NovelToon NovelToon
HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

HIDUP UNTUK YANG KEDUA KALINYA

Status: tamat
Genre:Ketos / Murid Genius / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Nisa saumatgerat

Renata Bramasta umur 31 tahun. ia meninggal karena kecelakaan tunggal. sehingga ia berpindah jiwa ke tubuh seorang gadis yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

ia adalah Nisa Saputri, seorang gadis yang tergila-gila pada seorang cowok ganteng di sekolah nya. namun ia pingsan karena di kerjai habis habisan oleh cewek cewek yang merasa gerah padanya.

Nisa jiwanya yang saat ini digantikan oleh Renata. seorang jenius yang memiliki keunggulan dalam bidang manapun. lalu, bagaimana kah kehidupan nya selanjutnya ?

simak terus ya..😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. menolong orang yang mengalami kecelakaan

Nisa pun mengambil dan mengeluarkan peralatan medisnya.

" saya bisa melakukannya pak. asalkan bapak percaya dan apapun yang terjadi. itu adalah tanggung jawab bapak nanti. yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan nyawa mereka..."ketiga polisi itupun tidak bisa berkata-kata lagi memang benar apa yang dikatakannya, apalagi dia tidak memiliki izin ataupun lisensi untuk melakukan hal itu namun sepertinya ini dalam keadaan genting

" bapak-bapak tanang saja, saya tidak membedah saya hanya akan mengobati saja dan memeriksa kondisi mereka..." ucap nisa lagi meyakinkan ketiganya. mereka pun setuju.

" kalau begitu tunggu apa lagi dek, segeralah, takutnya nanti keadaan mereka tambah memburuk..." ujar salah satu polisi-polisi itu. tanpa menunggu lama nisa pun langsung melakukan aksinya, yaitu menyelamatkan nyawa orang yang mengalami kecelakaan pertama-tama yang memeriksa denyut nadi mereka.

untuk merasakan detak jantung apakah masih teratur atau sudah tidak berdenyut lagi. setelah memeriksa denyut nadi, nisa pun langsung beralih ke pekerjaan utamanya yaitu menghentikan pendarahan pada korban yang sedang kritis.

Nisa menekan area luka dengan kain bersih, tisu, atau kasa, untuk menghentikan pendarahan. dengan pelan tanpa harus menekan luka itu. selanjutnya Nisa mengangkat area luka yang mengalami perdarahan sedikit ke atas, lebih tinggi dari dada, untuk memperlambat perdarahan.

kemudian ia menutup luka itu dengan perban setelah membersihkannya dengan antibiotik yang ia racik dengan sederhana, hebatnya Nisa selalu membawa obat-obatan tersebut kemanapun ia pergi, karena itu merupakan persiapan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Nisa lakukan berulang-ulang kepada keempat korban tersebut, namun lebih lama kepada korban yang mengalami kritis. setelah melakukan hal itu, nisa pun langsung menulis riwayat medis untuk dilaporkan kepada para dokter atau para bidan. nanti yang akan menjadi tanggung jawab mereka, setelah nisa melakukan hal itu yang menyerahkan riwayat yang terjadi kepada para korban kepada polisi. setelah melakukan hal itu ia pun langsung kembali pulang.

" maaf pak ini hasil diagnosa saya terhadap para korban. korban yang kritis juga mengalami benturan keras pada kepalanya dan juga pada tulang di bagian kaki dan lengan kanannya. sementara untuk korban yang lain itu hanya syok saja dan pingsan biasa dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi kecuali yang satu itu pak." orang nisa kepada para polisi tersebut polisi itu pun mengambil catatan diagnosa yang ada di tangan nisa.

" kalau begitu terima kasih ya dek kebetulan ambulan nya sudah jalan." ucap polisi itu

" iya pak sama-sama kalau nanti ada apa-apa, bapak bisa menghubungi saya, karena saya juga akan mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya lakukan dan ini nama saya ada disini dan keterangan alamat lainnya. juga sudah saya sematkan disini, jadi kalau seandainya ada apa-apa ke depannya bapak-bapak bisa datang ke alamat ini." ungkap nisa iya tidak boleh menghindar dari masalah tersebut, jika seandainya ada kekeliruan, ia akan mempertanggungjawabkan nya karena itu ia memberikan alamatnya kepada para polisi tersebut.

" baiklah dek kalau begitu terima kasih banyak." ucap polisi itu.

" sama-sama pak kalau begitu saya permisi pulang dulu,"ucap nisa dan langsung berlalu pergi dari tempat tersebut tak lama setelah kepergian nisa, dua buah ambulan datang di lokasi tersebut. di sana sudah ada para bidan yang menangani para korban tersebut. polisi pun menyerahkan hasil diagnosa yang diberikan oleh nisa

" maaf buk tenaga kesehatan, ini ada hasil diagnosa sementara dari orang yang memeriksa korban." ujar salah seorang polisi sambil memberikan kertas yang ditulis oleh nisa. tenaga kesehatan itu pun mengambil kertas itu dan membacanya seketika yang mengerutkan keningnya polisi yang melihat hal itu pun bertanya.

" kenapa pak apakah ada yang salah dengan diagnosa ini atau jangan-jangan.._" ucap polisi itu terpotong

" oh tidak pak, justru ini sangat akurat sekali hanya saja saya heran siapa yang memberikan hasil diagnosa seperti ini. ini benar-benar tidak terdeteksi bahkan ketika saya periksa bagian yang ini tidak saya temukan pada para korban." jelas tenaga kesehatan itu para polisi itu pun langsung melempar pandangan satu sama lain

" baguslah kalau begitu buk bidan, sebaiknya mereka langsung dilarikan saja ke rumah sakit. tadi sebelum adik itu bertindak mereka mengalami pendarahan yang sangat parah namun akhirnya bisa ditangani oleh adik tersebut." ungkap polisi itu.

( siapa yang telah memberiku laporan korban kecelakaan ini laporannya sangat akurat sekali atau jangan-jangan ya adalah seorang dokter yang ahli tapi tidak mungkin di sini bahkan namanya tertulis nisa saputri setahu saya tidak ada dokter ataupun bidan yang memiliki nama tersebut ) batin bidan itu.

tanpa berpikir lama lagi mereka pun langsung berangkat ke rumah sakit dan didampingi oleh ketiga polisi tersebut. setelah mereka sampai dan langsung mendapatkan penanganan. tenaga kesehatan yang di tugas untuk menjemput para korban kecelakaan itu pun langsung berunding dengan ketiga polisi. sementara kertas hasil diagnosa yang mereka dapatkan dari bisa sudah diserahkan kepada dokter yang berwajib.

" pak mohon maaf dokter yang bertugas menangani masalah para korban ini ingin bertemu dengan bapak bertiga, menanyakan hal yang menyangkut hasil diagnosa para korban tersebut." ucap petugas kesehatan itu para polisi itu pun langsung setuju dan segera menuju ruangan dokter tersebut.

tok tok tok suara ketukan pintu. terdengar suara di dalam ruangan.

" masuk..." ujar dokter itu. mereka masuk kedalam ruangan dokter Nando putra. mereka pun memasuki ruangan itu.

" maaf dokter Nando. pak polisi yang menangani para pasien di lokasi sudah datang." ucap bidan itu. dokter Nando pun segera bersalaman dengan para polisi itu, dan segera menyilakan mereka duduk.

" maaf pak mengganggu waktu bapak. saya hanya ingin menanyakan tentang keberadaan dokter jenius ini. di sini sudah tertera alamat dan tempat tinggalnya, apakah saya bisa bertemu dengannya nanti, ada beberapa hal yang ingin saya bahas mengenai hasil diagnosa tersebut." ucap dokter itu.

" tentu saja. jika ada yang salah kita bisa menemuinya, karena sebelumnya, dia juga sudah berpesan. jika seandainya ada sesuatu silahkan untuk menemuinya di tempat.maka tidak ada salahnya kalau kita menemuinya." ucap polisi itu.

" tapi ngomong-ngomong apakah ada yang terjadi dokter?" tanya mereka

" oh kalau yang terjadi tidak ada, hanya saja hasil diagnosa ini terlalu teliti bahkan saya juga belum tentu mendapatkan hasil diagnosa seperti ini. saya ingin bertemu dengannya dan berterima kasih atas pertolongannya, saya juga ingin mengenal beliau agar mau bekerja sama dengan kesehatan kita nanti" jelas dokter itu sementara para polisi itu hanya mampu mengganggu kan kepalanya saja

" baiklah kalau begitu pak dokter, nanti kapan siap nya silahkan hubungi kami saja pak, kami harus segera kembali bertugas." ucap polisi itu kembali

" baiklah kalau begitu pak pol terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk mengantar para pasien itu. " ucap dokter itu lagi setelah itu para polisi pun langsung pergi dan kembali bertugas. begitu juga dengan dokter yang menangani para pasien tersebut.

***bersambung***

1
Nia Risma
ati" yang punya banyak tanah nganggur,,kalo g di manfaatin bisa di sita pemerintah loh🤭🤭
Nia Risma
hadewh mereka berdua ini ya,,,pada Ngadi ngadi
Nia Risma
Aska,,kamu g boleh egois ya
Nisa berhak bahagia dengan pilihannya sekarang,,
kalo emang kamu sayang sama Nisa,harusnya di awal kamu bisa menolak dengan tegas perjodohan kamu itu,,tapi apa yg kamu lakuin malah ngilang tanpa kabar dan sekarang mau balik lagi sama Nisa
bangun bang,,nanti jatoh malah kejang
Nia Risma
lah situ aja egois,tapi g rela Nisa ninggalin kamu,,,
hellooo mana ada wanita yg mau cuman di jadikan tempat sementara
Nia Risma
lah g sadar diri,,,pergi kek jaelangkung tanpa pamit,,,
Nia Risma
kangen sarapan pake nasi,,,🥹
Nia Risma
lah di perpus boleh buat ngobrol gitu??
Nia Risma
AQ mampir Thor,,,
Erna Ladi Yanti
lanjut terus thor
Nana Niez
Gayatri siapa lagi thoooorrr,, astaagaaaaa,, kacau sekali bacanya
Nana Niez
sblmnya panggil bang,, trs skg panggil tuan,, balik ingatan lg panggil nama aja,,, galau banget
Nana Niez
kok tb2 panggil papa, dibantu sblmnya masih manggel om tante
Nana Niez
kok g ada penjelasan nisa bangunin kakaknya rumah sm bikin rmh sdri ya,, apa aq yg kelewatan
Nana Niez
kapan dia bawa????
Nana Niez
kok jdi galau sih Thor,, hbs bingung sm ayah dan bapak skg aku dan saya,,
Nana Niez
bingung panggilan ayah dan bapak,, hadeh
Nana Niez
chat eun woo othorr,,, ih, masa Lee Min ho🤭
Nana Niez
se fasih itu kali Thor mksdnya,, 🤭🤭🤭
Erlina Ibrik
Dedi*
Erlina Ibrik
yang bener yang mana , kadang bapak kadang ayah manggil org tua nya si Nisa ini...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!