Jika ada yang meniru cerita dan penggambaran dalam novel ini, maka dia plagiat!
Kali ini Author mengangkat ilmu hitam dari Suku Melayu, kita akan berkeliling nusantara, Yuk, kepoin semua karya Author...
"Jangan makan dan minum sembarangan, jika kau tak ingin mati secara mengenaskan. Dia menyusup dalam diam, membunuh secara perlahan."
Kisah delapan mahasiswa yang melakukan KKN didesa Pahang. Bahkan desa itu belum pernah mereka dengar sebelumnya.
Beberapa warga mengingatkan, agar mereka jangan makan suguhan sembarangan, jika tak ingin mati.mengenaskan...
Apa yang menjadi misteri dari desa tersebut?
Apakah kedelapan Mahasiswa itu dapat selamat?
ikuti kisah selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maghrib Yang Mendebarkan
Hari mulai senja. Terlihat safak menggantung dilangit yang mulai temaram.
Andana menutup pintu. Mereka mulai bersiap untuk shalat berjamaah dirumah saja. semua mengambil perlengkapan shalat, dan Fitri yang bertugas menjadi imam, sedangkan Emy akan iqamah, untuk menandakan shalat akan segera dimulai.
Kiky ikut shalat. Mengambil shaaf dibagian pinggir. Saat akan mengangkat takbir, tiba-tiba tangannya terasa lemah, dan tidak dapat digerakkan. Ia mencoba memaksa mengangkatnya, namun tak juga dapat digerakkan, ia bagaikan tak berdaya.
Perlahan tubuhnya mulai bergetar. Ia merasakan sesuatu yang mulai menjalar didalam rongga dadanya, rasanya seperti benda hidup yang bergulir, mirip dengan ulat yang berjalan lamban.
Semakin lama, benda hidup itu seolah menyengat paru-parunya, hingga membuat Kiky terdiam, membolakan kedua matanya, dan dunia semakin hening, lalu terbatuk, dan kembali memuntahkan cairan pekat berwarna merah nan berbau anyir.
Gadis itu rubuh, lalu luruh ke lantai. Yulia yang berada tepat disisinya, membatalkan shalatnya saat masih rakaat pertama, ia mengucapkan salam sebagai bentuk pembatalan shalat.
Tak ingin membuat yang lainnya terganggu, Yulia membantu Kiky beranjak dari tempatnya. Ia mengambil bantal, dan meletakkan kepala gadis itu diatasnya.
"Istighfar, Ky," bisik Yulia dengan berbisik. Sebenarnya hatinya sangat takut, namun berusaha untuk tenang. Ia mengusap ujung kepala rekannya, meskipun mereka baru kenal saat masa KKN, tetapi kebersamaan mereka telah membuat sebuah ikatan yang bukan hanya sekedar rekan Tim saja, tetapi lebih dari itu.
Kiky menggigil dengan sangat parah, dan Yulia terpaksa mengambil minyak kayu putih milik Fitri yang tergeletak didekat tas.
Ia menyingkap mukena yang masih dikenakan oleh sahabatnya, dan membalurkan minyak tersebut.
Rasa kepedulian, dan empati, mengalir dalam diri mereka. Yulia mencoba membalurkannya ke tubuh gadis tersebut, sembari melantunkan doa dan harapan, kiranya tidak ada sesuatu hal buruk yang terjadi.
Tak berselang lama, Andana dan yang lainnya menyelesaikan shalat dan bergegas menyimpan mukena,.
Fitri membersihkan darah dan dibantu oleh Emy, sedangkan Andana menghubungi Darmadi dan juga Yudi yang saat ini sedang pergi kek kota, dan berjanji akan kembali sebelum Maghrib
Akan tetapi, mereka tak melihat keduanya kembali. Kegelisahan mulai merasuk kalbu, saat kedua nomor pemuda itu berada diluar jangkauan.
Sementara itu, Yudi dan Darmadi terjebak macet, sebab jembatan yang mereka lalui sedang ada sebuah peristiwa mengerikan.
Dimana seorang buronan Polisi dalam kasus penjualan obat terlarang, melompat dari atas jembatan dan terjun ke sungai, lalu diberondong tembakan karena berusaha menyeberang dengan cara berenang meskipun itu sangat mustahil, sebab air yang dalam.
Sedangkan masyarakat yang melintas, berbondong-bondong melihat peristiwa itu, dan memarkir kendaraan diatas jembatan sepanjang satu kilometer itu.
Darmadi dan Yudi merutuki kemacetan yang ada, dimana becak motor yang parkir sembarangan dan semakin membuat kemacetan yang parah.
"Bang Darmadi kemana sih? Bang Yudi juga gak bisa dihubungi." Andana terlihat gusar, sedangkan Kiky masih terlihat menggigil dengan tubuhnya yang bergetar hebat.
Saat ditengah kepanikan terjadi, waktu Maghrib berlalu, dan tiba-tiba Kiky perlahan mengerang kesakitan.
Tubuhnya yang tadi menggigil, lambat laun melemah, dan nafasnya mulai normal.
Kelima rekannya mengucapkan syukur, dan akhirnya bernafas lega.
"Ya, Allah.... Ky. Kamu udah buat kita khawatir," Yulia mendekap kepala gadis itu dipangkuannya, lalu mengecup ujung kepalanya, menandakan jika rasa syukur terlalu besar bagi mereka.
Kiky merasakan jika dirinya mulai merasa sedikit membaik, lalu menatap rekannya dengan pandangan nanar.
Sementara itu, Darmadi dan Yudi mencoba mencari cela dari kemacetan yang terjadi.
Suara klakson terus berbunyi, memint kendaraan lain yang terparkir sembarangan untuk menyingkir, tetapi orang-,orang sibuk untuk melihat sang pemasok narkoba yang akhirnya mengapung diatas permukaan air.
Terlihat para petugas Polisi menyewa sebuah sampan dan mengambil jasad korban, untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan.
Dengan berbagai rintangan, akhirnya kedua pemuda itu dapat menembus kemacetan, dan bergegas untuk melanjutkan kembali perjalanan mereka.
"Alhamdulillah, akhirnya bebas juga, pasti mereka pada bingung nyariin kita kenapa lama sekali," ucap Yudi, bernafas lega.
"Iya, aku khawatir kalau mereka mengalami masalah," jawab Darmadi.
"Iya, aku juga. Soalnya si Kiky masih dalam kondisi seperti itu," sahutnya.
Darmadi menambah kecepatan laju motornya, dan berharap agar segera tiba. Karena meninggalkan para gadis dalam kondisi seperti itu, membuat perasaan mereka tak tenang.
"Apa si Kiky bisa sembuh?" tanya Yudi tiba-tiba.
Darmadi terdiam. "Wallahu a'lam," ia me jawab datar.
(Wallahu a'lam\= Hanya Allah yang mengetahuinya, atas sebuah perkara yang rumit)
"Aku kasihan padanya. Dia terlalu pendiam, dan jika saja jujur dari awal, pasti utu racun tidak akan sempat mengendap diorgan tubuhnya," sesal pemuda itu. Ia merasa kesal karena Kiky tak bercerita diawal, dan memilih untuk memendam semua peristiwa itu.
"Apa sebaiknya kita pinta dia pulang saja? Masalah dosen pembimbing lapangan bisa kita atur, semua laporan kita buat hasil yang sama dengan kegitan kita," usulnya.
Sebab, membiarkan gadis itu dalam kondisi yang miris seperti itu membuatnya merasa tak tega.
"Aku sih, gai masalah. Tapi apa Kikynya mau?" Yudi mengeluarkan pendapatnya.
"Kita harus memberi pengertian padanya, sebab hal ini sangat sensitif, dan keluarganya harus tau tentang peristiwa yang dialaminya, takutnya ada hal yang diluar dugaan, kita kan dipersalahkan," Darmadi memberikan pendapatnya.
Yudi mengangguk setuju, dan nantinya akan mereka bicarakan pada gadis itu, bagaimana yang baiknya, sebab situasi tidak lagi memungkinkan.
Disisi lain, terlihat seseorang sedang berada diatas sebuah sampan yang ia dayung dengan perlahan. Parit yang berada tepat didepan rumah kos para mahasiswa, menjadi sarana menuju sungai.
Pandangannya tertuju pada sebuah rumah kos yang dihuni oleh ke delapan mahasiswa.
Tatapannya begitu dingin dan tajam, dan menuju pada seseorang, sebab ia harus menemukan satu korban, agar tidak menjadikan dirinya sebagai tumbal dari ilmunya sendiri.
Tak berselang lama, sebuah motor berhenti tepat dihalaman rumah kos. Terlihat dua orang pemuda sedang membawa berbagai makanan dan juga beberapa perlengkapan kos.
Keduanya masuk ke dalam rumah kos, saat seorang gadis membukakan pintu. "Kok lama kali, Bang? Ditelpon gak bisa. Kami tadi dalam situasi panik, Kiky kambuh saat adzan Maghrib," Andana menodong keduanya dengan pertanyaan menohok.
Iya, maaf. Apakah Kiky-nya udah baikan? Atau kita perlu bawa lagi kerumah atok Sholeh yang lebih dekat?" ujar Darmadi.
""Udah mendingan. Kita makan malam saja dulu." Andana meraih kantong kresek yang beraroma makanan dari berbagai pesanan mereka.

Soto Medan. Terbuat dari campuran ayam goreng suwir, tauge, dan perkedel kentang yang dipadu dengan kuah santan gurih berempah.

Roti Canai Kari. Masakan khas India, Pakistan, dan Emirat Arab yang kini menjadi kuliner khas suku Melayu di Sumut.

Mie rebus Medan. Meskipun asalnya dibawa oleh para perantau dari Negeri Pakistan, dan kini menjadi kuliner khas Melayu pesisir, tepatnya di wilayah Asahan dan Tanjungbalai.
Terbuat dari mie kuning, tauge dengan saus kental tepung terigu+tapioka, gula aren, dan rempah lainnya, serta ebi. Menghasilkan cita rasa unik, manis, asin, dan asam.
semoga cepat ada jalan keluarnya . biar tenang. hidup tentram.. aman ,damai
hadeuh gadis jaman sekarang jauh lebih berani ya shay
siap-siap nih dpt traktiran dr bang Darmadi 👏👏👏
makin banyak yang ngantri nih...🤭