Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Arc 1: Reality Show - Domain part.1
Persiapan syuting telah lengkap, MYTH sudah siap dengan naskah yang harus mereka hafal dan cukup mengesankan karena mereka tidak memerlukan waktu lama untuk melakukan bagian mereka.
Sutradara Choi mulai memberikan instruksi.
“Baiklah, ini akan menjadi awal adegan yang harus diambil. Temanya adegan pertama adalah kenangan yang indah.”
“MYTH dan Kang Hajin akan ada dalam scene di awal. Song Namgung akan muncul di bagian setelah kelimanya masuk.”
Dalam naskah yang diambil, terdapat beberapa sub tema bagian yang ditulis oleh penulis naskah. Seolah ingin menggambarkan kenangan yang indah, syuting ini mengangkat tema kesenangan untuk sesi pertama.
Mereka akan memberikan pengenalan awal Roses House dan seperti apa kesenangan yang akan didapatkan di tempat tersebut.
Semacam promosi, reality show ini ingin menampilkan banyak scene yang se-alami dan se-murni mungkin.
“Lakukan dengan natural dan tunjukkan dengan alami seolah yang kalian lakukan bukanlah sebuah akting,” itulah instruksi akhir sutradara.
MYTH akan tampil lebih dulu sambil memberikan promosi mengenai tempat tersebut dan syuting dimulai.
Jaehyun pergi lebih dulu meninggalkan Kang Hajin saat dirinya dipanggil oleh yang lain. Sebelum pergi, Lee Jaehyun bertanya pada Kang Hajin.
“Beritau aku, kenapa kau mengatakan hal ini padaku? Pertanyaan soal hal buruk di tempat ini dan semuanya?”
Hanya ada satu kalimat yang keluar dari mulut Kang Hajin, “Karena hanya kau yang ‘sama sepertiku’ dan hanya kau yang bisa sepertiku.”
“...” Jaehyun pergi tanpa menjawab.
“Siapa yang sama sepertinya? Dan apa yang dimaksud olehnya?”
Pertanyaan itu tersisa dalam pikiran Jaehyun.
Di awal syuting, Shihan dan Yuno membuka acara dengan kalimat penyambutan, persis seperti seorang pembawa acara. Begitu profesional dan cukup mengesankan.
Para staff terkejut karena para artis bersikap terlalu profesional karena tidak ada tanda-tanda pernah ada perseteruan di awal.
Bahkan saat adegan syuting ketika mereka masuk ke dalam Roses House pun berjalan sempurna. Namgung dan para anggota MYTH melakukan syuting dengan sangat lancar.
Terlalu lancar sampai tidak disadari bahwa masalah bisa menghancurkan ketenangan itu kapan pun.
“Hmm?”
Di kursinya, di depan layar dan kamera, sutradara Choi kembali memasang wajah aneh. Wajah tidak percaya dan wajah bingung.
“Kenapa dengan layarnya?”
“Apa?” asisten sutradara pun ikut bingung, “Sutradara, kenapa layarnya hitam? Hei, tolong periksa pencahayaan dan seluruh peralatan!”
“Cut!”
Syuting terhenti setelah 2 jam. Keributan di tempat staff mulai terdengar. Han Yeon yang awalnya tenang, akhirnya bangkit dari kursinya dan menghampiri Choi Min Seok.
“Min Seok, ada apa?!” teriaknya panik.
Sementara itu, MYTH mulai kebingungan.
“Apa yang terjadi?” tanya Yuno
Shihan terlihat mulai cemas, “Aku tidak tau, tapi mungkinkah ini yang diceritakan oleh sutradara pagi ini?”
Kang Hajin mulai mengamati sekelilingnya dan mendapati begitu banyak staff yang berlalu lalang. Memang di mata semua orang semua orang itu berjalan begitu cepat dan tampak berbeda, akan tetapi di mata Kang Hajin, sebagian dari mereka tampak…tidak memiliki wajah.
Selain itu, aroma di tempat itu–menurutnya pribadi, terlalu busuk.
“Mereka…semakin banyak,” pikirnya.
Kemudian, sambil menutup hidungnya dengan tangan, Kang Hajin mulai terlihat kesal, “Aku bisa muntah jika terlalu lama di tempat ini.”
Sementara itu, Lee Jaehyun sudah mengepalkan tangannya dan melihat sekeliling rumah mawar di tempat tersebut.
Pedang yang masih disimpannya mulai dipegangnya dengan erat.
“Perubahan auranya terlalu cepat. Ini bisa berbahaya!”
“Domainnya…semakin besar. Aku rasa akan terbuka sebentar lagi.”
“Bagaimana caranya memasukkinya tanpa diketahui dan mencari tau siapa pelaku yang memasang kutukan di tempat ini?”
Lee Jaehyun melihat Han Yeon yang sibutk dan menggambil handphone di saku celananya. Dia pergi mendekati Shihan dan yang lain, “Hyung, aku mau pergi ke toilet. Perutku sakit!”
“Eh? Mau ditemani?” tanya Shihan.
“Tidak! Akan lama! Perutku melilit karena banyak makan! Aku pergi dulu!” setelah itu, Jaehyun pergi begitu saja meninggalkan Shihan dan yang lain tanpa mempedulikan yang lain.
“Tu–...Jae!”
Namgung melihat hal itu dan tertawa mengejek, “Ahahah, memalukan! Idola para remaja seperti itu. Seharusnya aku mempublikasikan hal itu pada yang lain di internet. Kalian akan semakin tenar. Ahahah!”
Sagan mungkin akan belajar menahan diri sedikit. Sebelum ada masalah yang lebih buruk terjadi.
Lee Jaehyun berlari ke sisi wilayah Roses House lain yang tidak lebih sepi, semakin sepi dan tidak ada siapapun.
Siang hari semakin terik. Sungguh aneh, di wilayah yang sepi pun, ia bisa melihat beberapa staff berlalu lalang. Akan tetapi, terlihat bahwa mereka tidak memiliki wajah dan hanya melakukan aktivitas yang sama.
“Sudah sampai sini rupanya,” ucapnya pelan.
Jaehyun berhenti berlari dan mengirim pesan dari handphone yang dipegangnya. Pesan chat yang dikirimnya, ditujukan untuk Han Yeon. Mungkin saja Han Yeon akan teriak saat menyadari pesan dari Jaehyun.
Setelah selesai, Jaehyun melihat sekelilingnya, memastikan tidak ada siapapun dan mengeluarkan pedangnya.
Sret
Sarungnya dilepas begitu saja dan dia memulainya. Tulisan itu pun muncul kembali.
यत्किमपि हन्तुं न शक्नोति तत् सर्वं हन्ति (Membunuh semua yang tidak bisa dibunuh)
यत् स्पर्शं कर्तुं न शक्नोति तत् सर्वं स्पृशति (Menyentuh semua yang tidak bisa disentuh)
Kemudian, Lee Jaehyun mengatakan sesuatu.
“Andhakarabhayapurnasya jagatah dvaram udghatayan.”
Pedang milik Jaehyun pun berubah tajam dan satu sayatan panjang yang dilakukan oleh Jaehyun seolah telah memotong sesuatu.
Slash
Sayatan panjang itu melebar seolah seperti dimensi atau ruang yang terbelah, terbuka dan Jaehyun langsung memasukinya tanpa pikir panjang.
Saat melewatinya, Jaehyun tiba di sisi lain yang lebih gelap, lebih sunyi, lebih mengerikan dan lebih dari yang dipikirkan olehnya.
“Ini…”
Di sekelilingnya saat ini, penuh dengan bunga mawar yang layu, beberapa di antaranya ada yang masih mekar, namun sebagian telah layu dan mati.
Jalanan di sana penuh dengan lumpur dan siapa yang menyangka bahwa ada sesuatu yang menggenang di sana.
“Ini…darah?”
Jaehyun mulai berjalan sambil meningkatkan kewaspadaan dan saat ada sesuatu di belakangnya, dia berbalik dan mengarahkan pedangnya ke sesuatu yang tidak terduga.
“Kenapa bisa ada di sini?”
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/