang menyambar udaranya.

Dua jarinya dengan cepat menekan titik saraf di bawah ketiak ketiga satpam itu secara bergantian.

Bruk! Bruk! Bruk!

Ketiga pria berotot itu langsung ambruk ke lantai seperti boneka yang talinya diputus, seluruh tubuh mereka lumpuh total.

"Terlalu lambat," gumam Genta melangkah masuk melewati lautan pecahan kaca dengan santai.

Suara alarm darurat langsung melengking nyaring ke seluruh penjuru gedung Adhitama Group.

Di lantai paling atas, di dalam ruangan Patriark yang mewah, Darmawan Adhitama sedang menyesap cerutu mahalnya.

Di seberang mejanya, Kevin Adhitama duduk dengan wajah pucat dan tubuh yang masih gemetar mengingat kejadian semalam.

"Ayah, apa pembunuh bayaran itu sudah memberikan kabar? Aku takut monster itu masih hidup," ucap Kevin menggigit kuku jarinya.

Darmawan menghembuskan asap cerutunya sambil tertawa meremehkan kepanikan anak tunggalnya.

"Tenanglah Kevin, ayah menyewa sepuluh pembunuh elit internasional dengan senjata api militer lengkap."

"Pemuda udik bernama Genta itu pasti sudah menjadi daging cincang di jalan tol sekarang."

Darmawan menepuk meja kayunya dengan penuh percaya diri.

"Setelah berita kematian suami barunya tersebar, mental Kiara pasti hancur lebur."

"Saat itulah keluarga Adhitama akan mencaplok seluruh aset Prameswari Group tanpa sisa!"

Tepat saat Darmawan sedang tertawa membayangkan kemenangannya, pintu ruangan kayunya yang tebal hancur berkeping-keping.

Brakkk!

Daun pintu seberat seratus kilogram itu terbang melayang dan menghantam meja kerja Darmawan hingga terbelah dua.

"Sayang sekali Patriark Adhitama, tapi sepertinya mimpimu itu harus kubawa ke neraka pagi ini," ucap sebuah suara yang sangat tenang dari ambang pintu.

Kevin menoleh dan matanya langsung melotot seakan melihat hantu yang bangkit dari kubur.

"Genta! Bagaimana mungkin kau masih hidup?!" jerit Kevin histeris hingga jatuh dari kursinya.

Genta melangkah masuk ke dalam ruangan itu, membersihkan sedikit debu dari lengan kemejanya.

"Sepuluh anjing suruhanmu itu sedang menangis di rumah sakit sekarang dengan tulang yang hancur berantakan."

"Aku datang ke sini untuk mengantarkan tagihan biaya pengobatan mereka langsung padamu, Darmawan."

Wajah Darmawan memerah padam, dia membuang cerutunya dan menekan tombol darurat di bawah mejanya yang hancur.

"Kau benar-benar punya nyali sebesar gunung berani datang ke markas utamaku sendirian pemuda sombong!" bentak Darmawan murka.

"Pengawal elit! Masuk dan bunuh bajingan ini sekarang juga!"

Hanya dalam hitungan detik, puluhan pria berseragam hitam berhamburan masuk dari pintu darurat dan lorong luar.

Mereka semua membawa pedang panjang dan tongkat pemukul baja, mengepung Genta dari segala arah.

"Cincang dia sampai hancur! Aku akan memberi hadiah sepuluh miliar bagi yang bisa membawa kepalanya padaku!" teriak Darmawan memberi perintah pembantaian.

Puluhan pengawal itu langsung berteriak beringas dan menerjang maju ke arah Genta secara bersamaan.

Kevin tertawa gila dari sudut ruangan, merasa nyawanya kembali aman.

"Mati kau Genta! Kau tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari kepungan lima puluh pengawal elit keluargaku!"

Namun Genta sama sekali tidak panik, dia justru tersenyum miring melihat segerombolan semut yang mencoba menggigit naga.

[Teknik Pukulan Penghancur Tulang Level 1 diaktifkan penuh.]

[Mata Surgawi memindai titik kelemahan struktur tulang musuh.]

1
VirgoRaurus 31Smile
kok suamiku... kalimat ini yg bicara MC atau Kiara, Thor...?
Cherlly: kiara kaka😍
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
apanya yg patah, Thor... kan cuma ditekuk mirip hurup U dan gak ada yg patah...
Cherlly: itu kata istilah kaka😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
sekte gunung es... katanya sekte teratai putih, Thor.
Cherlly: itu beda perguruan atau sekte kaka🙏
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
takut suaminya akan kabur lagi... emangnya MC pernah kabur...?, kok kabur lagi...
VirgoRaurus 31Smile
tahu tahu babak kedua, dari 50an peserta tinggal 20 peserta... kok loncat ceritanya...
Cherlly: bukan loncat tpi mempercepat kaka biar ga bertele tele😁
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
resep jimat... baru tahu ada jimat pakai resep, kayak obat.
Cherlly: kan jimat juga punya fungsi masing2 kaka😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
katanya kota metropolitan... kok jadi kota kecil.
VirgoRaurus 31Smile
turnamen tabib kematian... apakah pertandingan membunuh...?
Cherlly: bukan kaka itu cuman istilah😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
obat obatan mematikan... berarti racun dong...
Cherlly: kalo kita langsung bilang racun kurang baik maka nya kebanyakan bilang obat mematikan😊😁
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
seperti film India... polisi datang belakangan...
Cherlly: iya betul kalo dateng duluan bukan polisi kaka😄😄😄
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
kok si komandan tahu kalau MC yg membunuh tetuanya, tahu darimana...?
Cherlly: di bab selanjut nya akan di beri tahu yang sesungguh nya kak😍😊
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
ini bukan kalimat bantahan, tapi pernyataan.
Cherlly: iya betul kaka,cuman di sebelum nya bantahan🙏😘
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
para pelayan dan anggota keluarga kok gak di netralkan racunnya, Thor...
Cherlly: belum waktu nya kak😊🙏
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
sejak kapan jendela kamar hancur karena pertarungan MC...?
Cherlly: sejak awal pertengkaran kaka ku😊😘
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
ha... ha... ha .. terbawa emosi... 🤣
VirgoRaurus 31Smile
mayat hidup... zombie dong.
Cherlly: wkwkw
iya betul zombie yang mengenaskan😄
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
pintu mobil yg penyok terlempar keluar... kan malah gampang musuh menghabisi Kiara, dg tidak ada pelindung pintu mobil anti peluru...
VirgoRaurus 31Smile
kok bisa mobil MC berputar arah dan menabrak pembatas jalan tol... kan mobil MC di apit rapat 3 mobil kanan kiri dan belakang, ditabrak ban depan kiri... harusnya mobil MC oleng ke kanan dan menabrak mobil yg mengapit di sebelah kanan dong...
VirgoRaurus 31Smile
lho... katanya mulut Kevin ternganga, kok bisa bilang P dan B... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
gelas bukan kelas.
Cherlly: salah ketik kaka🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!