Follow IG : @Mommy_Ar29
Tiktok : @Mommy_Ar95
🍁🍁🍁
“Je t'aime et je t'attendrai toujours jusqu'à ce que tu revienne."
Karena sebuah kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi antar suami istri, membuat Raka harus menerima takdir bahwa istrinya melupakan nya.
Amnesia disosiatif yang di sebabkan oleh traumatik akan sebuah insiden yang di alami oleh Ryana, membuatnya melupakan status pernikahan nya dengan Raka yang tak lain adalah musuh bebuyutan nya.
Akankah Raka bisa mengembalikan ingatan istrinya? Sanggupkah dia berjuang mempertahankan rumah tangga nya, dan bagaimana respon Ryana saat mengetahui bahwa dirinya pernah hamil dan kehilangan bayi bayinya?
Ikuti terus kisah rumah tangga Raka dan Ryana, sekuel dari 'Musuh tapi Menikah.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tawa Ryan
...~Happy Reading~...
Hari demi hari berlalu, sejak kejadian kala itu, keduanya kini sepakat untuk memulai semuanya dari awal lagi.
Ya, Raka dan Ryana memutuskan untuk menikah lagi. Ya, di karenakan pernikahan nya yang dulu juga di adakan secara tertutup dan hanya saudara dan tetangga dekat saja yang datang.
Kini, akhirnya kedua keluarga nya sepakat untuk membuatkan pesta yang cukup meriah, dengan mengundang semua teman, sahabat, kerabat dan juga rekan kerja kedua orang tuanya.
Maka dari itu, sejak beberapa hari ini, Raka dan Ryana di buat sangat sibuk lantaran harus melakukan prewed dan segala macam lain nya. Hingga membuat Raka hingga kini belum juga bisa berbuka puasa, di karenakan kesibukan nya.
“Jadi gimana?” tanya Ryan yang sejak tadi tengah melakukan pertemuan dengan Raka, setelah beberapa hari terakhir mereka tidak bertemu hingga membuat pekerjaan mereka sedikit terbengkalai.
“Nanti, setelah acara pernikahan, kita urus itu lagi ya, sumpah aku masih capek banget Yan, lemes banget sumpah, belum dapet vitamin dari ayank,” ujar Raka dengan wajah memelas nya.
Pluk!
“Ryan!” pekik Raka dengan kesal saat tiba tiba sebuah bantal melayang mengenai wajah nya.
“Aku tidak yakin kalau kau belum mendapatkan itu dari Ryana! “ ucap Ryan dengan ekspresi wajah datar nya menatap Raka.
Tentu saja ia tidak akan semudah itu untuk percaya kepada Raka. Belum mendapatkan vitamin dari ayank, meskipun Ryan kini jomblo abadi setelah beberapa tahun, namun ia tau dan cukup paham tentang apa yang di maksud oleh Raka.
Ya, vitamin yang di maksud Raka, tak lain dan tak bukan adalah vitamin ranjang. Dan bagaimana Ryan bisa percaya, jika mengingat dulu Raka sangat mesuum jika bersama Ryana, jadi sangat tidak mungkin jika Raka belum mendapatkan nya.
“Memang kenyataan nya belum!” saut Raka menghela napas nya kasar.
“Berarti Ryana belum sepenuhnya maafin kamu, makanya dia belum mau ngasih jatah ke kamu,” ujar Ryan dengan tersenyum smirk.
“Enak aja, ini itu gara gara lampu merah sialan itu.” Raka kembali menggerutu dengan begitu kesal, setiap mengingat tentang saat malam pertama nya setelah empat tahun kala itu di gagalkan oleh adanya lampu merah.
“Buahahahahaha!” Seketika itu juga, Ryan langsung tertawa terbahak bahak, mendengar penyebab Raka belum berbuka puasa.
Tanpa Ryan sadari bahwa sejak tadi Raka menatap nya dengan tatapan sedikit aneh. Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya, sejak putusnya hubungan Ryan dan Kara, laki laki itu tidak pernah tertawa apalagi hingga selepas ini.
Jangankan tertawa, tersenyum saja dia sangat jarang, bahkan berbicara saja sangat jarang. Namun, setelah mendengar kabar kesengsaraan nya, mengapa laki laki itu bisa tertawa selepas itu? Gumam Raka dalam hati.
“Yan, di sini gak ada jin iprit nya loh, kenapa kamu ketawa begitu? Gak ke sambet kan?” tanya Raka mengerutkan dahi nya, seketika membuat tawa Ryan langsung terhenti.
“Ehemm!!” Laki laki itu berdehem untuk sejenak menetralkan dirinya.
“Sudahlah, aku pulang dulu! Nanti setelah acara kamu selesai, kita balik lagi ke rumah itu!” ucap Ryan mulai beranjak dari tempat duduk nya bersiap untuk pergi.
“Tunggu dulu, balik ke rumah itu? Kamu yakin? Apa kita tidka cari tempat lain saja?” tanya Ryan sedikit kurang setuju dengan pendapat dari Ryan.
“Tidak, aku sudah yakin ingin membeli rumah itu. Jadi kita harus dapatkan rumah itu!” balas Ryan kembali datar dan dingin, lalu segera pergi meninggalkan Raka sendirian.
‘Lah kembali ke setelan lagi. Astaga, dia ketawa Cuma pas tahu kesengsaraan ku, masa ia aku harus sengsara terus sih biar itu anak gak ada akhlak ketawa. Kamprett emang!’ gumam Raka dalam hati menggerutu kesal sambil menatap kepergian Ryan.
...~To be continue .......
...Maaf ya, Mommy belum bisa bener2 fokus sama dunia halu, pikiran Mommy masih melayang kemana2 🤧😭😭😭 Semoga, setelah acara 7harian nanti, Mommy bisa kembali aktif di dunia pernovelan, sekali lagi MOHON MAAF 🙏🙏🙏🙏...