"Inikah wajah Siena tokoh figuran yang seharusnya mati bunuh diri karena minum racun! berarti sekarang aku berada di tubuh Siena? aku menjadi Siena sekarang?"
Karin yang awal nya panik langsung loncat bahagia karena dia berhasil mendapatkan kesempatan kehidupan kedua dan mendapatkan kesempatan masuk kedalam tubuh salah satu toko figuran yang sangat menyebalkan bagi nya yaitu Seina Cassius.
"Kenapa aku menjadi Siena? kenapa tidak Lucia saja? Siena kan hanya tokoh figuran yang bodoh," gumam Karin kesal.
"Yasudah tidak masalah masuk ke tokoh mana saja yang penting aku tidak mati mengenaskan, aku akan menjadi Siena yang baru dan tidak akan menjadi Siena seperti di Novel!" ujar Karin dengan bangga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bebekmanisnis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Malam yang indah telah mereka lewati dengan penuh gairah hingga merasa sangat lelah lalu tidur berpelukan bersama, ini benar-benar momen yang membuat Sia dan Damian bisa saling percaya jika kedua nya saling mencintai satu sama lain hanya perlu menunggu sampai kapan hubungan ini akan bertahan, bisakah kedua nya bertahan lama hingga memiliki anak atau bahkan memiliki cucu.
"Damian bangun sayang," ucap Sia yang menatap wajah Damian yang masih tertidur lelap, Siena mengusap bibir Damian perlahan membuat sentuhan itu langsung membangunkan Damian.
Damian membuka matanya perlahan,"Siena tangan mu sangat jahil ya," ucap Damian dengan senyuman tipis nya.
"Aku ingin lagi," minta Siena lalu dengan cepat dia melumat bibir Damian lagi dengan senang hati Damian memberikan nya membuat sangat istri merasa puas.
"Terima kasih semalam sudah memberikan tubuh mu padaku," ucap Wiliam setalah Siena sudah melepaskan ciuman nya.
Siena tersenyum lalu dia mengusap bekas yang dia tinggalkan di leher Damian, sungguh Siena tidak menyangka dia akan lepas kendali sampai membuat Damian terluka."Aku minta maaf sedikit meninggalkan ini untuk mu," ucap Siena merasa kasihan tapi ini ulah nya.
"Tidak masalah kamu bisa buat lebih banyak lagi, akan ku berikan padamu," ujar Damian dengan senang hati melayani istri nya sampai puas karena dia juga sangat menikmati nya.
"Ini sudah siang, mau mandi bersama?"tanya Siena yang langsung di balas anggukan oleh Damian.
Damian segara bangun lalu menggendong tubuh Siena ke kamar mandi, kedua nya mandi bersama lalu segera bersiap-siap untuk sarapan pagi bersama lagi setalah sekian lama kedua nya membuat jarak yang membuat seisi rumah seperti kuburan, semua pelayan yang melihat majikan mereka sudah baikan merasa sangat bahagia terutama Fina yang tidak bisa menahan senyuman nya.
"Selamat pagi Tuan dan Nyonya!" sapa semua pelayan di meja makan.
Damian dan Siena pun sarapan bersama dengan berbagai hidangan yang di sajikan, terlihat Damian tidak bisa mengalihkan pandangan dari Siena sementara Siena terus merasa malu jika Damian terus seperti ini karena kedua nya pasti akan menjadi gosip hangat sekarang.
"Nanti sore ikutlah dengan ku ke suatu tempat," tegas Damian meminta.
"Baiklah," balas Siena patuh saja karena dia juga pengangguran di rumah ini.
Setelah sarapan selesai Siena menghabiskan waktu nya dengan membaca semua surat dari para bangsawan atau laporan masalah mansion, untuk laporan mansion semua aman tapi untuk surat yang di kirimkan dari para bangsawan semua isi nya sangat absurd yang membuat Siena malas membaca nya.
"Surat apa ini? bagaimana bisa dia mengajak ku menikah? hei suami satu saja rasa nya sudah ingin mati apalagi punya dua suami? kau pikir aku ini perempuan seperti apa?" kesal Siena langsung membakar semua surat buruk yang dia kumpulkan.
"Dasar para bangsawan gila ada saja keluarkan mereka kalau sampai Damian membaca nya aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan," ucap Siena kesal bagaimana bisa hampir semua surat berisikan mengajak nya untuk berselingkuh dan pendekatan ringan untuk membentuk sebuah hubungan saling memanfaatkan satu sama lain.
Ya benar memanfaatkan, Damian memiliki banyak saingan tentu nya dengan memanfaatkan Siena sebagai istri Damian maka akan mudah menghancurkan Damian dari dalam maupun luar dan pasti nya dia tidak akan ketahuan tapi nyawa Siena lah sebagai taruhan nya.
"Lain kali aku akan tutup surat pribadi untuk ku," kesal Siena tidak akan mau menerima surat pribadi lagi lebih baik dia baca surat tagihan saja.
Saat sedang kesal di depan api yang membakar semua surat nya ada tangan yang melingkar di pinggang Siena membuat Siena terkejutnya."Kenapa kamu marah?" tanya Damian yang sudah berada di belakang Siena.
"Hanya kesal karena semua surat yang kirim akhir-akhir ini sangat buruk," jawab Siena dengan ketus.
"Buruk? siapa yang melakukan nya?" tanya Damian pasti akan langsung memberikan peringatan pada pengiriman surat itu.
"Biarkan saja aku sudah tidak peduli dengan semua surat sialan ini, mengapa kamu ada disini? aku pikir kerjaan mu sedang menumpuk sekarang," ujar Siena ingat kalau pekerjaan Damian memang sedang banyak sekarang apalagi ada musibah di dekat hutan banyak orang terluka karena di serang binatang buas yang tiba-tiba saja masuk kawasan penduduk pinggir hutan.
"Aku merindukan mu, berpisah dengan mu satu menit saja membuat ku gelisah," jawab Damian dengan nada pelan namun hembusan nafas nya di leher Siena membuat Siena merasa sedikit geli.
"Benarkah seperti itu?" tanya Siena membuat Damian langsung mengerutkan kening nya.
Damian membalik tubuh Siena kini kedua nya saling berhadapan satu sama lain dengan perlahan Damian memberikan ciuman di bibir manis Siena selama beberapa detik, saat Damian ingin mengakhiri ciuman dengan cepat Siena menahan tengkuk leher Damian lalu memberikan ciuman lebih lama lagi kepada Damian.
"Kau benar-benar gila ya," ucap Damian dengan senyuman tipis nya lalu mengusap bibir Siena yang sedikit basah.
"Aku menyukai nya jadi seringlah memberikan nya kepadaku," minta Siena dengan sedikit serakah, tidak di sangkal lagi sekarang Siena benar-benar jatuh cinta dengan Damian.
"kamu adalah perempuan yang sangat aku inginkan akan ku berikan apapun yang kamu minta bahkan tubuh ku," ucap Damian membuat hati Siena ingin meleleh saat itu juga.
"Wah suami ku semakin pintar menggoda istri nya," seru Siena bercanda saja tapi itu membuat Damian tertawa manis, baru kali ini Siena melihat Damian tertawa karena biasa nya laki-laki dingin ini selalu memasang wajah datar terkadang senyum tapi hanya setipis debu.
"Aku sangat mencintaimu Siena," ucap Damian sambil menempelkan kedua hidung mereka, tatapan kedua nya pun saling terkunci satu sama lain tanpa ada cela untuk melihat ke arah lain.
"Selama nya kamu miliki ku mulai sekarang, jadi jangan pernah berpaling dari ku," tegas Damian tidak akan membiarkan Siena lepas dari nya selama nya.
...Bersambung..... ...
gantung banget ceritanya😭
mau di rebus, di goreng, apa di bakar.😈😈😈
ikan maksudnya🤣
lanjutkan kehidupan mu disana. pepet terus si damian ampe ngesot.. ngesot..😂