NovelToon NovelToon
ARCANIST

ARCANIST

Status: tamat
Genre:Akademi Sihir / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Barat / Tamat
Popularitas:435.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kei L Wanderer

Di dunia baru yang terbentang begitu luas, banyak misteri tersembunyi dan perlu dijelajahi.

Makhluk-makhluk yang bersembunyi di balik kabut, dalam hutan luas, di pegunungan tak berujung, bahkan lautan tanpa batas.

Binatang sihir yang penuh pesona, atau makhluk mengerikan yang hanya dalam mimpi buruk. Bunga-bunga indah yang melambangkan duka, atau buah yang membawa keabadian bagi pemakannya.

Ini adalah cerita tentang sihir yang penuh misteri dan terus dijelajahi. Tentang cerita para Arcanist, orang-orang yang mempelajari sihir, mencoba melangkah ke tempat tinggi, dan mengungkapkan misteri dunia.

Ini adalah kisah Ethan, yang menjadi seorang bocah yang dijual oleh pedagang budak. Seorang yang melangkah ke jalur Arcanist, dan ...

Orang yang berkelana untuk menjelajahi misteri dunia dengan tangan dan kakinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kei L Wanderer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keeping Promise

Sekitar satu jam kemudian.

Valen menatap kosong ke arah tertentu. Di sana, ada pemandangan yang membuatnya bingung apakah harus menangis atau tertawa.

Di satu sisi, Valen merasa cukup lega karena Ethan tidak tampak kewalahan atau merasa tertekan setelah membunuh seseorang. Di sisi lain, dia merasa kalau yang dilakukan bocah itu tidak sopan, bahkan kurang ajar.

‘Sepertinya aku terlalu mengkhawatirkan bocah ini.’

Valen melirik ke arah Ethan yang sedang mengumpulkan ‘drop items’ dengan ekspresi rumit.

Sementara itu, Ethan tidak terlalu peduli dengan wajah Valen. Dia merasa kalau dirinya telah berjuang keras dan layak untuk mendapatkan bayaran tersendiri. Jadi bocah itu langsung mengumpulkannya dari tubuh Kyle.

‘Minyak Candle Spider? Ambil, tuangkan ke wadah tambahan.’

‘Dua belati dengan kualitas baik? Ambil, ini masih cukup mudah dibawa.’

‘Beberapa pil gizi dan sebotol ramuan? Ambil, lumayan untuk menghemat poin.’

‘Sepatu dan sarung tangan baik? Tinggalkan, lagipula agak merepotkan untuk membawanya.’

Melihat tidak ada lagi yang bisa dia ambil, Ethan menatap ke arah mayat tanpa kepala itu dengan ekspresi puas di wajahnya.

“Apakah kamu memerlukan bantuanku, Senior? Aku akan mengumpulkannya untukmu,” ucap Ethan dengan nada ceria.

Mendengar itu, sudut bibir Valen langsung berkedut. Dia menoleh ke arah tubuh Leah. Meski gadis itu adalah musuh, tetapi lelaki itu merasa kalau agak berlebihan jika memperlakukan tubuhnya dengan buruk.

Valen melihat Ethan yang menatapnya dengan mata berkilauan, tampaknya benar-benar kecanduan mengambil ‘drop items’ dari lawan yang dikalahkan. Pada akhirnya, dia berkata, “Ambil. Namun, tolong perlakukan tubuhnya dengan lebih sopan.”

Sebelumnya Valen melihat Ethan membongkar peralatan tanpa sedikit pun keraguan. Lepas jubah, tanggalkan pakaian, cari di sana-sini. Bahkan tidak merasa jijik atau takut dengan mayat tanpa kepala itu!

“Siap laksanakan, Senior!” seru Ethan.

Setelah itu, Ethan mulai mengambil barang-barang dari tubuh Leah. Minyak Candle spider, ramuan, dan beberapa pil. Setelah itu, dia melirik ke arah tombak gadis tersebut dengan enggan.

“Pasti harganya lumayan, tetapi tidak bisa dibawa karena akan menimbulkan permusuhan di luar. Sia-sia! Ini benar-benar terlalu boros!” gumam Ethan dengan ekspresi tertekan.

Mendengar perkataan Ethan, Valen tampak semakin bingung.

‘Siapa aku? Dimana aku? Bukankah kita adalah korbannya? Kenapa aku merasa kita malah menjadi penjahatnya?’

Saat itu. Valen tiba-tiba melihat Ethan menyeret tubuh Leah menjauh. Dia langsung menjadi semakin bingung.

“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Valen.

“Menghilangkan bukti,” ucap Ethan dengan ekspresi datar.

Beberapa saat kemudian, Ethan sampai di dekat kolam magma lalu melemparkan tubuh dan kepala Leah ke sana. Dia segera mundur untuk menghindari sesuatu yang tidak terduga. Melihat tubuh itu tenggelam dan terbakar, bocah itu mengangguk.

Setelah itu, Ethan kembali menyeret tubuh Kyle dan melemparkannya ke sana. Kemudian dia menatap ke arah peralatan seperti kaos tangan, sepatu, dan tombak dengan ekspresi enggan. Namun, pada akhirnya bocah itu juga melemparkannya ke magma.

“Jika aku tidak bisa mendapatkannya, tidak ada yang boleh mengambilnya,” gumam Ethan dengan wajah muram.

Valen melihat Ethan dengan ekspresi rumit. Melihat bagaimana bocah itu melakukan semuanya dengan begitu rapi, dia merasa agak tidak nyaman, ragu, dan curiga.

‘Ini agak terlalu profesional kan? Apakah bocah itu benar-benar baru pertama kali membunuh?’

Jika Ethan tahu apa yang dipikirkan oleh Valen, dia pasti menggelengkan kepalanya. Baginya, hal semacam ini bahkan tidak perlu dipelajari. Lagipula, hal semacam itu langsung bisa dipikirkan karena terlalu sering menonton film semacam ini.

Menyingkirkan bukti setelah melakukan pembunuhan? Itu jelas hanya operasi dasar!

Setelah membereskan semuanya, kedua orang itu duduk dan beristirahat. Mereka makan pil gizi, minum sedikit air, dan mulai memulihkan energi.

Saat itu, tiba-tiba Valen bertanya, “Apakah kamu mengingat perjanjian yang pernah kita buat, Ethan?”

“Apakah itu bantuan yang kamu katakan sebelumnya, Senior?” tanya Ethan.

“Ya. Tahun lalu, sebenarnya aku dan temanku mengalami pengejaran. Kami melarikan diri, dan akhirnya sampai ke tempat tersembunyi. Tempat yang tidak ada dalam peta atau informasi yang dijual oleh para senior sebelumnya,” jawab Valen dengan ekspresi serius.

“Maksudmu, tempat yang belum dijelajahi manusia lain? Berarti banyak keuntungan di sana?” Ethan tampak heran.

“Kamu benar. Namun tidak sepenuhnya benar,” ucap Valen.

“Maksudmu?” Ethan bingung.

“Sebelumnya, aku berpikir kamu hanyalah junior jenius yang bisa aku manfaatkan. Kamu sendiri pasti tahu seperti apa sifat para Arcanist. Namun, aku melihat perbedaan ketika semakin mengenalmu. Kamu mungkin bukan orang baik, karena jarang ada orang baik seperti itu di lingkaran ini (Arcanist). Meski begitu, kamu adalah orang yang bisa dipercaya. Kamu adalah orang berprinsip dan memiliki aturan sendiri,” ucap Valen.

Ethan tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menatap ke arah Valen, menunggu orang itu melanjutkan.

“Aku tidak lagi berniat untuk berbohong padamu. Tempat ini memang bisa dianggap sebagai tempat dimana kita bisa mendapatkan keuntungan jika beruntung. Namun, tempat tersebut juga jauh berbahaya,” tambah Valen. Ekspresinya tampak redup. “Lagipula, entah itu lengan kiriku atau tubuh temanku, semua tertinggal di sana.”

Valen memegang bahu kirinya. Meski seharusnya tidak lagi sakit, dia menggigit bibirnya. Kenangan yang muncul dalam benaknya membuat bekas luka itu terasa sakit, bahkan membuat tubuhnya sedikit gemetar.

“Apakah itu alasan kenapa kamu menahan diri agar tidak menembus level Black-Arcanist, Senior? Ingin melakukan penebusan? Atau mungkin balas dendam?” tanya Ethan.

“Eh?” Mata Valen terbelalak. Dia menatap ke arah Ethan dengan ekspresi tidak percaya.

“Kamu bertanya kenapa aku bisa mengetahuinya? Tentu saja karena aku mencari informasi di menara. Dulu kamu terkenal sebagai jenius di bawah Tuan Ragnar, tetapi semua berubah tahun lalu. Bukan hanya kehilangan lengan, kamu juga berhenti berjuang. Itu sangat aneh dan membuat orang-orang menghinamu.” Ethan mengangkat bahu. “Namun perkataan Martha sebelumnya membuatku yakin akan dugaanku.”

Valen menatap Ethan dengan heran, lalu tersenyum masam. “Kamu benar-benar membodohi ku, tidak, bahkan membodohi semua orang di tim. Seharusnya kamu juga mengumpulkan informasi tentang anggota tim lainnya kan?”

“Sedikit. Tidak sebanyak dirimu.” Ethan berkata santai. “Lagipula, hanya orang bodoh yang tidak curiga ketika ada seseorang yang tiba-tiba mendekat dan memperlakukannya dengan baik. Seperti yang kamu katakan, menjadi Arcanist berarti selalu dikelilingi bahaya.”

“Lalu, bagaimana menurutmu sekarang?” tanya Valen yang memejamkan matanya.

“Kamu bukanlah orang jahat, dan aku yakin itu. Aku tidak tahu kenapa kamu mengorbankan kesempatan untuk naik ke level lebih tinggi hanya karena ingin datang ke tempat ini. Itu adalah urusanmu, dan aku tidak akan menghakiminya. Sedangkan soal perjanjian sebelumnya, kamu mungkin akan berkata kalau aku bisa saja mundur karena bahaya dan membayar kembali pedang setelah kembali, tapi-“

Ethan melirik ke arah Valen lalu membuat isyarat ‘ok’ dengan tangannya.

“Aku akan menemanimu. Bukan hanya untuk menepati janji, tetapi aku tidak akan melewatkan kesempatan ini.”

>> Bersambung.

1
Kevin
siapa tau ada yg minat Baca karya pertama sy Sang Kilat Hantu
minak jinggo
semoga cwe itu mati karna kebaikan'nya. kwkwkw
Santy 2a
cerita bagus tapi banyak bab yg diposting ulang
Budi 130
kok ngulang isi bab lelang nya thor tolong di benerin kalau bisa
bakpao
/Good/
Muh Nasar
Luar biasa
Muh Nasar
Lumayan
Adryan Eko
kanna dan anya bukan nya juga orang terdekat nya MC apocalypse ya??
Adryan Eko
wkwkwkwk.. beneran ngakak
Adryan Eko
wkwkwkw.. gw ngakak beneran
Adryan Eko
udaah gass aja bro.. lumayan nambah anggota keluarga arcanist super kuat.. bayangin aja jendral warewolves kayak apa yg tercipta dari hasil mu nanam benih di chintya.. wkwkwk
Adryan Eko
House Of Wolves.. mantappp
Adryan Eko
yaa yaa yaa.. sangat sesederhana itu
Adryan Eko
emang niat ngerampok lu tong
Adryan Eko
Luar biasa
Adryan Eko
mencurigakan senyuman mu Valen
Adryan Eko
wkwkwk.. peliharaan mu pun dah mulai ke arah bengkok Ethan
Adryan Eko
wkwkwk.. sabar ya Ethan.. circle pertemanan mu memang agak bengkok
𝙿𝚎𝚊𝚗𝚞𝚝𝚜
Luar biasa
𝙿𝚎𝚊𝚗𝚞𝚝𝚜
mark
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!