NovelToon NovelToon
Akar Yang Menembus Langit

Akar Yang Menembus Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Action
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: cldazxx

Cerita ini bukan tentang siapa yang tercepat menjadi terkuat, melainkan tentang bagaimana seseorang yang dianggap paling lemah belajar memahami kekuatan yang sesungguhnya: kesabaran, ketahanan, kemampuan menahan badai tanpa tumbang, dan perlahan tumbuh melampaui batas yang dianggap mustahil oleh semua orang. Ia akan bertemu teman yang setia, menghadapi musuh yang meremehkannya, dan akhirnya mengungkap mengapa jalan kuno itu dihapus dari sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cldazxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Lembah yang Terkepung

Keesokan paginya, sebelum matahari menembus kabut pegunungan, Lin Mo dan kawan-kawan sudah bergerak menuju Lembah Tertutup. Dipandu oleh jejak yang dirasakan Lin Mo dan pengawal Sekte Cakar Batu yang kini menyerah, mereka berjalan menyusuri jalan setapak yang licin dan berbahaya.

Saat mereka sampai di tepian tebing yang menghadap ke lembah, pemandangan di bawah membuat hati mereka mencelos.

Lembah itu dikelilingi tembok batu alami yang tinggi curam, dengan satu-satunya jalan masuk yang dijaga ketat. Di tengah lembah, sekelompok kecil orang—laki-laki, perempuan, bahkan beberapa anak—berdiri membelakangi dinding gua. Pakaian mereka compang-camping, wajahnya pucat dan penuh lelah, namun mereka berdiri tegak membentuk barisan pelindung di depan gua.

Di hadapan mereka, lebih dari lima puluh orang ahli Sekte Cakar Batu mengepung rapat. Aura tingkat Kelahiran Roh terlihat dari tiga orang pemimpin di barisan depan, dan puluhan lainnya berada di tingkat Pembentukan Benih. Selisih kekuatan sangat jauh—seperti sebatang pohon muda yang dikepung kawanan serigala lapar.

"Mundur dan serahkan catatan kuno itu!" bentak salah satu pemimpin Sekte Cakar Batu. "Kalian sudah terpojok. Tidak ada jalan keluar!"

Seorang pria tua berambut putih dengan lencana akar yang sudah kusam di dadanya melangkah maju. Kakinya sedikit pincang, namun matanya tetap tajam dan teguh. Itu Kepala Sisa Pengikut Jalan Akar, Guru Shan.

"Jalan ini tidak pernah bisa dirampas," jawabnya dengan suara parau namun mantap. "Kalian bisa mengambil nyawa kami, tapi kalian tidak akan pernah mengerti cara menyatu dengan bumi."

"Kalau begitu mati saja!" Pemimpin itu memberi isyarat serangan. Puluhan cakar energi hitam melesat ke arah barisan pertahanan yang tipis itu.

Namun sebelum serangan itu sampai, tiba-tiba tanah di antara kedua belah pihak bergetar hebat. Dinding batu yang tadinya tertutup kabut tiba-tiba mengeluarkan cahaya cokelat hangat, dan akar-akar tebal meloncat keluar dari celah bebatuan, membentuk tembok pelindung yang kokoh.

Brak!

Serangan Sekte Cakar Batu hancur berantakan saat menabrak tembok akar itu. Semua orang terkejut, menoleh ke arah tebing tempat Lin Mo berdiri.

"Siapa yang berani mengganggu tempat ini?" teriak pemimpin Sekte Cakar Batu marah.

Lin Mo melompat turun dari tebing tanpa menggunakan energi terbang—ia hanya menumpukan kekuatan pada kakinya, mendarat perlahan sehelai daun di tanah lembah, tanpa menimbulkan debu sedikit pun. Meng Chao dan Zhang Hao segera menyusul berdiri di sampingnya.

"Pewaris Jalan Akar Purba datang," jawab Lin Mo lantang sambil mengangkat lencana akar di dadanya yang kini menyala terang. "Ini bukan tempat untuk saling membunuh. Tinggalkan lembah ini sekarang."

Pemandangan itu membuat pengikut Jalan Akar tertegun. Guru Shan bahkan memegang dadanya dengan tangan gemetar, matanya berkaca-kaca. "Lencana itu... benar-benar lencana kepemimpinan zaman dahulu... setelah ribuan tahun... akhirnya kembali..."

Pemimpin Sekte Cakar Batu justru tertawa sinis. "Hanya anak kecil dengan dua pengikut? Berani melawan kekuatan kami? Hancurkan mereka bersama!"

Serangan kedua dilancarkan, kali ini lebih ganas dan terkoordinasi. Namun Lin Mo tidak panik. Ia menutup mata, menyebarkan kesadarannya ke seluruh lembah. Ia tidak lagi sekadar mengeraskan tubuh atau memanggil akar—ia kini menerapkan pemahaman baru di ambang tingkat Menyatu dengan Aliran: membiarkan seluruh tanah di lembah ini menjadi perpanjangan dirinya.

Setiap kali musuh menginjak tanah, kakinya langsung terasa berat seolah tertanam semen. Setiap kali mereka melontarkan serangan energi, tanah di sekitarnya menyerap sebagian kekuatannya, membuatnya melemah sebelum sampai ke sasaran.

"Kalian bertarung melawan kami," kata Lin Mo pelan namun terdengar oleh semua orang. "Padahal kalian sedang bertarung melawan bumi tempat kalian berdiri."

Sementara Lin Mo menahan tekanan dari depan, Meng Chao dan Zhang Hao memimpin pengawal yang berbalik mendukung mereka untuk menyerang sayap musuh. Pengikut Jalan Akar yang tadinya putus asa kini kembali bersemangat—mereka tidak lagi sendirian! Mereka ikut menggerakkan kekuatan akar, memperkuat pertahanan dan mengganggu keseimbangan lawan.

Pertarungan berlangsung sengit namun tidak lama. Teknik Sekte Cakar Batu yang mengandalkan kekerasan dan perampasan energi, ternyata sangat lemah di hadapan kesatuan yang utuh dan kokoh. Semakin mereka memaksa, semakin cepat energi mereka terkuras, dan semakin bingung mereka menghadapi lawan yang seolah tak terpengaruh serangan apa pun.

Akhirnya, ketiga pemimpin Sekte Cakar Batu terpojok. Mereka melihat anak buahnya sudah menyerah satu per satu, dan menyadari bahwa kesempatan mereka sudah habis.

"Kalian menang," ucap pemimpin itu dengan napas berat. "Tapi ingat... atasan kami tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja. Jalan Akar mungkin bangkit kembali, tapi musuh sebenarnya jauh lebih besar dan lebih gelap dari yang kalian bayangkan."

Mereka kemudian mundur membawa sisa pasukannya yang terluka, berjanji tidak akan kembali mengganggu lembah ini.

Setelah suasana tenang, Guru Shan berjalan mendekati Lin Mo dengan langkah tertatih, lalu berlutut dalam-dalam di hadapannya.

"Kami telah menunggu terlalu lama," katanya dengan suara bergetar haru. "Banyak saudara yang gugur menjaga sisa warisan ini. Terima kasih... terima kasih telah datang menyelamatkan kami."

Lin Mo segera mengangkatnya berdiri. "Kita satu jalan. Tidak perlu berlutut. Sekarang kita harus bersatu, menanam akar lebih dalam lagi, dan menghadapi musuh yang sebenarnya."

Malam itu, di dalam gua lembah, Lin Mo mendengar kisah lengkap dari Guru Shan. Ternyata yang memusuhi Jalan Akar bukan hanya keluarga kuno zaman dulu, melainkan ada kekuatan yang lebih tua dan lebih misterius—kekuatan yang membenci segala sesuatu yang stabil, abadi, dan berakar kuat. Kekuatan ini bergerak di balik layar, mengendalikan banyak sekte dan keluarga besar untuk menghapus jejak Jalan Akar selamanya.

"Dan sekarang," kata Guru Shan sambil menunjuk ke arah utara, "Pusat kekuatan mereka berada di wilayah paling atas benua. Di sana, tanahnya tidak lagi kokoh, dan akar sulit tumbuh. Jika kau ingin memulihkan Jalan Akar sepenuhnya, kau harus menembus sampai ke sana."

Lin Mo menatap ke arah kegelapan luar gua. Perjalanan yang awalnya hanya untuk mencari kebenaran tentang orang tuanya, kini berubah menjadi tanggung jawab bagi seluruh dunia. Namun ia tidak gentar.

Ia menepuk lantai batu di sampingnya. "Tidak ada tanah yang terlalu keras untuk akar yang tak pernah menyerah. Kita akan pergi ke sana, satu langkah demi satu langkah."

 

1
Anime aikō-kā
Akar Yang Menembus Langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!