NovelToon NovelToon
Love Me

Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:757.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: vi_via

Follow IG ; Vi_via129.

Alana adalah gadis yang baik hati dan cerdas. Tapi karena keloid di wajahnya dan penampilannya yang aneh membuat ia sering di bully di sekolah dan lingkungan tempat dia tinggal. Bahkan saudari kembarnya pun ikut-ikutan membullynya.

Hingga suatu hari pembullyan itu menyebabkan Alena saudara kembarnya koma dan Alana yang harus menanggung biaya perawatan Alena.

Sadar ia tidak memiliki apapun dan akan semakin menyulitkan hidupnya jika ia terus berhutang kepada sahabatnya. Alana memutuskan untuk menerima tawaran sahabatnya Naya untuk menikah dengan Pamannya yang terkenal dengan kata kejam, sadis dan tak punya hati. Dengan harapan ia dapat mengubah takdirnya.

Sanggup seorang Alana mengubah takdirnya menjadi lebih baik? Dan bagaimana cara dia menghadapi, pria tak berhati yang terkenal sadis dan kejam itu? Kepo in yuk.🤗🤗

Mengandung sedikit bumbu panas-panas.🤗🤗 Harap bijak dalam memilih bacaan.😘😘 follow IG vivia129. untuk visual dan segala informasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran Naya.

Keesokan harinya Saddam terbangun lebih dulu dan mendapati Alana masih tertidur pulas di sampingnya dengan memunggungi Saddam ."Kenapa dia belum bangun! Apa dia tidak ke sekolah hari ini!" Gumam Saddam sambil melihat jam di ponselnya. Waktu telah menunjukkan pukul enam pagi.

Saddam menatap kembali kepada Alana yang masih meringkuk di bawah selimut itu. Pria itu mengulurkan tangannya untuk membangun Alana. " Astaga." Pekik Saddam, ia sedikit terkejut saat menyentuh pundak Alana yang terasa begitu hangat. " Lana." Panggilannya sambil membalikkan tubuh Alana hingga menghadap kepadanya.

Saddam meraba dahi Alana panasnya lumayan tinggi, membuat Saddam memijit pelipisnya. " Kok bisa kaya gini sih! Merepotkan saja ." Keluhnya kepada dirinya sendiri, sembari bergerak turun dari ranjangnya. Dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan membiarkan Alana tetap tidur .

Beberapa saat kemudian ia keluar dari kamar dengan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya dan satu handuk lagi di tangan, untuk mengeringkan rambutnya yang basah. " Kamu sudah bangun?" Tanya Saddam, ketika mendapati Alana sedang berusaha untuk turun dari ranjang tapi wanita itu sedikit kesulitan untuk berdiri di karenakan nyeri di bagian intimnya, hal itu membuatnya hampir s terjatuh tapi Saddam dengan sigap menahan tubuhnya. " Mau kemana?"

" Aku mau mandi." Jawab Alana, suaranya begitu pelan tapi masih bisa di dengar oleh Saddam.

" Jangan aneh-aneh ya kamu! Kamu nggak bisa rasain apa, kalau badan kamu itu panas banget." Ucap Saddam.

" Nggak papa kok! Nanti juga sembuh sendiri." Sahut Alana sembari meletakkan punggung tangannya di atas Dahinya sendiri. " Paman, bisakah! paman membantu aku ke kamar mandi." Pinta Alana kepada Saddam.

" Baguslah kalau begitu, Setidaknya kamu tidak perlu merepotkan aku lebih dari ini. " Ucap Saddam, ia pun mengangkat tubuh Alana dan membawanya ke kamar mandi, setelah itu meninggalkan wanita itu sendiri di sana tanpa ingin tahu apa yang akan dia lakukan.

Saddam keluar dari kamar mandi dan masuk ke dalam walk in closed nya, mengambil Setelan kerjanya kemudian menggunakannya satu persatu, setelah di rasa penampilan sudah rapi! Saddam pun memutuskan untuk pergi ke kantor seperti biasanya, seolah tidak terjadi apa-apa antara dia dan Alana. Bahkan

Dia sadar efek percintaan mereka semalam membuat Alana sedikit demam! Tapi pria itu tetap bersikap acuh tak acuh tak peduli dengan keadaan Alana saat ini."

Satu jam setelah Saddam pergi ke kantor, barulah Alana keluar kamar mandi, setelah berendam air hangat yang membuat nyeri di bagian intimnya sedikit berkurang. Saat keluar dari kamar mandi, Alana sudah tidak mendapati kebenaran Saddam di sana.

Dia pun tidak mempermasalahkan sikap Saddam, karena sejak awal dia sudah tahu seperti apa sikap suaminya itu. Lagian Alana sudah terbiasa! ketika ia sakit, tidak ada yang akan mengkhawatirkan dirinya." To nanti juga sembuh Sendiri." Kata-kata itu yang ia terapkan dalam kehidupannya sehingga ia tidak terlalu bergantung kepada orang lain.

Pagi itu setelah mandi dan sarapan Alakadarnya, Alana langsung merapikan kamar mereka mengganti seprei dan memungut pakaian mereka semalam, kemudian membawanya untuk di laundry.

Setelah itu Alana kembali ke apartemen Saddam untuk beristirahat, hari ini ia tidak memasak karena sisa masakannya kemarin masih ada dalam kulkas dan masih bisa di makan, setelah di panaskan nanti. Bukan karena dia malas untuk memasak yang baru, tapi karena dia lebih menghargai makanan dan sayang jika harus di buang.

Alana yang terlahir dari keluarga kurang mampu dan hidup dengan pas-pasan, membuatnya mengerti arti kesulitan dan tahu caranya bersyukur.

...\=\=\=\=\=\=\=...

Di sekolah Naya begitu cemas ketika tidak mendapati Alana di sekolah! Ia sudah mencoba untuk menghubungi sahabatnya itu, tapi panggilannya tidak Jawab oleh Alana.

" Kamu dimana sih Al! Kenapa nggak Jawab telpon aku." Gumam Naya, ia masih terus mencoba untuk menghubungi Alana tapi hasilnya tetap sama.

" Nay, Al kemana?" Tanya Alfian saat mendapati Naya sendiri ke kantin tanpa di temani Alana seperti biasanya.

" Nggak masuk! Sakit dia."Jawab Naya dengan Asal.

" Al sakit apa?" Tanyanya lagi.

" Cuma demam kok! Paling besok dia sudah sembuh." Alfian mengangguk kemudian menemani Naya di kantin.

Saking khawatirnya dengan alana, begitu jam pulang sekolah tiba! Naya langsung menuju apartemen pamannya untuk mengecek keadaan Alana.

Setibanya di depan pintu Apartemen itu, Naya beberapa kali menekan bel! Tapi tidak ada yang membukakan pintu untuknya, hingga ia memutuskan untuk menghubungi sandrina.

" Hallo ma." Ucap Naya begitu panggilan itu terhubung.

" Iya sayang! Ada apa?" Jawab sandrina dari seberang sana sembari balik bertanya kepada putrinya itu.

" Ini ma! mama tahu nggak kata sandi apartemennya paman? Naya minta dong."

" Loh, buat apa sayang?" Tanya Sandrina. Naya pun menjelaskan kekhawatiran, sebab hari Alana tidak masuk ke sekolah lagi dan panggilan darinya juga tidak di Jawab oleh Alana. mendengar alasan Naya, Sandrina pun memberitahu sandi apartemen Saddam. Ia juga berkata akan menyusul Naya ke sana.

Begitu selesai menghubungi sandrina, Naya menyimpan ponselnya kembali dan masuk kedalam apartemen Saddam setelah pintu itu terbuka.

Apartemen itu begitu sepi seakan tak berpenghuni." Apa dia ke rumah ibunya ya." Gumam Naya sambil terus melangkah menuju kamar pamannya itu. Pintu kamar itu tidak tertutup rapat sehingga Naya dapat melihat Alana yang tertidur di dalam sana. " Astaga, ternyata dia sedang tidur! Pantas saja panggilanku tidak di jawab." Naya menepuk jidatnya kemudian melangkah masuk kedalam kamar.

" Nyonya Alana yang terhormat! Tumben sekali kamu tidur jam segini." Teriak Naya sembari menyibak selimut yang menutupi tubuh Alana. " Alana bangun__ Al, kamu kenapa." Naya begitu terkejut saat melihat wajah pucat Alana.

" Al, kamu sakit!" Tanya Naya lagi, gadis itu hampir menangis melihat Alana yang terbaring di atas ranjang dengan wajah yang begitu pucat. Panas di tubuh alana juga begitu tinggi. " Al, bangun dong kamu kenapa?" Naya terus membangunkan Alana tapi sahabatnya itu tidak terusik sama sekali.

Karena panik dan takut terjadi sesuatu kepada Alana, Naya pun berlari keluar apartemen dan meminta bantuan office boy yang ia temui untuk membawa Alana ke mobilnya.

Setelah Alana di pindahkan ke mobilnya, Naya langsung membawanya ke rumah sakit Tanpa menunggu sandrina.

Sebab ia begitu takut terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu. Setibanya di rumah sakit Alana langsung di tangani oleh dokter.

Sementara ia menunggu di luar. Naya duduk di bangku yang ada di depan ruang UGD, kemudian mengeluarkan ponselnya, untuk menghubungi sandrina.

Setelah itu Naya kembali menunggu dokter selesai memeriksa Alana dan mengetahui apa yang terjadi kepada sahabatnya itu.

.......

.......

.......

.......

...Bersambung....

...Happy reading...💝💝...

1
siti rohimnah
Biasa
siti rohimnah
Kecewa
Nur Sidah
berapa umur sadam
Katherina Ajawaila
diksh pupuk terus sih, kya jadi subur deh ladangnya
Katherina Ajawaila
Alana sm Alena hamil, kelar kembar identik hamil juga bareng 😘😘😘😘
Katherina Ajawaila
thour bikin Alana hamil biar ceritanya jadi seru Alena nikahin sama Aaron biar ngk berkeliaran itu laki2 tabur benih seenaknya aja
Katherina Ajawaila
Aron edan, ngk tau apa2 main embat aja, tanggung jawab lo perawan anak orang
Katherina Ajawaila
Alana biar hamil thour selesai ujian biar seru, jadi madu
Katherina Ajawaila
iya majikan nya sudah menikah dan istrinya Alana. iya kan thour😘😘😘
Katherina Ajawaila
kapok bucin kan lo Sadam sm bocil yg bisa bikin anak kecil
Katherina Ajawaila
hore Alana si super Women, keren thour ceritanya lucu juga biar Alana hamil thour, jadi kan sadam bucin habis
Katherina Ajawaila
hamil kali Alana thour
Katherina Ajawaila
keren Alana buat sadam keblinger keren thour
Katherina Ajawaila
bentar lagi ada safam yunior, karna Alana lg subur2 nya y thour.
Katherina Ajawaila
mantap Alana
Katherina Ajawaila
semoga Sadam memilih Alana menjadi istri yg terbaik
Katherina Ajawaila
ibu yg ngk tau diri ngk pernah berfikir dr. mana anaknya dpt uang utk biaya nya di rmh sakit sm anak ke sayangnya, 👹👹👹
Katherina Ajawaila
Saddam gendeng, semoga aja ngk kejem ya thour, kasihan juga Alana
Katherina Ajawaila
kel lain aja punya rasa iba. next Thour
Katherina Ajawaila
kasihan amat Alana, thour biar mmnya kebuka hatinya sedikit aja, ibu apa yg nhk punya rasa iba terhadap darah daging sendiri, harimau aja yg begitu jahat akan melindungi anak nya dari pemburu. ibu laknat itu nmnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!