"Kau benar-benar sempit dan nikmat."
Akibat jebakan seseorang, Aksara tanpa sadar meniduri seorang gadis tidak bersalah. Gadis yang tidak dikenalnya, namun menjadi gadis pertama yang ia nikmati.
Bukan hanya gadis itu yang pertama, namun Aksa juga. Dia mengambil mahkota gadis itu secara paksa di bawah kendali obat.
Aksa menyelidiki gadis itu, yang ternyata hanya seorang pengantar makanan di restoran milik paman dan bibinya.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya, apakah Aksa akan bertanggung jawab atau justru lari??
Update setiap hari‼️
Follow Ig : Alfianaaa05_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau hebat, Ay
Posisi tubuh Aksara kini menindih Ayesha, namun tidak benar-benar menindih karena pria itu tahu bahwa wanita yang ada di bawahnya ini tengah mengandung anaknya.
Tatapan Aksara dan Ayesha terkunci, sorot tajam milik Aksa beradu pandang dengan sorot mata indah dan lembut milik Ayesha.
Dua orang beda jenis, kepribadian dan lingkungan hidup yang disatukan dalam sebuah tragedi satu malam dan membuat keduanya kini sah menjadi pasangan suami istri.
"T-tuan." Panggil Ayesha dengan gugup.
Bibirnya gemetar, nafasnya tak beraturan sampai dadanya naik turun. Ia benar-benar dibuat merinding akan tatapan Aksa yang begitu mengintimidasi.
Sementara Aksa, pria itu yang merasa di panggil langsung menundukkan kepalanya. Ia mencium bibir Ayesha tanpa tahu apakah gadis itu sudah siap atau belum.
Ayesha terkejut, ia membelalakkan matanya dan reflek mencengkram baju Aksa di bagian dada.
Sesaat gadis itu memang terkejut, namun gerakan lembut dan halus dari decakan bibir Aksa membuatnya terbuai dan akhirnya memejamkan matanya.
Ayesha mengingatnya, ia ingat jika kecupan yang Aksa lakukan sekarang sangat jauh berbeda dengan kecupan pertama kali di malam itu.
Hari itu Aksa melakukannya dengan kasar dan penuh tenaga, jauh berbeda dengan hari ini yang lembut dan terasa manis.
"Eumhhhhh …" Ayesha bergumam lirih ketika nafasnya sudah mulai habis.
Merasakan pukulan di dadanya, Aksa lantas menjauhkan wajahnya dari bibir istrinya yang sangat polos ini.
Ayesha tampak mengatur nafasnya sambil mengusap dadanya, entah mengapa pemandangan itu terlihat seksi di mata Aksa.
"Ayesha!!" Ini bukan sebuah panggilan, melainkan sebuah teguran Aksa untuk Ayesha.
Merasa namanya disebut, Ayesha pun memberanikan diri untuk menatap suaminya.
"Iya, Tuan?" Sahut Ayesha gugup.
"Aku tidak memanggilmu, tapi aku menegurmu, Ayesha." Ujar Aksara.
Aksa bangkit dari posisinya, ia lalu menarik tangan Ayesha hingga gadis itu duduk di hadapan Aksara yang berdiri di hadapannya.
Aksa memegang dagu Ayesha, membuat gadis itu mau tidak mau mendongakkan kepalanya.
"Katakan apa yang kau miliki, Ayesha. Kenapa bisa aku begitu tergoda padamu, heuh?" Tanya Aksara pelan, dan berat.
Ayesha mengatupkan kedua belah bibirnya, ia hanya diam dengan mata yang terkunci dalam pandangan mata seorang Aksara Delvin Abiputra.
"Aku bertanya padamu, Ayesha." Ucap Aksa lagi.
Ayesha menggigit bibirnya, ia bingung harus menjawab apa karena dirinya tidak mengerti dengan maksud pertanyaan dari suaminya.
Kepala Aksa terasa semakin berdenyut melihat Ayesha menggigit bibirnya, tampak seksi dan menggoda naluri kelakiannya.
Aksa kembali merasai bibir istrinya, pria itu harus menundukkan kepalanya dan menangkup wajah cantik istrinya.
Aksa kembali mendorong tubuh Ayesha untuk berbaring, tangannya pun mulai bekerja, mengambil alih untuk menurunkan tali spageti dari gaun yang Ayesha kenakan.
Ketika kedua tali sudah turun, Ayesha yang memang tidak memakai dalaman membuat tubuh bagian atasnya terbuka.
"Tuan." Ayesha memegang tangan Aksa yang siap untuk bermain di dadanya.
Aksa menatap Ayesha dengan pandangan sarat akan gairahh, napsunya sudah berada di ubun-ubun.
"Saya takut, Tuan. Saya tidak bisa menahan sakitnya lagi," cicit Ayesha dengan suara yang tercekat.
Aksa menjauhkan tangannya, ia lalu mengusap pipi Ayesha dengan gerakan yang begitu lembut.
"Ay, kau percaya padaku kan? Aku pernah mengatakan untuk tidak menyakitimu dan anakku lagi." Kata Aksara mengingatkan.
Aksa lalu menggenggam tangan Ayesha. "Aku akan melakukannya dengan pelan-pelan, aku mohon." Pinta Aksara.
Garisbawahi, ini pertama kali Aksa memohon pada seseorang. Lagi-lagi Ayesha menjadi yang pertama bagi Aksa, Ayesha menjadi orang pertama yang dimintai tolong oleh seorang Aksara Delvin.
Jangankan pada orang lain, pada orang tuanya pun Aksa tidak pernah memohon seperti yang ia lakukan pada istrinya.
Ayesha terdiam sejenak, ia menangkup wajah Aksara lalu memberikan ucapan lembut di kedua pipinya.
"Baiklah, tapi tolong lakukan dengan pelan." Pinta Ayesha lirih.
Aksa tersenyum manis. Senyuman yang jarang sekali ia tunjukkan pada siapapun, namun hari ini Ayesha berhasil mendapatkannya.
Aksa kembali mencium bibir istrinya, lalu beralih ke leher dan mencetak tanda merah. Bukan satu atau dua tanda, melainkan banyak. Aksa melakukannya, seakan ingin menunjukkan bahwa Ayesha adalah miliknya.
"Ahhh, Tuanhhh …" erang Ayesha ketika penjelajahan Aksa berhenti di dada Ayesha yang begitu menggoda.
Ayesha sampai menjambak rambut suaminya ketika merasakan nikmat yang tidak bisa diutarakan oleh kata-kata.
Mendengar suara-suara menggoda istrinya, membuat Aksa semakin bersemangat untuk menyatukan diri dengan Ayesha di pagi hari yang cerah dan panas ini.
"Ayesha, arghhh …." Erang Aksara penuh rasa geram dan nikmat secara bersamaan.
Aksa bangkit, ia lekas membuka seluruh pakaiannya dan pakaian Ayesha sampai membuat mereka berdua polos.
Ayesha melototkan matanya ketika melihat pemandangan tubuh suaminya. Sama seperti Ayesha, Aksa pun begitu terpesona pada tubuh istrinya.
Ayesha memiliki tubuh yang diidamkan oleh setiap wanita. Meski tubuhnya mungil, namun semua yang ada padanya terlihat menggoda di mata Aksara.
Aksa memposisikan diri di antara kaki Ayesha, ia menatap istrinya itu seakan menyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja, dan ia akan melakukannya dengan pelan.
Penyatuan pun terjadi, Ayesha dibuat meringis kesakitan. Gadis itu seperti kembali melakukannya untuk yang pertama kali.
"Hiks … sakit, Tuan." Ucap Ayesha meringis kesakitan.
"Tahan, Ay. Aku tidak akan bergerak, kita tunggu kau siap." Sahut Aksa dengan lembut.
Setelah beberapa menit, Aksa pun mulai menggerakkan tubuhnya. Ia memulainya dengan gerakan pelan, dan semakin bertambah cepat.
Tubuh Ayesha tersentak, namun yang bisa gadis itu lakukan hanya pasrah dan menerima semuanya.
"Panggil namamku, Ay. Ahh …" pinta Aksara.
"Tuan, ahhh tuan Aksara!!" Erang Ayesha semakin tidak terkendali.
Dan akhirnya pagi itu Aksa dan Ayesha sama-sama kembali mereguk kenikmatan dunia. Kali ini secara sadar dan sah.
Aksa telah mengambil haknya sebagai suami, meski sebelumnya ia sudah pernah melakukannya.
Aksa berbaring di sebelah Ayesha, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya keduanya.
"Kau hebat, Ay." Ungkap Aksa pada Ayesha yang langsung memunggungi dirinya.
BACANYA ABIS BUKA YAA, SENGAJA NIH UPDATE SORE WKWKWK.
Bersambung..........................