WARNING!!!
Mohon maaf apabila masih ada kesalahan nama pada cerita ini sebelumnya nama pemeran cowoknya memanglah David tapi author ubah jadi Raka jadi mohon dikoreksi author bakalan ubah demi kenyamanan para readers 🤗
Olivia, seorang wanita 25 tahun yang dipaksa bekerja sebagai wanita penghibur oleh ibu angkatnya disebuah tempat hiburan. Dan ditempat tersebut, dia tak sengaja bertemu dan jatuh cinta dengan seorang pengusaha kaya raya yang memiliki sikap sedingin es.
Bagaimanakah cara olivia melelehkan sikap orang yang dicintainya? silahkan dibaca aja 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon israningsa 08., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Kedatangan Ibu Tiri
Raka Semakin emosi dengan keberadaan Ibu tirinya tersebut.
"Cihhh Dasar orang bren*sek, saya juga ngak sudi berada di sini kalau bukan ayah kamu yang memaksa (menyilangkan tangan)"
"Apa urusannya si tua bangka itu denganku?, katakan kepadanya, sejak dia mengusirku aku bukan lagi bagian dari keluarga sanjaya"
Ibu Sonya kembali kesal mendengarnya, lain halnya dengan Oliv yang heran dengan pertengkaran mereka .
"Huh, ingat aku kesini cuman mau mengatakan ayahmu sakit dan dia mau bertemu denganmu, kalau kamu ngak datang semua kekayaan miliknya akan dia sumbangkan ke panti jompo ,tapi kalau kamu datang dia akan membagi aset perusahaannya untukmu dan adikmu" ucap Ibu Sonya.
"Aku ngak bakalan datang, lebih baik harta itu dia sumbangkan, dan ingat aku ini anak tunggal yang tidak punya adik, jadi sebaiknya kamu keluar sekarang, saya jijik lihat muka pelakor kayak anda!" Raka semakin emosi.
"Raka....!!! , jaga kata-katamu, jangan mentang-mentang kamu sudah kaya lalu kamu mengabaikan ayahmu, dan ingat aku ini ibumu"
"Ckckck ibu??, Hahaha aku tidak punya ibu!, ibuku sudah mati, dan itu semua gara-gara kamu!"
"Kamu...!!", ibu Sonya sudah tidak tahan lagi berada ditempat itu, dia melangkah pergi keluar dari apertemen Raka tersebut dengan sangat emosi.
Dilain sisi Raka masih sangat kesal, sehingga Oliv mendekat untuk menghiburnya
"Dia siapa pak" tanya Oliv polos
"Pelakor" Raka Masih kesal
"Saya tidak mengerti pak hehehe (garuk-garuk kepala)"
"Maksudnya kamu nggak ngerti yang namanya pelakor?"
"Bu-Bukan itu maksud saya tapi Saya tidak mengerti yang kalian bicarakan tadi!"
"Sudahlah Nggak usah bahas itu lagi, saya mau mandi ,mau berangkat kekantor, kamu siapkan makanan"
"Siap boss"
Oliv segera melangkah menuju dapur sedangkan Raka ke kamarnya.
"Sebenarnya siapa wanita tadi?" tanya Oliv heran.
"Ini pertama kalinya aku melihatnya semarah itu dengan orangtua" Gumamnya
Setelah masakanya selesai dan sudah siap di tata diatas meja, Raka pun keluar dari kamarnya. Oliv yang melihatnya melangkah, terpana dengan ketampanan Raka yang bagaikan seorang pangeran.
"Wahhhh"
"Oliv!, kamu kenapa menganga melihat saya!, terpana ya sama ketampanan saya? (mengibaskan rambutnya), awas nanti air liurmu jatuh hahah". Ucap Raka tersenyum semringah dipagi hari.
"(mengelap bibirnya), apa sihhh ,geer banget, saya tuhh melihat baju bapak!, bukanya muka, dasarrr narsis!!! , bweekkk (sambil menarik mata kirinya naik dengan tangan).
"Sudah-sudah kita makan dulu, saya sudah sangat lapar dari tadi!,"
"Boss!, makan aja dulu, saya nanti aja , mau menjemur selimut dulu dibalkon atas hehe"
Kemudian hendak melangkah pergi tetapi tiba-tiba ada tangan kekar menahannya.
"Masalah pekerjaan itu urusan belakangan, kamu fokus makan dulu, nanti maag kamu kambuh lagi, kan saya juga yang kerepotan urus kamu". Ucapa Raka.
"(wajah memerah), tapi pakkk!!"
"Disini siapa bosnya?, saya kan?, jadi kamu ngak perlu khawatir, ayo makan dulu" Perintah Raka.
"(Duduk dan masih merona), Astaga!!!, perhatiannya bisa-bisa membuatku jantungan nanti" batin Oliv.
"(melirik terus kearah Raka), mungkin ini keajaiban!, yang akhirnya bisa membuatku tinggal dengan pria yang awalnya sangat kubenci, tetapi sekarang entahlah rasanya sudah nyaman berada didekatnya, dan dia sangat menghargai keberadaanku saat ini" batin Oliv.
Raka yang menyadari Oliv yang sedari tadi terus melamun dan sesekali menatapnya seketika memberhentikan makannya.
"Ngapain melirik-lirik saya?" Ucapan Raka langsung menyadarkannya dari lamunan.
"Ehhhhh"
"Kalau kamu cuman mau melirik saya!, itu ngak bakalan buat kamu jadi kenyang, jadi makan sekarang, kamu bebas kok tiap hari lihat ketampanan saya, kan kita tinggal bersama hahaha" Ucap Raka di sela-sela makannya.
"Tinggal bersama?, kenapa rasanya ini sangat kurang pas difikiranku, ahkkk aku benci fikiranku ini, sebaiknya makan adalah solusi terbaik menghilangkan fikiran ini" batin Oliv.
"Hehehe Ahhhkk iya pak Mari makan!"
"Saya tuhhhh dari tadi makannya, cuman kamu saja, yang terus melirik saya dari tadi jadi heran saya!"
"Ahhhh iya ya pak!, maaf-maaf!!"
"Mmkkk, saya sudah selesai makan!"
"Lohhh kok ngak di habisin sih pak, kan mubazir!, apa gara-gara saya ya yang mengganggu makan bapak? (wajah memelas)".
"Siapa yang bilang gara-gara kamu sihhh, saya tuhhh buru-buru karena tadi sudah ditelfon sama pak Rijal sekretaris saya dikantor untuk Rapat sebentar!"
Sehat, bahagia & sukses selalu ya..🥰
Semangat berkarya Kakak ⭐❤️❤️❤️❤️❤️⭐
Kalau mau nikah ya nikah aja laki-laki gak perlu wali aja, ngasih taunya Lewat chat aja sama video nya.
Lanjut Isra semangat terus ya nulisnya, salam dari"Dokter Cinta Spesialis Hati"
ijin promo sekalian thor 🍓
jgn lupa mampir di novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE",
kisah cinta beda agama,
jgn lupa tinggalkan jejak ya 🍓🍓🍓