NovelToon NovelToon
Rugi 2 Darah Pengantin Pendekar

Rugi 2 Darah Pengantin Pendekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Dendam Kesumat / Pusaka Ajaib
Popularitas:64.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Rugi Sabuntel yang dijuluki Pendekar Gendut Budiman melaksanakan pernikahannya dengan Rambati yang populer dikenal sebagai Pengantin Tanpa Suami. Pernikahan mereka dibiayai oleh Demang Segara Gara.
Saat pernikahan berlangsung, muncul sekelompok pendekar yang membunuh Demang Segara Gara dan menculik pengantin perempuan.

Serangan pada hari pernikahan itu membuat marah Rugi Sabuntel. Dia bertekad membalas kematian Demang Segara Gara dan menyelamatkan istrinya.

Sanggupkah Rugi menyelamatkan istrinya? Siapakah kelompok pendekar yang sengaja membunuh Demang Segara Gara? Jawabannya hanya di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DPP 31: Lepas Rindu

*Darah Pengantin Pendekar (DPP)* 

Sebagai seorang janda, Karani merasa berat hati untuk melepas lelaki pejantan seperti Rugi Sabuntel, meski pemuda itu gendut dan belum teruji di atas ranjang. Namun apa boleh buat, Rugi bukanlah siapa-siapanya. Rugi hanya lelaki pendekar perkasa yang singgah sejenak untuk mengenalnya. Apalagi Rugi sudah beristri dan ada Nyi Unyu yang cantiknya jauh dibanding janda berkulit hitam sepertinya.

Meski sedih, tapi jika mengingat kembali harta hadiah buatnya, hatinya jadi terhibur kembali. Ingin rasanya dia menghitung kembali kepeng-kepeng berharganya. Namun, Rugi sebelumnya telah berpesan kepadanya agar tidak menghitung lagi kepengnya, tetapi langsung dibelanjakan saja. Nyi Unyu menyarankan untuk membeli satu paket make-up khusus untuk dayang-dayang Istana.

Pagi itu, Rugi Sabuntel dan Nyi Unyu pergi meninggalkan rumah reot Karani yang ada di Desa Lorogundik. Keduanya berkuda dengan semangat. Meski luka di dadanya belum kering, tetapi Rugi sudah merasa tidak terganggu.

Perjalanan bernuansa tunas-tunas cinta yang berjamur mewarnai perjalanan Rugi Sabuntel dan Nyi Unyu. Meski Rugi sudah jelas statusnya sebagai seorang suami dari wanita lain, tetapi Nyi Unyu merasa sudah nyaman dengan Rugi Sabuntel yang humoris dan jagoan. Jasa Rugi yang sangat besar dalam merebut kembali Pedang Petir Naga sungguh menyentuh hati Nyi Unyu.

Di saat Rambati, Nyai Demang, Campani, bahkan Ajeng, sedang menunggu kepulangan Rugi pada pagi itu, Rugi Sabuntel justru pakai acara mengantar pulang Nyi Unyu ke Desa Buangsial.

Ketika Rugi ingin pulang dari Desa Buangsial, tidak seperti biasanya, kali ini Nyi Unyu melepas Rugi dengan senyuman manis dan lambaian tangan, seperti seorang kekasih yang akan ditinggal selingkuh diam-diam.

Sikap Nyi Unyu itupun memberi bunga-bunga bahagia di dalam hati Rugi. Jika tidak mau disebut itu pertanda cinta yang lain, sebutlah itu tanda bahwa Nyi Unyi telah membuka pintu jendela kamar di saat malam hari.

Rugi Sabuntel menyempatkan diri mampir di rumah Bendong yang ada di desa itu, tetapi rumah sahabatnya tertutup rapat dan sepi. Tidak ada orang. Itu karena Bendong masih berada di kediaman Nyai Demang di Desa Buangsetan.

Di kala hari sudah siang, barulah Rugi Sabuntel murni pulang menuju ke Desa Buangsetan seorang diri.

Setibanya di Desa Buangsetan, Rugi Sabuntel lebih dulu pulang ke rumah aslinya dan menemui ibunya, Mak June.

“Rugiii!” pekik gembira Mak June begitu heboh sambil berlari kepada putra besarnya, seperti emak-emak menyerbu dibukanya pembagian minyak goreng gratis.

“Emaaak! Hahaha!” teriak Rugi tanpa berlari dan menyambut peluk emaknya, bahkan si ibu diangkatnya. Rugi tertawa kencang.

“Kau tidak apa-apa, Nak?” tanya Mak June masih cemas, meski dia sudah melihat Rugi tidak apa-apa.

“Hanya luka sedikit, Mak,” jawab Rugi sembari melepaskan emaknya dari pelukannya yang kencang.

“Di mana? Di mana? Coba Emak lihat!” kata Mak June panik sambil memegangi tali celana putranya. Dia menduga luka yang diderita Rugi ada di sekitar paha atau bokong.

“Hahaha!” tawa Rugi samil mempertahankan tali celananya, jangan sampai dikudeta emaknya. “Tidak apa-apa, Mak. Hanya luka kecil. Tidak lebih buruk daripada waktu aku disunat. Waktu aku disunat, Emak malah tertawa-tawa.”

“Syukurlah. Emak sampai tidak selera makan, karena mencemaskanmu, Rugi,” kata Mak June yang nama aslinya Junimi.

“Aku sudah pulang. Jadi, sekarang Emak makan, ya?” kata Rugi.

“Tapi denganmu, ya?” kata Mak June.

“Memangnya Kakek Sambo ke mana, Mak?” tanya Rugi sambil merangkul bahu emaknya menuju ke rumah sederhananya yang terlihat ada beberapa bagian yang kayunya baru.

Maklum, menang dalam turnamen Duel Pendekar Butogilo membuat Rugi dapat banyak uang. Hal itu dimanfaatkan oleh kakeknya untuk mengganti kayu beberapa bagian rumah yang sudah rapuh. Kakek Sambo tidak bisa mengandalkan Rugi untuk memperbaiki rumah, sebab cucunya itu sibuk dengan urusan pernikahan di kediaman Demang Segara Gara.

“Kakekmu sedang membantu memperbaiki gudang jagung Gusti Demang yang semalam dibakar,” jawab Mak June.

“Hah! Dibakar? Siapa yang membakarnya, Mak?” tanya Rugi terkejut.

“Katanya sih, dibakar oleh orang suruhan Gusti Adipati,” jawab Mak June.

“Kurang ajar dua kali!” gusar Rugi marah. “Tapi Rambati sudah sampai di sini, Mak?”

“Katanya sudah. Emak dengar sih, istrimu yang meringkus orang-orang Gusti Adipati itu tadi malam, jadi gudang jagungnya tidak terbakar semua. Isrimu belum sempat datang menemui Emak. Dia langsung dibawa ke rumah Nyai Demang,” cerita Mak June.

“Kalau begitu, aku pergi ke rumah Nyai Demang dulu, Mak,” kata Rugi.

“Lalu Emak makan dengan siapa?” tanya Mak June dengan wajah mengerenyit sedih, karena merasa terabaikan.

“Emak ikut aku saja ke rumah Nyai Demang,” ajak Rugi.

“Tapi di sana Emak dikasih makan, ya? Emak lapar,” kata Mak June memelas.

“Iya. Kalau di sana tidak ada makanan, nanti aku belikan sambal kunyit Mak Gendong,” kata Rugi.

“Iya,” ucap Mak June setuju.

Mereka lalu kembali berbalik dan pergi menghampiri kuda Rugi yang baru saja mulai merumput.

Kuda yang lelah, mau tidak mau harus terima nasib. Padahal dia belum sempat minum untuk menghilangkan seret di tenggorokannya. Tidak berperikehewanannya, selain Rugi yang seolah-olah tambah berat bobotnya, Mak June juga ikut naik. Karena Mak June bersarung seperti para wanita desa pada umumnya, pahanya jadi terumbar ke mana-mana.

“Aduh, paha mulusku ke mana-mana, Rugi!” keluh Mak June yang duduk di belakang punggung lebar putranya.

“Mudah-mudahan ada yang terpikat, Mak,” kata Rugi seenaknya sambil terus memacu kudanya yang berlari sedang.

“Sembarangan!” maki Mak June sambil menepak bahu anaknya.

“Hahaha!” tawa Rugi. “Aku sudah beristri, Mak. Jadi aku harus punya rumah sendiri. Kakek Sambo juga sudah tambah tua. Siapa yang menjamin jika Kakek Sambo jatuh di sungai dia tidak apa-apa?”

“Kau mengharapkan kakekmu cepat mati?” hardik Mak June.

“Tidak mengharapkan, tapi buat sedia perahu sebelum hujan datang. Maksud aku itu, Emak harus punya pelindung. Yaaa, tidak usah yang ganteng seperti aku, seperti Ki Robek juga bisa, yang penting lelaki normal,” kata Rugi seperti orang bijak.

“Tapi Emak malu kalau main-main begitu lagi,” kata Mak June.

“Untuk apa malu, itu kebutuhan dasar, Mak,” kata Rugi.

“Hmmm, setelah menikah, omonganmu tambah tua,” kata Mak June bernada mengolok.

“Hahaha!” tawa Rugi.

“Rugi, kau sudah pulang?” tanya seorang warga lelaki di pinggir jalan, sambil tersenyum dengan mata menatap paha kanan Mak June, karena posisinya ada di sisi kanan jalan.

“Sudah, Kang!” sahut Rugi sambil terus melintas meninggalkan warga lelaki itu.

“Eh, Mak June mau ke mana? Mau jualan paha?” tanya seorang warga perempuan di pinggiran kebun terongnya.

“Hahaha!” Rugi justru tertawa sambil terus lewat.

“Tuh, Emak dikira mau jualan. Sakit hati Emak dikira perempuan mahal!” dumel Mak June.

“Mak Rupuk hanya iri saja karena pahanya sudah keriput dan berjamur,” kata Rugi menghibur ibunya.

“Kau ini!” dengus Mak June.

Singkat cerita.

Tibalah Rugi Sabuntel dan Mak June di halaman rumah Nyai Demang.

Mendengar ada suara lari kuda, orang-orang yang ada di sekitar rumah segera berdiri. Mereka yang ada di dalam rumah seperti Nyai Demang, segera keluar.

Riang, gembira dan bahagia perasaan mereka melihat kepulangan sang pendekar. Banyak pertanyaan yang sudah membludak di mulut mereka.

Blikik segera menyambut kuda Rugi Sabuntel.

Ajeng yang juga tersenyum melihat kedatangan Rugi, segera membantu Mak June turun dari kuda.

“Aaah, lega!” ucap Mak June lega, seolah-olah perjalanan berkuda dari rumahnya penuh tantangan.

Nyai Demang tidak henti-hentinya tersenyum. Dia sangat bahagia, seolah-olah siap melepas rindu. Sebab, terakhir kali Rugi pergi meninggalkan rumah Demang di Desa Buangbiang, tanpa pamit lebih dulu kepadanya. Namun, Rambati tidak terlihat wajah jelitanya di antara mereka. (RH)

1
Idrus Salam
Padahal lebih seru dengan deskripsi kata-kata
Idrus Salam: Siap...

G
r
a
a
a
k

Hee
total 4 replies
Idrus Salam
Apakah Jukini masih saudaranya Mak June (Jumini)

Suratnya semoga sampai ke tangan yang tepat
Umar Muhdhar
.
Idrus Salam
Benar, benar-benar tak terduga...
Idrus Salam
Hebat ternyata Nyi Unyu, Rugi Sabuntel harus belajar menyimpan benda pusaka seperti Nyi Unyu supaya lebih simpel perjalanannya.
Idrus Salam
Rugi Sabuntel mulai menemukan jalan kependekarannya, dengan berbagai kejutan alur ceritanya menambah asyik para pembaca. Akankah jodoh Rugi Sabuntel lebih dari satu dan bisa akur... Bisa lebih seru kedepannya
Idrus Salam
Malapetaka ketika melanggar aturan, tetapi kejahatan memang akhirnya akan kalah oleh kebajikan.
Idrus Salam
Akhirnya... setelah dapat piandel, Rugi juga dapat teman seperjalanan yang dapat diandalkan sepertinya...
Idrus Salam
Ketika dihadapkan dengan pertarungan yang bersenjatakan pusaka, Rugi Sabuntel nampak keteteran. Rugi harus punya "piandel" senjata yang dapat melindungi dan menambah kesaktiannya.
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
seorang pembunuh tapi masih mempunyai jiwa sosial🤧
𝓐𝔂⃝❥𝐊𝒀◡̈⃝︎𝑨ˢ⍣⃟ₛѕ⍣⃝✰🏡⃟ªʸ
waduhh, ternyata nikahh
𝓐𝔂⃝❥𝐊𝒀◡̈⃝︎𝑨ˢ⍣⃟ₛѕ⍣⃝✰🏡⃟ªʸ
gembading y om🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥𝐊𝒀◡̈⃝︎𝑨ˢ⍣⃟ₛѕ⍣⃝✰🏡⃟ªʸ
pemukimann wlittt
𝓐𝔂⃝❥𝐊𝒀◡̈⃝︎𝑨ˢ⍣⃟ₛѕ⍣⃝✰🏡⃟ªʸ
ada minusna pula ,soal umurpum🙈🙈
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
patah hati dongg
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
aku kira urut plus"🤔 ternyata emang bidang nya wkwkwk
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
apanya yng ingin dimasuki lilis hhh selingkuh ya ma anak tirinya
🔴❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
🙈waduh Lilis Angir bermain api dengan Adipati Bawel Semara
serapat rapatnya bangkai pasti tercium juga Lilis & Adipati Bawel😏
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈: bener" hhhh
total 5 replies
🥀⃟ʙʟᴀᴄᴋʀᴏsᴇ
kaya wiro sableng
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
wah ketahuan dia pasti orang nya gampang move on, karena bisa belajar dari pengalaman, sedangkan yang lain susah move on orang2 nya🤣😅😂🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!