NovelToon NovelToon
LEGENDA JENDRAL NAGA HITAM

LEGENDA JENDRAL NAGA HITAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Action / Raja Tentara/Dewa Perang / Ahli Bela Diri Kuno / Pusaka Ajaib / Dan budidaya abadi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:9.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: MING2

Cerita ini merupakan lanjutan dari cerita JENDRAL NAGA HITAM , yang terpaksa tidak bisa dilanjut, karena kerusakan hp.

Lu Sun adalah putra tunggal dewa perang Lu Bu dan istrinya Diao Chan..

Ketika kota XIA PI yang dibawah kekuasaan Lu Bu diinvasi oleh CAO CAO.

Lu Bu mengirim Lu Sun ke Paman Kakek nya
yang tinggal dikota JIAN YE.

Naas ditengah perjalanan Lu Sun mengalami musibah dan terjatuh kedalam jurang.
Yang ternyata berbatasan dengan suatu segel formasi dewa.

Segel secara otomatis terbuka setiap 100 tahun sekali selama 3 jam.

Didalam segel formasi dewa terdapat suatu alam tempat menghukum para dewa yang melakukan pelanggaran yang sangat berat.

Lu Sun jatuh tepat diatas segel formasi dewa, yang sedang terbuka. Lu Sun bertemu dengan Guru yang mewariskan kemampuan silat dan berbagai pengetahuan militer padanya.

Disinilah pertualangan Lu Sun dimulai.
Mulai dari belajar silat sampai mewarisi ilmu strategi milter. juga perjalanan dan pertualangannya setelah meninggalkan alam hukuman para dewa.

Yang melibatkannya dalam, pertempuran, adu strategi militer, perluasan kekuasaan, tipu muslihat, asmara yang berliku-liku ada sedih,gembira, bahagia.

Semua dapat kalian baca lebih lengkapnya di
LEGENDA JENDRAL NAGA HITAM.
Semoga cerita ini dapat menghibur para pembaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MING2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMPURAN SENGIT LU BU VS LIU GUAN ZHANG 2

Tiba-tiba Zhang Fei kembali datang menusuk Lu Bu dari belakang punggungnya.

Lu Bu menambah tenaga untuk menekan Guan Yu sampai dirinya bisa membungkuk dan sejajar dengan punggung kudanya.

Sehingga bisa menghindari tusukan Zhang Fei yang datang dari belakang, sekaligus menekan Hua Ci nya pada Guan Yu sampai kudanya rebah dan bahu Guan Yu tergores.

Kemudian dia tiba-tiba mengangkat tekanan Hua Ci serta memutar Hua Ci nya dan menggunakan ujung tongkat Hua Ci untuk menyontek Cing Lung Pao Tao agar terlepas dari Guan Yu.

Tapi sontekannya gagal karena ditahan oleh Zhang Fei.

Lu Bu pun menebaskan Hua Ci kearah Zhang Fei dan Guan Yu.

tebasan berhasil dihindar oleh Guan yu dan Zhang Fei masing-masing mengatur jarak untuk melanjutkan pertempuran berikutnya.

Zhang Liao tidak sempat ikut ambil bagian karena semua itu terjadi begitu cepat dan sitematis.

Kerja sama Liu Guan Zhang sangat rapi dan cepat, mereka seperti sehati.

Saling melengkapi dalam menyerang dan saling melindungi dalam bertahan.

Kalau dilanjutkan ini sangat berbahaya dan tidak baik buat Lu Bu.

Cu Kung fokuslah melawan Guan Yu dan menangkap Liu Bei, saya akan urus Zhang Fei

Zhang Liao memberi pendapat setelah mengamati pertarungan tadi.

Kamu benar agak berat kalau harus menghadapi mereka bertiga sekaligus. Terutama si marga Guan itu, serangannya sangat berbahaya.

Liu Bei pikirannya sedikit gelisah cuma dia berusaha tidak terlihat diwajahnya.

tabung telah dilepas cukup lama.

Pasukan yang dia bawa juga tidak cukup banyak hampir berimbang dengan pasukan Lu Bu.

.

Tapi terdapat perbedaan besar, Pasukan Lu Bu adalah pasukan berpengalaman yang sudah mengikutinya mengalami beratus-ratus pertempuran.

Sedangkan pasukannya adalah pasukan milisi suka rela, yang berasal dari rakyat biasa yang kebanyakan adalah petani dulunya.

Hatinya bertanya-tanya kenapa pasukan bantuan dari Xu Chu belum sampai-sampai

Sedangkan Guan Yu berpikir lain, meski dia sangat tidak suka dengan sikap sombong arogan dan ketidak setiaan Lu Bu.

Tapi harus dia akui kemampuan silat dan tenaga orang ini sangat luar biasa.

Kalau harus satu lawan satu duel, dia benar-benar gak yakin bisa menghadapinya.

Zhang Liao langsung mengayunkan tombak bermata golok seperti punya Guan Yu, kearah Zhang Fei

Zhang Fei menangkis kemudian membalas menusukkan tombak berbentuk lidah ular raksasa ke Zhang Liao .

Keduanya pun saling serang, pelan-pelan Zhang Liao menggiring Zhang Fei menjauhi , Liu Bei dan Guan Yu.

"Kakak sebaiknya biarkan saya menghadapinya sendiri , kakak pergi bantu pasukan kita menghadapi pasukan Lu Bu."

"Dua komandan itu terlihat lumayan sudah membantai banyak pasukan kita, kakak bisa menghadapi mereka."

"Tapi aku khawatir kalau kamu cuma sendirian menghadapinya."

"Kakak tenang saja aku bisa jaga diri."

"Baiklah kakak kesana dulu."

Kamu hati-hati."

Guan Yu memacu kudanya kearah Lu Bu lalu meloncat dari atas kuda menebaskan Cing Lung Pao Dao dari atas menghantam kebawah mengarah kekepala Lu Bu.

Lu Bu dengan tenang menusukkan Hua Ci dengan hanya memegang ujung tongkat dan mengarahkan mata tombak Hua Ci kearah perut Guan Yu yang sedang melayang turun mengayunkan Cing Lung Pao Dao.

Gerakan Lu Bu ini otomatis membuat Hua Ci lebih dulu menjangkau perut Guan Yu sebelum tebasan Cing Lung Pao Dao mencapai kepalanya.

Bila Guan Yu meneruskan serangannya perutnya akan tertembus Hua Ci sebelum berhasil mendaratkan goloknya.

Itupun Lu Bu bisa menghindarkan kepalanya dan membiarkan golok menghantam baju zirah pelindung di bahunya.

Guan Yu segera membatalkan serangannya dengan memutar tubuhnya ke kanan, kemudian melanjutkan serangan dengan menebaskan Cing lung Pao Dao dari arah samping kearah leher Lu Bu.

Lu Bu langsung menarik kembali Hua Ci nya dan menangkis serangan dari samping Guan Yu. "TRAAANGGG.." serangan tertangkis Hua Ci.

Sekarang Lu Bu masih duduk diatas Chi Tu Ma dengan gagah tapi Guan Yu hanya berdiri diatas tanah dan memasang kuda-kuda siap tempur.

Melihat ini Lu Bu tersenyum, lalu melompat dari atas kudanya kemudian mengelus Chi Tu Ma sambil berbisik

"kamu pergi beristirahatlah!"

Kuda itu seperti mengerti mengangguk-anggukkan kepalanya mendengus dua kali lalu bergerak menjauhi lokasi pertempuran.

Guan Yu terus menatap kuda tersebut kemudian memuji "kuda yang sangat bagus."

"Ayolah kita lanjutkan" jawab Lu Bu "berhati-hatilah.'

Lu Bu menghentakkan kakinya lalu berlari dengan cepat sambil membawa Hua Ci disamping tubuhnya kearah Guan Yu.

Guan Yu juga tidak mau kalah dia juga berlari dengan cepat kedepan mendekati Lu Bu dengan menyeret Cing Lung Pao Dao diatas tanah .

Ketika jarak mereka tinggal 4 meter Lu Bu menapak tanah dan terbang kedepan dengan Hua Ci diarahkan kedepan tubuhnya berputar-putar diudara seperti mesin bor.

tubuhnya sejajar sama Hua Ci seperti manusia dan tombak berpadu menjadi satu.

Melihat ini Guan Yu langsung mengayunkan Cing Lung Pao Dao menebas kearah depan seperti mau membelah manusia dan tombak bersatu yang sedang berputar-putar kearahnya.

Karena tubuh yang terus berputar-putar tebasan Guan Yu meleset tidak mengenainya. Sebaliknya tombak tepat menembus dada Guan Yu.

"Meski ada pelindung dada, tapi karena kuatnya dorongan tusukan Hua Ci tetap menembus zirah pelindung dada Guan Yu.

Guan Yu terdorong Mundur beberapa meter dengan tombak menembus dada.

Guan Yu langsung menebaskan Cing lung Pao Dao kearah. leher Lu Bu.

Lu Bu menghindar dengan menundukkan kepalanya kemudian mendorong Hua Ci keatas Guan Yu terangkat dan tergantung diudara.

Sesaat kemudian Lu Bu menghempaskan Hua Ci nya kearah Liu Bei yang sedang menyerang komandan Chen dengan ganas.

Maka tubuh Guan Yu terhempas menabrak Liu Bei keduanya bertabrakan dan terhempas berguling-guling.

Lu Bu berjalan kearah mereka sambil membawa Hua Ci disamping tubuhnya siap memberikan serangan terakhir.

Tiba-tiba terdengar ledakan dimana-mana dari arah tebing batu-batu longsor kebawah.

Banyak pasukan Liu Bei yang tertimpa batu tewas seketika.

Dari arah tebing terlihat tanda kembang api ditembakkan itu adalah tanda pasukan diatas tebing sedang kritis.

Melihat ini Lu Bu pun terlihat terkejut dan menghentikan langkahnya.

Gao Shun .... gumam Lu Bu lirih.

"Zhang Liao dan semuanya!" "MUNNDUUUUURRR.!!"

Teriak Lu Bu memberi perintah.

Semuanya segera bergerak ke tepi rawa menaiiki kapal lalu mengayuhnya, meniggalkan lokasi pertempuran.

Lu Bu dan Zhang Liao mengawal sampai seluruh pasukan telah naik keperahu baru mereka menyusul.

Zhang Fei dan Liu Bei sibuk merawat luka Guan Yu. Mereka tidak sempat mengikuti atau menghalangi pasukan Lu Bu bergerak mundur.

Lagian kalau bukan karena Lu Bu mendadak menarik mundur pasukannya.

Yang bakal terbantai tanpa sisa tentu adalah Liu Guan Zhang beserta seluruh pasukan mereka.

1
Park Harika
Murid abal2 kaliii..
Park Harika
kurang lengkap.. gak bawa cuan dr markas yg dtinggal
Park Harika
kok lupa gak ambil simpanan cuanx🤣
Wakhid Hasyim
yang bodoh itu authornya..ngapain mengarahkan mc nya jadi tolol bin bodoh
Wakhid Hasyim
kok mau saja di tampar ya....
Wakhid Hasyim
seharusnya nasib mc nya itu yg di bahas.bagaimana keadaanya.
Wakhid Hasyim
author terlalu melihat kebelakang,seharusnya nasib tokoh utamanya itu yg di kedepankan
Andi Saputra
Luar biasa
Adi Taryadi
Lumayan
Wan Trado
kalau bisa membantu istrinya, untuk apa tabib dipanggil..
Wan Trado
katanya pasukan pendam dalam hutan, kok beri tandanya dgn terompet sihh
Wan Trado
hitungan jarak di jaman itu biasanya li, depa atau tombak.. bukannya meter dan kilometer
Antho Seven
Luar biasa
noName
mau membuat ceritanya jadi patah hati Thor jadi ga enak membacanya terus ge tegah sama si lu
noName
bersama aja biar rame kn....👍👍💯💯💯💯💯😍
noName
kerennnn😍👍👍💯💯💯👍👍👍👍👍💯💯🌿💐💐👍💯
noName
aku suka😄👍👍💯💯
noName
👍👍👍😄😄😄💯💯💯😄💯😄😊👍👍
noName
thor saya paling malas klu BCA pemranya Uda cacat g seruh....
semoga ada kesembuhn pada cerita ini
noName
💐💯💯👍👍👍👍👍👍💐👍💐👍💐👍💐👍👍🌿🌿🌿🙏👍🙏👍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!