NovelToon NovelToon
MISIDENTIFIED

MISIDENTIFIED

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dark Romance / Action
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: aiyuki

Serra Lune, seorang pembunuh bayaran, menemukan targetnya di tempat yang salah. Ethan Hale, seorang pemuda baik pembuat herbal asal desa, diburu hanya karena wajahnya mirip dengan orang lain. Saat Serra memastikan kebenarannya, ia dihadapkan pada pilihan: menyelesaikan misi, atau melindungi orang yang seharusnya mati.

Keputusannya membuat mereka diburu. Dalam pelarian dan hidup sembunyi-sembunyi, dua orang dari dunia yang bertolak belakang belajar bertahan bersama. Bukan hanya karena takdir, melainkan memilih satu sama lain di dunia yang kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiyuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersiap

Langit sore menggantung abu-abu ketika Ethan pertama kali dibawa ke fasilitas latihan milik organisasi. Kali ini bukan di gedung tempat Riven berkamuflase seperti biasanya, melainkan tempat tersembunyi milik organisasi pusat yang berada di gudang tua pinggiran kota. Dari luar gudang luas tersebut tampak biasa saja, tapi jika sudah masuk kedalam, perbedaan jelas begitu signifikan. Seluruh dindingnya terbuat dari baja, dilengkapi dengan peredam suara, serta kamera di setiap sudut.

Riven berdiri di tengah ruangan latihan dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana.

"Jika kau mati di misi ini, itu akan sangat merepotkan," ucapnya ringan.

Ethan melepas jaket, lalu menggulung lengan kaos panjang nya, "aku tidak berencana mati," sahutnya dingin.

"Kebanyakan orang yang akan mati akan berbicara seperti itu," timpal Riven. Ethan tak lagi menanggapi, saat ini ia hanya ingin fokus pada latihan.

Pelatihan yang Riven berikan lebih sulit dibanding dengan latihan yang Serra ajarkan padanya dulu. Teknik observasi membaca gerakan tubuh, menjatuhkan seseorang tanpa suara, hingga cara menghindar saat posisi terdesak memang ada dalam dasar pelatihan. Namun yang membuatnya sulit adalah cara Riven, pria berjambang tipis itu langsung mengajaknya bertarung tanpa banyak berteori.

Namun jauh dari dugaan, Ethan belajar dengan cepat. Setiap instruksi yang diberikan, ia tangkap tanpa perlu diulang, begitupun dengan setiap koreksi, langsung ia diperbaiki dengan baik. Seolah tubuhnya memang diciptakan untuk ini.

Di sisi ruangan, dari balik kaca satu arah itu Serra berdiri. Padahal ia tak seharusnya berada di sana. Ia menyilang kan tangan, berusaha terlihat profesional, seolah hanya mengawasi proses perekrutan anggota baru. Padahal matanya tak pernah lepas dari Ethan. Hal itu terlihat jelas dari tubuhnya yang tiba-tiba reflek bergerak ketika Ethan terjatuh karena teknik bantingan yang kurang sempurna.

Pelatihan masih berlangsung, kali ini Riven mulai mendekat, memperbaiki posisi tangan Ethan saat memegang pisau latihan. "Terlalu kaku, kau harus lebih santai," ujarnya.

Ethan mengangguk, disela itu sudut matanya menangkap sekilas sosok seorang wanita dari balik kaca. Ia tahu jika semenjak tadi Serra memperhatikannya, namun lebih memilih untuk mengabaikannya.

...----------------...

Beberapa hari kemudian, latihan mulai naik ketahap yang lebih tinggi. Di ruangan luas kedap suara itu, aroma logam dan bubuk mesiu memenuhi udara, seakan menyambut kedatangan Ethan pada hari itu.

Riven mengambil sebuah pistol jenis revolver dari dalam kotak senjata. "Ini bukan simulasi," katanya datar, "pakai peluru asli."

Ethan menatap senjata tersebut dengan ragu, walaupun ia pernah berlatih menggunakan senapan angin, namun tetap saja ini terasa jauh berbeda. Serra yang berdiri tak jauh dari mereka, merasa sedikit tegang. Pasalnya, ia tidak pernah melatih Ethan menggunakan senjata api. Tapi kini, tepat di depan matanya sendiri, ia melihat Riven menyerahkan pistol itu kepadanya —Ethan.

Serra mengerutkan kening, "tidak perlu sampai pegang senjata.."

"Tentu perlu," potong Ethan seraya mengambil pistol tersebut dari tangan Riven, lalu mulai bersiap di belakang garis jarak.

Riven mengangkat alis tipis, ia tahu betul jika Serra pasti akan berbeda pendapat dengannya, namun hal itu tertepis dengan mudah oleh keinginan Ethan sendiri. Tanpa menghiraukan wanita di sebelahnya, pria berjambang tipis itu kembali melanjutkan pelatihannya.

"Pernah memegang sebelumnya?," tanya Riven.

Ethan mulai mengisi peluru dengan gerakan halus dan presisi.

Klik! Klik! Cklek!

"Sedikit," sahut Ethan datar.

Riven tersenyum samar, "ternyata kau orang yang penuh kejutan ya," balas Riven menepuk tegas bahu junior barunya tersebut.

Serra yang menyadari jika dirinya diabaikan, mulai melangkahkan kaki ke ruangan lain, ia mulai merasa kesal pada Riven yang seenaknya memutuskan sesuatu. Tak hanya itu, sikap Ethan yang terbilang cuek padanya pun membuat wanita dengan rambut kuncir kuda itu tak lagi dapat banyak berkata.

Tidak seperti papan target sederhana yang ada di dalam kamar apartemennya terdahulu, papan target kali berada dalam jarak tembak yang lebih jauh. Ethan menelan ludah kasar, salah satu tangannya mulai mengangkat pistol, kemudian perlahan menarik napas,

DOR!

Suara tembakan pertamanya begitu memekakkan.

Namun timah panas itu hanya menembus bagian luar lingkaran target utama. Riven tak berkata apa-apa, tapi entah mengapa semenjak kedatangan pria berambut sebahu itu dalam organisasi, membuatnya semakin merasa penasaran.

Ethan mengatur ulang posisi, ia mulai fokus pada titik target, lalu kembali menarik napas,

DOR!

Peluru kedua menembus lebih dekat ke tengah target utama, hingga..

DOR!

Tepat di pusat?!, batin Riven merasa keheranan.

Sejenak suasana ruangan itu hening, asap tipis mulai keluar dari ujung senjata yang perlahan Ethan turunkan.

"Hha, kau boleh juga," Riven sedikit terkekeh, karena ini kali kedua dirinya kembali tertarik pada orang selain Serra.

...----------------...

Sore itu latihan selesai, setelah membersihkan tangan, Ethan mengenakan kembali jaket miliknya.

Ia hendak berjalan keluar ruangan, hingga seseorang datang menghampirinya, "Daniel Hayes."

Langkah kakinya terhenti, tapi tidak langsung menoleh. Suara itu memanggilnya dengan nama lain. Beberapa detik pun berlalu sebelum akhirnya ia menghadap si pemilik suara.

"Kita perlu bicara," ujar Serra serius.

"Apa ada kaitannya dengan misi?," balas Ethan datar. Nada formal itu terdengar seperti tamparan.

"Ini bukan soal misi, tapi soal.."

"Jika bukan soal misi, berarti tidak penting," potong Ethan, mulai membuka pintu keluar, tapi Serra berusaha menahan lengannya. Wanita itu mencoba mendekat, "berhenti sekarang juga," ujarnya menatap nanar kedua netra cokelat di hadapannya.

Ethan mulai mengerutkan alis, "kenapa?."

"Kau tidak tahu seberapa berbahayanya ini," suara Serra terdengar tercekat.

"Aku tahu," balas Ethan datar.

"Jika kau tahu, mengapa tetap melakukannya?!," jemari Serra meremat pelan lengan berbalut jaket tersebut.

Ethan memiringkan kepalanya sedikit, "kau pikir dengan pergi menjauh adalah solusi terbaik?, ah tentu saja karena selama ini kau selalu menganggap ku sebagai orang yang lemah," lanjut Ethan, kini suaranya makin rendah, "Tch, aku tidak pernah merasa begitu terhina seperti ini."

Jawaban itu membuat napas Serra makin tercekat, "aku melakukan semua ini untukmu," ujarnya lirih.

Ethan tersenyum sinis, "aku tidak pernah memintanya."

Sikap dan perkataan Ethan terasa lebih tajam dari sebilah pisau, membuat Serra mulai merasakan ada sesuatu yang runtuh di dalam dadanya. Pada detik itu pula, ia mulai sadar jika pria yang saat ini berada dihadapannya, bukan lagi sosok hangat yang ia rindukan. "Kau banyak berubah," lirih Serra.

"Kau yang merubahnya," sahut Ethan datar.

Kalimat itu bagai pukulan keras yang menghantam jiwa Serra, kedua matanya mulai memanas. Jarak mereka hanya sejengkal, namun terasa seperti dua dunia yang tak mungkin lagi beriringan. Ia mulai mundur perlahan, seraya melepaskan tautan jemarinya. "Baiklah," ucapnya lirih.

Ethan tak lagi mengatakan apa pun, ia hanya menatap datar, kemudian berlalu pergi tanpa menoleh kembali. Langkahnya terdengar semakin menjauh, sementara Serra masih berdiri sendirian di dalam ruangan sunyi tersebut dengan perasaan yang campur aduk. "Aku memang telah merubahnya," getirnya lirih.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
wuahhhhh mulai deh jantung kalian berdua pasti berisik atau isi kepala kalian pada riuh kan 🤭🤣🤣🤣😛
Aiyuki: ramai pokoknya🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
kan Serra sudah bilang Ethan bukan orang yang kalian cari Riven kau itu salah target
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
dah dig dug serrr begitulah rasanya kita kira guysss Ethan dan Serra nih wkwkwk 🤭🤣🤣🤣
Aiyuki: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
sepertinya Ethan. dan Serra ada getar getar warna pink lope lope🤭🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
iya Ethan itu masih butuh waktu buat mencerna tapi paling tidak sudah tidak dingin dan diam saja
Aiyuki: iyup betul👍
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
apakah mungkin Ethan shock karena kejadian waktu itu bertarung melawan anak buahnya Riven dan dia melihat banyak yang mati di tangan Serra dia juga
Aiyuki: bisa jadi🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
untung Ethan melempar pisau belati pada anak buah Riven kalo tidak Serra udah di dorrr duluan
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
author Aiyuki tlg FB ya terimakasih tadi follow ulang lagi✌🏻🙏🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
semoga itu Adrian Vale bukan Ethan berharap salah aja pokoke dah🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
apakah kira kira Ethan ini adalah Adrian Vale atau hanya mirip 🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
Serra Lune padahal kau mengkhawatirkan Ethan makanya balik lagi kerumahnya iya kan wkwkwkkw🤭
Aiyuki: 🤭🤭 sepertinya bgcu
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
sepertinya Ethan senang hati karena peralatan yang dia buat dipakai latihan sama Serra 🤭
Aiyuki: 🤭 sepertinya bgcu
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
masih meraba raba Serra Lune kenapa bisa terluka parah karena apa dan siapa yang melukainya hingga hampir game over 🤔
Aiyuki: siapa hayoo🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆
singgah dimari kiteee 🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Aiyuki: mari2 silahkan, enjoy ya✌
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
weihhh... akhirnya dirimu aktif kembali setelah sekian purnama menyembunyikan diri. selamat atas rilis karya baru nya. semoga sukses💪💪💪
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sama2. 💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!