Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa kamu gagap???
Pagi harinya Beverly sudah mulai bekerja menjadi sekertaris Kenzie.
Hari ini Beverly sengaja datang lebih awal agar tidak mendapatkan omelan dari Kenzie.
Seperti waktu bekerja di luar negeri, Kenzie yang begitu disiplin akan waktu juga berangkat pagi.
Saat tengah berjalan menuju lift pribadi milik direktur,tanpa sengaja matanya melihat Beverly yang nampak berjalan menuju lift karyawan.
"ternyata dia bisa datang sepagi ini"gumam Kenzie saat melihat Beverly juga sudah berada di kantor saat ini.
"kenapa aku jadi semakin penasaran dengannya?? tubuhnya yang selalu dia tutupi itu justru membuatku semakin ingin memilikinya"gumam Kenzie lagi saat mengamati tubuh Beverly.
Kini Kenzie memilih memasuki lift pribadinya dan membiarkan Beverly menaiki lift karyawan.
Dia mulai berjalan menuju ruangannya dna mendudukan tubuhnya di sana.
Tak lama setelah dia duduk, Beverly nampak memasuki ruang yang sama dengannya.
Beverly begitu terkejut saat melihat Kenzie yang ternyata sudah lebih dulu berada di ruangannya.
"astaga .. sejak kapan dia di sini?? perasaan aku sudah berangkat lebih pagi, tapi kenapa dia yang lebih dulu di sini. Apa dia tidur di sini?"gumam Beverly saat melihat Kenzie yang sudah terduduk di kursi kebangsaannya itu.
"jangan gugup bev...anggap saja dia bukan siapa siapa"gumam Beverly mencoba menenangkan dirinya sendiri.
"selamat pagi pak"sapa Beverly sebelum berjalan menuju meja sekertarisnya yang juga berada di satu ruangan dengan Kenzie.
"pagi"balas Kenzie singkat.
Beverly pun segera berjalan menuju meja sekertarisnya, Sementara kenzie nampak terus mengamati pergerakan Beverly.
Saat sedang mengamati pergerakan Beverly,tiba tiba dia di kejutkan dengan Beverly yang tiba tiba melihat ke arahnya. Dengan segera Kenzie mengalihkan pandangannya dari Beverly dan berpura pura asik dengan ponselnya.
Terlihat raut kecanggungan di wajah Beverly saat ini.
"apa yang harus aku lakukan?"gumam Beverly.
"bagaimana aku harus memulainya"gumam Beverly lagi yang nampak begitu gugup karena berada di satu ruangan dengan Kenzie.
Beverly nampak melirik ke arah Kenzie yang sedang menatap ke arah layar laptop di hadapannya.
"kenapa kamu melihatku seperti itu?"tanya Kenzie tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop di hadapannya.
"Astagaa....apa dia punya Indra ke enam...bahkan tanpa menoleh ke arahku saja dia bisa tahu aku sedang melihatnya"gumam Beverly di dalam hatinya.
"ahh... tidak pak...itu..pak"jawab Beverly gugup. Entah kenapa saat berhadapan dengan Kenzie dia jadi begitu gerogi bahkan hilang fokus.
"kenapa kamu selalu bicara terbata bata begitu...apa kamu gagap?"kata Kenzie yang sesaat membuat Beverley membulatkan matanya sempurna.
"apa dia bilang??aku gagap....dia ini benar-benar tidak memiliki filter penyaringan di mulutnya"gumam Beverly yang begitu kesal karena di katain gagap oleh Kenzie.
"mana mungkin saya gagap....saya hanya gugup saja karena ini kali pertama saya kerja satu ruangan yang hanya di tempati oleh saya dan anda"kata Beverly dengan segera menampik tuduhan Kenzie.
"dia ini... semakin dia seperti ini...semakin aku ingin memilikinya"gumam Kenzie saat melihat raut wajah kesal di wajah Beverly.
"ohh"jawab Kenzie singkat yang malah semakin membuat Beverly semakin kesal.
"dia ini..benar benar seorang monster berdarah manusia..bagaimana dia bisa, bicara panjang lebar hanya saat memaki orang saja, hufft.. menyebalkan"umpat Beverly di dalam hatinya.
"bikinin saya kopi"perintah Kenzie.
"ahh...baik pak"jawab Beverly kemudian dengan segera pergi mwmbuatkan kopi untuk Kenzie.
"ini pak kopinya"kata Beverly sambil menyerahkan satu cangkir kopi ke atas meja milik Kenzie.
"hmm"jawab Kenzie tanpa mengucapkan terimakasih.
Kenzie melirik ke arah Beverly yang mulai kembali ke meja kerjanya.
"kenapa kamu tidak membuat kopi untuk dirimu sendiri"tanya Kenzie saat tidak melihat Beverly membawa kopi untuk dirinya sendiri.
"ahh... tidak pak...saya tidak minum kopi sepagi ini"jawab Beverly.
semangat
ku memilihmu karena adikku