10 tahun sudah berlalu, kini tiga bocah kembar yang dulu selalu tampil menggemaskan, sekarang sudah tumbuh menjadi pria tampan dan gadis yang cantik.
Semenjak 10 tahun itu banyak hal yang sudah terjadi, Zio, Zayn dan Zea mengalami keterpurukan yang mendalam karena terbunuh atau meninggal nya dua orang terkasih nya, yang disebabkan oleh orang terdekat nya.
Namun sayangnya, semenjak hari kejadian itu, orang yang telah mencelakai keluarga mereka menghilang bak ditelan bumi. Dan semenjak hari itu tiga anak kembar itu berjanji akan mencari dan menemukan pembunuh itu dan akan membalas dendam atas kematian dua orang yang mereka sayangi.
Dan seperti apa kisah cinta mereka? apa kah mereka masih bersama orang yang sama yang mereka sukai dan mereka temui pada masa kecil atau kah justru berpindah hati?
Yuk ikuti kisah nya. selamat membaca🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Elang dan para bodyguard tersebut di buat kalang kabut saat wanita paruh baya tadi pingsan dan tak ada sama sekali orang di dalam rumah.
"Apa yg harus kita lakukan? Bagaimana cara nya menyadarkan orang pingsan?." Tanya Elang menatap dua orang bodyguard nya secara bergantian.
"Oleskan minyak angin di hidung nya Tuan." Sahut salah satu bodyguard.
"Saya tidak punya minyak angin." Ujar Elang.
"Saya ada Tuan, tapi minyak kayu putih." Jawab bodyguard yg satu nya lagi.
"Bisa, mana minyak kayu putih mu?." Bodyguard yg satu nya menadahkan tangan, sedangkan wanita paruh baya tadi, mereka baringkan diatas bangku yg tadi di duduki Elang.
"Ada di mobil." Sahut nya santai.
"Ya ambil dong." Kesal bodyguard yg satu nya.
"Baik." Barulah bodyguard tersebut bergerak kembali ke mobil untuk mengambil minyak kayu putih.
Tak butuh waktu lama, laki-laki yg memiliki tubuh tinggi tegap serta rahang tegas tersebut telah kembali dengan membawa sebotol kecil minyak kayu putih.
"Ini." Ujar nya.
"Oleskan." Titah Elang.
"Dimana Tuan?." Tanya lelaki tersebut.
"Di bagian bawah hidung nya,masa di kaki." Jelas yg satu tadi.
Barulah lelaki tersebut mengoleskan minyak kayu putih di bawah hidung wanita paruh baya tersebut.
"Dia masih belum sadar juga." Ucap Elang, saat bodyguard yg satu tadi sudah selesai mengoleskan minyak kayu putih.
"Tunggu beberapa saat lagi Tuan." Sahut bodyguard satu nya lagi.
"Tapi dia masih hidupkan? Maksud saya dia belum meninggal kan?." Tanya Elang, menatap khawatir wanita paruh baya yg terbaring tak sadarkan diri tersebut.
Belum sempat bodyguard disana menjawab pertanyaan Elang, suara lenguhan kecil terdengar keluar dari wanita paruh baya tersebut. Elang dan kedua bodyguard nya menatap wanita itu itu secara bersamaan.
Perlahan mata dari wanita paruh baya tersebut mulai terbuka. Dan tak lama setelah nya wanita tersebut langsung duduk sambil memegangi kepala nya yg mungkin masih sedikit pusing.
Wanita tersebut menatap Elang dan kedua bodyguard nya secara bergantian, kemudian wanita tersebut tampak berfikir, mengingat apa yg terjadi.Sedetik kemudian barulah dia ingat kalau dirinya tadi tengah mendengar kabar buruk mengenai salah satu anak yg ada di panti asuhan milik nya. Wanita tersebut mulai menangis tersedu-sedu.
"Senna, Tuan bagaimana keadaan Senna sekarang?." Tanya wanita paruh baya tersebut.
"Apakah anda ingin melihat nya?." Tawar Elang. Wanita tersebut menganggukkan kepala nya.
"Ayo ikutlah dengan kami, kami akan membawa anda ke Rumah sakit." Ucap Elang. Wanita tersebut menghapus air mata nya, dan mulai bangkit dari tempat duduk nya.
"Ikut saya." Elang langsung berkata, dan berjalan ke arah mobil, sementara wanita paruh baya tersebut mengikuti langkah Elang, dia bahkan tak ingat untuk menutupkan pintu rumah, apalagi untuk berganti pakaian nya.
****
Kembali ke Rumah Sakit Bhakti Hasana.
Claudia bersama ketiga anak nya, masih setia menunggu di depan ruang operasi, ke 4 orang tersebut masih sama-sama terdiam, menunggu operasi yg masih belum selesai, sebab lampu di depan ruang operasi masih saja berwarna merah.
Hingga suara derap langkah mengalihkan perhatian mereka.
"Princess." Panggil Mark.
"Cla." Panggil Angel. Claudia dan Zea langsung bangkit dari duduk nya.
Mark menghampiri Zea bersama ke 2 saudara nya, sedangkan Angel menghampiri Claudia. Arnold dan Luna dan Wili memilih langsung duduk saja.
"Apa yg terjadi princess?." ucap Mark mulai bertanya mengenai cerita yg sebenarnya. Zayn mulai menceritakan semua nya secara detail.
"Jadi sekarang, gadis itu sedang di operasi?." Tanya Luna.
"Betul Oma." Sahut Zea, sambil tersenyum lembut menatap Oma Luna.
"Sudah berapa lama??." Tanya Luna lagi.
"Kurang lebih tiga jam an." Sahut Zio. Yang membuat semua orang langsung mengalihkan atensi menatap lelaki tampan tersebut.
"Biar aku lihat dulu, apa yg terjadi di dalam sana." Ucap Luna, wanita tersebut langsung bangkit dari duduk nya, dia begitu penasaran, mengapa operasi nya berjalan dengan lama sekali.Biasanya Luna kalau mengoperasi orang paling lama butuh waktu dua jam.
Semua orang mengangguk, menanggapi perkataan Oma Luna. Dan Oma Luna tampak menghubungi seseorang, hingga tak lama kemudian, tampak pintu ruang operasi terbuka sedikit.
Seorang Suster dari arah lain berlarian kecil dan menyerahkan sebuah mantel khas seorang Dokter pada Oma Luna. Luna langsung menerima nya dan memakai mantel berwarna putih tersebut, kemudian memakai pakaian steril nya.
Usai mengenakan semua pakaian nya, Luna mulai memasuki ruang operasi, dan pintu mulai di tutup kembali. Saat itu, barulah Claudia dan ketiga anak nya tersadar bahwa Rumah Sakit tersebut memang milik keluarga Sanjaya.
"Om Elang kemana tante?." ucap Mark bertanya pada Claudia, karna dia tidak melihat keberadaan Daddy si kembar.
"Pergi ke rumah keluarga Senna." Sahut Claudia.
"Jadi nama gadis itu Senna?." Ujar Arnold. Claudia menganggukkan kepala nya.
"Sudah kalian tak perlu khawatir, kita berdo'a saja semoga gadis tersebut baik-baik saja, dan bersyukur karna Zayn terhindar dari musibah." Ucap Arnold bisa melihat bahwa Claudia dan ketiga anak nya tampak begitu cemas.Mendengar perkataan Arnold, Claudia dan anak ketiga nya hanya mengangguk saja.
Oleh karena itu, itulah keadaan saat ini, semua orang setia dengan kebungkaman mereka. Kurang lebih 30 menit lama nya, lampu ruang operasi yg semula merah kini telah berganti biru pertanda bahwa operasi telah selesai.
Semua orang tampak menatap dengan perasaan yg sedikit lega, sekarang mereka hanya menunggu kabar dari Dokter. Tak lama setelah itu, tampak pintu ruangan operasi tersebut mulai terbuka, Luna lah yg keluar dari ruangan tersebut. Semua orang langsung berdiri dan menghampiri Luna.
"Bagaimana operasi nya Oma?." Mark langsung bertanya tak sabar, pertanyaan Mark mewakili pertanyaan semua orang yg ada disana.
"Operasi nya berjalan dengan baik dan berhasil, walau sempat mengalami sedikit kendala, tetapi Alhamdulillah sekarang pasien sudah melewati masa kritis nya, dan keadaan nya sudah mulai stabil, sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang perawatan." Jelas Luna dengan senyum manis nya. Yang membuat semua orang bernafas lega.
"Kalian tidak perlu khawatir lagi sekarang." Tambah Luna lagi.
"Terimakasih Tante." Ucap Claudia, menatap Oma Luna dengan lembut. Luna mengangguk, kemudian wanita tersebut berlalu untuk berganti pakaian.
Beberapa menit berlalu, sesuai perkataan Luna tadi, Senna sudah di pindahkan ke ruang perawatan, tentu saja di ruang perawatan kelas VVIP, agar mereka bebas dan tak mengganggu pasien lain.
Disini lah semua orang saat ini.
Claudia dan ketiga anak nya, serta Mark dengan kedua orang tua nya. Sedangkan Luna dan Wili kedua pasutri itu telah pamit pulang untuk istirahat.
Semua orang menatap satu titik yg sama yaitu, seorang gadis remaja yg terbaring lemah diatas brankar, dengan selang infus dan selang oksigen yg melekat di tubuh nya.
"Cepat sembuh anak baik."Claudia berkata seraya mengusap lembut rambut gadis yg masih setia memejamkan mata nya tersebut.
"Terimakasih atas keberanian dan kebaikan mu, sehingga kamu mau mempertaruhkan hidup mu demi untuk menolong orang." Tambah Claudia lagi, wanita itu masih setia duduk di kursi yg ada di samping brankar pasien.
Sementara yang lain nya, memilih mengistirahatkan diri mereka dengan duduk di sofa.
"Anak-anak." Angel mulai bicara pada ketiga kembar dan juga Mark.
"Ada apa Ma?." Tanya Mark.
"Kalian pulang dan istirahat lah, karna besok kalian harus sekolah kan." Ujar Angel.
"Lalu gadis itu?." Tanya Zayn, yg dia maksud siapa yg akan menjaga nya.
"Kami yg akan menjaga nya." Arnold menanggapi.
"Tidak, Papa besok juga harus bekerja kan." ucap Angel menolak tegas.
"Aku dan Claudia yg akan menjaga nya, sambil menunggu Elang dan keluarga nya datang." Putus Angel.
"Papa pulang lah bersama anak-anak, dan minta mereka agar istirahat dan tidur dengan benar." Titah Angel tegas.
Jika sudah demikian, Arnold hanya bisa patuh. Lelaki tersebut mengajak ketiga kembar dan juga Mark untuk pulang.
Tak lama setelah kepulangan Arnold bersama ketiga kembar dan Mark. Elang bersama wanita paruh baya yg merupakan keluarga Senna tiba di rumah sakit.
Elang yg memang telah di hubungi oleh Claudia langsung menuju ruang perawatan Senna.
Begitu Elang bersama wanita paruh baya itu sampai di ruang perawatan Senna, Elang bisa melihat Claudia istri nya bersama Angel sedang duduk bersandar di sofa.
"Sayang." Elang langsung berucap, saat memasuki ruangan rawat Senna.
\*
Bersambung.......................
salam kenal Thor maaf baru menyapa 😅 ,karna trllu serius mmbca cerita mu jd lp ma yg nulis crt ny😅.
di tggu up slnjut ny
lanjut ceritanya
bikin bingung membaca