Sinopsis:
Felix seorang karyawan di perusahaan kecil namun, hidup nya diperbudak oleh rekan kantor dan atasan lantaran suatu hal.
Sampai suatu ketika, dia harus bekerja 48 jam tanpa istirahat makan hingga disaat pekerjaan nya usai. Felix yang kelelahan membuat nya meninggal dunia.
Lalu, di tengah dimensi hampa. Felix mendengar suara wanita yang menawarkan kehidupan baru untuk nya.
Felix pun menerima nya dan dia pun meminta untuk menjadi Goblin dan makan.
Lalu, wanita itu pun mengabulkan nya dan Felix pun menjadi Goblin dengan kemampuan khusus Chaos Eater. Sebuah kemampuan mencuri skill dari mangsa yang di santap nya.
Ini kisah manusia yang telah bereinkarnasi menjadi Goblin curang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30 | Homunculus dan Pahlawan
...Chapter 30. Homunculus dan Pahlawan...
Dihari ke 48 dalam pengelana an ku mencari sarang Goblin, aku dan Altair tiba di sebuah desa didalam hutan terbengkalai yang tertutup oleh kabut.
"Tuan, seperti nya ditempat ini tidak ada satu kehidupan pun."
"Kalau begitu, mari kita periksa!"
Lalu, aku pun memanggil para Slime dan memerintahkan mereka untuk menyebar mencari informasi di desa terbengkalai tersebut.
Dan, tidak membutuhkan waktu yang lama. Salah satu Slime ada melaporkan sesuatu kepada ku.
"Master, kami menemukan pintu aneh!"
"Benar-Benar. Pintu besi berbentuk bulat."
"Baiklah, kami akan kesana," jawab ku.
Lalu, aku dan Altair pergi menuju lokasi yang ditunjukkan oleh Slime.
Setibanya disana, kami pun melihat sebuah pintu besi bundar dengan tuas yang bundar juga.
"Ini Master. Pintu nya!" ucap Slime.
"Pintu yang aneh!"
Melihat bentuk nya, aku pun menduga sesuatu.
"Ini seperti bunker?"
"Bunker? Apa itu?" tanya Altair.
"Sebuah ruangan khusus dan biasa nya tersimpan benda penting didalam nya."
"Yang berarti didalam nya?!" sambung tanya Altair.
"Iya. Ada benda berharga didalam nya."
Setelah itu, aku pun memutarkan tuas namun, tidak bisa lantaran kekuatan ku yang kurang. Altair yang melihat itu, dia sontak membantu dan dia dengan mudahnya memutarkan tuas. Lalu, pintu pun terbuka yang mana didalam nya terdapat tangga vertikal.
Melihat itu, aku pun sedikit heran karena adanya benda modern ditempat aneh seperti ini. Lalu, aku pun mengabaikan nya dan masuk kedalam yang mana Altair dan para slime juga menyusul.
Setibanya didasar, kami disungguhi oleh dinding besi dan samar-samar, aku melihat stop kontak.
"Benda itu?"
Aku yang mencurigai itu, aku pun menghampiri nya dan terlihat lah bahwa itu memang stop kontak. Lalu, aku menaikan nya keatas yang mana membuat Altair terkejut.
"Ap-Apa itu?! Cahaya apa ini?"
"Tidak perlu khawatir. Ini lampu atau sejenis sihir penerangan."
"Oh, begitu."
Lalu, kami melanjutkan langkah ke ujung ruangan yang mana disana terdapat ruangan yang besar melingkar dengan ribuan tabung bulat ditengah ruangan.
Tabung itu berisikan gadis yang mengapung memegang lututnya dengan rambut hitam, berkulit putih dan tidak mengenakan busana sehelai pun.
"Apa ini? Kenapa banyak gadis muda disini?"
"Dilihat dari tubuhnya, mereka adalah Homunculus yang diciptakan secara acak dan massal," jawab Altair.
"Homunculus itu apa?" tanya batin ku kepada Petapa Agung.
[Manusia buatan yang dibuat oleh sihir benda-benda sihir lain nya.]
"Oh, begitu. Lalu, apakah aku bisa membangun mereka?"
[Anda hanya perlu memegang salah satu tabung maka Homunculus yang ada didalamnya akan keluar dari tabung.]
Memahami itu, aku menghampiri salah satu tabung dan menyentuh nya.
Sesaat itu juga tiba-tiba tabung yang disentuh oleh ku bergetar dan memunculkan suara gemuruh. Lalu, tidak lama juga tabung itu meledak hingga mengenai ku serta Altair dan gadis yang ada didalamnya terjatuh ke lantai.
Merasa khawatir dengan gadis yang jatuh itu, aku sontak menghampiri nya.
"Hei, kamu baik-baik saja?" ucapku dengan mengendong kecil menghadap nya. Meski, gadis itu tidak mengenakan busana. aku pun mengabaikan nya.
Sesaat kemudian, gadis itu pun membuka matanya dan melihat ku.
"Tuan, selamat pagi! Unit no.0001 berhasil diaktifkan. Apa perintah anda?" ucap gadis Homunculus.
Mendengar itu, aku sontak membantu nya berdiri.
"Syukurlah. Kamu baik-baik saja."
Aku melihat gadis itu tidak mengenakan pakaian sehelai pun, aku pun memberikan perintah pertamanya. "Perintah nya! Pakai Pakaian pun dan kembali ke sini!"
"Baik, Tuan." jawab Gadis 0001.
Lalu, Gadis 0001 bergegas pergi ke kotak yang berada disamping ruangan dan mengenakan pakaian nya. Setelah itu, kembali menghadap ku.
"Sudah, Tuan. Apa perintah anda selanjutnya?"
"Jelaskan kepada ku! Siapa kamu? Dan, tujuan dari tempat ini?"
"Baik, Tuan. Kami adalah Homunculus gadis prawan yang mana digunakan untuk persembahan dalam pemanggilan Dewi Jahat."
"Apa? Persembahan? Siapa yang berbuat sekeji itu kepada kalian?"
"Master terdahulu kami, Tuan Mystogan yang ingin membangkitkan Dewa Perang."
Mendengar itu, aku hanya bisa menghela nafas panjang. "Sungguh kasihan kalian! Namun, tenang saja! Aku akan menjaga kalian untuk tetap hidup layak di sini!"
Mendengar itu, gadis 0001 berlutut satu kaki. "Terimakasih, Tuan. Kami akan melayani anda sampai mati!"
"Terimakasih. Mohon bimbingannya juga!"
"Baik."
Setelah itu, aku pun membangunkan semua Homunculus yang ada di Dungeon itu yang mana berjumlah 1.000 gadis Homunculus dan memerintahkan mereka untuk hidup di desa terbengkalai.
Lepas dari itu semua, aku telah memberikan mereka nama Girl- satu sampai Girl - seribu.
...****************...
Lima ratus tahun yang lalu di dunia Phantasia ini terjadi perang besar antar pasukan manusia dan pasukan Iblis.
Dalam perang itu, kedua kubu tidak mau kalah dan unggul satu sama lain serta peperangan itu terlihat seimbang namun, keadaan berbalik yang mana pasukan iblis mengeluarkan Rune Legendaris berbentuk matahari atau disebut Rune Of Sun yang mampu mengeluarkan ribuan yang menghujani seluruh pasukan baik manusia ataupun Iblis.
Meski begitu, para pahlawan manusia pada zaman itu berhasil menghalau nya.
Bencana tidak sampai di situ, Rune Of Sun menetas dan memunculkan naga yang sangat besar yang memusnahkan seluruh pasukan manusia hingga hanya tersisa para pahlawan yang mampu bertahan dalam serangan naga.
Pasukan Manusia pada saat itu jatuh dalam keputusasaan terutama saat melihat para pahlawan di hampiri oleh sang Naga.
Para pahlawan pun tidak berputus asa, mereka dengan sekuat tenaga mencoba melawan balik namun, usaha mereka sia-sia. Sang Naga sama sekali tidak terluka.
Disisi lain, sang Naga melakukan serangan balik dan membuat para pahlawan terpojok. Lalu, disaat itu juga datang seorang Petapa Agung, Mystogan. Yang mana Mystogan mengunakan Rune tertinggi nya untuk menyegel sang Naga dan dia pun berhasil.
Lalu, pasukan Iblis pun memutuskan untuk mundur dan peperangan dimenangkan oleh pihak pahlawan bersama dengan pasukan manusia.
Setelah perang berakhir, Mystogan memutuskan untuk mengasingkan diri dan menolak segala penghargaan.
Di tempat pengasingan, Mystogan menghabiskan seluruh masa hidup nya di rumah tempat tinggal bersama keluarga nya dahulu sampai suatu ketika dia memutuskan untuk mengembangkan ilmu sihir nya dan mengembara.
Itulah kisah dari buku harian Mystogan yang mana dia merupakan pemilik dan pencipta dari bunker ini dan pahlawan yang menyegel Altair.
Lalu, aku pun menutup buku itu dan mengambil kesimpulan bahwa pertemuan ku dengan Altair dan para Homunculus ini diatur oleh para Dewi Jahat.
Dan, aku tidak tahu apa rencana mereka sehingga aku tidak diizinkan untuk kembali dan harus berkelana di benua Utara yang mana benua ini dikenal sebagai wilayah para Iblis dan disana juga tempat istana Raja Iblis berada.
Mengabaikan hal itu, aku pun memutuskan untuk pergi ke benua timur dengan arah yang pasti nya ke timur yang dimana ada sebuah desa bernama desa Dataran tinggi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...