NovelToon NovelToon
Aku, Kau, Dia Dan Cinta

Aku, Kau, Dia Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anggun Kartika Mundikasih

Melupakanmu masih menjadi pekerjaan rumah yang belum kudapati jawabannya
Melepaskanmu adalah perkara mudah bagi logikaku namun menjadi sulit untuk hati ini
Semuanya tentang rasa yang ada di dalam dada...
Tetap mengharapkanmu adalah hal terbodoh yang kulakukan ketika dirimu yang mematahkan asa yang selam ini kupegang erat
Tetap bersamamu kusadari ada hati yang terluka dan kecewa
Tak akan ada kebahagiaan yang abadi jika berada diatas derita
Tapi aku bisa apa?
Hanya waktu yang akan menjawabnya
Perlahan akan menghapus segalanya
Antara Aku, Kau, Dia dan Cinta...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Kartika Mundikasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merenung

Jauh dari negera seberang di Timur, di sebuah rumah sakit yang cukup terkenal di Korea Selatan, waktu sore hari di musim panas perlahan turun di kota Seoul, membawa cahaya matahari yang mulai melembut dan meredup namun masih terasa hangat. Dari kejauhan, bangunan rumah sakit berdiri megah nan modern, bersih, dan tenang, dengan dinding kaca besar yang memantulkan warna langit keemasan berpadukan kebiruan sisa dari langit siang.

Di halaman depan, taman rumah sakit tertata rapi. Pepohonan hijau yang rindang memberikan sedikit perlindungan dari panas musim panas yang perlahan berubah menjadi dingin. Beberapa pasien berjalan perlahan di jalur setapak, ditemani keluarga atau tenaga medis. Langkah mereka pelan, seolah setiap momen sore itu ingin dinikmati dengan penuh kesadaran.

Sinar matahari sore menembus sela-sela daun pepohonan rindang, menciptakan bayangan lembut di atas bangku taman. Di salah satu sudut, seorang pasien duduk diam, menatap langit yang mulai berubah warna dari biru cerah menjadi oranye keemasan. Wajahnya terlihat tenang, meskipun di dalam dirinya menyimpan cerita panjang tentang perjuangan kehidupan.

Dari dalam gedung, aktivitas medis masih berjalan. Melalui dinding kaca, terlihat perawat dan dokter bergerak cepat namun teratur dengan seragam warna putihnya yang khas. Suasana tetap profesional, tetapi tidak terasa kaku. Ada kehangatan dalam setiap interaksi berupa senyum kecil, sentuhan ringan di bahu pasien, atau kata-kata penyemangat yang diucapkan dengan lembut oleh para tenaga medis itu sebagai bentuk layanan terbaik yang dapat diberikan untuk memberikan harapan dan semangat dapat sembuh kepada pasien yang datang ke rumah sakit itu.

Di area tunggu, cahaya matahari sore masuk melalui jendela besar, menerangi kursi-kursi yang tertata rapi. Beberapa keluarga pasien duduk berdampingan, berbicara pelan atau sekadar saling menggenggam tangan. Waktu terasa berjalan lebih lambat di ruangan itu seolah menunjukkan waktu istirahat bagi mereka yang melayani medis sudah menjelang meskipun kewaspadaan akan kejadian-kejadian yang tidak terduga tetap dijalankan sesuai SOP yang berlaku di rumah sakit.

Di sisi lain, taman kecil khusus pasien menjadi tempat yang paling hidup di sore hari. Beberapa pasien mengenakan topi atau payung kecil untuk melindungi diri dari matahari, berjalan perlahan sambil menikmati udara hangat. Ada yang membaca buku, ada yang sekadar memejamkan mata, merasakan angin musim panas yang sesekali berhembus.

Langit semakin berubah warna, menjadi perpaduan jingga dan ungu yang lembut. Pantulan warna itu terlihat jelas di jendela-jendela kaca bangunan rumah sakit, menciptakan pemandangan yang indah sekaligus penuh makna.

Di tengah suasana itu, rumah sakit ini bukan hanya tempat pengobatan. Ia menjadi tempat harapan di mana setiap pasien datang dengan beban kesakitan, namun juga dengan keyakinan untuk sembuh. Sore hari di musim panas menghadirkan momen tenang di antara perjuangan panjang, seolah memberi jeda bagi tubuh dan jiwa untuk beristirahat, tampak Saga yang berjalan gontai begitu kelelahan masuk ke dalam ruangan prakteknya setelah mengantarkan pasien terakhirnya hari ini. Ia meletakkan stetoskopnya di atas meja dan menyederkan pinggulnya bertumpu pada pinggir meja menatap langit sore.

Harapan? Apa itu harapan? Apakah ia masih punya hal itu di kehidupannya saat ini?

Kebahagiaan? Apa itu kebahagiaan? Apakah ia masih punya hal itu di kehidupannya saat ini?

Pertanyaan penuh pertentangan itu semakin sering mengganggu dengan frekuensi yang lebih sering dari sebelumnya. Ia merutuk hidupnya yang penuh kemuraman seolah energi negatif kehitaman semakin merasuk ke dalam sukma tanpa batas kepastian. Dirinya bagaikan mayat hidup yang hanya bisa menjalankan hidupnya tanpa tujuan dan keinginan. Pikiran dan hatinya selalu bertentangan disetiap harinya meskipun hal tersebut tak mengurangi kemampuan dirinya sebagai dokter spesialis handal.

Kini apa yang harus ia lakukan? Menyesal? Hal itu tak akan ada gunanya. Pada akhirnya Renata pergi juga meninggalkan dirinya dan Shine dari dunia ini dengan kemenangan tanpa merasa bersalah karena bisa merebut dirinya dari Nadia dengan kelemahan yang dimilikinya yaitu penyakitnya. Bahkan menguburkan jasadnya saja di Indonesia ia dan Shine harus diam-diam tanpa memberitahu siapapun kedatangannya seolah Renata adalah aib yang tak dapat diceritakan kepada siapapun karena keputusan sulit yang diambilnya memilih bersamanya dan mengabaikan orang-orang terdekatnya. Mengabaikan cinta sejatinya, Nadia.

Meminta kembali kepada Nadia pun rasanya urat malu miliknya tak dapat diputuskan karena dirinyalah yang memilih jalan itu tanpa mengklarifikasinya kepada Nadia mengapa ia harus memilih hal tersebut. Namun membayangkan Nadia bersama orang lain pun rasanya tak bisa. Hatinya terlalu sakit jika hal itu terjadi. Sebegitu egoiskah dirinya? Sebegitu tegakah dirinya mematahkan asa Nadia disaat ia yakin gadis itu sedang memperbaiki luka yang ia torehkan? Ia sungguhlah mencintai Nadia. Namun kondisinya memaksa dirinya untuk menyakiti gadis itu. Rasanya sungguhlah buntu. Masih ada Shine yang menjadi tanggung jawabnya. Meskipun anak itu bukanlah anak kandungnya, dirinyalah yang tercatat sebagai ayahnya sejak ia memutuskan menikahi Renata dulu.

Tubuhnya merosot menyentuh lantai. Rasa frustasinya sudah tak terbendung lagi. Ia duduk menelungkupkan kepalanya. Air mata yang selama ini tak pernah ia keluarkan karena merasa hal itu sungguhlah memalukan kini tak dapat ia bendung lagi. Ia lemah dan tak berdaya akan takdirnya sendiri. Tak bisakah dirinya memilih dirinya sendiri sekarang? Mengapa ia harus menanggung burden ini? Bisakah semuanya ia buang termasuk Shine? Bisakah?

Ia ingin memikirkan dirinya sendiri. Memeluk dirinya. Dirinya yang terlalu lelah berkorban untuk orang lain hingga harus mengorbankan kebahagiaannya yang dulu nyaris direngkuhnya jika tidak ada kejadian fitnah itu.

***

1
Anggun Kartika
Akhirnya Selesai juga Novel ini. Terima kasih sudah setia membaca novel ini dari awal hingga akhir😌🙏🏻. Sampai jumpa di dunia imajinasi Penulis berikutnya 👋🏻
Aisyaah Putri
ceritanya bagus..gak sabar nunggu kelanjutannya
Anggun Kartika
I’m Back to finish this love story💪
Anggun Kartika
Dear para Pembaca setiaku, Novel ini hiatus dulu sampai Novel “Kontrak Jiwa” Tamat, terima kasih 🙏🏻
nursanti Santi
orang itu kalau baik n mudah luluh banyak yang manfaatin ya...kalau terlalu baik juga gak bagus orang pasti bilang naif tapi aku suka alur ceritanya walau di awal gak suka sifat saga eeeh setelah baca bab ini aku paham bukan saga yang salah tapi takdir sedang menguji kekuatan cinta mereka semangat nulisnya Thor
nursanti Santi: sama2 kakak saya tunggu cerita2 yang terbaru ya kak SEMANGAT 💪💪💪
total 2 replies
Amelia Zahra
bguss!!
adhinata rendra
Ditunggu updatenya 👍🏻
Ayunda Permata
Ditunggu updatenya Thorrr
Anonim
Ditunggu update chapter barunya ya Thot… gak sabar nungguinnya👍🏻
Pai Konyol
Nulis sesuai dengan gaya kakak aja biar ga pusing~
Anggun Kartika: Wkwkwkk, memang kenapakah? Aku nulis sesuai kata hati saja enaknya bagaimana..., yg terpenting sampai di para pembaca dan tidak melenceng dengan alur ceritanya😁
total 1 replies
Pin-Up Yang Elegan
Thor, aku gamau jadi arwah penasaran karena nungguin thor lanjut hiks
alchemyworks
next kak semangat, di tunggu update nya☺️🙏
TwilightQueenbee
Duh, ini cerita bikin gemes!
nowhere🌱
semangat lanjutinnya 💪💪😉
nowhere🌱
semangat lanjutinnya 💪💪💪😉
nowhere🌱
ditunggu kelanjutannya kak 😘😘😘
nowhere🌱
paling benci sama cowok lucknut macam tu
Anggun Kartika: Wkwkwkwk, jangan esmosi yak...😂😂😂
total 1 replies
[HCA]ѕυηηу [👑]σϝϝ
Bisakah Anda menjadikan saya administrator di tim Anda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!