NovelToon NovelToon
Rebirth Of The Duke'S Daughter

Rebirth Of The Duke'S Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pelangizigzag

Putri bodoh yang satu ini berubah total dalam waktu semalam! Setelah ini dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakitnya satu-persatu. Lalu ditakdirkan hidup sebagai permaisuri? oh, tidak masalah karena ada pria tampan berkuasa yang akan membantunya sampai akhir.

NO PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangizigzag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Same Lady

Eliot selalu memperhatikan pintu masuk ruangan temaram yang tak jauh dari tempatnya duduk. Tadi malam saat ia berkunjung ke peraduan Kaisar, Eliot telah mengundang pria paling berkuasa di benua Erosh itu untuk menyelesaikan ritual ini bersama-sama. Menuntaskan semuanya. Pria bersurai ungu itu sangat mengharapkan kedatangan junjungan serta panutannya sejak kecil tersebut, namun hingga ritual hampir dilaksanakan —pada waktu yang ditetapkan—, Kaisar Javier belum menunjukkan tanda-tanda kehadirannya.

Ia merasa sedikit risau.

"Anda mencemaskan sesuatu, Yang Mulia?" tanya Oz of Roozel yang menyadari tingkah laku yang berbeda dari rajanya.

Eliot menggeleng, "Tidak ada."

Oz of Roozel membenarkan posisi duduknya kembali. Ia tidak lagi berucap apapun lagi hingga acara inti dari ritual pemanggilan pengantin Kaisar dimulai.

Berbeda dari cara yang kemarin, kali ini tidak ada satupun penari yang menghiasi tengah-tengah ruangan, semua duduk serius masih dengan pakaian hitam yang sama. Di setiap sudut hingga disekitar undakan depan dinyalakan obor dengan api biru yang juga mengelilingi bola kaca berwarna zamrud berisikan 'dua orang wanita'.

Itu yang dikatakan oleh Oz of Roozel.

Bunyi satu kali pukulan keras dari alat musik besar layaknya gong menjadi pertanda bahwa ritual akan segera dimulai.

Tak lama Oz of Roozel dipersilahkan untuk mengisi ritual inti. Ia beranjak, berjalan tertatih-tatih menuju undakan terendah, mengangkat tinggi-tinggi kedua tangannya di udara lalu mengucapkan mantra yang belum pernah Eliot dengar sebelumnya. Di depan Oz of Roozel juga diletakkan sebuah peti kaca berisikan pedang Phoenix yang diperoleh dari tangan kanannya. Pedang yang begitu sulit didapatkan —entah dari siapa— walau akhirnya berhasil.

Είμαι Φωτιά και Ξανά Φωτεινή

Ω ΚΟΣΜΟΣ ΘΑ ΕΠΙΣΤΡΕΨΗ ΣΕ ΜΙΑ ΚΑΤΑΡΑΣΙΝΗ ΓΗ

Ευλογιστής ti gi tou Érosi!

Φιρέ Πίσο Τσι Γύνακα

Evlogíste ton aftokrátorá mas kai tin aftokráteirá tou!

Tiba-tiba bola kaca berbunyi. Bukan bunyi yang diharapkan, karena terdengar seperti bunyi retak pada telur.  Tidak ketinggalan, pedang Phoenix dengan kekuatan yang luar biasa mampu keluar dari dalam kotak kaca hingga mendarat dengan sempurna dan berhasil tertancap tepat di atas bola kaca hingga retakannya semakin membesar. Semua orang merasa begitu was-was, saling melirik satu sama lain karena konsekuensi yang akan diterima oleh mereka sangatlah besar. Salah sedikit, akhir hidup mereka mungkin tak akan lama lagi.

Benar. Bola kaca terbuka lebih dulu dari bagian atas. Sinar hijau menembus dinding kaca hingga tak ada satupun yang sanggup menyaksikan kejadian yang sebenarnya, begitu cepat dan tiba-tiba. Cahaya tersebut berhenti tepat di depan undakan tertinggi. Lama-kelamaan membentuk siluet tubuh wanita diawali dari bagian bawah gaunnya hingga utuh, kulit putih cerah dengan manik hijau dengan bulu mata yang melentik indah setiap kali matanya berkedip. Surai terangnya bagai cahaya bulan purnama jelas menghipnotis semua orang yang menyaksikan secara langsung. Jika ada yang mengatakan ia jauh lebih cantik daripada bidadari mana pun mungkin tak ada yang menyanggah, serempak seluruh pria merasakan jantung mereka berdetak lebih kencang. Refleks mereka semua berdiri dengan tatapan kagum.

"Apakah kehadiranku sudah membuat kalian berpuas hati?"

Eliot terperangah. Otaknya seolah berhenti bekerja karena sosok calon permaisuri di depan sana.

Namun kalimat pertama yang wanita itu ucapkan juga sempat membuat Eliot menciut. Seolah sang permaisuri tengah mengejek mereka.

"Oz of Roozel, kenapa hanya ada calon permaisuri? Di manakah wanita itu," bisik Eliot yang emosi karena pikirannya telah kalut sebab semua ini di luar perkiraannya dan Oz of Roozel.

"Wanita mana yang kau maksud, Raja Eliot?" sahut Calon permaisuri menatap Eliot tajam namun tetap tenang.

Entah ia harus bangga atau khawatir, Eliot tidak tahu karena permaisuri sudah mengetahui namanya. "Wanita ... wanita ...." tatapannya beralih pada Oz of Roozel. Berbisik. "Kau mengerti maksudku, kan. Di mana wanita Armovin itu?!"

"A-anda harus menenangkan diri, Yang Mulia," Oz of Roozel gugup. Jika ia tak bisa mendinginkan kepala Eliot, maka bukan kepala Eliot saja yang akan melayang, kepalanya juga.

"Sial, ke mana perginya wanita itu?!" Eliot terlihat gusar. Kekhawatiran belum surut dari air mukanya, "Bantu aku mencarinya, Oz!"

Belum sempat Oz of Roozel membuka mulut, sebuah cahaya lain datang menghampiri ruang temaram itu. Kali ini berbeda, cahaya mega berbentuk kunang-kunang emas melingkari objeknya di tengah-tengah ruangan. Kunang-kunang tersebut berputar hingga membentuk sebuah siluet yang ditunggu Eliot —juga yang lainnya— sejak tadi.

Kaisar Javier Áidénloz Maxuell.

Hingga sepersekian detik kemudian sosoknya telah sempurna. Dengan segala aura kekuasaan dan kharismanya, Kaisar mampu menundukkan orang-orang di ruangan tersebut hingga tak ada yang berani mendongakkan kepala. Dengan pasti, ia berjalan penuh wibawa menuju calon permaisurinya. Di depan sana.

Gadis bermanik hijau zamrud itu tersenyum cerah. Penampilannya sangat berbeda dengan yang terakhir Kaisar ingat dan lihat. Manik secerah batu zamrud, surai yang tergerai bebas secerah bulan yang panjangnya hampir menyentuh lantai, dan tak ketinggalan gaun semerah darah dari sutra dengan sulaman emas burung Phoenix di bagian dada.

Bagi Kaisar, calon permaisurinya tak berubah sama sekali.

"Kaisar Javier, saya telah menunggu kedatangan Anda sejak tadi. Perkenalkan saya Catherine Asheela Dominosh. Calon permaisuri Anda atau—"

"Mikayla dan Catherine menurutku tak terlalu banyak perbedaan. Aku tahu." Kaisar menyunggingkan senyumnya, "Karena tidak ada satupun wanita yang mampu bertahan lama di sisiku tanpa meregang nyawa dalam waktu singkat."

Lagi-lagi seisi ruangan dibuat tercekat. Wajar jika bola kaca yang digunakan sebagai alat utama tidak mengalami perubahan bentuk tiga kali lipat lebih besar seperti yang disebutkan di dalam buku sebab mereka ... telah memasukkan orang yang sama!

Baik sang permaisuri atau pun Mikayla, mereka merupakan orang yang sama!

Kaisar mengambil tangan Catherine —Mikayla—yang menggantung di samping tubuhnya. Mengecup tangan putih nan lentik itu penuh perasaan, lalu menatap wanitanya sendu. "Entahlah. Kutukan dari Ayahmu itu ingin membuatku menjadi seperti apa. Jujur aku mengetahui jati dirimu yang sesungguhnya. Sejak awal."

"Aku senang beliau berbuat seperti itu," balas Mikayla disertai seringainya namun tak melunturkan wajah cantiknya sedikitpun, "Apapun alasanmu menyembunyikan semua kebenaran ini dariku sejak dulu, aku percaya sepenuhnya kepadamu."

Kaisar membalas senyuman itu. Begitu tulus. Ia meraih pinggang ramping permaisurinya lalu menatap bengis seisi ruangan. "Bagaimana bisa kalian tak mengenalinya? Ah, aku tahu. Dia semakin cantik, bukan begitu?" Sang kaisar sengaja menggodanya hingga rona kemerahan tercetak di pipi Mikayla —atau Chaterine—. "Apa kalian sudah puas setelah mengetahui segalanya? Aku sudah mengetahui konspirasi Aldergo sejak awal namun aku sengaja membiarkan Raja Eliot berlaku sesukanya. Asalkan tak ada kekurangan sedikitpun. Benar?"

"B-benar, Yang Mulia," sahut Raja Eliot yang kakinya seolah beku untuk beranjak dari tempatnya berdiri. Bahkan untuk kembali ke tempat duduknya pun sulit. Tubuhnya bergetar.

"Sayangnya hukum masih berlaku padamu, Raja eliot." Ia mengalihkan tatapan. "Kurasa semuanya sudah jelas. Wanita yang kalian sangka dari Armovin ini adalah Permaisuri ku yang sebenarnya." Kaisar mengeratkan pelukannya di pinggang Mikayla. "Aku akan mengurus sisanya. Kutunggu kehadiran kalian semua di Istana pusat Eroshvent."

"Satu, dua, ah. Ada seratus dua puluh lima orang di ruangan ini. Aku meminta kalian semua datang ke istana besok lusa jangan sampai kurang satu orang pun."

Tanpa berbasa-basi, sang kaisar segera berlalu keluar bersama dengan permaisurinya.

Sementara itu Eliot, Oz of Roozel, dan seluruh anak buahnya merasakan ketakutan. Mereka akan diadili karena dengan lancangnya meragukan wanita Kaisar.

"Apa yang harus kita lakukan, paduka?" tanya Oz cemas.

"Tak perlu takut," Eliot tak menyerah. "Semua yang kita lakukan sudah benar. Tak peduli bila nantinya kita akan dihukum mati sekalipun, setidaknya kita sudah yakin dapat mengalahkan Armovin. Wilayah kekuasaan Erosh juga akan membesar beberapa puluh tahun ke depan, dan nama kita akan terukir di sejarah daratan ini."

"Kalau begitu," Eliot menatap salah satu menterinya. "Aku memerintahkan Menteri Jordan untuk menulis keberhasilan kita ini di atas kulit naga putih dengan tinta emas. Simpan lalu berikan hasilnya pada penerusku kelak."

"Kuharap seluruh keturunanku merasa bangga pada pengorbanan besar leluhurnya." Raja Eliot bergumam lirih. "Sebab aku tidak yakin, setelah ini apakah nyawaku masih bisa diampuni." Ia menjeda. "Atau ... tidak."

1
Murni Murniati
kampret ini lama lama minta dikubur ini, apa tak sadar dia siapa, ini anak dewa dewi dia budak,apa tak sadar dia
Murni Murniati
kan dia udah dikasih dua kebebasan keinginan ini, jd kapan diminta
🌿wing2bo_27
Luar biasa
>AY<
cerita nya rumit, harus mengulang kata"nya supaya paham.
Ayu Mestari
Luar biasa
Yati Haryati
ceritanya terburu buru bgt min
Ayu Sari Murni
manggilnya adiden aja Thor susah q bacanya
ana azizah
bertele2
Hikam Sairi
baca
Dede Mila
/Proud//Joyful//Joyful//Joyful/
Inesya Qinan s
Luar biasa
Inesya Qinan s
Lumayan
Asmi Pandansari
aku mampir
Murni Dewita
sama2 penasaran kita mikayla/Grin/
Murni Dewita
mampir
Dang Antie
Luar biasa
Cancer👾
suka banget sama cerita, tapi epsonya sedikit heheh
Riska Mustikasari
putri tidur butuh make up baca dimana kak... kok ga ada aku cari
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Querido🦋
yakin ingin menghukum tahta tertinggi diatas raja hm?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!