Mohon bijak dalam membaca. Novel ini sedang dalam masa revisi. jika ada bab yang belum nyambung maka harap maklum ya. Bab yang telah di revisi akan muncul tulisan sedang revisi di atasnya, kecuali bab 1 sampai 4 yg sudah terhapus.
Dio terjebak dengan wanita masa lalunya. Wanita itu mempunyai anak yang sudah berumur 5 tahun. Dio terpaksa harus kembali pada cinta pertamanya demi anak itu. Dio terpaksa menceraikan Tania demi mempertahankan wanita masa lalunya. Tania berusaha membesarkan anaknya seorang diri. Di sisi lain selalu ada Marcel yang selalu memperhatikannya.
bagaimana kelanjutannya?
apakah Tania akan kembali ke Dio?
Apakah Tania malah bersama Marcel?
Apa Dio akan menyesali keputusannya setelah menceraikan Tania?
baca selengkapnyq di sini😊
bagaimana kisah selanjutnya???
yuk mari di kepoin setiap ceritanya. mohon maaf jika ada kesalahan penulisan di setiap cerita ya teman-teman.
Maklum aja ini novel pertama aku🤗
~♡♡SELAMAT MEMBACA♡♡~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah leatari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apartemen Marcel
Hari telah berganti, Kondisi Tania sudah semakin membaik dan boleh di ijinkan pulang oleh dokter. Tania duduk di atas kasur rumah sakit sambil memperhatikan punggung belakang seorang pria bertubuh tinggi dan kekar. Pria itu adalah Marcel yang sedang membereskan barang-barang yang akan di bawa pulang.
Pikiran Tania seakan melayang. " Andai saja pria itu adalah Mas Dio. Pasti aku sangat bahagia. Apalagi saat ini aku sedang mengandung anak yang sudah lama kami nantikan. Aku tidak menyangka sama sekali. Kehidupan yang begitu sempurna yang aku miliki dulu sekarang hanya tinggal kenangan" batin Tania
Lamunan Tania terhenti ketika mendengar suara Marcel yang begitu keras. Marcel merasa kesal karena sejak tadi ia sudah memanggil Tania. Namun Tania hanya diam saja tidak menjawab. " Ah iya ada apa mas?" Tanya Tania pada Marcel
Marcel meletakkan tangannya di pinggang. Matanya menatap Tania dengan sorot mata yang begitu tajam. Membuat Tania bergidik ngeri melihatnya. Tania sadar jika ia sudah melakukan sebuah kesalahan. " What? Apa kau katakan barusan? Sadarlah aku ini bukan suamimu?" ucap Marcel dengan nada ketusnya
Tania turun dari atas ranjang. Dia mengambil handuk lalu melangkah menuju kamar mandi. Ia ingin bersiap-siap untuk pulang dari rumah sakit. " Apa kau masih memikirkan pria brengsek itu?" tanya Marcel sebelum Tania masuk ke dalam kamar mandi.
" Seharusnya sudah tidak. Tapi kenapa aku masih belum bisa melupakannya." Sahut Tania
" Apa mau ku antar menemuinya. Mungkin saja jika ia tahu kau hamil, Ia akan memilihmu." ucap Marcel
" Jika dia memilihku, Perasaanku seakan sudah mati untuk kembali bersamanya. Rasanya begitu sakit jika mengingat hinaan yang ia lontarkan kepadaku" ucap Tania sambil menahan air mata yang mau jatuh.
"Lalu kau mau pulang kemana?" ucap Marcel
"Aku yatim piatu. Aku hanya punya orang tua angkat di cianjur. Tapi sampai saat ini mereka tidak tahu kalau aku sudah bercerai." ucap Tania
"Kalau gitu pulang ke apartemenku adalah pilihan yang tepat. Ingat kau masih berhutang banyak denganku. Sesuai perjanjian kau akan bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk membayar hutang itu kan?" tanya Marcel.
Tania melupakan hal ini. Sebenarnya ia tidak mau tinggal dengan seorang pria yang bukan muhrim dalam satu rumah. Namun mau bagaimana lagi. Saat ini Tania tidak punya pilihan lain. Lagi pula rumah Marcel mungkin bisa jadi tempat bersembunyi yang paling baik bagi Tania. Tania tidak mau Dio mengetahui kalau ia sedang hamil anaknya. Tania takut jika jika bayinya lahir, Dio akan mengambilnya. Kembali ke rumah orang tua angkatnya juga bulanlah pilihan yang baik. Ayah angkatnya menderita penyakit jantung. Jika ayah sampai tahu Tania bercerai. Penyakit jantung ayah akan kambuh kembali. " Baiklah aku akan menjadi asisten rumah tanggamu" ucap Tania dengan nada lemah.
" Bagus.. itu memang pilihan yang benar" Ucap Marcel
************
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit akhirnya mereka tiba di apartemen milik Marcel. Apartemen yang cukup sederhana untuk seorang CEO perusahaan besar. Tania memperhatikan seluruh ruangan.
Marcel membawa koper Tania menuju sebuah kamar. " Di sinilah kamarmu? Aku jarang pulang ke sini. Mungkin seminggu 2 kali. Kau bisa tinggal di sini. Pekerjaanmu sangat mudah. Cukup bersihkan semua ruangan rumah ini saja. Kau cukup menyediakan makanan hanya ketika aku di sini. " jelas Marcel
" Hanya itu. Tapi bisakah aku memasak untuk aku makan sehari-hari. Kau tidak perlu memberi uang. Aku masih punya uang untuk membeli bahan-bahannya." tanya Tania
"Kau tidak perlu memakai uangmu itu. Aku akan menyuruh Bi Inah untuk tinggal bersamamu selama aku tidak ada. Dia yang akan belanja dan masak untukmu. Kau sedang hamil dan kondisimu lemah. Aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu di rumahku ini. " Ucap Marcel
" Tapi aku ini adalah asisten rumah tanggamu kan? Kenapa memperkerjakan orang lain lagi" ucap Tania.
Marcel hanya diam saja tanpa menjawab. Dia pergi meninggalkan apartemennya. Di luar apartemen Marcel terdiam dan berpikir di depan pintu. "Aku tidak tahu ini perasaan apa? Kasihan atau apalah itu. Aku tidak tega melihat penderitaan wanita ini" batin Marcel