Shu Xiang Li seorang gadis yang kehilangan kekasihnya, Lian Cheng. membuatnya patah hati dan merasakan kesedihan yang mendalam, tiga tahun kemudian Xiang Li melihat seorang pria yang tidak lain adalah pengusaha sukses pemilik Li Yuan Group yang bernama Li Zheng Yuan, yang sangat mirip dengan Lian Cheng.
Apa reaksi Xiang Li saat melihat Li Zheng Yuan yang mirip dengan kekasihnya yang telah meninggal itu?
Dan apa reaksi Zheng Yuan di saat bertemu dengan wanita asing yang tiba-tiba memeluk dan menangis di pelukannya?
Di saat Li Zheng Yuan menyelidiki tentang Fan Lian Cheng dia mengetahui satu kebenaran yang membuatnya marah besar terhadap Ayahnya, Li Suen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shen Ni di usir, Li Suen menyesal
"Ini tidak benar, aku tahu kau sengaja menuduh ku karena ingin mengusir ku dari sini. kau sangat keterlaluan" bentak Shen Ni yang menghampiri Zheng Yuan sambil memukul tubuh anak tirinya itu
"Apa sudah puas, ha? bukti sudah ada tapi kau masih berani tidak mengakuinya, apa kau mengira keluarga Li adalah penampung sampah seperti mu? kau harus ingat satu hal status Nyonya di keluarga ini hanya milik Mama ku, dan kau bukan siapa-siapa" bentak Zheng Yuan yang mendorong Shen Ni sehingga membuat wanita itu terduduk di lantai
"Aarahhhtt" jeritan Shen Ni yang menahan sakit
"Kau telah menipu ku selama ini, dan aku begitu bodoh karena merasa bersalah maka aku memilih bertanggung jawab terhadap mu sehingga aku menikahi mu di saat Mei er baru meninggal, dan menyebabkan Yuan er kecewa pada ku" ujar Li Suen yang menyesal
"jika sehari adalah pengoda maka selamanya juga pengoda, jika di bandingkan Mama ku kau bahkan masih kalah jauh darinya, dia wanita setia pada suaminya walau dia tahu suaminya itu ada wanita lain di luar dia tetap memilih diam, karena apa? karena ingin menjaga rumah tangganya agar suatu saat suaminya yang tidak punya hati itu bisa kembali padanya, dengan kesabaran dan kesetiaannya di rumah ini tapi apa yang dia dapatkan, setelah dia meninggal baru sebulan saja suaminya sudah tidak sabar membawa mu pulang, apa kau tahu bahkan kau tidak sebanding dengan ujung rambut Mama ku, kau hanya layak menjadi sendal yang di injak orang" ketus Zheng yuan dengan menyindir Li Suen dan wanita itu
"Kau keterlaluan, jika kau ingin mengusir ku maka kau harus bayar ganti rugi, aku sudah buang masa muda ku bersama Papa mu ini" ketus Shen Ni dengan emosi
"Bayar? memang berapa harga untuk diri mu itu? kau tidur dengan pria lain dan hamil tapi kau masih tidak tahu malu ingin meminta ganti rugi? jadi siapa yang harus menganti rugi pengorbanan Mama ku? kau menikmati hidup mewah yang seharusnya milik Mama ku, kau merebut semuanya, dan kau kira diri mu yang kotor itu sangat berharga?" ucap Zheng Yuan dengan nada kesal
"Ada kabar baik yang ingin ku beritahu mu, pacar gelap mu itu telah menerima bayaran dari ku untuk mendapatkan bukti perselingkuhan mu, semalam dia memang sengaja mengajak mu keluar, dan dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dengan melayani mu sehingga 4 jam" kata Zheng Yuan dengan senyum
"Tidak mungkin, dia tidak mungkin, semua ini kaulah yang sengaja ingin melawan ku karena berdendam dengan ku"
"Aku memang berdendam dengan mu, tapi bukti yang ku dapat adalah nyata bukan hasil dari rekayasa, kau bersamanya sudah bertahun-tahun lamanya, dan karena ingin harta kau memilih hamil dan membohongi suami mu" ujar Zheng Yuan
"Kalian masuk" perintah Zheng Yuan pada 2 anggotanya yang berada di luar sedang menunggu perintahnya
"Tuan Li" sapa serentak mereka dengan hormat
"Lempar wanita ini jauh-jauh, jika dia berani berulah maka jangan segan-sengan menyiksanya" perintah Zheng Yuan
"Iya" jawab serentak mereka berdua
Dua anggota itu menghampiri Shen Ni yang masih terduduk di lantai, dengan menarik lengannya secara paksa
"Jangan sentuh aku" teriak Shen Ni yang ingin melawan
"Tuan besar, barang-barang Nyonya sudah siap di kemaskan" kata Afang dengan membawa tas koper milik Shen Ni
"Jangan menyentuh ku, letakkan barang ku di kamar" bentak Shen Ni dengan kesal
"Lempar barangnya keluar dan usir dia" perintah Zheng Yuan dengan kesal
"Jangan! jangan mengusir ku. Suen ge, Suen ge" teriak Shen Ni yang di tarik paksa sehingga keluar dari rumah mewah itu
Li Suen yang merasa kecewa dan rasa bersalah lalu melangkah masuk ke ruangan bacanya, sementara Zheng Yuan hanya melihat raut wajah Papanya itu penuh dengan rasa kekecewaan.
"Ma, akhirnya aku berhasil mengungkap hal kotor yang di lakukan siluman itu dan berhasil mengusirnya" batin Zheng Yuan merasa puas karena memang selama ini niatnya adalah mengusir wanita itu keluar dari rumah mewahnya
Di sisi lain Li Suen sedang duduk di kursi ruangan bacanya sambil melihat foto keluarga yang bersama istrinya yang telah meninggal.
"Mei er, aku tahu aku bersalah pada mu, mendengar ucapan anak kita tadi aku menyesali perbuatan ku di masa lalu, aku tidak menghargai mu di saat diri mu masih hidup, aku tahu kau baik bahkan sangat baik, di saat itu aku sangat bodoh dan mengabaikan perasaan mu, aku melakukan hubungan dengan wanita ****** itu di saat aku mabuk, dan yang paling parahnya adalah aku membawanya pulang di saat diri mu baru meninggal sehingga membuat hubungan Yuan er dan aku semakin jauh" batin Li Suen
Sesaat kemudian Zheng Yuan melangkah masuk ke ruangan baca itu
"Apa diri mu menyesal telah mengusirnya?" tanya Zheng Yuan yang berdiri di depan meja Papa nya
"Banyak penyesalan dalam hidup ku, semasa Mama mu masih hidup dan setelah dia meninggal" jawab Li Suen dengan melihat foto yang di tangannya
"Apa diri mu menyalahkan ku? karena aku telah mengusir istri kesayangan mu itu" tanya Zheng Yuan dengan menyindir
"Yuan er, kau tahu jika Papa menikahinya hanya sekedar rasa bersalah padanya" jelas Li Suen dengan mencoba menenangkan hati putranya itu
"Rasa bersalah bisa membalas dengan cara apa pun dan tidak seharusnya dengan cara membawanya pulang dan menjadikan dia sebagai istri" jawab Zheng Yuan dengan tatapan tidak senang
"Aku tahu aku sudah salah langkah dari awal"
"Kau tidak tahu tuan besar, selama ini demi melindunginya kau menyalahkan ku terus dan lebih memihak ke dia dari pada anak mu sendiri, ini mengartikan jika diri mu sangat mementingkan dia, dan yang membuat ku paling jijik adalah kau membawanya pulang di saat rumah kita masih berduka, di saat itu aku baru kehilangan wanita yang paling ku cintai dan di saat itu aku malah melihat Papa ku membawa seorang pelac*r pulang ke rumah, apa kau tahu di saat itu aku benar-benar ingin membunuh wanita itu" jelas Zheng Yuan yang berdendam dengan perbuatan ayahnya
"Jika bukan karena kau mendapati wanita itu telah berselingkuh maka selamanya kau masih menganggap dia wanita terbaik dan telah melupakan kebaikan Mama, karena naf*u maka mata mu telah di tutupi oleh aktingnya" ucap Zheng Yuan dengan penuh kekecewaan
"Yuan er, beritahu Papa apakah sudah lama kau menyelidiki masalah ini? dan kapan kau mengetahuinya?"