NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Kekayaan Tanpa Batas

Sistem Dewa Kekayaan Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:System / Sistem
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: KenzieAR

Mengisahkan seorang pemuda tampan yg sering dihina sama keluarga sendiri. Hingga suatu hari memutuskan untuk kabur dari rumah karena sudah capek dengan hinaan dari keluarganya, dan mendapatkan sistem yg akan merubah nasibnya.

Bagaiman kisah nya setelah mendapatkan sistem?

Ikuti Kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KenzieAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Pusat Perdagangan Kosmik dan Pertemuan Pertama dengan Alien

Ruang angkasa yang sebelumnya terasa sunyi kini memiliki arti baru bagi umat manusia.

Selama ribuan tahun, manusia menatap bintang dari bumi dan bertanya-tanya.

Apakah mereka sendirian?

Apakah ada kehidupan lain di luar sana?

Dan sekarang...

Jawabannya telah datang.

Manusia tidak sendirian.

Beberapa hari setelah pertemuan dengan probe misterius, Ark One terus melanjutkan perjalanan menuju Elysia-01.

Namun suasana di dalam kapal telah berubah.

Sebelumnya, para awak hanya berpikir tentang membangun rumah baru.

Sekarang mereka mulai memikirkan sesuatu yang jauh lebih besar.

Alam semesta.

Di pusat kendali Ark One.

Kapten Lucas membaca laporan terbaru.

"Probe itu tidak mengikuti kita lagi."

Seorang ilmuwan bertanya.

"Apakah itu berarti mereka mempercayai kita?"

Lucas menggeleng.

"Belum tentu."

"Mungkin mereka hanya menunggu."

Di bumi.

Alviano berdiri di depan layar raksasa.

Sebuah peta galaksi muncul.

Di tengahnya terdapat titik bercahaya.

━━━━━━━━━━━━━━━

Pusat Perdagangan Kosmik

━━━━━━━━━━━━━━━

Lokasi:

Tidak Terjangkau Teknologi Manusia Lama

Status:

Aktif

━━━━━━━━━━━━━━━

Tempat itu membuat semua ilmuwan penasaran.

Karena berdasarkan data probe.

Lokasi tersebut bukan planet.

Bukan stasiun biasa.

Melainkan sebuah kota raksasa yang berada di antara sistem bintang.

Sebuah tempat netral.

Tempat berbagai peradaban bertemu.

Elena memandang data itu.

"Jika tempat ini benar..."

"Berarti ada banyak peradaban di luar sana."

Alviano mengangguk.

"Dan kita baru melihat pintunya."

Malam hari.

Alviano kembali masuk ke Pusat Peradaban Dewa.

Ia membuka kategori baru.

━━━━━━━━━━━━━━━

Database Kosmik

━━━━━━━━━━━━━━━

Status:

Terbuka Sebagian

━━━━━━━━━━━━━━━

Informasi:

Peradaban Tingkat Rendah:

Manusia

Level:

0.8

━━━━━━━━━━━━━━━

Peradaban Tinggi:

???

━━━━━━━━━━━━━━━

Alviano sedikit terkejut.

Tingkat 0.8.

Artinya manusia bahkan belum mencapai tingkat peradaban penuh.

Namun itu masuk akal.

Manusia baru menguasai satu planet.

Ia membuka informasi tentang Pusat Perdagangan Kosmik.

━━━━━━━━━━━━━━━

Galactic Nexus

━━━━━━━━━━━━━━━

Fungsi:

• Perdagangan Antar Peradaban

• Pertukaran Teknologi

• Diplomasi

• Informasi Kosmik

━━━━━━━━━━━━━━━

Alviano tersenyum.

Ini adalah kesempatan terbesar.

Karena selama ini sistem memberinya teknologi.

Namun melalui tempat ini...

Ia bisa mendapatkan pengetahuan dari seluruh alam semesta.

Tetapi ada satu masalah.

Untuk masuk ke Galactic Nexus.

Dibutuhkan satu hal.

━━━━━━━━━━━━━━━

Identitas Peradaban

━━━━━━━━━━━━━━━

Syarat:

Memiliki Utusan Resmi

━━━━━━━━━━━━━━━

Alviano berpikir.

Utusan.

Berarti seseorang harus mewakili manusia.

Beberapa minggu kemudian.

Ark One akhirnya mendekati Elysia-01.

Terraforming selesai.

Planet tersebut tampak seperti bumi.

Langit biru.

Lautan luas.

Daratan hijau.

Sebuah dunia baru.

Pendaratan pertama dilakukan.

10.000 manusia turun.

Dan untuk pertama kalinya.

Kaki manusia menginjak planet lain sebagai penghuni.

Bukan penjelajah.

Bukan pengunjung.

Tetapi penduduk.

Hari itu disebut:

Hari Awal Elysia.

Namun Alviano belum selesai.

Karena misi kosmik menunggu.

Sistem berbunyi.

DING!

━━━━━━━━━━━━━━━

Misi:

Membuka Hubungan Dengan Peradaban Luar

━━━━━━━━━━━━━━━

Progress:

40%

━━━━━━━━━━━━━━━

Alviano tahu.

Mereka harus pergi ke Galactic Nexus.

Aether Dynamics segera membangun kapal baru.

Lebih kecil.

Lebih cepat.

Dan khusus untuk perjalanan diplomasi.

Nama:

Stellar Voyager.

Kapal ini hanya membawa tim kecil.

Tidak seperti Ark One.

Namun teknologinya jauh lebih maju.

Dilengkapi:

AI penerjemah

Sistem pertahanan

Mesin Fusion Drive generasi baru

Ruang diplomasi

Tim pertama dipilih.

Alviano sendiri.

Elena.

Beberapa ilmuwan.

Dan Aurelia.

Ketika Aurelia tahu ia akan ikut.

Ia sedikit terkejut.

"Kau serius membawaku?"

Alviano tersenyum.

"Tentu."

"Kenapa?"

"Karena aku ingin seseorang yang kupercaya bersamaku."

Kalimat itu membuat Aurelia diam beberapa detik.

Lalu tersenyum.

Perjalanan menuju Galactic Nexus dimulai.

Setelah beberapa minggu.

Mereka melihat sesuatu yang belum pernah dilihat manusia.

Sebuah struktur raksasa di ruang angkasa.

Lebih besar dari planet.

Lebih besar dari apa pun yang pernah dibangun manusia.

Galactic Nexus.

Kota antar bintang.

Saat Stellar Voyager mendekat.

Sebuah sinyal muncul.

━━━━━━━━━━━━━━━

Identitas:

Tidak Terdaftar

━━━━━━━━━━━━━━━

Status:

Peradaban Baru

━━━━━━━━━━━━━━━

Alviano menjawab.

"Saya perwakilan manusia."

"Planet asal: Bumi."

Beberapa detik kemudian.

Jawaban datang.

Namun bukan dari AI.

Melainkan makhluk hidup.

━━━━━━━━━━━━━━━

"Peradaban manusia..."

"Kami telah menunggu kalian."

━━━━━━━━━━━━━━━

Pintu besar terbuka.

Stellar Voyager masuk.

Dan untuk pertama kalinya.

Manusia melihat kehidupan asing.

Berbagai bentuk makhluk berjalan di kota raksasa itu.

Ada yang mirip manusia.

Ada yang memiliki bentuk berbeda.

Ada yang seperti makhluk energi.

Namun semuanya memiliki satu kesamaan.

Mereka adalah peradaban.

Aurelia melihat sekeliling dengan kagum.

"Ini..."

"Benar-benar nyata."

Alviano tersenyum.

"Dunia ternyata jauh lebih besar dari yang kita pikirkan."

Mereka kemudian bertemu dengan perwakilan Galactic Nexus.

Namanya:

Kael.

Seorang anggota ras bernama:

Aurelians.

Kael melihat data manusia.

Ekspresinya sedikit berubah.

"Kalian berkembang sangat cepat."

Elena bertanya.

"Maksudnya?"

Kael menjawab.

"Dalam catatan kami."

"Peradaban kalian baru mencapai tahap awal."

"Tapi kalian sudah memiliki teknologi yang biasanya membutuhkan ribuan tahun."

Semua orang terdiam.

Karena mereka baru sadar.

Perkembangan manusia dianggap tidak normal.

Kael melihat Alviano.

"Siapa pemimpin kalian?"

Alviano menjawab.

"Saya bukan raja."

"Saya hanya seseorang yang membantu manusia berkembang."

Kael terdiam.

Lalu tersenyum.

"Menarik."

Namun tiba-tiba.

Alarm Galactic Nexus berbunyi.

━━━━━━━━━━━━━━━

Peringatan:

Ancaman Kosmik Terdeteksi

━━━━━━━━━━━━━━━

Semua makhluk di ruangan berubah serius.

Kael melihat layar.

Wajahnya menjadi gelap.

"Mereka datang lagi..."

Alviano bertanya.

"Siapa?"

Kael menjawab pelan.

"Void Empire."

Ruangan menjadi hening.

Nama itu tampaknya sangat ditakuti.

Kael melanjutkan.

"Mereka bukan peradaban biasa."

"Mereka menaklukkan planet."

"Mengambil teknologi."

"Dan menghancurkan yang melawan."

Alviano memandang layar.

Sebuah armada besar muncul.

Jumlahnya ribuan kapal.

Dan untuk pertama kalinya.

Sistem memberi peringatan.

DING!

━━━━━━━━━━━━━━━

Ancaman Kosmik

Terdeteksi

━━━━━━━━━━━━━━━

Level:

Tidak Diketahui

━━━━━━━━━━━━━━━

Alviano menyipitkan mata.

Selama ini.

Ia membangun teknologi untuk membantu manusia.

Namun sekarang...

Ia mungkin harus melindungi manusia.

Bukan hanya di bumi.

Tetapi di seluruh alam semesta.

Di depan Galactic Nexus.

Armada Void Empire semakin mendekat.

Dan perang pertama manusia di antara bintang...

Mungkin akan segera dimulai.

[Tamat Bab 29]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!