Sarah, seorang gadis cantik berusia delapan belas tahun yang kini masih menduduki bangku kelas 12 SMK harus rela menerima tawaran untuk mengandung benih dari seorang CEO yang sudah lama menikah namun tidak memiliki anak.
Awalnya Sarah menolak namun waktu semakin berjalan sang ayah ahrus segera di Opresi dan ia membutuhkan biaya yang cukup besar.
....
Penasaran kan? Ayo ikuti terus kisah dari setiap bab novel "Rahim Bayaran"
Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 31
"Sudah lah ma, mengapa mama pilih kasih antara Sarah dan Liza, bukan kah mama juga mengetahui nya sekarang Liza juga sedang hamil, sudah lah ma aku tidak ingin berdebat, sebaiknya mama saja yang menjenguk Sarah,aku akan menjenguk nya lain kali."Ucap Aksa yang kemudian berjalan menuju kamar nya.
"Astaga, mengapa anak itu sekarang jadi sangat kejam?"Batin mama Dita mengeluh karena melihat tingkah lagi Aksa yang berbeda sejak kehamilan Liza.
Sementara itu di kamar Aksa.
"Mas, kau sudah pulang."Ucap Liza kepada Aksa yang baru saja masuk ke dalam kamar itu.
"Iya sayang, bagaimana dengan kondisi mu hari ini?"Tanya Aksa terlihat sangat menghawatirkan Liza.
"Sudah lebih baik."Jawab Liza sambil tersenyum.
"Bagus lah kalau begitu apa kau sudah makan?"Tanya Aksa.
"Aku belum makan."Jawab Liza menatap Aksa dengan tatapan nanar.
"Astaga mengapa kau tidak makan? Mulai sekarang kau harus lebih memperhatikan makanan mu, ya karena sekarang kau tidak sendirian."Ucap Aksa memegang perut datar Liza.
"Baik lah, bagaimana kita makan bersama."Ucap Liza kepada Aksa.
"Kau bisa memilih mau makan apa? Atau kita makan di restoran saja?"Tanya Aksa kepada Liza.
"Baik lah, apa kau tidak lelah mas?"Tanya Liza dengan tatapan mata yang tidak bisa di artikan.
"Aku tidak lelah, bersiap lah aku akan membawa mu makan ke restoran kesukaan mu."Ucap Aksa kepada Liza.
Liza mengangguk senang mendengar ucapan Aksa.
Sementara itu mama Dita ia masuk ke dalam mobil nya dengan wajah kesal tidak kuasa lagi menahan semua rasa marah yang ada di dalam hatinya.
"Fila Sarah pak."Ucap mama Dita kepada sopir pribadi nya.
"Baik nyonya."Ucap sopir pribadi mama Dita tersebut yang menyalakan mesin mobil Kemudian melaju menuju ke Fila Sarah.
"lihat saja Aksa, hari ini mama akan mengajarkan mu bagaimana itu rasa tanggung jawab."Batin mama Dita menggerutu.
Tidak butuh waktu lama,mama Dita pun akhirnya tiba di Fila Sarah.
Ia Tampa basa-basi turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Fila.
Terlihat bi Asih yang sedang mengepel lantai Fila.
"Asih di mana Sarah?"Tanya mama Dita kepada bi Asih.
"Nyonya, kapan nyonya tiba? Nyonya muda ada di dalam kamarnya."Ucap bi Asih kaget bercampur senang karena akhirnya mama dari Aksa datang untuk menjenguk Sarah meskipun itu bukan Aksa.
Setelah mendengar kan perkataan bi Asih mama Dita pun bergegas menuju ke kamar Sarah.
Pintu kamar itu tidak di kunci, hanya dengan sekali dorong saja sudah terbuka, terlihat Sarah yang sedang melamun di kursi depan jendela kamar nya.
Sarah."Lirih mana Dita melihat Sarah yang duduk diam di kursi nya.
Sarah yang menyadari ada yang masuk kamar nya sontak kaget dan menoleh ke arah suara yang memanggil nya barusan.
"Mama."Lirih Sarah memangil mama Dita mertuanya.
"Sayang apa yang sedang kau lakukan? Bukan kah melamun itu tidak baik?"Ucap mama Dita mendekati Sarah.
"Aku tidak melamun ma, kapan mama tiba?"Tanya Sarah berdiri dari duduknya dan menyalami mama Dita.
"Tidak melamun apanya? Mama datang ke sini saja kau tidak tau kapan mama berdiri di kamar mu ini."Jawab mama Dita.
"Hehe,aku minta maaf ma, oh iya ayo duduk lah ma,apa mama sudah makan? Aku akan membuat makanan untuk mama."Jawab Sarah antusias berusaha menutupi rasa sedih nya dari sang mama mertua.
"Tidak Sarah, duduk lah mama ingin bicara kepada mu."Ucap mama Dita memegang pergelangan tangan Sarah.
Sarah terdiam dan menatap mama Dita.
"Ada, ada apa ma?"Tanya Sarah berusaha menahan air matanya untuk tidak mengalir saat itu.
"Sarah, katakan kepada ku,apa kau mencintai Aksa?"Ucap mama Dita memegang kedua pipi Sarah.
"Me, mengapa mama bertanya seperti itu?"Ucap Sarah gugup.
"Karena mama melihat mu cukup sendu sejak Aksa tidak datang ke sini, dan bukan hanya itu,bi Asih juga menelpon mama dan mengatakan jika dirimu tidak mau makan."Ucap mama Dita khawatir.
"Ti,aku, aku tidak mencintai mas Aksa ma, mungkin ini bawaan dari bayi yang ku kandung saja."Ucap Sarah berbohong.
"Sarah, mama tau kau sudah terbiasa bersama dengan Aksa dan selalu dekat dengan nya sejak kau hamil dan sekarang usia kandungan mu sudah lima bulan dan wajar saja kau terus ingin dekat dengan nya dan merasa cemas."Ucap mam Dita yang tau betul bagaimana rasanya menjadi ibu hamil.
"Tidak apa ma, aku hanya harus menyadari posisi ku sebagai apa di hidup mas Aksa, dan aku tidak boleh melupakan posisi ku."Ucap Sarah tersenyum hambar.
Bersambung ....
ya dahlah 🤭
typonya semakin bnyk dan penulisannya masih belum rapi 😌
alurnya sih udah kebanyakan cerita yg sama cuman biasanya para penulis punya khas/gaya nya sendiri menulis sebuah cerita
tapi masih cukup bisa dibaca dan dipahami alurnya.