Jenny bertemu dengan James setelah ia kehilangan sosok sahabat juga orang yang paling dia cintai, Alex, dalam sebuah kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Pertemuan pertama Jenny dan James langsung membuat keduanya saling membenci. Namun takdir malah mempertemukan mereka kembali. Jenny yang ternyata kuliah di sebuah kampus yang sama dengan James harus menghadapi kelakuan menyebalkan James yang membuatnya semakin membenci pria arogan itu.
Tapi siapa sangka, James pada akhirnya malah jatuh cinta pada Jenny. Sikapnya yang selalu menyebalkan berubah penuh perhatian untuk Jenny.
Apakah James bisa membuat rasa benci Jenny untuknya berubah menjadi CINTA?
Baca selengkapnya disini....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. End
Beberapa saat kemudian....
"Lihatlah, kau mendapat seorang bayi perempuan." Ucap Jenny yang berbaring di atas tempat tidur.
"Dia sangat cantik." Ucap James.
"Apa nama yang akan kau berikan kepadanya?" Tanya Jenny.
"Benarkah? Apakah aku boleh menamainya? Apakah kau tidak akan marah?" Ucap James yang begitu bahagia.
"Kau saja yang memberikan nama untuknya." Balas Jenny.
"Dia adalah Angelina ku." Ucap James yang menggendong bayi itu.
"Wah, itu nama yang bagus, sangat cocok untuknya." Ucap Mama Jenny.
"Jenny!!!" Ucap Jasmine dan Denis yang baru saja tiba.
"Wow dia sangat menggemaskan." Ucap Jasmine dan Denis yang memegang bayi itu di tangan mereka.
"Aku adalah ibu peri dari bayi ini." Ucap Jasmine tersenyum.
"Kalau begitu, aku adalah Papa pergi dari bayi ini." Ucap Denis tertawa bahagia. "Apa nama yang kau sematkan pada nya?" Tanya Denis.
"Dia adalah Angelina kami." Ucap James mengambil bayinya kembali.
"Wow, Papa Angelina sangat protektif sekali." Ucap Denis menggoda James.
Beberapa waktu berlalu....
Denis dan Jasmine akhirnya menikah dan enam tahun berlalu Angelina pun tumbuh besar..
"Mama stop membully Papaku." Ucap Angelina yang merupakan tiruan James versi kecil.
"Angelina, kenapa kau membully anak laki-laki di sekolahmu?" Ucap Sang Mama.
Angelina selalu kembali ke rumah dengan memukuli anak lain di sekolahnya.
"Putri kecilku ini tidak melakukannya secara sengaja." Ucap James yang selalu melindungi Angelina.
"Karena dirimu, dia selalu seperti ini." Teriak Jenny.
"Mama jangan memarahi Papa." Teriak Jenny pada Mamanya.
"Benar-benar anak perempuan yang nakal." Ucap Jenny melipat tangannya.
"Papa, minta Mama untuk memberikan aku seorang adik laki-laki. Semua teman-temanku mempunyai adik laki-laki atau adik perempuan hanya aku saja yang tidak punya." Ucap Angelina.
"Iya jika Mamamu setuju. Tapi Papa tidak tahu." Ucap James melihat kearah Jenny.
"Aku tahu itu Papa. Jadilah seorang pria, setidaknya bawa Mama ke dalam kamar dan berikan aku seorang adik laki-laki." Ucap Angelina yang membuat Jenny dan James tampak terkejut.
"Siapa yang mengatakan hal itu kepadamu?" Tanya Jenny.
"Sebenarnya Papa peri yang mengatakan hal itu kepadaku. Jika Papa membawa Mama ke dalam kamar, maka aku akan mendapat seorang adik laki-laki." Jenny lantas melihat kearah James.
"Sayang, kali ini aku tidak melakukan apapun."
Jenny langsung mengejar James.
Jack pun tiba...
"Nona Muda, apa yang terjadi?" Tanya Jack kepada Angelina.
"Mama memukul Papa lagi. Aku tidak bisa melakukan apapun." Ucap Angelina seraya duduk di sofa.
"Jenny maafkan aku." Teriak James yang dipukuli oleh Jenny terus-menerus.
"Papa, apakah itu sakit?" Tanya Angelina yang berjalan ke arah Papanya.
"Tidak apa-apa Papa selalu mendapat pukulan dari Mamamu. Ini sudah 6 tahun dan sudah menjadi kebiasaan Papa." Ucap James.
"Oh putraku, apakah Jenny memukulmu lagi?" Ucap Mama Jenny yang baru saja tiba.
"Oma.... Opa....!" Teriak Angelina yang berlari ke arah mereka berdua.
"Oh cucuku." Ucap Mama Jenny yang langsung menggendong Angelina.
"Putraku selalu di-bully setiap hari. Bicaralah pada putri mu." Ucap Mama Jenny berkata kepada Papa Jenny.
"Ya, sebenarnya sikapnya sama seperti dirimu. Jadi aku tidak bisa membantu menantu kesayangan mu itu." Ucap Papa Jenny menghela napas.
Malam harinya....
"James, Angelina mau seorang adik laki-laki. Bagaimana menurutmu?" Tanya Jenny.
"Aku juga mau anak laki-laki." Ucap James yang langsung memeluk Jenny.
"Bagaimana kalau kita mulai berusaha untuk membuatnya sekarang?" Goda James yang mulai meraba tubuh Jenny.
Jenny tersenyum geli. Keduanya lantas mulai memadu kasih untuk memenuhi permintaan putri kecil mereka.
------- The End -------