Aku naima umurku 19 tahun.Aku tak tau siapa orang tua ku yang aku tau aku hidup bersama ibu panti ku " ibu sari".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.Beruang kutub
"Pa.. buruan Nai telat ini.. gara-gara Darren sih Nai jadi telat kan!!" gerutu Nai ma sambil *******-***** tangan nya.
"Sabar Nai sayang, sebentar lagi nyampai kok.. tuh liat udah keliatan kan kampus kamu" Papa Bayu mengulas senyum sambil mengacak-ngacak rambut Naima.
"Aiih Papa.. rambut Nai berantakan nih! nanti cogan yang Nai taksir ilfil lagi..eh.. ups.. hehehe gak Pa becanda" Nai menutup mulut nya karena takut ketahuan Papa nya kalau dia sedang naksir seseorang di kampus.
Papa Bayu hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak nya yang begitu manis dan menggemaskan, makin hari Naima makin cantik seperti ibu nya dan Papa Bayu sangat menyayangi anak perempuan satu-satu nya itu.
"Alhamdulillah akhir nya sampai juga, Nai pamit dulu ya Pa" Sambil mencium tangan Papa Bayu dengan takzim.
"iya sayang belajar yang pintar ya ingat jangan mikirin cogan terus"
"Aahhh.. Papa ngeledek Nai ya!"
"Udah sana buruan masuk nanti di hukum loh sama dosen galak."
"iya pa, assalamu'alaikum" salam Naima sambil melambaikan tangan.
Begitu mobil berlalu, Naima bergegas masuk kedalam kampus, karena tergesa-gesa tanpa sengaja Naima bersenggolan dengan seorang pria.
"Heeeyyy.... hati-hati dong" Pria itu menyahut dengan tak suka.
"Sorry sorry saya buru-buru, saya minta maaf ya! ntar aja ya ngobrol nya udah telat nih bye!!!" Naima dengan santai nya berlalu dan pria itu hanya bisa melotot tanda tak suka.
" Dasar cewek kampungan kalau ketemu udah aku minta bejek-bejek tuh anak" geram Pria tersebut sambil berlalu pergi.
Sesampai nya di kelas, Naima segera duduk kebetulan Dosen juga belum datang karena ada urusan mendadak.Naima merasa lega kalau tidak bakalan dicatat tuh dalam buku hitam Dosen galak.
tap.. tap.. tap..
Terdengar langkah pasti seseorang dan muncul lah seorang pria dengan rambut gaya punk celana jeans sobek di tengah dengan santai nya langsung masuk ke dalam kelas dan duduk tepat di depan Naima.
Akhir nya Dosen pun masuk dan melihat Pria tersebut.
"Hey.. kamu siapa, anak baru ya!!" Tanya Pak Rian.
Semua nya langsung menoleh kebelakang tepat di mana pria tersebut duduk, dan semua nya pun tertawa dengan keras nya.
Sedangkan Pria tersebut tetap santai dengan kaki nya di gantung kan ke atas kursi.
"ilih bapak.. bilang aja bapak kangen sama gue kan lama gak ketemu, lagian kampus ini suka bener sih main DO, untung gue Sultan apa pun gue beli" ucap pria tersebut santai nya.
Pak Rian hanya bisa geleng-gelengkan kepala nya dia sudah tidak ambil pusing, terserah dia mau apa, toh yang berkuasa juga ayah nya.
" Oke kita mulai kegiatan kita pagi ini" Pak Rian mulai menjelaskan panjang lebar tema hari ini.
Sedangkan Pria tersebut hanya memainkan pulpen nya tanpa sengaja pulpen tersebut terlempar tepat di kepala Naima, Naima langsung terkejut dan mengelus kepala nya.
Pria tersebut menoleh kebelakang dan mengambil pulpen dengan cuek nya dan kembali melihat kedepan.
Naima yang masih bengong tersadar, dan mencolek pria tersebut.
"Hey, hey beruang kutub minta maaf gak!! Sakit tau!!" Naima berkata sambil berbisik takut ketahuan Pak Rian.
Pria itu menoleh..
" ngapain minta maaf gue kagak salah kok, yang salah itu pulpen ny noh!!!"
"iiih dasar beruang kutub"
"ilih cewek kampungan lu"
Mereka berdua tidak ada yang mengalah dan akhir nya Pak Rian pun menghampiri mereka berdua dan menyuruh mereka keluar kelas karena kelas tidak konsentrasi karena keributan yang mereka buat.
Dengan langkah lunglai Naima pun keluar kelas hanya pria tersebut yang di panggil beruang kutub oleh Naima yang begitu santai.
Naima berjalan menuju kantin kampus, dan beruang kutub tetap mengikuti nya dari belakang.
Naima menoleh kebelakang dan berkata dalam hati "di**h ngapain sih ngekor mulu, gara gara dia Nai ketinggalan pelajaran"
"Hey gue denger ya!!! mau lu ngomong dalam hati kek dalam kamar mandi sekalipun gue tetap denger karena gue punya telepati yang kuat, gue bukan ngikutin elu.. kepedean lu.. gue emang mau ke kantin kok" Pria tersebut terus melangkah santai menuju kantin meninggal kan Naima yang bengong.
****
Ayoo siapa yang suka sama beruang kutub🤭
yuk ritual nya.. terimakasih 🙏
next 🌹🌹🌹