NovelToon NovelToon
KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)

KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: windanor

CERITA INI DALAM TAHAP REVISI

YANG TIDAK MENYUKAI TENTANG POLIGAMI MENJAUH!

BIJAKLAH MENCARI BACAAN YANG BERMANFAAT DAN MENGHIBUR.

SEBAIK-BAIKNYA BACAAN ADALAH AL-QURAN.

<===================================>




"Ceraikan aku sekarang!! Aku tidak mau jadi istri kedua apalagi harus berbagi!! " teriak Zana dengan mata yang memerah ,berair.

"Astaghfirullah, Zana. Saya tidak akan menceraikan kamu! " tegas Hanu, menolak mentah-mentah permintaan Zana.

"Tapi aku mau cerai dari kamu! Aku tidak mau jadi istri kedua hiks... Kamu jahat, merahasiakan ini semua dari aku, kalau aku akan jadi istri kedua kamu! Aku benci kamu hiks..."


Di umur 18 tahun dan masih sangat muda, Khazana Vanessa atau yang sering di panggil Zana, harus menyandang status sebagai seorang istri dari pria yang jauh lebih tua darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar bahagia

...Jangan lupa tinggalkan jejak ya!^^...

...~Happy reading~...

Tiga bulan sudah Zana dan Hanu menjalani bahtera pernikahan. Suka dan duka di lewati oleh Zana setiap harinya , umma Sarah yang selalu ikut campur dengan rumah tangganya dengan Hanu. Sedangkan Aniya selalu saja mengatur dan mengekang dirinya.Seolah Aniya lebih tahu tentang dirinya.Entah memang seperti ini menjadi istri kedua, selalu di kendalikan oleh istri pertama.

Ada rasanya Zana ingin kabur dari sini. Andai dia tidak mencintai Hanu, mungkin ia sudah dari dulu kabur dari rumah ini. Sedangkan yang membuat ia makin tertekan adalah Umma Sarah yang selalu melontarkan ucapan yang begitu pedas pada dirinya. Entah salah apa dirinya.

Hueek....Hueek

Zana terus memuntahkan isi dalam perutnya, hingga cairan bening yang ia muntahkan. Tubuhnya begitu lemas dan tidak bertenaga. Zana berpegang kuat pada sisi wastafel di kamar mandi.Pandangan matanya seperti berkunang-kunang, pusing dan pandangan yang perlahan mulai kabur.

Gadis itu berjalan keluar dari kamar mandi. Tangannya menempel di sisi tembok menahan tubuhnya yang rasanya sudah tidak kuat untuk berjalan ke arah kasur.Tubuh Zana langsung ambruk, tapi sebelum jatuh menghantam lantai, Hanu yang tiba-tiba masuk kamar langsung berlari ke arah Zana,dengan sigap menangkap tubuh mungil Zana yang sudah tidak berdaya dan begitu lemas. Mata gadis itu tertutup, tapi masih dalam ke sadarannya.

Hanu membawa Zana ke kasur dan membaringkannya dengan hati-hati di kasur. Menutupi tubuh istrinya dengan selimut sebatas dada.

"Kita ke puskesmas ya. Badan kamu panas, sayang, " ujar Hanu menyentuh kening Zana.

"Tidak usah, Mas. Mungkin karna aku kelelahan, " sahut Zana yang masih memejamkan matanya, merasakan pusing di kepalanya.

"Mas takut kamu kenapa-kenapa, sayang. Kalau begitu Mas panggil dokter umum di puskesmas dulu ya. Tunggu sebentar, Mas ke puskesmas dulu, " Hanu beranjak meninggalkan Zana yang menatap Hanu dengan tatapan sayu.

********

Hanu duduk di sofa, menunggu dokter Devi yang tengah memeriksa keadaan Zana. Ia berdoa semoga istrinya tidak sakit parah. Ia takut Zana kenapa-kenapa. Hanu terus menatap pintu kamar. Bibirnya tiada henti berdoa untuk keadaan Zana sekarang.

Ceklek

Pintu kamar terbuka, dokter Devi keluar dari kamar tersebut. Hanu langsung bangkit dari tempat duduknya dan mendekati dokter Devi dengan wajah yang tampak khawatir.

"Bagaimana keadaan istri saya,Dok? Zana tidak sakit parah'kan? " tanya Hanu mendesak.Dokter Devi tersenyum tipis.

"Pak Hanu tidak usah khawatir. Memang wajar seorang wanita yang tengah mengandung mengalami gejala-gejala seperti itu, " ujar dokter Devi. Hanu mengernyitkan dahinya, bingung dengan ucapan dokter tersebut.

Dokter Devi yang melihat wajah kebingungan Hanu. Yang tidak paham dengan penjelasannya.

"Jadi setelah saya periksa dan melakukan tes urin dengan tespeck istri pak Hanu tengah mengandung, " ujar dokter Devi. Hanu tersenyum lebar dengan matanya yang berkaca-kaca, seolah tak menyangka dengan kabar yang sudah lama yang ia tunggu-tunggu dan kabar yang sangat membahagiakan bagi dirinya.

Hanu mengusap wajahnya , seraya mengucapkan beribu-ribu syukur pada Allah SWT. Keinginannya mendapatkan keturunan dari darah dagingnya sendiri terkabul. Hanu langsung masuk ke dalam kamar, dokter Devi tersenyum melihatnya. Sejujurnya dia sudah tahu bila Hanu menginginkan seorang anak.

Dulu saat beberapa bulan menikah dengan Aniya Hanu sering ke puskesmas, ingin istrinya di periksa. Karna Aniya mual-mual dan pusing seperti gejala perempuan yang tengah hamil dan setelah di periksa, wanita itu tidak hamil . Hanya masuk angin. Itu berlanjut hingga usia pernikahan Hanu dan Aniya berjalan selama 3 tahun yang selalu memeriksa keadaan Aniya, hamil atau tidak.

Segala sesuatu sudah di takdirkan oleh Allah. Seberusaha apa pun kita melakukan segala cara agar Allah memberikan apa yang kita inginkan, tapi bila Allah tidak memberikannya, maka itu tidak akan bisa kita dapat atau pun terjadi. Dari Hanu yang menginginkan seorang anak tapi Aniya tidak bisa memberikan karna mengalami kemandulan. Namun Allah memberikan jalan yang lain yaitu keturunan Hanu bisa di dapat dari wanita lain dan itu melalui berpoligami.

Berpoligami itu di halalkan bagi laki-laki asal bisa bersikap adil.Walau laki-laki sudah bersikap adil. Namun,terkadang para istri tidak bisa menahan cemburu bila satu di antara mereka bermesraan dengan suaminya. Kelemahan wanita itu cemburu dan tidak mampu untuk menyembunyikannya hal itu. Seberusaha apa pun menyembunyikan kecemburuannya akan tetap terlihat dari gerak-gerik dan tatapan mata yang menjelaskan semuanya.

"Sayang , kamu hamil." Hanu menggenggam dan mengecup tangan Zana yang masih terbaring lemas di kasur.

"Alhamdulillah, Mas. Allah mempercayakan kita menjaga titipannya, " sahut Zana yang mengeluarkan air mata kebahagiaan. Hanu mencium kening, pipi dan terakhir mengecup bibir Zana lembut.

"Sekarang kamu tidak boleh banyak beraktivitas .Kamu harus banyak istirahat. Ooh...iya. Kamu mau makan apa, sayang. Mas belikan atau kamu mengidam sesuatu? " tanya Hanu dengan antusias.

Zana tersenyum mendengarnya.

mas Hanu begitu sangat bahagia. Mungkin bila mbak Aniya hamil pasti mas Hanu akan seperti ini juga. Tapi , inilah mungkin sudah takdir dari sang Maha kuasa. Bila mbak Aniya memberikan anak pada mas Hanu, pasti dia tidak mungkin di pertemukan dengan mas Hanu dan terikat pernikahan. Segala sesuatu ada kebaikannya meski ada yang menyakitkan.

*******

"Assalamu'alaikum."

Hanu masuk ke dalam rumah dengan senyuman yang tidak memudar . Aniya terkejut ketika suaminya memeluk dan mencium keningnya.

"Waalaikumsalam, Mas, " balas Aniya melepaskan pelukan suaminya dan memperhatikan raut kebahagiaan yang terpancar di wajah Hanu.

"Mas, kamu kenapa terlihat sangat bahagia sepeti itu? " tanya Aniya penasaran.

Hanu meraih kedua tangan Aniya dan menggenggamnya. "Aku punya kabar bahagia. Zana...hamil, " ujar Hanu tersenyum.

Aniya tersenyum dan sekaligus bahagia mendengar berita tersebut. Tapi senyuman itu perlahan memudar. Melihat kebahagiaan dan antusiasnya Hanu dengan ke hamilan Zana. Mungkinkah bila ia hamil suaminya akan sebahagia itu. Baru kali ini ia melihat raut kebahagiaan dari wajah Hanu yang terbingkai begitu indah. Aniya kembali tersenyum, lebih tepatnya tersenyum kepedihan yang di balut kecemburuan.

Hanu memegang ke dua bahu Aniya yang langsung buyar dari lamunannya.

"Hari ini jatah kamu dengan aku'kan? Tapi sepertinya hari ini dan minggu depannya aku tidur di rumah Zana, sayang. Aku takut Zana kenapa-kenapa bila di tinggal sendirian di rumah.Apalagi sedang mengandung.Kamu tidak apa-apa'kan? " tanya Hanu yang di angguki Aniya dengan senyuman paksa.

"Kalau begitu aku pergi dulu. Aku ingin membelikan makanan untuk Zana, biasanya wanita hamil sangat suka yang asam-asam seperti rujak, " ujar Hanu.

"Abah dan Umma ke mana? " tanya Hanu menatap sekitar ruangan yang terlihat sepi.

"Abah sama Umma pergi, " jawab Aniya dengan lesu.

"Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu. Kamu jaga diri baik-baik. Kalau ada apa-apa telpon aku, " ujar Hanu, mencium kening Aniya sekilas dan langsung pergi setelah mengucapkan salam.

Aniya mengepalkan tangannya kuat . Matanya memanas. Andai dia yang hamil pasti Hanu akan memberikan perhatian seperti itu juga. Ada rasa iri dengan Zana yang bisa mengandung , sedangkan dirinya mandul, tidak bisa memberikan anak.

1
Masliah Masliah
sebegitu begonya si zana najis
Heni Hendrayani🇵🇸🇵🇸🥰🥰
s zana bahan gablokan s aniya ama ibu nya kasian suami nya juga gak ada ngebela bela nya tetap aja melehoy gak tegas balk gaplok kek tuh s aniya walauoun sekarang dia nyerein s aniya tp msh mau aja ngelad3nin mau d pegang pegang iihh jijik
Astri Oktavia
ini gak ada lanjutannya cerita ini
Imas Siti Rokayah
lanjut thor ceritanya...up..up
Sandisalbiah
manusi bebal.. bukannya introsfeksi diri, merenungi dan memperbaiki diri dari kesalahanya, ini mala selalu berburuk sangka dan berniat buruk pd org lain..
Sandisalbiah
lah.. gampang banget umma sarah mendikte si aniya.. dia sendiri apa kabar.. bukanya dia juga hamil di luar nikah, makanya suamin pertamanya gak bisa nerima dia krn dia mengandung ank laki² lain... nih gampang banget mulutnya menghardik anknya yg jelas² mengikuti jejak langkah nya... sama² menjijikan... dasar wong edan..
Sandisalbiah
ngomongin Zana, ank gak ada akhlak.. tp kamu sendiri seorang ibu, jgnkan mendidik ank biar ber akhlak lah kamu sendiri aja minim akhlak.. penampilan aja muslima kelakuan sazjal... lupa ngaca ini umanya aniya..
Sandisalbiah
hanu gak akan bisa bersikap adil... saat Aniya punya pembantu durumah nya kenapa hanu tdk memberi pembantu juga utk Zana.. manusiawi sih.. karna pd dasarnya manusia itu cuma bisa ngomong tp nol pd prakteknya...
Sandisalbiah
sebenernya ini termasuk sifat gak baik perwmpuan... mudah baper dan terbawa perasaan.. gampang tersentuh... sekecewa apapu yg di lakukan pasangan tp saat nendapat sedikit perhatian langsung luluh dan melupakan kesalahn dr pasangannya... bodoh sih tp mau bagaimana lagi,kodrat jd mahluk dgn lembut rasa...
Sandisalbiah
ini definisi maling teriak maling... ibu dan anak ternyata sama buruk sifat dan akhlaknya...
Sandisalbiah
Aniya dan umminya dama² manusia egois.. munafik si kalau aku bilang, tau agama, penampilan muslimah tapi sifat dan kelakuannta durzana... mengikuti ego sendiri gak peduli perasaan org lain...
Tati Suwarsih Prabowi
bagus thor kisahnya...biar jadi pelajaran bagi orang yg berniat sama dg apa yg ad d kusah ini...sukses terus!
Khazanava: Aamiin. Terimakasih sudah mampir dan membaca karyaku😍
total 1 replies
Tati Suwarsih Prabowi
kirain ilang kmana?
Tati Suwarsih Prabowi
y Allah aniya g sadar2 jg
Tati Suwarsih Prabowi
ini orang bkannya sadar malah tambah jadi
Tati Suwarsih Prabowi
ternyata terlihat baik tapu d blakang busuk
Tati Suwarsih Prabowi
jangan d minum...itu pil penggugur kandungan
Tati Suwarsih Prabowi
lama2 aniya hd jahat...apa seperti itu sifat istri solehah memfitnah!
Tati Suwarsih Prabowi
abah pengertian!
Tati Suwarsih Prabowi
nah itulah resiko minta d poligami...g kuatkan?makanya pikir dulu klo mo berbuat sesuatu yg akhirnya akan menyakiti orang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!