NovelToon NovelToon
Rasa Yang Terlalu Dalam

Rasa Yang Terlalu Dalam

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nh Hasanah

Tidak semua cinta berakhir dengan kalimat "saling memiliki". Aku menyukainya sudah sangat lama dan tidak ku sangka dia juga menyukai ku. Namun dia menyatakan perasaannya di saat takdir berkehendak lain. Aku telah bersama orang lain...

Ku pikir, semuanya akan baik-baik saja. Ternyata aku baru menyadarinya. Aku menaruh rasa yang terlalu dalam..

Season 1 sudah tamat.

Season 2 cooming soon, akan di up tgl 1 september 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nh Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~30~

Aku pun berjalan melangkah ke dalam rumah sakit dan menunggunya di loby. Sebenarnya aku tidak tahu ada apa dengan Reza? aku menunggu dia di sini dia beneran datang membantu ku atau tidak.

Sudah hampir 30 menit sekarang aku menunggunya kenapa sampai sekarang dia tidak datang? harus kah aku menyusulnya ke luar? tetapi aku tidak tahu dia pergi kemana. Aku tidak bisa hanya duduk diam seperti ini terus meunggu dia, Reza bohongin aku kah tadi? Ah mungkin aku yang terlalu percaya padanya..

Aku menunduk dengan lemas. Benarkah dia tidak akan datang membantu ku? jika benar begitu kenapa tadi berbicara seakan-akan dia pasti akan datang. "Huhh" kesal ku sambil mengeluarkan nafas berusaha melegakan hati ku.

Sesaat kemudian aku melihat seseorang berdiri di depan ku, aku pun langsung melihat ke arahnya dengan mendongak kan kepala ku, tinggi sekali..

Dia membuka masker yang dia kenakan dan berkata pada ku "ikut aku ke ruangannya" ucapnya yang membuat hati ku menjadi tenang.

Aku berjalan mengikutinya dari belakang, menatap punggungnya memperhatikan cara berjalannya di setiap langkah ku. Betapa aku sangat ini sekali di peluk olehnya, di lindungi olehnya. Oh aku mencintai mu za, aku suka sama kamu. Bisakah kamu membalas perasaan aku?.

"Kamu yang namanya reza?" tanya seorang ibu-ibu dengan marahnya mendekati Reza.

Reza masih dengan ekspresi dinginnya

dia terlihat mendengarkan omelan marah-marah ibu itu, tapi ku rasa dia sebenarnya acuh.

Aku hanya bisa berdiri terdiam melihat dia yang begitu tenang seperti itu, memasuk kan tangan di saku celananya, mengenakan topi, dan masker yang sekarang sudah di lepas olehnya sehingga aku bisa melihat wajahnya. Dia terlihat semakin tampan.

"Kamu itu sekolah nakal seperti ini orang tua mu itu sebenarnya bisa mendidik kamu atau enggak sih?" satu dari seribu kalimat omelan yang di lontar kan oleh ibu ini, yang membuat Reza menatap tajam ibu itu.

"Oh ibu ini kenapa malah membahas masalah orang tua ke reza sih" pikir ku

"Maaf maksud kami ke sini baik kok, kita cuma..." ucap ku namun belum selesai ku melanjutkan perkataan ku, ibu itu malah mendorong ku, untung saja Reza dengan sigap menangkap ku.

"Kamu gak usah ikut campur" omelnya

"Kamu orang tua tapi cara kamu mendidik anak jauh lebih buruk daripada orang tua saya" ucap Reza dengan kasar pada ibu itu dan masih menahan ku seperti sedang memeluk.

"Kamu menilai kami sebagai orang tua yang gagal?" ucap seorang lelaki yang sedari tadi pun juga tak melakukan apapun bahkan mencegah istrinya berteriak dan memarahi Reza sedari tadi juga tidak ada. Dia pun maju dan ingin menampar Reza, namun tentu saja Reza tidak akan membiarkan tangan siapapun berani menyentuh wajahnya.

"Kalian lain kali tanya dulu sama anaknya, siapa yang cari masalah duluan" ucap Reza melepaskan tangan bapak separuh baya itu dan menggenggam tangan ku pergi. Namun baru saja beberapa langkah, tiba-tiba ada suara yang membuatku dan Reza berbalik arah dan melihatnya.

"Oh jadi gini ya sikapnya wakil OSIS kalau ada masalah di sekolah" ucapnya melihat ku sinis

"Apa lihat-lihat aku? gak suka ku bilang begitu?" bentaknya ketika ku balas menatapnya.

"Oh jadi ini wakil OSIS nya, heh bisa-bisanya sekolah merekomendasikan perempuan yang seperti ini jadi wakil OSIS" sinis ibu yang tadi mengomel pada Reza.

"Iya tante cewek kaya gampangan kaya gini di jadikan wakil OSIS, padahal udah punya cowok masih aja pegangan tangan sama cowok lain, menjijikan huh" ucap Lisa dengan memandangi dengan rendah.

Apa yang terjadi.. Reza sejak kapan dia berjalan di samping ku? apakah aku terlalu banyak menunduk lagi..

"ngomong lagi kalau berani!" bentak Reza pada Lisa, Lisa hanya terdiam sekarang..

"kenapa gak ngomong,hah!" bentak Reza dengan suara yang lebih tinggi dari sebelum nya..

"lisa bilang,tuh cewek *******" lanjut ibu tadi dengan sinis. dan langsung terdiam ketika Reza menatap tajam ke arah nya..

Reza melepaskan genggaman tangannya dari ku dan berjalan menghampiri Lisa.

"Coba kamu ulangi apa yang kamu bilang barusan?" ucap Reza yang seperti terlihat marah "kamu tau gak resikonya kamu ngomong kaya gitu apa?" ucapnya lagi dengan memegang leher Lisa.

"Lepasin aku, ini sakit tau gak kamu mau bunuh aku?" ucap Lisa

"Aku gak akan bunuh kamu, tapi aku bakalan menghancurkan hidup mu kalau sampai kamu berani mengusik hidup dia, lain kali kalau ngomong itu ngaca! ingat gak kamu itu lebih parah dari dia! bagian mana dari tubuh mu itu yang aku gak tahu?"ucap Reza yang sekarang memandang rendah Lisa.

"Satpamnya mana cepat panggil ada yang buat masalah di sini" ucap ibu itu dengan panik melihat Tina yang hampir kehabisan nafas di cekik oleh Reza.

Apa-apaan sih mereka ini, padahal mereka duluan yang cari masalah sekarang menganggap kita yang memulai. Niat awal kita kesini kan baik, lagian kalau bukan karena Wakasis yang memaksa, aku juga gak akan mau kesini.

"Satpam-nya sebentar lagi datang" ucap orang-orang yang sedari tadi melihat pertengkaran ini

Kalau sampai satpam itu datang Reza bakalan dalam masalah lagi nanti.

"Rezaa udah lepasin dia, kasian nafas dia udah mau habis" ucap ku memegang tangan Reza.

Dia melihat ke arah ku yang memegang tangannya, Reza memang sangat tinggi, bahkan menggapai tangannya pun aku harus jinjit dulu.

"Kamu tau kan sekarang alasannya" ucap Reza melepaskan Lisa yang langsung terjatuh ke lantai.

"Lain kali kalau mau menghina orang mikir dulu kamu pantas gak menghina" ucap Reza membungkuk dan menunjuk Lisa. "Ingat ya, berani kamu ganggu intan sama aja kamu mengganggu hidup aku" ancam Reza yang membuat ku terdiam.

Apa yang di maksud Reza, itu artinya dia peduli dengan ku kah?. Aku masih bingung dengan apa yang dia katakan.

"Ayok pergi, gak ada gunanya kita ke sini" ucap Reza memegang tangan ku dan membawa ku pergi dari sini.

"Reza, semakin kamu melindungi dia semakin aku bakalan menghancurkan hidup dia!" ucap Lisa yang membuat Reza berhenti melangkah dan ingin berbalik ke arahnya namun ku tahan.

"Sudah za biarin aja dia mau ngomong apa, kita pergi aja dari sini" ucap ku menarik tangannya dan membawanya pergi menjauh dari mereka.

"Dia tadi lagi melindungi ku ya?" kalimat itu selalu muncul di pikiran ku dan selalu membuatku tersenyum.

Reza pun berhenti, sehingga membuat ku tersadar aku sudah menariknya terlalu jauh. Ku pikir dia berhenti karena ingin memarahi ku atau bersikap kasar lagi, ternyata dia berhenti karena bertemu seorang dokter di depannya.

Aku hanya bisa mendongak ke atas sekarang, mereka berdua tinggi sekali.

"Loh reza belum pulang?" tanya dokter itu yang membuat ku heran, ternyata dia kenal Reza

"Ini baru mau pulang" ucap Reza dengan tetap memegang erat tangan ku.

"Oh obatnya??.." belum selesai dokter itu berbicara Reza sudah memotong pembicaraannya.

"Eh dok kenalin, pacar aku" ucap Reza memperkenalkan ku yang membuat ku serasa ingin terbang ke udara.

Dokter tersebut pun melihat ku yang hanya tersenyum kemudian menatap lagi ke Reza.

"Saya mau ke ruang praktek dulu, kamu segera pulang dan maskernya jangan di buka seperti itu lagi ya" ucap dokter tersebut memegang pundak Reza dan kemudian berlalu pergi

Reza pun hanya hanya mengangguk dan membawa ku keluar dari rumah sakit ini.

Aneh, biasanya gak mau nurut dengan siapapun tapi sama dokter tadi kayaknya Reza nurut banget.

"Aku temani pulang" ucapnya yang sekarang sudah memakai maskernya kembali.

1
Eka Ramadhani
thor udah 3 tahun nih nungguin updtnyaa😭😭😭
Rosidah Wiswanda
Lumayan
Haydar Ali: m u ms u
total 1 replies
Rosidah Wiswanda
Biasa
Whulan Ronal
mntepp bngett ceritanyaa thorr
baru nemu akuu
Diana Meisyah
cerita nya hampir sama dengan "Aku Hanya figuran"
lucy lim
gurunya lg WFH, ortunya lg isoman ya
Wahyunita
ku selalu menunggu kelanjutan nya
erni susilawati
aduuuh thooor...cepetan up lgi....nanggung banget siiih
erni susilawati
kasian intan n cadebay nya..
erni susilawati
geregeten
erni susilawati
upupup thor....lg seriuuu ini...
Ara Queen
upupup
Ara Queen
up
Wahyunita
lanjut
Ara Queen
thor.. lanjut up donk..
Bunda Dzi'3
jgn dong docter Reza kasian perjuanganmu
Cicin Solihat
ini maksudnya flashback dokter Reza yg waktu itu ga pulang,,ternyata kejadiannya dokter Reza tidur sama s Lisa yg gila itu,,udah dong Thor,,jng buat intan tersakiti terus ...biarkan intan kembali bersama Riki dan hidup bahagia ya thor,, please 🙏😭😭
Vorni Kalangi
aduh thor lama nunggu up nya ekh malah dapat kabar yg selalu menyedihkan buat intan..jauh dr bahagia si intannya..
Ch_Adnan😜PeaK_Fam🍿MSF
UDD LLama thorr gak Up skalinya UP sakit Bgt w thorr panas w gak bisa terima InTan di saKitin Lg😭😭😭....Mo sampe kpn??? dia Hampir giLa....cobaan sgala macam udah blom kehilangan reza keciL .....SEKARANG mksdny Gmn Dr.Reza Jadi LAKI BANGSADDD yg Nyakitin Intan ASTAGAAAAAAA W RELA InTan MATI

BODO AMAD SAD ENDING YG PENTING INTAN UDD GAK NGERASAIN SAKIT LAHIR BATIN MENTAL DLL.......CUKUP thorr udd BAnyak AiR mata w Nangisn NoveL lu nyesek Hati w Panas pass EPS INI .....YA ALLAH COBAAN BGT SIIII😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Ch_Adnan😜PeaK_Fam🍿MSF: gtw😌udd 2th w hiatus pun gantung😭😭😭😭
total 3 replies
Ch_Adnan😜PeaK_Fam🍿MSF
THORR mending IntaN MATI Ajj udah ...w ReLa gpp Sad Ending Yg penting Intan bahagia ktemu ReZa keciL.....

gak ikhlas w anjirrr SAKIT batt intan puKuLan dihati MentaL skrng Ud punya Suami Pun Makin SaKit Lahir BaTin asli W ReLa InTan Mati .....😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!