NovelToon NovelToon
Kidung Kegelapan

Kidung Kegelapan

Status: tamat
Genre:Petualangan / Horor / Supernatural / Dunia Lain / Mata Batin / Rumahhantu / Tamat
Popularitas:266.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Al Orchida

Syhang nyang cipto gumono, rawuhno sejatining… kang aperojo hing songgobuwono rawuh rawuh rawuh mijil dateng pangarsanisun…

Asap dari bakaran kemenyan membumbung pekat di dalam ruangan. Menebar bau harum menggidikkan ke seluruh area rumah mewah yang baru saja di tempati Mbah Priyo dan keluarga.

Rumah mewah yang dulunya milik paranormal kondang, yang masih berdiri kokoh dengan segala keangkerannya selama empat puluh tahun itu akhirnya berpindah tangan. Dari keluarga Pak Karman ke penghuni baru yang juga seorang paranormal, Mbah Priyo.

Selanjutnya, kisah Mbah Priyo dan segala lelakunya sebagai paranormal dimulai dari rumah dengan tingkat wingit paling tinggi tersebut. Membangkitkan kejayaan paranormal kondang yang telah runtuh dengan kidung-kidung dari alam kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara Misterius

Tyas mengurung diri di kamar hampir seharian penuh. Air mata sudah tidak tampak menetes, tapi sembab masih sangat kentara di wajah ayu yang menyimpan sejuta sendu. Lukanya belum sembuh, tapi kemalangan seperti tidak mau berakhir dari hidupnya. Apa salahnya sampai dia harus menerima karma seperti ini?

Kemarin sore, menyadari terlambat seminggu dari periode bulanan membuat Tyas ketakutan, sehingga dia meminta tolong Mbok Sum yang membantu di rumahnya untuk mencarikan alat tes kehamilan. Firasat buruknya terbukti, dirinya pasti positif hamil setelah tiga kali percobaan dan hasilnya sama. Dua garis.

Malam merangkak naik, Tyas tidak ada keinginan sedikit pun untuk keluar kamar membicarakan kondisi yang harus dilalui dengan orang tuanya. Niatnya menggugurkan kandungan ditolak mentah-mentah oleh ibunya. Bapaknya yang biasanya mendukung dirinya pun tidak setuju dengan idenya.

Alasannya hanya satu, anak yang dikandung Tyas tidak bersalah. Terlebih anak itu terhitung masih keturunan mereka. Tidak mungkin seorang kakek, nenek bahkan seorang ibu akan tega memusnahkan darah dagingnya.

Tyas ingin mati, ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, tapi keberaniannya tidak ada. Tyas juga ingin bertemu Wisnu, tapi nyalinya juga menciut. Dia tidak mungkin jujur menyatakan dirinya hamil setelah hari naas mereka, lalu dengan percaya diri meminta Wisnu menikahinya? Impossible!

Tyas bisa saja menyetujui ide bapaknya memasang mantra pengasihan pada Wisnu agar tidak meninggalkannya, tapi hal itu ditolaknya keras. Tyas bahkan mengumpat Mbah Priyo yang notabene bapaknya, yang hanya mementingkan perasaannya tanpa bertanya lebih dulu. Tyas mencintai Wisnu, tapi tidak mau menjebaknya dalam masalah yang sedang menimpanya. Anak yang dikandungnya entah anak siapa, jadi kenapa Wisnu yang harus bertanggung jawab?

Hujan mulai turun, rintiknya terdengar samar di atap rumah. Sepi. Hanya angin yang berdesau keras menabrak jendela kaca kamar Tyas. Membuat suara seperti ketukan mistis di tengah malam.

Tyas tidak bisa memejamkan mata, hatinya lelah, pikirannya kacau dan tubuhnya tidak merasa nyaman. Mual, pusing, meriang dan segala macam gejala perubahan hormon tubuh karena kehamilan mendadak terasa.

"Tyas …."

Lengang. Angin kembali bertiup kencang, membawa suara samar yang memanggil dari kejauhan. Suara yang segera tenggelam oleh angin ribut dari luar jendela. Sesekali tirai bergerak karena hembusannya yang menyeruak melewati ventilasi udara.

Tyas tertegun menajamkan pendengaran. Mencoba lebih konsentrasi pada suara lain selain angin yang menggebrak kaca jendela kamarnya. Nihil.

Dalam rasa penasaran, Tyas turun dari ranjang dan menyibak tirai sedikit. Mengintip keluar rumah, memastikan tidak ada siapapun yang sedang iseng memanggil namanya.

BRAK!!!

Tyas mundur selangkah secara spontan. Jantungnya serasa meledak dan kakinya gemetar hebat. Sesuatu menabrak jendelanya, persis di depan wajahnya. Berwarna hitam ….

Kelelawar? Terlalu kecil. Mungkin burung hantu atau binatang malam lain yang bisa terbang, begitulah Tyas mengambil kesimpulan pada beberapa kemungkinan yang baru saja terjadi. Kaca jendelanya bahkan seperti masih bergetar karena kerasnya benturan.

"Ty-as … sa-yang …."

Tyas bergidik, rekaman pikirannya bekerja cepat mengingat suara yang sedang memanggilnya.

"Bam-bang? Tidak mungkin!"

Seraya menggelengkan kepala keras-keras, Tyas kembali ke tempat tidur. Menyelimuti tubuhnya yang mendadak menggigil. Bukan karena takut, tapi karena ada sesuatu yang berbeda di udara yang sedang dihirupnya. Udara yang membuat Tyas mengantuk tanpa bisa dilawan.

Tyas memejamkan mata seraya mengingat raut Bambang yang sangat terluka saat berada di rumah kosong tempatnya digarap para preman. Raut bingung bercampur marah ketika mendapati dirinya dalam kondisi telanjang dan tidak lagi perawan.

Namun, endapan pikiran tentang Bambang dan segala hal buruk di rumah kosong itu segera menghilang. Tyas sudah jatuh lelap dalam mimpi terdalam. Mungkin karena lelah, mungkin juga karena ada kegelapan yang sedang bekerja di bawah tangan seseorang. Kegelapan yang dengan sengaja dihembuskan angin khusus untuk mengirimnya ke alam bawah sadar.

Yang jelas Tyas tidak keberatan dilelapkan, dia memang butuh istirahat untuk menjernihkan pikiran.

"Tidurlah Tyas sayang …!"

Suara itu terdengar lembut dan memerintah, membius dengan misterius hingga Tyas larut dalam buaian mimpinya.

***

1
Enka Maggenta
Awal yg menarik
Diana Dwiari
mas Bambang hancur karena pocong Candra....
Diana Dwiari
ah....JD gt ceritanya,akhirnya Tyas nikah sama bambang
nikeisha
selalu suka
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks akak🙏
total 1 replies
Rika Iftakul
emang punya berapa sukma mbah pri
Rika Iftakul
jadi nnti gak ada yg bisa runtuhin bambang slama 40 tahun
Rika Iftakul
pantesan aja mbah priyo kalah lha wong siluman buaya sudah di taklukin bambang kok
Rika Iftakul
oh ternyata dulu bambang itu normal
Rika Iftakul
betul tuh nanti jadi bom waktu bisa2 kalo pas wisnu marah terus bilang ke anak tyas dasar anak berandalan gitu
Rika Iftakul
siluman peliharaanmu gak mau makan itu karena silumanmu mungkin udah diberi makan bambang trus ntar menyerangmu nggak mbah priy
Rika Iftakul
tapi awas mbah pri ..anak tyas itu dilindungi sama bambang loh
Rika Iftakul
bener sih nu kalo tyas saja walau udah gak suci gapapa tapi itu kalo hamilnya ya gabisa
Rika Iftakul
berarti secara gak langsung wisnu juga ttep nerima tyas ya walau udah ternoda gak PW
Rika Iftakul
wah ternyata ngedan itu termasuk lelaku buat dapat ilmu pelet birahi itu ya bambang
Rika Iftakul
apa bambang juga minta perlindungan dukun atau jangan2 bambang sendiri tuh yg jadi dukun
Rika Iftakul
kek nya mbah pri sendiri deh yg berkorbanin nyawanya
Rika Iftakul
mbah priyo apa ya yg mati nanti gantiin kidung kegelapan yg ke 5
Rika Iftakul
sukma bambang
Rika Iftakul
terus jumpa dimana thor

apa ini sukma bambang
Rika Iftakul
sakit gaib memang begitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!