NovelToon NovelToon
MY SWEET LISA

MY SWEET LISA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:420.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: lisaautmptri

Bagaimana perasaan mu jika kekasih yang kau cintai mengaku telah menghamili gadis lain tepat sehari sebelum hari pertunangan mu?

Lisa Anastasia, seorang gadis manis yang jenaka. Harus menerima pahit nya penghianatan sang kekasih bernama Candra Adijaya. Lalu bagaimana Lisa menjalani kehidupan nya dibawah bayang-bayang sang mantan, akankah gadis manis itu bangkit dari jurang keterpurukan yang mendalam?


Follow akun IG : _lisaautmptri


(BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA)

KLIK FAVORITE, LIKE, KOMEN, VOTE!!

NOVEL INI HANYA TERBIT DI MANGATOON!!!
(Harap lapor jika menemukan kesamaan di platform lain!!)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MY SWEET LISA 31

Langit diatas sudah mulai gelap, orang-orang berjalan dengan cepat. Lain halnya dengan Lisa dan Chris, keduanya berjalan santai. Memang sih tidak akan ada orang yang berjalan santai di negara ini, tapi sesekali melakukannya juga sepertinya asyik. Seperti yang dilakukan Chris dan Lisa saat ini.

Lisa berjalan di samping lelaki tinggi itu, sesekali dirinya akan tertawa saat Chris menceritakan sesuatu yang menggelikan. Disaat lain juga Lisa akan mengangguk-angguk saat Chris menjelaskan sesuatu padanya. Seperti menunjukkan arah jalan, gedung-gedung tinggi pencakar langit, dan hal unik lainnya tentang kota ini yang belum Lisa ketahui.

"Apartment nya masih jauh ya?" Tanya Lisa polos, gadis itu berjalan lemas tak bertenaga.

"Kita masih belum naik kereta api," Ucap Chris sembari tersenyum melihat gadisnya yang nampak kelelahan.

Lisa celingukan memperhatikan sekitar, tapi sepertinya daerah ini bukan yang biasa dilalui nya untuk pergi ke stasiun kereta.

"Ini kan bukan jalan ke stasiun?" Tanya Lisa bingung, gadis itu masih celingukan melihat sekitarnya. Chris tertawa, laki-laki itu merasa gemas sekali dengan tingkah polos Lisa.

"Kita sekarang ada di sisi Utara stasiun, kamu lihat itu!" Chris menunjuk sebuah bangunan besar dikejauhan yang dihimpit oleh bangunan tinggi pencakar langit. Lisa menoleh mengikuti arah tangan Chris, gadis itu terkekeh malu. Memangnya jalan ke stasiun cuma satu?! Pikir Lisa membatin.

"Haha, ayo jalan!" Ujar Lisa sok bersemangat, gadis itu berjalan mendahului Chris. Sesekali bersenandung ria sembari menghitung langkah kakinya.

"Dua puluh sembilan, tiga puluh...," Dan begitu seterusnya, Lisa masih mengitung langkah demi langkak kaki yang dia pijakkan. Sedangkan Chris memandangi gadis itu penuh kekaguman, senyuman terus menghiasi bibir tipisnya yang merah.

Lisa sedikit merentangkan tangannya, gadis itu berjalan sambil menunduk. Tingkah nya semakin menggemaskan, membuat Chris tidak mampu menahan tawa. Melihat tangan mungil yang terlentang, Chris berniat menggapainya. Laki-laki itu mendekati Lisa, tangannya tergerak menggapai jemari gadis itu. Namun belum saja niat nya tercapai, Lisa justru berjalan menjauhi Chris. Pemuda itu cepat-cepat manarik uluran tangannya, mendadak salah tingkah sendiri.

"Jangan lari-lari, kamu kebiasaan." Ucap Chris menahan senyum, lalu mensejajarkan langkah dengan gadis disampingnya.

* * *

Kereta nampak sedikit lebih sepi dari biasanya, bahkan Lisa dan Chris masih mendapatkan banyak sisa tempat duduk. Hanya ada beberapa orang di gerbong ini, mungkin bisa di hitung dengan jari. Lisa duduk dalam diam, ini pertama kalinya dirinya dan si man in black duduk bersama di dalam kereta. Jika dulu, Lisa hanya akan melihat laki-laki itu dari kejauhan selama tiga puluh menit. Maka sekarang, Lisa akan menghabiskan waktu tiga puluh menitnya untuk berada di sisi man in black.

Lisa masih terdiam, mengatur irama jantungnya yang berdetak tak karuan. Lisa melirik Chris disampingnya, laki-laki itu juga hanya diam tanpa sepatah kata pun. Entah apa yang di pikirkannya, mungkin sama seperti Lisa yang gugup menahan malu.

"Boleh aku tanya?" Tanya Lisa, menyerah pada keheningan yang membuat suasana semakin canggung. Chris menoleh, lalu tersenyum sembari mengangguk. Akhir-akhir ini Lisa banyak sekali melihatnya tersenyum, entah apa sebabnya. Seingatnya, dulu wajah tampan pemuda itu selalu terlihat kaku tanpa senyuman.

"Kamu... Kenapa selalu duduk disini? Kamu juga nggak pernah senyum, kamu takut naik kereta yah?" Tanya Lisa penasaran, namun gadis itu tetap hati-hati bertanya. Takut jika Chris akan tersinggung dengan pertanyaannya.

Pemuda disampingnya tersenyum, lalu menghela napas panjang. Menoleh lagi pada Lisa yang masih setia menatapnya menunggu jawaban.

"Kamu selalu perhatiin aku ya? Dari mana kamu tahu aku selalu duduk disini?" Chris balik bertanya, tapi sepertinya itu bukan pertanyaan. Dia hanya mengalihkan pembicaraan dan Lisa paham hal itu. Gadis itu balik tersenyum, lalu mengalihkan tatapannya ke depan.

Suara peluit panjang kereta terdengar, menandakan kereta akan segera berangkat. Perlahan, gerbong itu mulai berjalan dan orang-orang mulai memasang earphone nya untuk mendengarkan lagu.

Membosankan! Lisa mendengus kesal, dia pikir perjalanan tiga puluh menit ini akan menyenangkan karena dirinya bersama si man in black namun, nyatanya tetap sama saja. Lisa menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi, lalu memejamkan matanya rapat.

Chris melirik gadis disampingnya yang tengah memejamkan mata, sepertinya gadis itu kelelahan setelah seharian bekerja melayani pelanggan cafe. Chris mengeluarkan hoodie dari dalam tas kecilnya, lalu menutupi tubuh mungil Lisa agar tidak kedinginan karena suhu AC.

Chris mengusap wajah Lisa, menyingkirkan rambut-rambut yang menutupi wajah gadis itu. Lalu menyenderkan kepalanya di bahu Lisa, tangannya tergerak meraih pergelangan tangan Lisa lalu menggenggamnya erat. Lisa yang hampir tertidur sontak terbangun, lalu menoleh pada Chris. Rambut pirang laki-laki itu sangat harum, memanjakan indra penciuman Lisa. Gadis itu melirik tangannya yang di genggam erat oleh Chris, tangan laki-laki itu sungguh menghangatkan. Membuat jantungnya kembali berdetak tak karuan, rasanya seperti mimpi bisa bersama dengan laki-laki itu.

"Chris,"

Chris mendongak, menatap wajah Lisa namun, tidak menjauhkan kepalanya dari bahu gadis itu. "Hmm?" Tanya nya masih menatap dalam mata Lisa.

"Aku malu..," Lirih gadis itu mengalihkan tatapannya dari Chris, dia takut jika laki-laki itu tetap ada didekatnya. Maka bisa mendengar suara detak jantungnya yang menggelegar.

Chris kembali menyenderkan kepalanya di bahu Lisa, dia bisa mendengar detak jantung gadis itu yang bertalu-talu. Seperti itu juga yang dia rasakan, jantungnya berdetak tak karuan. Mungkin ini yang dinamakan ciri-ciri orang jatuh cinta.

Sudahlah, biarkan mereka menghabiskan perjalanan tiga puluh menitnya berbagi kehangatan dan perasaan. Karena setelah ini, takdir Tuhan mungkin akan kembali mempermainkan mereka.

Setelah tiga puluh menit perjalanan, Lisa dan Chris turun di stasiun Manchester Piccadilly tempat biasanya gadis itu selalu kehilangan jejak man in black tidak peduli apapun caranya untuk mengikuti langkah panjang laki-laki itu. Tapi sekarang, pemuda itu ada disini. Disampingnya, dan menggenggam erat tangannya.

"Dulu, aku selalu kehilangan jejak kamu disini setelah turun dari kereta," Ujar Lisa memberitahu, Chris tertawa disampingnya. Yah, menertawakan kebodohan gadis manis kesayangannya. Untuk apa juga membuntuti orang malam-malam, memang apa susahnya datang dan berkenalan dengan baik-baik? Pikir Chris geli.

"Kenapa aku nggak pernah lihat kamu ya dikereta? Cuma sekali, waktu kamu lari dari Candra."

"Hmm, itu kan karena kamu nggak pernah peka sama lingkungan mu. Selalu asyik dengan dunia kamu sendiri," Ucap Lisa menyindir, Chris lagi-lagi tertawa tak mampu menjawab pertanyaan Lisa.

"Gadis yang waktu itu sama aku, dia sahabatku waktu kuliah. Sekarang kerja di salah satu perusahaan dekat kampus kita, bulan depan katanya dia mau nikah," Ucap Chris, melirik Lisa sekilas lalu menarik tangan gadis itu untuk mempercepat langkahnya. Waktu sudah hampir pukul sepuluh malam, jika mereka terus berjalan santai seperti ini. Mungkin Bianca akan marah saat pulang, karena gadis itu tinggal sendirian di apartment setelah menolak ikut bersama Chris karena kelelahan.

"Aku nggak nanya," Jawab Lisa santai, masih berjalan pelan. Kaki nya sudah tidak kuat untuk berjalan lebih jauh lagi. Gadis itu menghentikan langkah, membuat Chris juga ikut menghentikan langkahnya. Chris tahu gadis itu kelelahan, setelah seharian bekerja sekarang masih haris berjalan kaki pula. Chris jadi merasa bersalah, seharusnya tadi dia mengajak Lisa naik taksi saja.

Lisa terkejut, saat melihat Chris membungkuk dihadapannya. Gadis itu tercengang, apa maksudnya?

"Kamu mau apa?" Tanya Lisa bingung, masih berdiri ditempatnya. Chris menoleh, melihat Lisa yang menatapnya dengan bingung.

"Ayo naik, aku gendong," Ujarnya pelan namun, masih terdengar jelas.

"Nggak mau, aku masih bisa jalan kok!" Tolak Lisa mentah-mentah. Memang sih, kaki nya sudah tidak sanggup berjalan jauh lagi. Tapi Lisa lebih memilih mengorbankan kakinya daripada harus di gendong, bukankah hal itu memalukan?

"Disini biasanya banyak anjing berkeliaran, aku takut kamu lari nanti waktu ketemu, itu bahaya," Ucap Chris berbohong. Dia tahu gadis nya lelah, tapi karena Lisa tidak mau mengakuinya maka Chris pun tidak akan memaksa.

"Tapi aku berat lho," Ujar Lisa lalu pelan-pelan mendekati punggung Chris. Gadis itu mengalungkan tangannya di leher Chris, perlahan pria itu memegang kakinya lalu berdiri.

"Berat sih, kamu kebanyakan makan yah?" Kata Chris jujur, gadis ini jika dilihat dari postur tubuhnya yang kurus maka tidak akan menyangka badannya akan seberat ini.

"Bukan aku yang berat, kamu aja yang lemah," Sindir Lisa sembari menyeratkan peyangannya di pundak Chris.

"Iya aku lemah, apalagi kalau sama kamu," Gurau pemuda itu tertawa senang. Lisa ikut tertawa, lalu menyandarkan kepalanya di punggung Chris. Lagi-lagi pemuda itu memberinya kehangatan dan perlindungan, membuat Lisa jatuh semakin dalam pada perasaannya mengagumi sosok Chris.

Ingatkan pada Lisa untuk berterimakasih karena takdir Tuhan telah mempertemukannya dengan sosok laki-laki seperti Chris. Pemuda yang mampu mengobati luka dihatinya secara perlahan, dan memberinya cinta yang begitu besar.

🌺

🌺

🌺

Like nya mana, udah di kasi double up like nya cuma segitu😒

Aku tuh masih belajar buat adegan manis-manis, biasanya lebih suka yang sad😆

BTW vote nya jangan lupa yeah. Like dan komen juga jangan ketinggalan.

1
amalia gati subagio
ajibbbn, seputus asa itukah??? wowww.....keminter!! person absurd penderita stockholm maksosis sindrom akut pemuja hubungan rumit toxic love bajigur tengik santuy pejar gratisan ??!!
Ana Wd
Kecewa
Rosmawati/jnr
Bagus
Ni luh Karsini
aduuh sdih bgt
Ni luh Karsini
aduuh kirain end bneran, orang lg sru2nya
🌌~Putri Chan~🌌
next kk thorrqueeee😘😘❤
cemunguutt wkwk
🌌~Putri Chan~🌌
alis ny tebel baattt gilaakkk
🌌~Putri Chan~🌌
Ya Allah aku baca sampe terbengeeekkk bengeekkk pliisss weehhh😭😭😭
Al Wija Ogi
lagi
Ratna Danish
ceritanya sudah tamatkah?kok nggantung thor?
Neng
l
Bang Zait
Aneh author ni, bukan ny candra ga suka mlihat tingkah laku clara trus paling anti ke clubbing
biar skalipun clara ngancam bunuh diri setauku candra cuek saja karena dia benci sama clara apalgi mau tunangan ma lisa pujaan hatinya
ga seru cerita ny karakter pemainnya diubah2
sunting saja deh.
mila
ayo lah bi....jgn ngemis cinta sama orang yg perasaan nya sendiri aj ga tahu,coba sekali2 kamu cuekin tuh si alek...biar dia kemakan sama karma nya sendiri😆
mila
ga di baca penasaran....di baca ,ga kuat ama problem nya....bimbang aku jd nya thor😅😅😅😅
mila
cris betapa bodoh nya kamu😫😫😫
mila
kadang aku binggung sama reader yg suka tanya ..mana visual nya thor,klo menurut aku baca itu harus nya ada dalam imajinasi kita,kan penulis nya udah kasih gambaran visual nya,seharus nya gimana kita ngembangin aj di dalam imajinasi kita...aku malah kadang suka kabur klo udah di tampilin visualnya thor...karena kadang aku punya imajinasi visual aku sendiri..tapi tetap aj tiap orang beda2 pandangan...yg pemtting kita tetap sejalan dalam dunia halu😆🥰🥰
lisaautmptri: iya aku juga berpikir gitu, kalau suka baca novel dari lama pasti bakalan nggak terlalu berpengaruh sama visual. Karena pengalaman aku begitu, karena baca novel versi buku. Kaya penulis Tere Liye, itu langsung terimajinasi dengan sendirinya dipikiran kita. Bahkan novel zaman dulu nggak ada yang pakai visual, tapi imajinasi pembaca tetap berkembang. Itu hasil dari bagaimana author menggambarkan juga sih.
total 1 replies
mila
so sweet bgt thpr....lop u thor🥰🥰🥰🥰🥰
Vil.Zia
ceritanya udah tamat ya thor??? 😥😥😥
Aji Suharni
dasar si candra...kasih karmanya buat mereka berdua
Aji Suharni
candra beneran gk sadar apa karna d jebak clara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!