NovelToon NovelToon
Kaya Karena Sistem

Kaya Karena Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: less22

AL harus pergi dari rumahnya karena di usir oleh orangtuanya, mereka lebih menyayangi adiknya ketimbang dirinya.

Meskipun begitu, ia tatap bangkit untuk bertahan hidup. Takdir berkata lain, ia mendapatkan sebuah sistem yang mengubah hidupnya dan membuat orang tuanya menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Malam itu, Al tidak bisa tidur dengan nyenyak.

 Setiap kali ia membuka mata, pandangannya langsung tertuju pada sistem yang memancarkan cahaya di depan wajahnya.

Waktu berlalu, hingga fajar menyingsing di ufuk timur.

...********...

 Tepat saat matahari pertama masuk celah ventilasi kamar kosnya, ada suara dari sistem

Ting!

[Selamat hari ini Anda mendapatkan uang Rp 10.00.000 tunai dari hadiah harian]

"Sepuluh juta..." Amirul terkekeh geli, senyumnya melebar hingga ke telinga. "Ini bukan mimpi. Aku benar-benar memegang uang ini sekarang!"

Ting!

[Misi Baru: Penampilan sang Penguasa]

"Baik, Hari ini hari minggu, aku harus merubah penampilan ku, karena besok aku sekolah. Saatnya bergerak," gumam Al penuh tekad.

Ia segera mandi, membersihkan melekat di tubuhnya. Setelah berpakaian dengan satu-satunya kaus dan celana jins bersih yang ia punya, meski warnanya sudah sangat pudar, Al melangkah keluar dari kosan. Di kantongnya, seonggok uang sepuluh juta rupiah siap di belanjakan.

Tujuan pertamanya adalah sebuah pusat perbelanjaan dan area komersial di tengah kota.

Begitu sampai di sana, Al langsung melangkah menuju sebuah barbershop premium yang terlihat sangat mewah dari luar dengan dinding kaca dan lampu neon estetik.

Seorang kapster berambut klimis menyambutnya di pintu, namun pandangannya agak ragu melihat kaus pudar Al.

 "Selamat siang, Kak. Mau potong rambut? Sudah booking sebelumnya?" tanya kapster itu tersenyum paksa.

"Belum. Apa ada slot kosong? Saya mau paket perawatan rambut dan wajah yang paling lengkap," jawab Al dengan nada suara yang tenang.

Uang jutaan di kantongnya memberikan ia rasa percaya diri.

Mendengar permintaan paket lengkap, sikap kapster itu langsung berubah profesional. "Oh, tentu ada, Kak. Mari silakan duduk di sini."

Selama satu jam berikutnya, Al dimanjakan. Rambutnya yang semula acak-acakan dan gondrong tidak teratur dipotong dengan gaya undercut yang rapi dan modern, menyesuaikan bentuk wajahnya.

 Wajahnya dibersihkan secara menyeluruh, menghilangkan wajah kusam.

Saat ia bercermin setelah selesai, Al hampir tidak mengenali dirinya sendiri.

"Wow, aku setampan itu rupanya setelah dua tahun menjadi pembagian di rumah ibu angkat ku, bahkan aku tidak mengenali diri sendiri lagi," ucapnya terkekeh kecil.

"Totalnya dua ratus ribu rupiah, Kak," ucap kasir barbershop.

Al menyerahkan dua lembar uang seratus ribu tanpa kedipan mata. "Ini uangnya kak."

"Terima kasih banyak, Kak!" seru kasir itu dengan membungkuk hormat.

Keluar dari barbershop, Al melangkah menuju toko pakaian bermerek di dalam mal.

Ia memilih dua pasang kemeja kasual berpotongan pas badan, sepasang celana chino hitam, dan sepasang sepatu sneakers putih yang bersih dan trendi. Ia langsung meminta izin untuk mengganti pakaiannya di ruang ganti toko tersebut.

Saat Al keluar dari ruang ganti dengan setelan barunya, beberapa pelayan toko wanita yang lewat sempat mencuri pandang sambil berbisik-bisik, mengagumi penampilannya yang kini terlihat seperti putra dari keluarga kaya.

Al membayar total dua juta dua ratus ribu rupiah di kasir dengan senyuman tipis.

Kini, sisa uangnya adalah Rp 7.800.000. Target terakhirnya: ponsel baru.

Al mendatangi sebuah gerai elektronik dan membeli sebuah ponsel pintar kelas menengah yang berspesifikasi tinggi seharga lima juta rupiah pas.

 Setelah memasang kartu SIM baru dan mengaktifkan paket data internet, ponsel baru itu berdenting mulus.

Al melihat pantulan dirinya di dinding kaca mal. Rambut rapi, pakaian bermerek, sepatu mahal, dan ponsel pintar terbaru di genggamannya.

[Sisa uang Anda Rp 2.800.000]

Ting!

[Misi Sukses! Tuan rumah telah berhasil merombak total penampilan dan meningkatkan aura kewibawaan sebesar 300%.]

[Selamat, Anda mendapatkan uang 10.000.000]

Mendengar itu. Ia buru-buru melangkah keluar dari mal untuk segera kembali ke kosannya.

Namun, baru saja ia keluar dari pintu lobi utama mal, sebuah suara cempreng yang sangat ia kenal tiba-tiba memanggil namanya dari arah samping.

"Lho? Al?! Kamu si gelandangan itu, kan?!"

Al menoleh. Di dekat area parkir mobil mewah, berdiri seorang wanita paruh baya dengan perhiasan emas yang mencolok di leher dan jemarinya, didampingi oleh seorang pria muda sebaya Al yang memakai jam tangan mahal.

Itu adalah Ria ibu angkat yang baru saja mengusirnya dari rumah bersama dengan anak kandungnya, Ari.

Ria menatap Al dengan mata membelalak, terkejut setengah mati melihat perubahan drastis pada pemuda yang biasanya ia panggil anak pembawa sial itu.

Al menghentikan langkahnya. Matanya menyipit menatap kedua orang di hadapannya.

Ia Ingatan tentang bagaimana Ria melempar pakaian-pakaian lusuhnya ke tanah.

Dan bagaimana Ari tertawa puas kembali karena ia di usir, mereka memperlakukannya lebih rendah daripada binatang.

"Ma, ini beneran si Al? Kok penampilannya berubah gini? Kamu nyolong di mana, Hah?!" kata Ari melangkah maju, menatap setelan kemeja kasual dan sepatu baru Al dengan pandangan tidak percaya sekaligus sirik.

"Nyolong? Di tempat umum seperti ini, bicaramu mencerminkan isi kepalamu, Ari," jawab Al santai, nadanya dingin.

"Bukannya jika kita bertemu kita Anda tidak ingin mengenali saya lagi," kata Al menatap Aris dan mantan ibu angkatnya itu.

"Heh! Siapa juga yang ingin kenal kamu juga, aku hanya bingung saja, kau tidak punya uang tapi berani datang ke mall, jangan bilang pakaian yang kamu pakai ini hasil curian?!" tebak Ria.

"Aku tidak serendah itu sampai harus mencuri, sebaiknya Anda jaga anak Anda saja, jangan sampai mencuri," kata Al dengan entengnya.

"Kurang ajar! Berani kamu ya sekarang!" wajah Ari memerah, emosinya langsung tersulut.

Ria segera menarik lengan anaknya, lalu maju dengan keangkuhannya.

Ting!

[Misi Darurat diaktifkan.]

[Detail Misi: Target di depan Anda telah merendahkan harga diri Tuan Rumah. Sistem telah mendeteksi adanya kebencian dari target]

[Tugas: Bungkam kesombongan mereka dengan kata-kata agar mereka tidak tidak bisa berkata-kata lagi]

"Halah, bajumu mungkin beli, tapi uangnya pasti hasil mencuri! Al, sadar diri kamu! Kamu itu cuma anak pungut miskin yang gak tahu diuntung. Jangan harap setelah dandan begini kamu bisa memohon-mohon untuk balik ke rumahku, ya!" kata Ria ketus.

Al tidak langsung menjawab. Ia justru terkekeh pelan.

"Kembali ke rumah Anda?" Al menaikkan sebelah alisnya, mengulum senyum tipis.

"Maaf, Bu Ria, gudang terbengkalai tempat saya tidur kemaren bahkan terasa lebih terhormat daripada rumah Anda yang penuh kepalsuan," kata Amil merendahkan.

Wajah Ria seketika memerah padam. "Kurang ajar kamu, ya! Berani kamu menghina rumah saya?!"

"Saya tidak menghina, saya hanya menyatakan fakta. Dan tolong dicatat baik-baik dalam ingatan Anda yang mulai menua itu, saya tidak akan pernah mengemis pada orang yang sudah membuang saya," sahut Al.

"Kamu...!" Ari sangat geram, langsung maju selangkah.

Ia menunjuk muka Al dengan jarinya yang gemetaran karena geram.

"Jaga mulutmu, Al! Kamu itu nggak lebih dari sampah yang Mamaku pungut! Berani-beraninya kamu bicara begitu sama Mamaku?!"

"Sampah? Kalau aku sampah, lalu kamu apa bedanya," Al menatap Aris dengan pandangan kasihan.

"Al! Mulutmu benar-benar minta dihajar, ya! kalau bukan aku yang mengasuh mu dari kecil, mungkin kau sudah mati di jalanan! Dasar nggak tau diri!" kata Ria geram.

"Betul sekali! Begitu juga dengan Anak Anda sekarang, jika bukan orang tuaku yang merawatnya, mungkin kau tidak akan pernah bertemu dengan anak kandung mu ini. Kau harusnya juga berterima kasih pada orang tua ku. Jadi bukannya ini impas?!" kata Al mencibir

"Apa kau bilang! Apanya merawat ku! Aku bahkan tak pernah makan, karena orang tua miskin mu itu!" kata Ari.

"Oh ya? Kalau kau tidak pernah makan harusnya kau mati sekarang kan? Nyatanya kau masih sehat sampai sekarang," kata Al mencibir.

1
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pak lukman siapa Kka?
Ambu Rinddiany Thea: 🤣🤣🤣🤣🤣kirain sengaja
total 4 replies
Ambu Rinddiany Thea
tambaaaah ka lessss , ceritanya bikin panjang durasi nya kaya s gliza ..
Tosari Agung
kak less nanggung kak lagi pas di paling seru
Maria Lina
bisa gk di double thor cerita ini..1 melulu sedang kn sistim dokter selalu 3 bab melulu sih
Ambu Rinddiany Thea
Alhamdulillah akhirnya semoga kedepannya lancar2 terus ya ka lesss ... 🤲🏻🤗🤗
Diah Susanti
potong rambut yang 200rb gk dihitung
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Terima aja Saka, karena kamu udah menjadi sahabat terbaiknya Al, itu belum ada apa-apa nya dengan kamu yang selalu berada di sisinya dalam keadaan apapun/Smile/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
yeayy, akhirnya up lagi /Determined//Determined/🫰🫰💃🏻💃🏻
less22: hahaha, 🤣🤣🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kak, gak up kah? 🤔
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Amirul masuk sini🤭
sitanggang
apa ini nominal gak jelas🙄
Wega Luna
secinta itu kak less sama Amirul,,,nama nya masih tercantum dan muncul lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
less22: masih ada amirul lagi? 🤣🤣🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Mir?? Al kak bukan Mir 😁
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: oke kak, nanti aku baca satu-satu 😁
total 8 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Rian? 🤔
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kerusakan motorku kak 😁
Mxxx
muantap
less22: Terima kasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
Tosari Agung
mantap kak less jadiin Al Intel secara diem diem kak
less22: asiapppp
total 1 replies
Maria Lina
ni ku ksh bintang ya thor biar bisa 3 bab tiap hari nya wkwk💪💪🫠🫠
less22: Terima kasih tapi 👉👈...
total 1 replies
Maria Lina
thor cerita yg ini cuman 1 yg pembalasan isitri smpai 3 bab lo ni kok cuman 2 trus othor nya pilkas ya hehe
less22: hey udah lah tuh🤣🤣
total 1 replies
Alfia Humaira
aku suka novel ini semoga terus up ya dan yang lainnya juga up ya kak♥️
less22: wah Terima kasih, gabung di grub yok kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!