Saat cinta menyapa, mampukah Resti menepis rasa dendam itu?
Restina Adelia, menerima pinangan Raka Abhimana. Pernikahan mereka, hanya diwarnai pertengkaran demi pertengkaran. Suatu hari, Raka pulang dalam keadaan mabuk, hingga membuka rahasia kematian orang tua Resti.
Resti pun memutuskan pergi dari kehidupan Raka. Saat itulah, Raka menyadari perasaannya pada Resti. Mampukah Raka menemukan Resti? Bagaimana cara Raka meyakinkan Resti, bahwa hanya Resti pemilik hatinya, setelah Raka menyakiti Resti terus menerus?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruth89, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31 ~ Kembali berubah
Raka tercengang, ia kehilangan kata-kata. Isi kepalanya seolah terasa kosong, setelah mendengar ucapan sang istri. Separah itu kah kesalahannya? Sementara Dewi, ibu dari Raka, tidak mengetahui hal itu. Ia sedang keluar untuk menjawab panggilan masuk.
"Dia juga anakku! Lagi pula, kau tidak akan mampu menjaga dia. Secara finansial, jelas aku jauh dari kata mampu, untuk memberikan semua yang terbaik. Baik itu tempat tinggal, pakaian, makanan, hiburan, sampai pendidikan!" tegas Raka.
Ada yang berdenyut perih di sudut hati Raka, setelah mengucapkan kata-kata itu. Entah mengapa, justru kata-kata kasar itulah yang keluar dari mulutnya. Pria itu memejamkan mata sesaat. Sementara Resti, sempat diam membeku mendengar ucapan sang suami. Merasa tak percaya, dengan pendengarannya.
Raka pun bangkit berdiri dan meninggalkan ruang rawat Resti. Bahkan, raut wajahnya, berubah dingin seperti saat awal pernikahan mereka. Melihat itu, Resti pun menyadari bila Raka memang mengucapkan kata-kata itu. Resti hanya menatap punggung Raka yang mulai menghilang tertutup pintu.
Saat itu, setetes air mata membasahi pipinya. Dadanya terasa sesak, hingga Resti kesulitan bernapas. Sabar Resti! Kau harus kuat demi anakmu! gumamnya dalam hati.
Resti segera menghapus air mata yang membasahi pipinya. Tak lama, pintu kembali terbuka. Dewi menatap Resti dengan senyuman.
"Raka mana?" tanya Dewi.
"Tadi, Mas Raka bilang mau cari angin dulu di luar. Mungkin dia merasa bosan, Ma," jawab Resti.
"Anak itu! Istrinya sakit, malah ditinggal!" Dewi menggerutu melihat kelakuan sang putra.
***
Hari ini, Resti sudah diijinkan pulang. Selama lima hari berbaring, wanita itu merasa bosan. Beruntung, kandungannya tidak mengalami masalah serius. Namun, Dokter yang memeriksa Resti sudah mewanti-wanti dirinya, untuk mengendalikan stress. Karena hal itu, bisa kembali membahayakan janinnya.
Tidak hanya itu, pada Raka pun Dokter meminta, agar ia bisa menjaga emosi sang istri demi anak mereka. Namun, hubungan antara Resti dan Raka, tak lagi sehangat sebelumnya. Pria itu, bahkan lebih sering menatap ponsel di tangannya. Entah apa yang ia lihat di sana. Resti pun bersikap masa bodoh.
Mereka baru saja tiba di rumah. Setelah berbincang-bincang, Resti merasa mengantuk. Raka pun mengantarkannya ke kamar. Saat Resti sud terlelap, Raka kembali ke ruang tamu. Tak lama, Dewi dan Ibra pun berpamitan.
"Raka, ingat kata Dokter! Jaga istrimu baik-baik. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Resti dan calon anaknya, kamu yang harus bertanggung jawab penuh!" Dewi menunjuk pada putranya.
"Mamamu benar. Jangan sampai papa melihatmu bersama wanita itu lagi! Paham?" Ibra ikut memperingati Raka.
"Iya, Pa, Ma," jawab Raka lirih.
Dewi dan Ibra meninggalkan kediaman Raka dan Resti. Tidak lupa, Dewi meminta Mbak Sumi untuk memantau hubungan antara Resti dan Raka. Wanita itu setuju. Melihat kejadian yang terjadi beberapa waktu ini, membuat Mbak Sumi takut terjadi sesuatu pada Resti. Karena itu lah, ia menyanggupi permintaan Dewi dan Ibra.
Baru saja Raka akan masuk ke dalam rumah, sebuah Mercedez Bens memasuki halaman rumahnya. Raka sangat mengenal pemilik mobil itu. Pintu pun terbuka, Riska, mantan kekasih Raka, turun dari sana.
"Hai, Raka," sapa Riska.
"Hai. Mau jenguk Resti?" tanya Raka.
"Iya. Bagaimana pun, aku merasa bersalah pada istrimu. Karena merawatku kemarin, Resti jatuh sakit," ucapnya dengan raut wajah sedih.
"Ayo, masuk," ajak Raka.
Kpan lgi nie kax🥰🥰🥰🥰🥺🥺🥺🥺🥺🥺