Seorang gadis polos/biasa (kemungkinan Tika) secara tidak sengaja terlibat dengan seorang bos mafia atau pria berkuasa yang kejam/dingin (kemungkinan Robert).
Keterlibatan ini bisa karena hutang, perjodohan paksa, atau insiden tertentu.
Awalnya, Robert bersikap kasar, kejam, atau dingin, namun seiring berjalannya waktu, sifat polos Tika meluluhkan hati Robert, dan ia mulai memanjakan Tika habis-habisan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabeth antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
Sekitar 30 menit kita duduk santai di depan balkon tiba tiba anak buah Robert pun tiba
sekitar ada 3 mobil di depan rumah ku
Dan mereka pun turun aku dan Robert mengira itu anak buah nya ternyata bukan
Itu adalah musuh bebuyutan Robert
Robert pun panik dan langsung masuk kedalam untung saja mereka tidak melihat Robert..
Aku pun turun kebawah dan menemui mereka dengan setenang tenang nya tapi jantung ku tidak aman..
" maff cari siapa iya" ucap ku kepada salah satu pemilik mobil itu
" apa kamu mengenal atau melihat orang ini" ucap nya sambil menunjukan Poto Robert
" heem engga saya engga pernah lihat orang ini mungkin bukan di sini" ucap ku langsung pergi masuk karena aku pun sudah gemetar
Tapi tidak aku sadari ada bos nya yang memperhatikan. Ku ..
"huuh untung saja aku bisa setenang itu coba kalau aku gemetar pasti mereka sudah curiga " ucap ku sambil lemas di belakang pintu
Tiba tiba si Robert Munjul
"gimana sudah pergi kan" ucap nya
"iih dasar bikin kaget aja , udah mereka udah pergi , kapan sih kamu pergi dari sini mana anak buat kamu itu" ucap ku
"mereka tadi sudah nelpon gua kata nya engga jadi kesini karena si axel takut tau gua di mana ,Yaudh sementara waktu gua tingal di sini dulu " ucap nya lalu pergi ke kamar ..
"iih dasar Robert cowok gila" ucap ku kesal
Aku pun duduk di ruang tamu binggung mau ngapain tapi ini benar benar bosan..
Mau keluar pun pasti tidak bisa karena pasti cwok gila itu mau ikut...
Tiba tiba Robert menyuruh ku dan membawa laptop dan aku di beri tugas....
Saat ini, Tika duduk membungkuk di depan laptop yang terenkripsi, tangannya gemetar memegang pena elektronik. Di sebelahnya,
Robert berdiri tegak, memancarkan aura ancaman yang bahkan lebih dingin daripada
pendingin ruangan.
"Aku hampir menemukan jalan masuk ke dana di Kepulauan Cayman, Robert. Tapi ini lapisan cloaking yang belum pernah kulihat. Aku butuh waktu," bisik Tika, menghindari
tatapan Robert.
Robert, si mafia kejam yang tak pernah sabar, tidak bergerak. Ia hanya tersenyum tipis—senyum yang selalu membuat Tika
merinding. Itu adalah senyum predator.
"Waktu adalah komoditas yang mahal, Tika,"
ujar Robert, suaranya tenang, namun mengandung janji penderitaan.
"Aku tahu kekasih mu butuh uang.
Kerja sama kita ini memastikan kekasih mu mendapatkan yang terbaik. Jangan sampai
kamu mengecewakanku."
Tika menelan ludah. Ancaman Robert tidak pernah diucapkan keras-keras dalam bentuk ancaman fisik langsung,
melainkan dikemas dalam kepastian bahwa Robert mampu mengambil kembali semua yang telah ia berikan: uang, keamanan,
bahkan nyawa orang yang ia cintai. Tika bukan bekerja karena ingin, melainkan karena ia dipojokkan.
Dengan napas tercekat, ia memaksakan fokusnya. Ia mengingat wajah dimas. Motivasi itu—bukan uang, bukan kekuasaan—memberinya kekuatan untuk menemukan
celah.
Tiba-tiba, layar Tika menampilkan spreadsheet penuh angka-angka rahasia. Miliaran dana ilegal milik saingan Robert kini terekspos.
"Sudah. Semua transaksi di Cayman sudah terbuka," lapor Tika, kelelahan, seperti baru berlari maraton.
Robert mengambil flash drive yang berisi data itu, kepuasan tampak jelas di wajahnya yang tampan namun kejam.
"Bagus, Tika. Kita istirahat sebentar."
Tika tahu, itu bukan akhir. Itu hanyalah jeda. Selama Robert membutuhkan keahliannya dan selama keluarga Tika berada dalam jangkauan Robert,
kontrak tak tertulis mereka akan terus berjalan, menjebaknya dalam kegelapan dunia mafia yang brutal