agam dan agler adalah anak kembar dari syakila azalea nugraha yang berumur 5 tahun.
mereka menyelidiki tentang sang bunda yang belum mereka ketahui, dan mencari tau apa yang menyebabkan sang bunda mengalami trauma akan kegelapan.
kebungkaman sang bunda akan jati dirinya tak menyulitkan si kembar, tapi banyak cara yang dilakukan untuk mengungkap fakta tersembunyi.
agam dan agler berjanji akan mengembalikan hak yang seharusnya menjadi milik bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 31
"hallo opa aku anak sulung bunda lea, aku berjanji akan menjaga bunda dengan baik, kau bisa menjamin itu" lirih agam lea begitu terharu akan hal itu putranya itu begitu dewasa dalam berpikir di peluknya kedua putranya "terima kasih kalian adalah permata bunda"
non non lea... ini bener non ya allah non.
lea menatap wanita paruh baya yang memanggil namanya, wanita tua itu berkaca kaca, rasa rindunya tak bisa lagi di ungkapkan, dia terisak melihat anak majikannya yang dulu diasuhnya ada dihadapannya.
non...huhuhu ini beneran non leakan, tolong jawab non, lea terpaku menatap nanar air matanya juga ikut luruh tanpa berkata diraihnya wanita paruh baya itu kedalam pelukannya, "bibik aku rindu" huhuhu maaf bik.
sudahla non tak apa, bibik menantikan hari ini, bibik yakin kita akan bertemu lagi, disekanya air matanya bibirnya mencoba tersenyum di tatapnya anak asuhnya itu, non semakin cantik bibik sampai pangling non"
lea tersenyum bibik bisa aja, oh ya bik ini anak anakku, ayo sayang salim nenek, agam nek" agam menyalim dan memperkenalkan diri, agler nek sambung agler juga.
bik sri menatap mereka kemudian menatap lea, lea tau bik sri menuntut penjelasan.
kita cari tempat yuk bik, banyak ingin lea ceritakan, baik non tapi bibik jiarah dulu, sebentar saja.
baiklah bik lea tunggu di mobil ya, pa ma lea pamit ya nanti lea datang lagi sama cucu kalian.
lea menunggu bik sri bersama si kembar "bun tadi siapa" tanya agler penasaran
itu namanya bik sri dia dulu yang mengasuh bunda ketika kecil" ucap bunda bersemangat
mereka menganguk anggukkan kepalanya, maaf non jadi menunggu, ucapnya sopan
tak apa bik ayo masuk kita cari tempat untuk berbincang di dekat sini ya, "ajak lea
i iya non
mobil melaju meninggalkan tempat pemakaman, semua terdiam tapi bik sri tetap menatap ketiga penghuni mobil lainnya.
pak ke restoran dekat sini ya, pak suryo pun mencari restoran terdekat, "non yang itu aja ya, tempatnya lumayan nyaman buat berbincang"
ya sudah iya pak
sampai di restoran mereka memilih duduk di sudut ruangan, menghadap ke taman bermain mini untuk anak anak
duduk bik, kita pesan dulu ya, merekapun memesan kesukaan masing masing
"mereka anakku bik, aku aku...lea bingung menjelaskannya" "kami anak bunda tanpa pernikahan nek, tapi dia bunda kami yang hebat, kami bangga walau hanya punya bunda" ucap agler tegas
bik sri tersentak bagaimana mungkin nonanya melahirkan anak tanpa pernikahan, pasti sesuatu yang buruk telah terjadi, pasti ini ulah dua orang benalu di keluarga nugraha itu.
katakan yang sejujurnya non "apa yang sebenarnya terjadi" apa ini yang menyebabkan non menghilang selama enam tahun ini" ucap bik sri bergetar
lea pun menceritakan apa yang di alaminya dulu, tanpa dikurangi atau ditutupi lagi.
bik sri menangis tergugu huhuhuhu kenapa kenapa non harus mengalami semua ini, huhuhu maafin bibik yang tidak bisa membantu non waktu dalam kesusahan, maafin bibik non.
lea memegang kedua tangan yang sudah mulai berkeriput itu, "sudahlah bik tak apa" diusapnya air mata yang mengalir di pipi wanita paruh baya itu
bibik baik baik sajakan dirumah itu, apa mereka memeperlakukan bibik dengan baik? tanyanya lembut