NovelToon NovelToon
Pesona Almira

Pesona Almira

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nay Lissa

Almira merupakan abdi ndalem yang memiliki kepribadian ganda, kadang dirinya bersikap seperti preman karena dulunya di merupakan preman jalanan dan terkadang dia bersikap lemah lembut. Ia menikah dengan seorang Gus yang mana awalnya menjadi pembicaraan di keluarga suaminya karena Almira hidup sebatang kara. Dan Gus itu pun menerimanya hanya karena keterpaksaan dari orang tuanya. Bagaimana perjalanan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nay Lissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Masa Lalu Agam

Mentari semakin tinggi, namun belum ada tanda-tanda seorang menjemput dirinya. Ingin menelpon, dirinya tidak memiliki hp. Ingin langsung pulang, takut ada yang datang menjemputnya.

"Maaf tadi ada urusan." Ucap Agam pas masuk ke kamar Almira.

" Yang lain dimana?" Tanya Almira karena melihat tidak ada yang masuk lagi selain Agam.

"Siapa??"

" Umi atau siapa gitu? Kalo hanya kita berdua yang ada anak pesantren curiga."

"Siapa bilang kita mau ke pesantren?"

Bukannya beres-beres mereka malah beradu mulut. Sehingga seorang ibuk-ibuk yang biasa menjenguk Almira masuk. Ia tak melihat jika ada laki-laki bersama gadis itu.

" Maaf Mbak Almira, saya tidak tahu jika ada kakaknya ada di sini." Ucap ibu yang bernama Linda itu.

Kakak??

Agam masih belum menoleh wanita itu, hanya saja suaranya terdengar tidak asing. "Nggak papa buk." Jawab Almira ramah.

"Kak kenalin, ini ibu Linda! Beliau temanku di rumah sakit." Mendengar ucapan Almira Agam sebenarnya ingin muntah karena begitu halus tidak saat bersama dirinya yang berkebalikan.

" Nak Agam??" Bu Linda terkejut saat pria yang bersama gadis yang sudah di anggap sendiri ternyata orang yang ia kenal.

"Iya buk." Jawab Agam berusaha menghilangkan keterkejutannya.

" Setahu saya kamu tidak memiliki adek perempuan, apalagi sudah besar seperti nak Almira."

" Dia istri saya." Ucap Agam sambil menarik Almira ke dalam pelukannya.

"Istri?" Ucap seorang gadis yang duduk di kursi roda yang masuk ke kamar Almira.

"Raras? Kamu kan belum boleh keluar sama dokter." Ucap Almira melihat teman barunya itu yang baru bangun dari koma beberapa hari yang lalu.

" Iya nak." Lanjut ibunya.

" Aku bosen di kamar." Ucapnya " Hai Gam! Lama ya kita nggak bertemu." Sapa gadis itu.

Agam hanya tersenyum kaku, tangannya semakin erat memegang lengan Almira. Seolah ingin menunjukkan jika dirinya sudah milik orang lain.

" Hai Ras! Kenalkan ini istriku." Gadis itu sebenarnya ingin menetaskan air mata, namun ia berusaha tegar.

" Selamat ya.. atas pernikahanmu!" Raras mengulurkan tangannya kepada Agam.

Almira menyenggol Agam, dan mengkode untuk menyambut uluran tangan itu. "Cepet!" Bisiknya. Agam pun melakukannya meskipun terpaksa.

"Terima kasih."

Sebenarnya ia ingin sekali memeluk gadis itu untuk menghilangkan kerinduannya selama tiga tahun, namun di sisi lain dirinya sudah memiliki Almira. Selain itu kebenciannya atas pengkhianatan gadis itu masih belum hilang.

"Terima kasih telah datang menjengukku, meskipun kamu tidak memberitahuku. Aku bisa merasakan kehadiranmu dan suaramu yang memintaku untuk bangun dari koma."

Apa yang di bicarakan gadis ini? Hubungan apa yang mereka miliki? Tanya Almira dalam hatinya.

"Baiklah kalo begitu kami permisi dulu. Assalamu'alaikum."

"Buk, Ras, saya pamit dulu ya? Kapan-kapan tak main ke sini lagi."

" Iya Al, ati-ati ya?"

"Okey." Almira memeluk Raras dengan hangat sedangkan mata Raras masih menuju pada Agam.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumussalam."

Setelah berpamitan Agam dan Almira meninggalkan mereka . Dalam perjalanan menuju parkiran, semua mata berpandang pada dua ingsan gang terlihat begitu serasi.

"Gam!".

"Ada apa?"

" Bisa nggak lo lepasin tanganlo?" Agam langsung melepaskan tangannya dari pundak Almira.

"Maaf."

Mobil berwarna hitam melesat meninggalkan rumah sakit. Agam menjelaskan jika untuk sementara mereka akan menginap di sebuah apartemen yang tak jauh dari rumah sakit hingga Umi Hana menjemput mereka. Tidak membutuhkan waktu lama, mereka sudah sampai di depan parkiran.

" Lo mau ke mana?" Tanya Almira kesal, Agam langsung masuk dan meninggalkan dirinya bersama barangnya.

" Ya masuk lah."

" Nggak bisa! Lo harus bawain barang gue, tuh di mobil berat." Tunjuk Almira pada tasnya yang cukup besar.

"Bawa sendiri kan bisa."

" Kepala gue masih sakit." Ucapnya sambil memegangi kepalanya.

" Sabar!" Perintahnya pada diri sendiri "Udah, ayoo masuk!" Lanjutnya.

"Nggak ada romantis-romantisnya amat sama istri." Almira sengaja ingin menguji kesabaran suaminya.

"Astaghfirullah, lah terus harus gimana?" Rasanya Agam benar-benar ingin menangis mengahadapi istrinya itu.

" Gandeng." Ucap Almira berpura-pura manja.

" Tadi aja minta di lepasin sekarang minta di gandeng. Lo emang ribet Al. Udah gue mau masuk, terserah Lo mau di sini apa gimana?" Almira malah ngakak melihat kemarahan Agam.

" Jangan marah lah, gue cuman canda, habis hiduplo kayaknya ribet amet sama para gadis." Ucap Almira nerocos sambil berjalan di belakang Agam.

"Nggak nyambung."

" Ya Lo sambung-sambungin lah!" Agam langsung memepetkan Almira ke tembok dan membungkam.

"Al, diam yaaa saya mohon. Shuutt!!" Ucap Agam sehalus mungkin.

" Mulut gue nggak bisa diem, terus gimana nih?"

"Ya udah, sini!" Agam menarik Almira ke dalam dekapannya dan berjalan bersama menuju kamarnya no 412.

Tak disangka jurus Agam mampu membuat Almira terdiam. Hatinya merasa dag-dig-dug, bayangannya udah entah ke mana.

Diemkan Lo, Seringai Agam dalam hati.

Sampai di kamar Agam baru melepaskan tangannya dari Almira. Sedangkan Almira masih diam saja, memandang sang suami meletakkan barang-barang nya hingga selesai.

"Sampai kapan kamu mau berdiri di situ?" Tanya Agam.

"Eh ini mau duduk." Jawabnya sambil mencari tempat duduk "Kamu tinggal di sini sendirian Gan?" Tanyanya.

" Sama kamu."

"Maksudnya lah?" Baru ingin saja Almira mengubah sikapnya, tapi Agam sudah membuatnya kesal.

" Lah bener to?"

"Njh Gus, Gus selalu benar."

Kamarnya begitu rapi, ya rapi lah tiap hari selalu ada petugas kebersihan yang membersihkan kamarnya. Tapi kamar Agam yang di pesantren juga tak kalah rapi seperti kamar di apartemen. Semua tertata sesuai keinginannya.

" Gam, Raras mantan kamu ya? Apa dia masih pacar kamu?"

"Dulu, sekarang sudah tidak."

" Oalah, kenapa?" Almira begitu kepo.

" Karena bukan jodoh." Jawabnya ringan, tapi benar.

"Susah yaa bicara sama ustadz. Mending gue tidur aja ngantuk."

Almira tidur di atas kasur, sedangkan Agam merebahkan tubuhnya di atas sofa. Sebenarnya dalam hati dirinya tak tega harus melihat suaminya tertidur di atas sofa yang mana tidak bisa bergerak bebas.

" Gam!" Panggilnya.

"Hmm.."

" Besok kita ke rumah sakit yaa, sebelum ke pesantren!"

"Ngapain?"

"Aku udah janji sama Raras kalo akan datang besok." Agam tak menjawab karena sudah tidur, semalam dirinya tidak bisa tidur karena memikirkan Almira di rumah sakit sendirian " Yah, ws tidur dianya." Lanjutnya.

Memang pacaran itu tak enak, untung aku belum pernah. Kalo udah putus kayak Agam sama Raras serasa mereka tidak saling kenal, padahal dulu sering bareng.

Almira terus membayangkan bagaimana orang pacaran. Ia akui selama ini dirinya belum pernah jatuh cinta kecuali hanya dengan satu orang, yaitu dia yang memiliki kalung di lehernya itu. Namun di sisi lain, ia juga sangat membenci pria itu, karena dialah yang membuat ibunya meninggalkannya untuk selamanya. Hanya saja dirinya belum ingat siapa pria itu. Untuk saat ini dirinya hanya mengingat keluarganya.

1
lizam libanon
apa sih maksud dari kata "Sedikit" di paragraf ini?
Abel Yasmin
good
Eva Sri Wahyuni
ngakak wkwk
Widya Aza
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak ya allah
Widya Aza
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak ya allah
Widya Aza
ngakak ya allah 🤣🤣🤣🤣🤭
Har Tini
lanjut tjor baru MMpir👍
Nurul nurul
kapan mp nya??
Nurul nurul
kok agak aneh,klo Agam ngajar pagi bukannya sebelum berangkat seharusnya Almira dibangunin dulu
Nurul nurul
othor dari Tuban kah,berarti kita tetanggaan,aq Tuban rengel
Nurul nurul
pondoknya wilayah mana??ada Tuban...ada Bojonegoro...apa pondoknya wilayah Widang?Lamongan?atau mbabat...kan di mbabat ada ponpes terkenal,pondok langitan
Nurul nurul
mentang² istrinya mantan preman mau dijadikan ketua keamanan😂😂ada² aja lu gam
Nurul nurul
"Adam i'm coming"😂
Nurul nurul
pondoknya critanya asal mana ya,kok ada daerah Tuban juga...btw aq juga dari Tuban ,wilayah kecamatan Rengel
Nurul nurul
bukannya klo rebus telur itu pas airnya masih dingin,kok itu dimasukin pas udah mendidih
Nurul nurul
Thor,pake bahasa indo yg jelas napa,ada bahasa getek segala,kan bisa pake galah...untung aq Jawa,klo luar Jawa kn aq ngk faham
osie
semangat thor...
Ummi Alfa
Ibu tirinya koq gitu sih! ndak mencerminkan istri Kyai.
Ummi Alfa
Bener kata si Mbah kalo mereka mirip ternyata memang adik kakak.
Rini Apriyanti
Mentang2 istrinya preman, mau dijadikan ketua keamanan 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!