NovelToon NovelToon
Pleasure Partner

Pleasure Partner

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:345.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Elena Prasetyo

"Ini bukan sebuah hubungan"
"Saya tahu"
"Kau tidak akan mendapat apapun dari hal ini"
"Saya mengerti"
"Apa kau masih ingin melanjutkan hal ini?"
Tanpa ragu lagi, Eva menjawab
"Iya"
Laki-laki yang mulai mencium dan membuka pakaiannya ini tidak tahu kalau Eva mendapatkan sesuatu dari hal ini.
Kenikmatan
Dan hanya itulah yang dibutuhkan Eva saat ini. Tanpa semua kerumitan hubungan yang pernah dijalaninya. Tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Eva ingin menikmati semua sentuhan dan kehangatan pria yang mulai membuat mereka menyatu itu.

Diharap pembaca dibawah umur tidak membaca ini🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Eva terus menerus melihat jam di tangannya selagi menyetir. Akhirnya dia berhenti di depan sebuah restoran dan masuk ke dalamnya lewat jalan belakang.

"Miss Grey" sapa beberapa pegawai restoran yang mengenalnya. Eva hanya tersenyum dan terus berlalu ke sebuah ruangan pemilik restoran.

"Maaf" katanya saat membuka pintu dan melihat pria yang sedang bekerja disana.

"Akhirnya kau datang. Dia baru saja tidur" jelas pria itu.

Eva segera menghampiri anak laki-laki yang tertidur pulas di sofa.

"Maaf. Aku harus menggantikan temanku yang sakit tadi. Besok aku akan pulang tepat waktu dan menjemputnya di tempat penitipan anak" jawab Eva lalu mulai menyiapkan diri untuk pulang bersama putranya.

"Aku akan mengantarmu" kata pria itu dengan nada khawatir.

"Tidak perlu. Aku bawa mobil"

"Kalau begitu, biar aku yang menggendong Jordan ke mobil."

Tanpa meminta persetujuan Eva, pria itu menggendong putranya dan berjalan mendahului Eva. Pergi ke mobilnya yang terparkir di belakang restoran lalu meletakkan Jordan dengan hati-hati.

"Terima kasih" ucap Eva.

"Tidak perlu. Aku senang mengasuh Jordan. Dia anak yang tenang dan lucu sekali"

Mendengar pujian tentang putranya membuat Eva bangga.

"Baiklah. Aku pulang dulu"

"Iya. Apa kau sudah makan?"

"Sudah"

Eva mengendarai mobilnya keluar dari tempat parkir restoran dan memulai perjalanan pulang dengan Jordan yang tidur di belakangnya.

"Mommy" panggil Jordan yang bangun saat mereka tiba di rumah.

"Hi honey. Kau sudah bangun?"

"Mom Mommy"

"Iya, maaf mommy tidak bisa menjemputmu di penitipan hari ini"

Putranya tidak marah, hanya menjadi sedikit lebih manja dengan terus memeluk Eva. Dari mobil sampai ke dalam rumah.

"Ayo kita mandi dan tidur. Ini sudah malam" kata Eva berusaha melepas pelukan putranya

"Mom ... mom" jawab putranya yang baru berumur satu tahun tiga bulan.

"Iya, mommy janji besok tidak akan terlambat lagi"

Anak laki-laki itu menurut dan melepas pelukannya. Eva pergi ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk putranya mandi.

Sekitar pukul setengah sebelas, Jordan akhirnya tidur kembali. Eva keluar dari kamar dan mulai merapikan rumah yang dia tinggalkan pagi tadi. Tak lupa dia menyiapkan barang-barang keperluan putranya untuk di penitipan anak besok. Setelah rumah rapi, barang Jordan siap, dan segelas jus apel, Eva menyusul putranya tidur.

"Apa malam ini Tuan Hudson akan menjemput Jordan?" tanya salah satu pengasuh di tempat penitipan anak keesokan harinya.

Eva mencium pipi dan kening putranya lalu menggeleng keras.

"Tidak. Saya akan menjemput Jordan"

"Baiklah. Selamat bekerja mommy. Say bye bye to mommy"

Jordan menurut dan melambaikan tangannya ke arah Eva. Lalu menghilang ke daerah kelasnya berada. Eva sangat bersyukur, hanya dalam tiga bulan saja, putranya bisa beradaptasi dengan situasi yang baru. Padahal mereka baru saja pulang dari negara lain dan Eva memiliki pekerjaan yang memaksanya berpisah dengan putranya selama kurang lebih delapan jam sehari.

Tapi inilah kenyataan yang haus dijalani oleh Eva dan putranya. Dia tidak boleh mengandalkan tabungan yang terus saja terkikis sejak memutuskan untuk pergi keluar negeri dan melahirkan Jordan disana. Sekarang dia harus menebalkan tabungan lagi agar dapat memberikan pendidikan dan kehidupan yang terbaik untuk putranya. Karena dia ... adalah seorang ibu sekarang.

"Selamat pagi" sapa Eva pada kepala perpustakaan yang akan memulai briefing pagi itu.

"Selamat pagi Miss Grey"

Eva dan beberapa pegawai mendengarkan briefing pagi dengan seksama sebelum pergi ke bagian masing-masing. Hari ini, Eva melanjutkan pekerjaannya di bagian buku Sejarah. Sebuah pekerjaan yang tidak pernah dibayangkan oleh Eva untuk dikerjakan. Tapi ternyata dia merasa nyaman disini. Mungkin karena tempat kerja yang tenang dan tidak ada tekanan yang terlalu berarti bila dibandingkan dengan pekerjaannya yang terdahulu.

Seperti biasa, Eva memulai pekerjaan di mejanya yang besar dan tebal. Dia memeriksa kartu peminjaman untuk kemarin, menandai beberapa yang terkena denda dan menjadwalkan perbaikan buku yang rusak.

"Lima buku kehilangan halaman dan tiga sampul rusak" jelasnya pada tenaga teknis melalui telepon.

Tidak lama, ada satu tenaga teknis yang datang ke bagian Eva dan mengambil buku yang memerlukan perbaikan.

"Kapan buku-buku itu kembali?"

"Apa ada yang terkenal?"

"Iya, dua buku yang paling atas. Tolong kerjakan dengan sedikit cepat dua buku itu" pinta Eva.

"Baik"

Setelah tenaga teknis pergi, perpustakaan akhirnya dibuka. Eva bersiap menerima kunjungan di bagiannya.

Jam menunjukkan pukul 15.30 dan untuk yang kesekian kalinya, Eva membawa trolley-nya berkeliling. Dia mulai mengambil buku-buku yang selesai dibaca di satu meja dan mengembalikannya kembali ke tempat semula. Pekerjaan yang terkesan mudah tapi baginya berat. Apalagi di awal waktunya bekerja. Karena dia harus berkeliling mencari tempat buku sesuai dengan kodenya. Syukurlah sekarang dia mulai terampil dalam hal itu. Ada sekitar sepuluh buku yang belum dia kembalikan tapi alarm di ponselnya memberitahu bahwa ini adalah waktunya untuk pulang. Eva kembali ke mejanya, mencatat buku yang belum dikembalikan dan mengambil tas. Lalu telepon di mejanya berbunyi.

"Grey disini" jawab Eva dan mendengar suara kepala perpustakaan.

"Miss Grey, apa kau akan pulang?"

"Iya, ini sudah jam empat"

"Sepertinya kau tidak bisa pulang dulu"

"Apa?" Kenapa kepala perpustakaan melarangnya untuk pulang?

"Ada pengunjung spesial di bagianmu. Bisakah kau menunggu orang itu keluar dulu sebelum pulang?"

Apa? Eva melihat sekekliling dan tidak melihat siapapun. Semua orang sudah tahu jam tutup perpustakaan, tapi kenapa ada orang yang masuk di saat ini?

"Tapi Bu, saya harus menjemput putra saya jam lima tepat"

"Tunggu sebentar saja. Biasanya orang ini tidak lama disana" kata kepala perpustakaan sebelum menutup telepon. Meninggalkan Eva yang menghela napas karena kesal.

Tapi siapa sebenarnya orang yang belum pulang itu? Eva meletakkan tasnya kembali di atas meja lalu mulai berkeliling. Dia menyisir satu demi satu rak buku dan tidak melihat siapapun disana. Dan di balik rak terakhir, akhirnya Eva melihat sosok tinggi yang sedang membaca buku. Eva tidak bisa melakukan apa-apa sekarang. Dia hanya bisa kembali ke meja dan mungkin melanjutkan pekerjaannya yang ingin Eva tunda untuk besok. Dia tidak ingin mengganggu pengunjung yang sengaja datang ke tempat ini untuk menemukan ketenangan.

Saat dia berkeliling mengembalikan sisa buku yang ada di mejanya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.

"Miss Grey, orang itu sudah pergi. Kau boleh pulang sekarang" kata kepala perpustakaan membuat Eva heran.

Kapan orang itu pergi, pikirnya. Kenapa dia sama sekali tidak mendengarnya? Tapi itu bukan masalah untuknya. Karena dia bisa pergi menjemput putranya sekarang. Eva bergegas pergi ke meja untuk mengambil tasnya dan pulang.

1
rinny
lah ternyata aku sudah pernah baca karya ini dua tahun yg lalu.
Juan Sastra
akhirnya,,, happy juga endingnya,,👍👍
Juan Sastra
jacpot eva dari tuan besar,, iya , kan ada kertas wasiat tulisan tangan tuan ford jika sewaktu waktu eva dtg dan meminta apa pun itu akan di kabulkan,, dan taraaaaa eva minta jordan ..😂😂😂😂 godd eva cerdik dan cerdas...mampus kalian.
Juan Sastra
pergilah eva,,ngapain sih masih balik lagi
Juan Sastra
gereget banget sama jack,, dasar penjilat,, dan hendri mati saja kau sama keluargamu yg gila hormat itu jgn ganggu eva lagi..dongkol banget aku
Juan Sastra
iya lakukan lah seperti apa yg kalian rencanakan,,makanya selalu negatifthinking sama orang kaya, ggak di dunia halu maupun di dunia nyata memang selalu menghalalkan segala cara demi tujuannya dan dan keinginannnya tanpa perduli jika harus menzolimi kaum duafa dan pakir miskin..
Juan Sastra
ooh gitu ceritanya,,tadinya sempat bingung kok tahu tahu jack hudzon yg jagain anaknya eva,, ketemu lagi setelah bercerai
Juan Sastra
ini novel kedua othorr yg ku baca, keduanya berisi cerita seorang wanita yg di jadikan pemuas yg sangat tidak ber arti apa apa.meski di sini eva secara suka rela. kok derajat wanita begitu di rendahkan,,aku hanya kasihan thorr 🙏🙏🙏 (fiksi)
Zain malik
bagus tokoh tokoh punya karakter yang baik walaupun awal masih belum keliatan,,, tapi alur dan semuanya keren
Rizka Susanto
udh tamat aja pdhal aku nungguin adek2nya Jordan...,😁
Cathy Indah wulandari
bagus
Sania Putri
Luar biasa
yuiwnye
fint apaan sih Lo, koq gak seneng dg Eva, cemburu ya
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
ALNAZTRA ILMU
wah setiap. kalibaca karya authorr.. tak sedar sudah tamat
ALNAZTRA ILMU
fint fint
ALNAZTRA ILMU
aku suka novelmu thorr... judul lain otw mau baca
ALNAZTRA ILMU
bilangnya eva tidak pantas mengandung anaknya
ALNAZTRA ILMU
golongan bangsawan tak berguna.. berduitdan berkuasa tapi.. akhlak
Miyagi Mitsui
semoga Eva pergi jauh...semoga keluarga kayangan itu akan tunduk meminta belas ihsan dapat penerus,sebab presdir tak boleh dapat anak dengan wanita manapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!