~Adult Romance
~Tidak cocok untuk yang masih unyu-unyu, akan berefek samping dewasa sebelum waktunya
Bagaimana rasanya setelah empat tahun berpacaran, tanpa sepengetahuanmu kekasihmu berselingkuh dengan sahabatmu sendiri, lalu meninggalkanmu dan menikahi sahabatmu? Sakit? Marah? Kecewa? Pasti! Itulah yang dirasakan Aster.
Namun, ketika Aster sudah dijodohkan oleh orang tuanya. Tiba-tiba mantannya hadir kembali sebagai pelamar kerja di perusahaannya. Akankah cinta lama bersemi kembali atau Aster memilih dengan lelaki pilihan orang tuanya? Bagaimana Aster menghadapi mantannya diperusahaannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.Kang Chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesepakatan
Kreet
Deg
Deg
Jantung Aster semakin berdebar kencang mendengar suara langkah kaki mendekat ranjangnya. Seseorang menarik kuat selimut Aster yang ditutupinya sampai kepala. Aster memejamkan matanya dengan kuat, hembusan nafas terasa dekat wajahnya.
"Kamu kenapa?" tanya Erhan dekat wajahnya membuat Aster segera membuka matanya dan terlonjak senang.
"Kamu membuatku takut! kamu bilang akan pulang!" gerutu Aster kesal bercampur senang.
Erhan terkekeh mendengar Aster ketakutan setengah mati.
"Aku tidak jadi pulang! aku hanya mengambil kopi! ibu sama ayahmu sedang dikondangan jadi akan telat kemari," jelas Erhan sambil duduk di sofa dan menyeruput kopinya sampai habis.
"Bukannya kamu lagi banyak urusan?" tanya Aster menoleh pada Erhan yang duduk disofa.
"Aku sudah menelpon sekretarisku untuk menyelesaikannya!" jawab Erhan enteng.
"Oh begitu!" Aster tersenyum senang karena tidak sendirian, tidak masalah meski harus berdebat dengan Erhan asal tidak seorang diri.
"Aku sudah dua hari tidak tidur dengan nyenyak, bagi aku tempat tidur!" ujar Erhan sambil melangkah dengan wajah lesu menuju ranjang Aster.
"A-apa maksudmu? ini untuk orang sakit! tidak boleh!" tolak Aster.
"Huh! baiklah kalau aku tidak boleh tidur disana! aku pulang saja!" ancam Erhan membuat Aster memutar otak.
"Baiklah! tidurlah disini!" ujar Aster sambil mengeser badannya memberikan ruang untuk Erhan.
Erhan tersenyum langsung beringsut naik ke atas ranjang sempit itu, Erhan lalu menyelipkan tangannya ke bawah kepala Aster, lalu tidur menyamping menghadap Aster, Ia menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua. Erhan merangkul Aster yang berbaring terlentang.
"Kau tahu! Kamar ini sangat angker, aku kemarin melihat darah pekat disamping toilet," ujar Erhan sambil menatap samping wajah Aster.
"Kamu jangan menakutiku!"
"Kalau kamu tidak percaya lihat saja sendiri! tapi setiap pagi darah itu tidak ada!"
"Jangan membuat aku takut Erhan!"
Erhan tidak menyahuti Aster, hembusan nafasnya sudah teratur, begitu cepat Erhan tertidur pulas disamping Aster sambil merangkulnya. Aster menoleh dengan merasa sedikit kesal melihat Erhan malah tidur, tapi senyuman terukir dibibirnya.
"Kamu tampan juga!" ujar Aster pelan sambil terkekeh.
Aster pun ikut memejamkan matanya. Kedua orangtua Aster dan Erhan datang bersamaan ke kamar tersebut. Semua mata langsung terbelalak menatap anak mereka tidur seranjang. Senyuman terukir dari wajah-wajah tersebut.
"Sepertinya kita harus segera menikahkannya!"
"Betul jeng! Aku juga takut Erhan makin berani! dari pada tingtung duluan nanti! percepat saja kita halalkan anak kita!"
Perbincangan dua wanita yang merupakan orang tua dari Erhan dan Aster. Mereka pun memutuskan untuk tidak menganggu kedua insan yang tertidur di satu ranjang. Namun tetap mengawasi di luar agar tidak melewati batas.
---------*******---------
Erhan mengerjapkan matanya melihat wajah Aster yang sudah menghadapnya membuat ia tersenyum. Tangannya mengelus pipi Aster, perlahan Erhan mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir Aster.
"Ekheem!" suara keras membuat Erhan terkesiap langsung bangun malu.
"Eh Om Haris!" sapa Erhan malu ketangkap basah.
Aster mengeliat dan membuka matanya melihat ayahnya sedang menatap Erhan dengan tangan dilipat di dada.
"Ayah!" sapa Aster.
Ayah Aster beralih menatap puterinya dan tersenyum, lalu mengelus kepala puterinya. Sedangkann Erhan merasa sangat malu langsung bangkit dari kasur dan terkejut melihat ruangan kamar sudah ada orang tuanya dan orang tua Aster. Erhan menganggukkan kepala menyapa kedua orang tua Aster dan pergi ke kamar mandi mencuci wajahnya.
"Maafkan ayah!" lirih Ayah Aster.
"Kenapa ayah minta maaf?" tanya Aster.
"Kalau ayah tidak mengirimmu ke Thailand semuanya tidak akan terjadi" lirih ayahnya merasa bersalah.
"Sudah ayah tidak apa-apa, jangan menyalahkan diri sendiri! ini takdir," jawab Aster.
Ayahnya tersenyum pada puterinya tersebut. Bundanya merangkul dan mencium kening puterinya.
"Ayah berarti aku tidak perlu ke Thailand lagi?" tanya Aster.
"Kaka baru siuman sudah bahas kerjaaan!" ujar Bundanya kesal.
"Iya tidak perlu! bantu bunda di butik saja!" jawab Ayah Aster.
"Tidak mau ayah! Aster mau tetap mengurus perusahaan Gillardia" tegas Aster.
"Aster!" bentak Ayahnya.
"Aster mohon ayah" ujar Aster memelas.
"Baiklah! kakak boleh tetap mengurus perusahaan tapi kakak harus menikah secepatnya dengan Erhan!" ucap ayah Aster.
Aster membelalakan mata, begitu pun Erhan yang baru keluar dari kamar mandi sama terkejut.
"Ayaah!" rayu Aster.
"Itu keputusan ayah! kalau tidak mau ya sudah!"Tegas Ayah Aster membuat Aster tidak mau kehilangan kesempatan.
"Oke Aster mau menikah dengan Erhan, tapi setelah masalah perusahan Aster selesaikan!" tawar Aster.
"Kenapa?" tanya ayahnya.
"Ayah, kita juga harus menghormati Erhan, kalau Aster menikah dengan Erhan saat masih ada masalah di perusahaan, nanti berdampak sama perusahaan Erhan juga!" jelas Aster.
Jawaban Aster membuat ayahnya mempertimbangkan. Ada benarnya apa yang dikatakan Aster. Nama baik Aster harus pulih baru menikah dengan Erhan.
"Baiklah! ayah kasih waktu 6 bulan kakak menyelesaikan masalah perusahaan! setelah itu menikahlah dengan Erhan!" tandas ayah Aster.
_
_
_
_
Bersambung.....
wkwkwk...🤣😆
jdi please ya jngan gampang dipinterin sama model2 yg begituan
itu cwok mng gak tahu diri bgd yak...udah penghianat,pengecut,pecundang...wes lah hempaskan ke laut aja tuh mereka berdua😡
🤣
mgkin setelah ini km baru mkir gimana sakitnya aster wktu dlu kalian khianatin😁