NovelToon NovelToon
Dokter, I Love U.

Dokter, I Love U.

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: cietyameyzha

Warning📢

Novel ini mungkin menyebabkan para pembacanya sakit perut
Semoga selera humor kita sama😁✌


Seseorang yang terlihat ceria justru dialah orang yang sanggup menyembunyikan kesakitannya.



Bercerita tentang seorang gadis biasa bernama Syasa yang setiap harinya selalu tersenyum dan ceria, hatinya sudah terpatri oleh seorang dokter muda ganteng, salah satu langganan di tempat makan ibunya.


Ferdy, dokter muda yang di kenal baik dan ramah, namun memiliki kisah masalalu yang tak di ketahui banyak orang.



Bagaiamana perjuangan gadis ini untuk bisa bersama dengan sang dokter?


Akahnkah Syasa bisa menerima masalalu dokter tampan ini?


Simak terus ya Say😉


Selalu beri dukungan untuk Author dengan
Like
Coment
Vote
Rate 5


Haturnuhun😁✌

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

Seminggu berlalu, sikap Syasa sedikit berubah pada Ferdy. Ia memang masih menyapa. Namun, tidak sehangat dulu. Tentu ini membuat hati Ferdy gelisah.

Sore itu Ferdy baru saja kelar menyelesaikan tugasnya. Badannya terasa kaku, seluruh persendian seperti remuk. Ia meregangkan perlahan otot-otonya agar tidak terlalu beku seperti es.

"Badan Gue rasanya remuk semua," keluhnya..

Dari balik jendela, ia melihat Syasa tengah asyik bersunda gurau dengan Darrel. Gadis itu memperlihatkan senyuman manis yang hampir seminggu ini tidak pernah Ferdy lihat lagi.

Ferdy menatap lekat pada Syasa. Matanya seakan tidak ingin berkedip sedetikpun. Selama seminggu Ferdy berusaha menjelaskan. Namun, Syasa seperti tidak ingin mendengar apa pun darinya.

"Gadis itu ... apa yang harus Gue lakuin biar dia mau dengerin gue?" gumam Ferdy.

Otak Ferdy berpikir keras. Ia mencari ide bagaimana cara, untuk menyampaikan penjelasan yang sebenarnya pada Syasa.

Seketika Syasa dan Darrel hilang dari pandangan Ferdy. Mereka terlihat berjalan beralawan arah. Syasa menuju kantin, sedangkan Darrel berjalan ke arah parkiran.

Setelah mengetahui sasararannya menghilang. Ferdy segera menyambar kunci mobil. Tak lupa ia melepas jaket putih khas dokter, dan membiarkan hanya kemeja panjang berwarna biru yang melekat menutupi dada bidangnya.

Dengan tergesa-gesa Ferdy berjalan ke lantai bawah. Ia ingin segera bertemu Syasa, akan tetapi saat sampai di kantin Ferdy mendapati kedai milik Bu Mirna telah tutup.

"Pak Dokter cari siapa?" tanya Mang Kardi salah satu cleaning servis di rumah sakit.

Ferdy menoleh ke arah lelaki paruh baya itu, lalu berkata, "Saya cari Syasa, anaknya Bu Mirna, Pak."

"Oh, Neng Syasa! Tadi Mamang lihat Neng Syasa jalan ke arah parkiran, Dok. Mungkin mau pulang," jawab Mang Kardi.

"Terima kasih, Mang." Tersenyum kecil.

"Sama-sama, Pak Dokter." Membalas senyuman.

Ferdy sedikit berlari, ia tidak ingin kehilangan jejak gadis manisnya. Sesampainya di parkiran, Ferdy mendapati Syasa tengah berbicara dengan lelaki yang dia tidak tahu.

"Bang, Emak udah selamat belum sampai rumah?" tanya Syasa pada Fei.

"Ya elah, Sya. Lu pikir Abangmu yang ganteng ini mau bikin celaka Emak, kagaklah! Emak selamat sehat walafiat sampai depan rumah," sahut Fei.

"Ya, kali aja Bang Fei nyetir sambil mikiran Mpok Julaeha. Itu 'loh, Mbak cantik pegawai laundry deket counter Abang," lontar Syasa.

"Idih, dia cantik dari mananya, Sya!" sungut Fei.

"Ya, dari wajahnya atuh, Bang. Masa dari sabang sampai merauke, udah 'kek lagu aja!" ketus Syasa.

"Nih, ya, Sya Abang lurusin--,"

"Emang apanya yang bengkok, Bang ampe mesti dilurusin segala!" potong Syasa.

Wajah Fei sedikit kesal. Dia memang mesti ekstra sabar, jika berbicara dengan mahluk tuhan satu ini.

"Noh, punggung udang minta dilurusin, Sya. Kasian bengkok mulu!" kesal Fei.

Syasa tertawa renyah.

"Abang ini ada-ada aja," tutur Syasa.

"Lagian Abang belum selesai ngomong udah main potong aja. Ya, kali kue ulang tahun dipotong enak!" protes Fei.

"Iya, maaf, Bang! Memegang kedua kupingnya dengan tangan.

"Tadi ... Abang ngomong nyampe mana, ya! Tuh 'kan jadi lupa. Lu sih main nyerobot aja 'kek metromini! keluh Fei.

"Kita tadi lagi bahas Mpok Julaeha," cakap Syasa

"Nah, iya si Leha. Gini, ya, Sya! Abang itu sekali pun di dunia ini kagak ada cewek lain selain dia. Abang juga kagak mau sama dia," jelas Fei.

"Kenapa, Bang?" tanya Syasa.

"Ya, Lu pikir aja. Dia 'kan cewek tapi penampilannya udah kayak cowok. Mana kalau makan, dua porsi nasi padang aja habis masuk perutnya. Abang jadi penasaran, itu perut atau tong sampah, ya!" beber Fei.

Syasa memukul keras punggung Fei sambil berkata, "Bang Fei engga boleh gitu! Gimana pun Mpok Julaeha juga wanita yang punya hati dan perasaan yang lembut."

Fei mengerutkan kening, kemudian punggung tangannya menyentuh kening Syasa. Fei berkata, "Lu kagak panas! Suhu badan Lu kayaknya normal."

Syasa segera menepis tangan Fei dari keningnya.

"Emang Syasa sakit, apa! Pake di periksa suhu tubuh segala!" protes Syasa.

Fei terlihat tertawa senang, lalu berkata, "Kalau Lu engga sakit, berarti Lu tadi salah makan. Soalnya tumben amet omongan Lu bener, Sya!"

"Perasaan Syasa tadi siang cuman makan nasi pecel, di tambah es teh manis, sama krupuk dua. Oh, ya sama somay, bakso semangko, terus apa lagi, ya ...." Matanya menatap ke atas seperti tengah berpikir keras.

"Buset, Lu makan siang buat sendiri apa buat tiga orang, Sya! Astagfirullah, badan aja kecil tapi soal makan masuk banyak!" sela Fei.

Ferdy masih menyaksikan interaksi mereka dari kejauhan. Ia mendengar meski tidak jelas pembicaraan Syasa dan Fei.

Ferdy segera menghampiri mereka yang tengah asyik berbicara di samping mobil berwarna hitam.

"Sya," panggil Ferdy.

Syasa dan Fei menoleh bersamaan. Pandangan mata Syasa dan Ferdy bertemu. Sedangkan Fei hanya menatap sambil menerka-nerka siapakah lelaki tersebut.

"Saya ingin berbicara sama kamu, Bisa?" tanya Ferdy.

Syasa mengatur napas. Ia berusaha untuk terlihat normal dihadapan Fei dan Ferdy. Bagaimanapun ia bukan siapa-siapa Ferdy sampai sekarang. Meski Ferdy sudah bilang, kalau mereka tengah berkencan.

"Ada apa, Pak Dokter! Kalau tidak penting nanti saja, ya. Saysa pengen pulang, cape!" tolak Syasa.

"Ini sangat penting," tutur Ferdy. "Menurut saya, tapi tidak tahu menurut pandanganmu."

Fei melirik pada Syasa. Mengisyaratkan pada gadis ini untuk memberikan lelaki dihadapannya kesempatan berbicara.

"Baiklah," jawab Syasa.

Fei yang mengerti situasinya segera menjauh dari mereka berdua. Ia merasa ini bukanlah wilayah yang harus ia campuri. Bagaimanapun Fei bukan keluarga Syasa, jadi dia tidak punya hak untuk mengatur kehidupan gadis manis itu.

"Kayak pernah lihat tuh cowok. Tapi di mana, ya? Ini, nih gara-gara gue ngerem mulu di counter. Bertelur kagak, kuper mah iya," batin Fei.

Sementara itu Ferdy masih menatap lekat wajah Syasa. Ia sangat rindu dengan wajah yang selalu dihiasi senyuman, dan bibir yang selalu mengoceh bak radio butut.

"Sya, yang waktu itu kamu lihat bukan seperti yang kamu pikirkan," ujar Ferdy.

"Memang apa yang Syasa pikirkan, Pak Dokter? Syasa mah bebas aja, toh kita tidak ada hubungan spesial. Setidaknya anggap saja seperti itu!" sela Syasa.

"Tolong dengarkan dulu. Wanita itu bukan kekasih, atau pun siapa-siapa saya. Ia hanya wanita berhati iblis yang mencoba hadir kembali dalam kehidupan saya," beber Ferdy.

Kening Syasa berkerut. Ia tidak mengerti dengan pembicaraan Ferdy. Kalau memang wanita itu bukan siapa-siapanya Ferdy, lalu mengapa wanita itu terlihat seperti akrab. Bahkan ia tidak malu mencium Ferdy di area publik.

Ferdy menghela napas, ia merasa inilah waktunya Syasa tahu yang sebenarnya. Ferdy berkata, "Namanya Mila. Dia adalah ibu kandung dari Nabila. Wanita yang telah tega meninggalkan bayinya yang baru saja lima jam dilahirkannya."

...****************...

BERSAMBUNG~~~

Jangan lupa like, coment, dan vote😍😍

1
s e n j a✨
ga sesuai ama khayalanku visual syasa.. kirain yg kek gadis lugu polos gitu mukanya.. ini lbh cocok jd Bu mirna/Facepalm/
masuk rak.
Susi Andriani
Kecewa
@@Ayyaa@@
olahraga pipi ya.. Syasa
😆😆

saya mampir.. othor
Dharni Dharmawan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
aisya_
ciieee bakal ada yg CLBK nih... wkwkwk
aisya_
masih bingung sbnrnya kang gendong bnr tulus cinta gak sih sama syasa
Dewi Sartika Manalu
good
Endah Fitriyani Pipit
kayanyababang fei dech
Herta Siahaan
syasa hamidun pasti bang gendang geger dibuat
Herta Siahaan
duh Thor jgn biarkan manusia gila seperti Mila merusak Ferdy sekeluarga dan sasaya
Herta Siahaan
asli matai kutu babang dokter ama hon hon
Eka Widya
tambah satu lagi saingan kang kendang
Juarsih Putri
aku mampir Thor,,akang gendang ah baru pertama baca Udeh bikin sakit perut🤣🤣🤣🤣🤣
Yani Cuhayanih
Kalo dok Ferdy jujur sama syasa apakah rasa cintanya akan berkurang pada kang gendang nya.ko aku jd ragu ya....
Yani Cuhayanih
Gadpol sya jgn bikin kendor ngejar dok Ferdy ....wkwkwk.....
Yani Cuhayanih
Aku pusing sama goyanganya syasa semoga bukan iklan pasta gigi kalo mo pamer senyum bukan pamer thor itu masalah BB.....maaf baru hadiiir jd masih mencerna ceritanya bukan masalah lambung .....
Intan Sistanti
baru jga bab 1 udah bikin gemes, hehhehe
abdan syakura
oohh kak Ciety dr Sunda yaaa
abdan syakura
aiiishhhh
akang Ferdy...
love love dah ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!