NovelToon NovelToon
Cinta Putih

Cinta Putih

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Badboy / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

18+
Lucia Jayanti, wanita cantik berumur 27 tahun, seorang ibu tunggal yang bekerja keras bertahan hidup bersama putri semata wayangnya.

Aldrich Mahendra, seorang Casanova, muda,tampan dan kaya. Dia tidak pernah mencintai wanita. Baginya, wanita hanyalah hiburan satu malam.

Tapi takdir mempertemukan mereka berdua, akankah Aldrich merubah pandangannya tentang wanita setelah bertemu Lucia?

Ikuti kisah mereka yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cari pacar koki...

...----------------...

#Warning! cerita ini hanya fiksi.

Mohon kebijakan para pembaca, ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk ya.

Terima kasih.

...----------------...

Aldrich mengejap-ejapkan matanya dan memandang plafon eternit berwarna putih yang terbentang di atas kepalanya.

Dia mengernyit merasakan sakit di ulu hatinya.

"Hsstt... kenapa sakit begini?" lirihnya, sambil menekan-nekan ulu hatinya.

"Lo, sudah sadar, Al?"

Aldrich menoleh dan melihat Boby yang sedang duduk di sofa yang terletak tak jauh dari ranjang tempatnya berbaring. Boby bangun dari duduknya dan mendekati Aldrich.

"Gue kenapa, Bob?" Aldrich merintih karena masih menahan sakit di ulu hatinya.

"Kata dokter..."

Tok, tok, tok.

Belum selesai Boby bicara, pintu ruang perawatan terbuka dan masuklah seorang dokter dan dua orang perawat yang mengikutinya dari belakang. Mereka berjalan mendekati ranjang Aldrich.

"Saya sakit apa, dok?" Tanya Aldrich yang sangat penasaran.

"Kita masih harus menjalani beberapa tes untuk mengetahui kepastiannya, tapi semua tanda-tandanya merujuk ke *gastritis."

"Gastritis*?" Aldrich masih tidak mengerti.

"Penyakit pada lambung yang terjadi akibat peradangan pada dinding lambung. Bisa terjadi karena terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol dan pola makan yang tidak teratur."

Si dokter yang berusia sekitar 40 tahunan itu, melirik tajam ke arah Aldrich, karena dia masih bisa mencium bau minuman beralkohol keluar dari mulut pasiennya.

Aldrich berdehem sambil menutup mulutnya dengan rapat.

"Jangan di anggap enteng ya! kalau di biarkan ini bisa bertambah parah bahkan bisa menyebabkan kanker lambung!"

Aldrich terperanjat, matanya bahkan membola sempurna hampir meloncat.

"Sa... saya bisa mati, dok?"

"Semua manusia pasti akan mati." Sarkas si dokter. "Yang jadi masalahnya adalah cepat atau lambat, tergantung bagaimana anda merawat diri anda, Pak Aldrich."

"Woah, dok, licin banget omongannya!" Aldrich langsung kesal dengan ucapan sarkas si dokter.

Boby menepuk pundak Aldrich dan menyuruh dia agar diam.

"Lalu, apa yang harus di lakukan teman saya, agar penyakitnya tidak bertambah parah, dok?"

"Yang paling utama, tentu saja harus mengurangi mengkonsumsi minuman beralkohol! dan menjaga pola makan. Makanlah makanan sehat, bukan makanan cepat saji dan makanan instan."

Boby mengangguk paham, "terima kasih, dok."

"Makanan sehat? bagaimana caranya gue bisa makan makanan sehat setiap hari?" Aldrich memijat pelipisnya. Dia bergumam dengan kesal setelah rombongan dokter dan perawat tadi keluar dari ruang inapnya.

"Cari pacar koki, aja." Seloroh Boby.

Aldrich menatap Boby, "bener juga, Lo!" Lalu Aldrich meraih ponselnya yang ada di atas meja kecil di samping ranjang rawatnya.

"Hallo bang, Lo punya kenalan chef cewek yang masih jomblo, nggak?"

"Lo, nelpon siapa?" tanya Boby penasaran.

"Bang Kevin!" Jawab Aldrich sambil menjauhkan sedikit ponselnya dari mulutnya.

Kevin adalah sahabat Aldrich, mereka sangat dekat. Mereka berteman sejak 2 tahun yang lalu. Tak sengaja duduk bersebelahan di sebuah bar dan sangat cocok saat mengobrol dan akhirnya sering bertemu dan terjalinlah persahabatan di antara mereka berdua.

Kevin sendiri merupakan seorang chef yang sangat terkenal, dia bahkan menjadi juri di acara memasak yang di siarkan di salah satu stasiun TV swasta.

Karena ketampanan dan kepiawaian-nya dalam memasak, dia menjadi chef yang sangat populer melebihi seorang artis.

Kevin berusia lima tahun lebih tua dari Aldrich, sehingga Aldrich memanggilnya dengan sebutan 'Bang'. Aldrich sudah menganggap Kevin seperti abangnya sendiri. Yeah, Aldrich memang tak punya sanak saudara, jadi dia merasa senang mengenal Kevin dan menjadikannya sebagai 'Abang' nya.

Kevin tak keberatan, dia juga telah menganggap Aldrich seperti adiknya sendiri.

"Kenapa Lo? tiba-tiba telpon minta di kenalin ke cewe? sudah nggak bisa cari sendiri?" seloroh Kevin dari sebrang.

"Bukan Bang, gue butuh cewe yang bisa masak makanan sehat buat gue setiap hari."

"Terus kalau ada, mau di jadikan apa? istri? atau pembokat?"

"Mau di jadikan pacar, hahaha... ada nggak, bang? serius nih!"

"Nanti gue bantu cariin, sekarang gue lagi siap-siap mau ke luar negri."

"Ngapain Bang? honeymoon?"

Kevin tak menjawab, dia hanya mendesah. "Sudah dulu, nanti gue telpon lagi!"

Aldrich menatap ponselnya sambil berdecih lalu melemparnya begitu saja di atas ranjang.

"Kevin bisa bantu? atau kalau nggak, Lo minta dia aja buat masakin Lo, setiap hari." Saran Boby.

"Dia mau ke luar negri!"

"Oh." Boby hanya ber 'oh' ria, lalu kembali duduk di sofa.

Aldrich terdiam sambil terus menatap ponselnya. Dia penasaran pada Kevin. Setahun yang lalu, masih sangat jelas dalam ingatan Aldrich, Kevin mabuk dan meracau bahwa dia tak ingin menikah. Tapi kedua orang tuanya memaksanya. Akhirnya dengan berat hati, Kevin mau menikahi wanita pilihan orang tuanya. Namun yang sebenarnya, Kevin masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya. Akhirnya, dia menikah tanpa rasa cinta.

"Mungkin hubungan Bang Kevin dan istrinya mulai membaik." lirih Aldrich.

"Kenapa gue malah mikirin urusan orang! gimana caranya gue bisa dapetin orang yang bisa masak!" Aldrich mengacak-acak rambutnya.

"CK! sudah nggak usah bingung! tinggal cari pembokat yang bisa masak, beres kan!" Boby memberi saran sambil terus memainkan ponselnya.

Aldrich menarik napas, masalahnya adalah, dia sudah sangat nyaman hidup seorang diri di rumahnya yang megah. Dia sengaja tidak memiliki asisten rumah tangga, karena dia tidak mau ketenangannya terusik. Dia suka sendirian.

Tapi, kali ini sepertinya dia memang harus mencari seorang ART yang bisa memasak untuknya. Kesehatannya saat ini adalah prioritasnya.

Aldrich menarik napas panjang, "bro, bantuin gue cari pembokat yang bisa masak ya."

"Gila Lo, emangnya gue nggak ada kerjaan apa?" Boby menolak mentah-mentah permintaan Aldrich.

"Lo kan bisa minta tolong Mommy elo, atau tanya pembokat di rumah Lo, siapa tahu punya kenalan. Gue nggak minta syarat macem-macem, yang penting cuma satu, bisa masak!"

Boby terlihat berpikir sejenak lalu mengangguk, "oke, nanti gue tanya sama ART di rumah gue."

"Thanks, bro!"

"Hmmh!"

"Gue mau tidur. Lo nggak pulang? sayang banget sama gue ya? sampai nemenin semalaman?!" Aldrich tertawa.

"Najis!" Boby melempar tissue yang sudah dia remas menjadi bola, ke arah Aldrich.

Aldrich hanya terkekeh sambil menarik selimutnya dan mencoba tidur,dan berharap sakit di ulu hatinya segera menghilang.

"Gue pulang aja kalau gitu. Nanti sore gue ke sini lagi."

"Jangan sendirian ke sininya, geli gue! serasa jadi pacar Lo! di perhatiin kayak gini."

"Emangnya gue homreng!" kesal Boby.

"Oke, nanti gue ajak Jessica dan Leony ya buat nemenin Lo di sini semalaman." Boby tersenyum penuh makna.

"Hahaha, ampun bang jago! nggak kuat gua, lagi tepar gini!"

"Otak Lo,harus di cuci biar isinya nggak cuma mesum doang!" Boby berdecih lalu keluar dari ruang inap Aldrich.

Aldrich masih terkekeh, lalu membayangkan dua wanita yang tadi di sebut oleh Boby.

Jessica, si sexy berambut pendek. Sedangkan Leony, gadis manis yang desahannya tidak bisa di lupakan Aldrich sampai sekarang.

"Hemmhh! sialan, kenapa gue jadi kepengen!" geramnya.

.

#bersambung...

1
Dewi Sri
Sdh baca cerita anak nya cuus ke cerita ini
Tamie: cuss markucus...
total 1 replies
Meili Rahma
Devan 🗿
Meili Rahma
Vincia = Kevin X Lucia ?
Meili Rahma
oh aku baru faham pas si devian bilang ayah Kevin
yang suka sama devian itu loh?
key atau apalah itu jadi itu tho
kirain apa gua juga bingung jadi Devi pas denger cerita keluarga vivin
Meili Rahma
ternyata mama luci lebih sengsara dari menantunya 😭
Meili Rahma
aku malah mulai di cerita"dinafkahi berondong" seharusnya kan cinta putih dulu!!
ya kali aku bacanya di mulai dari 3-1-2 Kanan aneh baca endingnya dulu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamie: nggak apa-apa kak, sah2 aja kok, hehe...
total 1 replies
Sri Ariyanti
aku suka karya2mu
Tamie: makasih kk.. yuk baca yang terbaru, hehehe...
total 1 replies
juwita
suka cerita nya yg karakter cweknya pd dewasa saling menghargai
juwita
knpa g naik pesawat biar cpt atuh al. ky orh susah aj g pny uang buat beli tiket🤣🤣
juwita
dasar playboy cap badak saking saltingnya sm kusen di tabrak untung kusenya g penyok🤣🤣
juwita
g ada siomay ya🤣🤣
juwita
kamu udh terluci luci aldrik mknya berhenti jd playboy cap badak🤣🤣
juwita
harusnya bc ini dl baru bc di nafkahi berondong. ini aq ke balik bcnya🤣🤣
Meili Rahma: sama mbak udah kebablasan mungkin baca ulang 🤣
total 1 replies
Yanti yulianti
seru
Bunda Fiya
/Good//Good/
Tamie: Terima kasih🙏
total 1 replies
Ratna_1729
ngomong aja, boleh ngajak anak nggak?
𝓙𝑬𝓜𝑨ѕ⍣⃝✰zc❖: Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Semua ini tentang Lucyana yang pernah disakiti, dihancurkan, dan ditinggalkan.
‎Tapi muncul seseorang dengan segala spontanitas dan ketulusannya.
‎Apakah Lucy berani jatuh cinta lagi? Kali ini pada seorang Sadewa yang jauh lebih muda darinya.
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku. Terimakasih💕
total 1 replies
tanpa nama
🤣Gitu2 emakmu bob
tanpa nama
Wkwkwkkk
tanpa nama
Cmburuuuu
tanpa nama
Wkwkwkk🤣 balas dendam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!