NovelToon NovelToon
Sistem Sang Raja Pahlawan

Sistem Sang Raja Pahlawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Action
Popularitas:237
Nilai: 5
Nama Author: Laten Kishi

Akira Yoshikawa, pengurung diri yang menghabiskan waktunya selama 4 tahun untuk menamatkan sebuah game yang hanya dimainkan oleh satu orang, dan orang itu adalah dirinya. Namun, setelah ia menamatkan game itu, hal mustahil mulai terjadi, Benua, Monster dan Raja Iblis yang ada di game semuanya menjadi nyata, bahkan beberapa orang dipilih menjadi Pahlawan untuk melawan para Monster, termasuk Akira, dan mereka yang dipilih sebagai pahlawan akan mendapatkan sebuah sistem.

Berbeda dengan Pahlawan yang lain, Akira ditakdirkan sebagai seseorang yang dapat menyelamatkan manusia dengan persentase tertinggi, walau dia tau, terkadang dia tidak menyadari, betapa kuat dirinya di hadapan orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laten Kishi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan

Pukul 10:00 Pagi Hari.

Di Prefektur Tochigi, Wilayah Oku-Nikko.

Oku-Nikko merupakan tempat yang sepi jika dibandingkan dengan Tokyo, sebagian besar wilayahnya didominasi oleh hutan lebat, serta area tanah kosong di sepanjang pinggir jalan yang dikelilingi perbukitan.

Lalu, Akira dan Lumina sedang berjalan di hutan wilayah itu, Akira yang sedang berjalan tak menunjukan ekspresi apapun.

Akira mengenakan baju sederhana, sedangkan Lumina memakai pakaian kasual perempuan yang dimiliki Akira.

Karena saat 4 tahun lalu Akira masih menyimpan hadiah berupa pakaian yang harusnya diberikan pada adiknya, namun karena kejadian yang menimpanya di hari itu, membuatnya tidak berani bertemu lagi dengan adiknya.

Walau dia mencoba untuk melupakan masa lalunya, tetap saja ia selalu mengingatnya kembali dan selalu merasa bersalah karena kejadian hari itu.

“Tuan, tunggu!”

Akira yang sedang berjalan sambil terjun ke dalam pikirannya tiba-tiba saja Lumina membentangkan satu tangannya ke depan Akira sambil menatap ke depan.

“Kenapa?” tanya Akira.

“Ada seseorang di depan sana, setidaknya ada 10 orang,” jawab Lumina.

Mereka berdua langsung mendekat perlahan sambil sembunyi sembunyi diantara pepohonan, Akira yang sedang berada di balik pohon mencoba mengintip dan melihat sebuah retakan portal yang menjadi tujuannya, namun.

Di sekeliling retakan portal itu terlihat jelas dijaga oleh 10 orang bersetelan jas hitam, Akira memperhatikan orang orang tersebut secara seksama dan merasa dugaannya benar.

Karena saat kemarin malam dia mengecek salah satu berita tentang pemerintah yang menemukan sebuah retakan portal aneh di tengah hutan.

Walau hanya 10 orang yang menjaga portal itu, Akira yang memiliki Otoritas Raja Pahlawan memiliki hak untuk melihat dan mendeteksi status pahlawan lain, dan dia mendeteksi 10 orang itu adalah pahlawan Rank C, yang dimana akan sulit dilawan oleh dua orang saja.

Akira pun mengalihkan pandangan ke arah sebelahnya, yang sebelumnya adalah tempat persembunyian Lumina, namun Lumina tidak terlihat.

BUGH!

Tiba-tiba terdengar suara keras dari arah Portal, Akira segera melihat ke sumber suara itu dan melihat Lumina berdiri di depan portal, sedangkan orang-orang yang menjaga portal itu sudah pingsan di sekitarnya.

Lumina menyadari Akira melihat ke arahnya dan langsung mengacungkan jempol dengan muka polosnya sambil mengatakan,

“Beres.”

Akira hanya melihatnya dengan muka datar sambil berpikir,

“Apa aku tidak akan diincar pemerintah karena hal ini, semoga saja tidak...”

Walaupun sempat ragu, Akira langsung jalan menuju Retakan Portal, saat di depan Retakan Portal ia merasakan perasaan yang sama seperti saat di Retakan Portal sebelumnya, hawa dingin yang menusuk seperti keluar dari Retakan Portal.

“Sebaiknya kita segera masuk,” ucap Akira.

Lumina yang mendengar Akira pun mengangguk.

Saat mereka berdua masuk, muncul sebuah cahaya yang menghalangi pandangan.

Ding...

[Retakan Portal: Harta Sang Raja Pahlawan]

[Syarat masuk:Tidak Ada]

[Tingkat Kesulitan:D]

[Rekomendasi Level:20-25]

[Karena anda memiliki otoritas sang Raja Pahlawan]

[Anda akan langsung mendapatkan harta begitu berada di dalam]

Kilauan cahaya yang sebelumnya menghalangi pandangan, perlahan menghilang, kemudian mereka berdua mengamati sekitar dengan bingung.

Mereka berdua mendapati tempat itu sedang hujan deras, langitnya gelap dan sejauh mata memandang mereka hanya melihat Padang bunga penuh warna tanpa ujung.

Akira mengamati sekelilingnya dengan perasaan aneh yang dia rasakan begitu masuk ke sini.

Ding...

[Peringatan! Peringatan! Peringatan!]

[Retakan Portal telah diintervensi oleh seseorang]

[Mencoba membatasi…]

[Berhasil]

[Tingkat Kesulitan Retakan Portal berubah]

[Tingkat Kesulitan:D > C]

[Rekomendasi Level:90-100]

[Kalahkan Bos Monster untuk mendapatkan harta dan anda dapat keluar dari retakan portal]

Akira tetap terlihat tenang ketika melihat peringatan dari sistem, namun didalam pikirannya ia sangat panik dengan apa yang terjadi.

"Gawat... bukankah harusnya langsung dapat harta.”

[Maaf, saya juga tidak bisa mencegah sepenuhnya dan hanya bisa membatasi, sebagai gantinya saya bisa memberi saran untuk membantu anda]

[Saran:Lakukan Tahapan (Membuat) (Modifikasi) (Melepas)]

“Apa maksudnya—” Tidak sempat diberi waktu untuk berpikir, ia merasa ada suara becek air yang terinjak walau sedang hujan deras, seolah-olah ada yang sedang berlari sangat kencang.

Lumina yang mendegar hal serupa mengamati sekelilingnya tetapi tidak terlihat ada apapun, suara itu awalnya terdengar kecil namun semakin lama terdengar semakin besar.

WUSHH!

Sesuatu seperti sebuah bilah pedang yang tajam tiba-tiba sudah berada di depan wajah Akira, ia terdiam dan tak bisa bereaksi terhadap serangan itu, namun—

TRANG!

Suara pedang beradu terdengar, suara itu berasal dari Lumina yang menangkis sebuah bilah pedang yang mengincar Akira, Lumina pun langsung berdiri di depan Akira sambil memegang pedang dengan kedua tangannya.

“Tuan, sepertinya ada makhluk yang sangat berbahaya." ucap Lumina dengan wajah serius dan waspada karena sedang menatap tajam sesuatu di hadapannya.

Akira yang sempat terdiam dan tak bisa bereaksi dengan apa yang terjadi, kembali sadar dan fokus melihat ke depan.

Dia melihat sebuah makhluk berkaki empat dengan tinggi sekitar dua meter, makhluk itu sepenuhnya hanya terlihat seperti bayangan gelap, matanya berwarna merah pekat, bentuk makhluk itu seperti musang namun dengan dua ekor panjang berbentuk bilah pedang yang tajam.

Ding...

[Menunjukan Status Bos Monster Tidak Dikenal]

[Error! Error! Error!]

[Karena keterbatasan Otoritas anda hanya bisa melihat sebagian status]

[Bos Monster:Blade Tail

Umur:???

Level:200 > 100(Level Menurun Karena Terkena Batasan Sistem)

Tingkat Bahaya:B > C

ATK:???

DEF:???

DEX:???

INT:???

Skill:

(Anda Tidak Bisa Melihat Karena Terkena Batasan Otoritas)]

“Ini bahaya! kalau kami melawannya, kemungkinan kami menang hanya sedikit." Akira menelan ludah karena merasakan hawa mengerikan dari monster di hadapannya.

Tiba tiba Monster di hadapan mereka berdua menghilang tanpa suara.

Monster itu tiba-tiba muncul dari samping kanan mereka berdua dan mencoba menyerang dengan dua ekor berbentuk pedangnya.

Lumina yang sadar akan hal itu dalam waktu singkat dia bergerak cepat ke samping melindungi Akira. menangkis setiap ekor Monster itu menggunakan pedangnya.

TRANG!

Gerakan Monster itu sangat cepat, rasanya gerakannya seperti bisa menghindari setiap tetesan hujan, namun Lumina masih bisa menangkis setiap serangannya dan membuatnya mundur.

WUSSHH!

Tanpa memberi jeda waktu, Lumina melesat ke depan mengayunkan pedangnya dari samping kiri ke arah Monster Itu.

TRANG!

Monster itu dengan mudah menangkis serangan Lumina dengan kedua ekornya.

Ekornya mendorong sedikit Lumina ke belakang, lalu Monster itu menyerang kembali dari sisi kanan dan kiri Lumina menggunakan ekornya secara terus menerus, Lumina pun terus menerus menangkis serangan yang diarahkan padanya.

Akira yang melihat jauh di belakang hanya bisa melihat saja karena matanya tidak bisa mengikuti gerakan mereka berdua.

“Walau hanya Rank F, di game dia salah satu pahlawan kuat yang kumiliki, tapi—”

TRANG!

CRASS!

Akira melihat Lumina yang sedang menangkis setiap ekor Monster Itu, namun setiap beberapa detik terlihat ekor Blade Tail berhasil menembus tangkisan Lumina dan melukai lengan kanan dan kiri serta pipinya.

“Gawat, aku harus membantunya, tapi aku hanya punya Spell Fireball yang lemah, bagaimana ini..." pikir Akira.

Walau sempat ragu dan bingung, setelah berpikir lagi ia langsung menggelengkan kepalanya.

"Setidaknya, aku harus membantunya walau sedikit, tapi, bagaimana cara menggunakan Spell," pikirnya.

Akira pun mencoba mencari cara, kemudian ia teringat akan sesuatu, walau masih belum yakin, tanpa ragu ia bergegas lari ke arah kiri agar ia tak berada di belakang Lumina, sambil berlari ia mengangkat tangan kanannya dan berpikir,

“Kalau tidak salah yang pertama Membuat." Akira membayangkan sebuah konsep dimana dia membayangkan mana sebagai bahan untuk membuat api.

Dalam sekejap muncul sebuah api sebesar bola kecil di tangannya, namun karena hujan yang deras membuatnya semakin lebih kecil.

“Modifikasi, aku harus membuat api ini lebih besar dan panas dengan Mana."

Api di tangannya yang mulai mengecil menjadi lebih besar dengan lebar dan tinggi 1 meter, panas dari api itu membuat air hujan di sekitarnya menguap.

“Ini masih kurang, bisa saja saat aku menembakkannya akan dihindari, aku butuh api yang cepat dan kuat,” pikirnya.

Akira yang sebelumnya masih berlari langsung berhenti, karena dihadapannya sudah ada jalur tembak yang pas.

Sekarang dipandangannya, ia melihat Monster itu berada di sebelah kiri sedang menyerang Lumina tanpa henti, disisi Lumina yang berada di kanan sedang menangkis setiap serangan sambil terus menerima luka lecet dari Monster itu.

Kemudian Akira mengangkat tangan kirinya dan bola api yang melayang di atas tangan kanannya langsung dimiringkan hingga bertemu dengan tangan kirinya.

Bola api yang berada di tengah-tengah tangannya dipadatkan dengan kedua tangannya, perlahan bola api itu semakin menyusut, namun dengan panas yang sama, hingga akhirnya menyisakan jarak kecil diantara kedua tangannya dan membuat bola api kecil yang padat serta sangat panas.

“Tinggal tahap terakhir, Melepas, tapi—”

Jauh dihadapannya ia melihat Lumina masih menangkis serangan dari Monster itu, membuatnya masih ragu, karena bisa saja serangannya meleset.

Disisi lain Lumina yang sedang menangkis serangan, sedikit melirik Akira dan menyadari niatnya.

Tanpa pikir panjang Lumina melesat Maju tanpa menangkis serangan dari ekor Monster itu hingga tangan dan wajahnya penuh luka, tanpa memberi jeda Lumina yang sudah dekat dihadapan Monster itu langsung mengangkat pedangnya ke atas sambil menatapnya dengan niat membunuh yang kuat.

[Skill Heavy Slash:Aktif]

[Skill ini akan meningkatkan sementara STR pengguna sebanyak 3× saat mengayunkan pedang dengan kuat]

TRANG!!

Hantaman kuat Lumina ditahan Monster itu dengan kedua ekornya, karena serangan dari Lumina, membuat gerakan Monster itu tertahan.

Disisi lain Akira melihat kesempatan, tanpa pikir panjang ia segera melakukan tahap terakhir.

Akira yang sebelumnya telapak tangannya saling berdekatan dan ditengah tengah nya ada bola api kecil yang panas, ia langsung mengarahkan dan membuka lebar kedua telapak tangannya ke arah Monster yang jauh di hadapannya sambil mengucapkan,

"Fireball."

DOR!!

Bola api itu melesat kencang dari tangannya menimbulkan suara ledakan yang keras disertai angin yang kencang karena dorongannya, bola api yang kecil karena dipadatkan, menjadi besar saat ditembakan, Monster yang menyadari Bola api itu ke arahnya hanya bisa melihatnya karena dia tidak bisa kemana mana tertahan oleh Lumina, hingga Bola itu mengenai Monster itu dan meledak saat melewatinya.

DHUARRR!!!

Suara ledakannya terdengar keras, karena setengah badannya terkena bola api, monster itu perlahan menghilang seperti asap yang tertiup angin, Lumina pun mundur ketika mengetahui monster di hadapannya sudah kalah.

Sedangkan jalur yang dilewati bola api yang ditembakan Akira, meninggalkan jejak tanah yang hancur serta uap dari air hujan yang terkena panasnya.

Akira dari kejauhan hanya menatap dalam diam sambil berpikir,

"Memangnya... Fireball sekuat ini ya?" Mukanya tak menunjukan ekspresi, karena ia sendiri tak menyangka serangannya akan sekuat itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!