NovelToon NovelToon
Cintaku Di Lorong Waktu

Cintaku Di Lorong Waktu

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Sci-Fi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:45.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irish_kookie

Tahun 3264, seorang wanita, bernama Dream, melakukan pelarian di karenakan di masa itu punya peraturan, bahwa setiap orang yang sudah menginjak usia 20 tahun, akan di test menggunakan kalkulator kehidupan, dimana kalkulator itu akan membantunya menemukan pasangan hidup 100%. Dan jika presentase pasangan tersebut sudah 100%, maka pasangan tersebut wajib menikah. Dream yang saat itu sudah berusia 22 tahun, sudah mendapatkan pasangan dengan kecocokan 100%, dan harus segera menikah. Namun karena Dream ingin merasakan "berdebar" karena jatuh cinta, akhirnya kabur bersama dengan Kai, sahabatnya. Di saat para penjaga di kediaman Dream mengejar mereka, Dream dan Kai bersembunyi di sebuah bangunan, dan ternyata bangunan itu adalah lorong waktu yang membawa mereka ke tahun 2022. Disanalah mereka bertemu V, seorang pria pekerja keras, yang pada akhirnya terjebak juga di masa depan. Bagaimanakah petualangan mereka pada akhirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

After the Rain

Di tahun waktu ini, aku memiliki banyak kebiasaan baru, menatap bintang, menunggu pagi, melihat matahari terbenam, dan sekarang, aku senang mencium wangi tanah sebelum dan saat hujan. Aku akan membuka jendela lebar - lebar, dan menghirupnya. Ini yang dikatakan Kai, "Kamu hanya melakukan hal - hal yang manusiawi, Dream. Yang mungkin banyak orang lain juga menikmati itu" sahutnya.

Setaun sudah kami disini, restaurant V juga sudah berjalan setahun juga, maka itu kami bisa bertahan hidup. Dan entah kapan si author brengsek itu akan menghubungkan kami dengan tahun waktu kami lagi. Aku juga belum dapat titik terang dari hubunganku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku mau pulang, walaupun aku sudah terbiasa disini.

...----------------...

"Dream...dream...1 spaghetti carbonara, extra cheese" sahut Bry. Aku dan V saat ini bekerja di bagian dapur, aku sudah mahir memasak sekarang. Aku tidak mau hanya duduk manis di meja kasir.

"5 menit, Spaghetti carbonara extra cheese!" aku menjawab, dan V menyiapkan saus carbonara, aku menghangatkan spaghettinya. Saat orderan selesai, aku menekan bel ting, Bry atau Kai akan mengambil pesanan para tamu untuk di sajikan.

Sajian jam makan siang selesai. Aku dan V, memasak untuk makan siang kami, Bry dan Kai merapikan meja dan piring-piring kotor tamu.

"Tunggulah disana, ini akan selesai sebentar lagi." sahut V kepadaku, yang sedang menyiapkan makanan.

"Baiklah, terima kasih" sahutku. Aku melepas apronku, dan bergegas menuju salah satu meja untuk kami gunakan. Aku membalikkan tanda open menjadi close di depan pintu.

"Ah nikmatnya duduk" sahutku, melepas kelelahanku.

Kai datang dan memijat - mijat pundakku, sentuhan tangan Kai membuat tubuhku bereaksi. Aku belum pernah dipijat sebelumnya, jadi rasanya geli ketika Kai memijat di pundak.

"Hahahaha...hentikan Kai...hahaha" sahutku tertawa.

"Ini namanya pijat tradisional. Kemarin Bry memijat pundakku seperti itu, awalnya tidak enak, tapi setelahnya, wow, sulit di ungkapkan." terang Kai kepadaku. Aku menengok memandangnya. Ada rasa tidak nyaman di hatiku, saat Kai berkata Bry yang memijatnya.

"Lain kali, aku yang akan memijatmu. Aku akan belajar bagaimana caranya memijat itu." sahutku. Tak lama V datang membawa makanan, Kai berlari dan dengan cekatan membantunya.

"Biar aku yang memijatmu, Dream. Dan Kai, jauhkan tanganmu dari Dream. Aku tidak akan semudah itu membiarkan kamu mengisi hatinya." sahut V. Raut wajahnya serius kali ini.

Bry datang, dan mengambil satu piring untuk dirinya sendiri, "Makan dulu lah, baru kalian tarung, aku akan merekam kalian, dan mengirimkan ke pak Mark." sahutnya.

"Dan bagaimana cara kamu mengirimnya?" tanyaku.

"Kita tinggal tunggu di depan lorong waktu bukan?" sahutnya, kemudian mulai makan.

"Ah, akan turun hujan sore ini." sahutku, menghirup wangi daun dan tanah.

"Dream sudah menjadi pawang hujan, hanya dengan menghirup wangi daun dan tanah....hahahaha" sahut Bry. Aku pura - pura kesal dengan Bry.

"Setelah ini kita bisa beristirahat sebentar, sebelum buka jam makan malam lagi" kata V.

"Biar aku yang mencuci" sahut Bry, sambil merapikan piring, dan membawa piring- piring tersebut ke dapur untuk di cuci. Kai membantunya.

Aku menuju kamarku di atas, sesampainya, aku membuka jendela kamarku selebar mungkin, rintik gerimis sudah mulai berjatuhan, aku membiarkan tetesannya menembus jendela kamarku.

"Hai" sapa V. Aku memandangnya, dan mempersilahkan V duduk di sampingku.

"Hai, terima kasih kerja kerasnya hari ini" sahutku. V tersenyum, "Terima kasih juga bantuannya, ya nona Dream." katanya.

"Sudah lama sekali tidak mendengar namaku di panggil dengan sebutan nona." aku tersenyum, satu tetes airmataku jatuh ke pipiku, dan V mengusapnya. Dan itu malah membuat puluhan tetes airmata jatuh semakin banyak. Dia memelukku, aku menangis di pelukannya.

"Aku rindu mama dan papa, V. Aku rindu ibu Kai. Aku rindu semuanya." tangisku, "papa memintaku untuk menikahimu, bagaimana bisa kan, maksudku kalau aku di asingkan seperti ini, aku bahkan tidak memikirkanmu sedetik pun" sahutku lagi, tangisanku semakin besar, dadaku semakin sesak, dan rasa rinduku sudah tidak dapat aku tahan lagi. V tidak berkata satu kata pun, dia hanya memelukku dan mendengarkan tangisku. Suara tangisku berlomba dengan suara hujan yang semakin deras.

Jamuan makan malam berlangsung dengan baik seperti biasanya. V selalu melihat ke arahku dengan tatapan cemas. Dan aku rasa, Kai menangkap tatapannya, karena Kai meminta bergantian tugas, "Nanti kita bicara yah, Dream" sahutnya dalam bisikan. Aku mengangguk. Kai sekarang di bagian dapur bersama V. Bry memandangku, "Kamu baik - baik saja, Dream? Kalau lelas, naiklah ke atas, setelah ini aku akan menemanimu" sahut Bry. Aku mengangguk, "Terima kasih Bry" sahutku, dan aku bergegas menuju kamarku. Apa orangtuaku sudah mengadopsi anak perempuan lain sebagai penggantiku? Atau bahkan anak laki - laki, sehingga bisa menggantikan papa? Apa mama tidak merindukanku, kenapa mama tidak mencariku? Bahkan berkunjung pun tidak. Pikiran - pikiran itu membuatku semakin tenggelan dalam kesedihanku sendiri, dan airmataku kembali berjatuhan.

"Dream, are you oke?" Aku mendengar samar - samar suara Kai, atau V? Aku tidak tau. Entah sudah berapa lama aku menangis sampai terlelap. Aku membuka mataku perlahan, Kai.

"Kai..." sahutku. Aku berusaha untuk duduk, tapi Kai menahanku.

"Tetaplah berbaring" katanya, "Kamu ingin aku temani atau ingin sendiri?" tanya Kai lagi. Aku mendongak, memandangnya, "Temani aku Kai" sahutku. Aku memeluk tangan Kai. Kai membelai rambutku, dan menenangkanku, "Tidurlah Dream, aku akan ada di sampingmu sampai pagi datang" katanya.

"Maafkan aku, Dream, seharusnya aku menolak dan membuang jauh perasaanku. Aku tidak pantas untukmu. Aku hanya penjagamu, kamu tau. Sudah sewajarnya papamu marah, dan mengasingkan kita. Dan saat itu, harusnya kamu tidak perlu ikut kesini, harusnya aku membelamu, tapi aku malah diam saja, dan hatiku sangat bahagia begitu tau, kamu ikut dengan kami. Maafkan aku, Dream. Andai waktu bisa diputar..." sahutnya. Aku mencoba untuk duduk, "Bukan salahmu, aku yang salah. Seharusnya aku tidak melakukan itu. Tapi kamu tau, maksudku, hampir semua melakukan itu, bahkan orang yang menikah pun melakukan itu, karena kita hanya mengikuti peraturan kan, untuk menikah berdasarkan hitungan." sahutku, aku berusaha membela Kai supaya dia tidak menyalahkan dirinya sendiri. Tak lama V datang, aku memandangnya, "Kemana Bry?" aku bertanya kepadanya.

"Dia ingin keluar sebentar katanya" jawab V, "aku mendengar percakapan kalian, maaf tidak bermaksud mencuri dengar, hanya itu terdengar sampai bawah" sahutnya, "aku mau bertanya, kamu tidak harus menjawabnya sekarang, hanya, aku akan mengambil tindakan setelah aku mendengar jawabanmu." katanya V lagi. Matanya memandang antara Kai dan aku bergantian.

"Kamu melakukan itu dengan kami berdua, dan apa yang kamu dapatkan. Aku tidak akan membahas soal rasa, aku menanyakan tentang hatimu?" tanya V. Aku meluruskan dudukku, dan menghela nafasku, "Aku rasa ini akan serius" sahutku, "ada hal yang aku harus luruskan disini, pertama, aku hanya melakukan itu dengan Kai, aku tidak melakukannya denganmu. Kalian berdua membuatku bingung. Dan mungkin aku juga membuat kalian bingung, maafkan aku. Aku menyayangi kalian berdua. Aku tidak bisa memilih." sahutku lagi, aku membenamkan wajahku di dalam pelukan lenganku sendiri.

"Kamu tidak bisa memilihku, Dream. Aku pengawalmu. Aku tidak bisa menerima perasaanmu" jawab Kai, kemudian bangkit, berdiri, dan pergi. Aku memandangnya. Aku benci status sosial itu. V duduk di sampingku, menggantikan posisi Kai.

"Aku benci padamu V, di saat aku sudah menetapkan hatiku untuk Kai, kamu tiba - tiba datang, dan menghidupkan kembali rasa sayangku untukmu" sahutku. V memelukku, "Aku tau aku datang bukan di saat yang tepat. 2 tahun aku memikirkan ini, dan ternyata aku baru sadar bahwa aku menyukaimu setelah kamu pergi dari hidupku. Dan aku senang sekali saat aku melihatmu dan Kai di hotel saat itu, dan kembali aku kehilangan kamu lagi ketika kamu kembali. Kali ini aku tidak akan melepasmu lagi. Biarkan aku masuk kembali ke hidupmu." kata V menjelaskan perasaan dan keinginannya.

"Cobalah, V, cobalah. Kalau memang seperti itu, aku harus bertahan disini lebih lama lagi bukan? Rasa itu masih ada untukmu, namun mereka terkubur jauh di dalam sana. Dobraklah temboknya, tembus penjaganya, dan tariklah mereka dari dasar kegelapan"." sahutku. V mengangguk setuju, "Bersiaplah V, aku datang kepadamu" jawabnya, mengecup keningku.

...----------------...

**EPILOG

Kai POV**

Aku tidak bisa berdiam diri melihat Dream seperti itu, tapi aku tidak tau harus bagaimana. Ah, ini semua salahku, kenapa aku harus menyukainya.

"Kai!" sahut V.

"Bagaimana Dream?" aku bertanya padanya.

"Dia sudah tidur. Kita bicara sebentar kalau kamu tidak terlalu lelah." katanya. Aku menggeleng.

"Sejak kapan kamu menyukai Dream?" tanya V. Aku duduk berhadapan dengan V.

"Sudah dari lama. Tapi ibuku selalu mengingatkanku, bahwa sampai kapan pun, aku tidak bisa menikahinya." jawabku. Aku melihat V menghela nafasnya.

"Dan ketika kamu melakukan itu dengannya, bagaimana perasaanmu?" tanya V lagi.

"Aku senang, aku akhirnya bisa memiliki Dream, aku lupa bahwa aku tidak boleh seperti itu. Saat itu yang ada di pikiranku, hanyalah Dream. Aku lupa akan kenyataan yang terbentang luas di depanku. " aku menjawabnya. V memukul meja dengan kepalan tangannya. Aku paham dia pasti akan marah.

"Aku tidak akan maaf, asal kamu tau, karena, ya aku melakukannya dengan cinta, dan dia membiarkan aku masuk ke dalam hatinya." sahutku lagi.

"Aku yang meminta kepada Mark untuk menikahkan Dream kembali denganku! Tapi itu berantakan ternyata" sahut V.

"Menikahlah disini V, aku akan menjadi wali kalian, dan Bry akan menjadi saksinya." aku menjelaskan rencanaku kepada V.

"Tidak. Aku tidak akan memaksanya, aku akan mulai kembali dengan perlahan. Dan aku mengajakmu untuk bersaing bersamaku, persetan dengan aturan. Dream juga ada rasa untukmu Kai. Kita bersaing dengan sportif" sahutnya, mengulurkan tangannya. Aku membalas uluran tanganny, "oke"

...----------------...

1
Senajudifa
aku mampir thor
Senajudifa
jgn suka memberi harapan dream
Vi
hi dream apakabar???sengaja mampir karna lihat kover sampulnya di ganti...
Senajudifa
kai dan v
Senajudifa
kapok kau robbie
Senajudifa
betul itu luna
Dehan
Ah yakin kamu?
Dehan
Keren..
boleh pinjam robot pelayannya gak kai? 😂
Olive 🫒: sewa kak 😂
total 1 replies
Diyan
aku tandain dl kak
Diyan
berat banget kayaknya beban hidupmu yah dream smPe ga bisa bangun 🤣
Olive 🫒: untungnya bukan 🤭
total 1 replies
Senajudifa
apa sebenarx robbie itu tak punya istri
Olive 🫒: punya kak, dia udh divorced ceritanya
total 1 replies
Senajudifa
🤣🤣🤣ya ya betul itu yg dibutuhkn ponsel cinta tak bs dipakai unt menelpon
Senajudifa
oh no...jgn menyerah luna
Senajudifa
kurang ajar
nezuko
dream konyol banget 😂
Keeva Dewanti
Keren loh karyamu ini kak 👍🏽
Olive 🫒: makasih kak Keeva dukungannya. baca yg lain juga yah kak, sampe tamat kalo boleh 🤭 ngelunjak ih
total 1 replies
Little Angel
congrats kak, aku nemu karya kakak yg ini ada di beranda kontrak baru 🤗👏 sukses terus yah kak, semangat
Olive 🫒: Iya kak Angel lagi di promoin, tp telat banget yah? 😅 tp gpp daripada ngga sama sekali kan?

amin, makasih kak Angel 🤗
total 1 replies
Little Angel
nyicil kak, nanti disambung lagi
Dehan
Gimana sih?
cinta kok belum pasti
Dehan
hahahah sampe tersedak-sedak 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!