Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 : Pertarungan 2 Jenius Keluarga Besar
Bab 15 : Pertarungan 2 Jenius Keluarga Besar
_________
Satu persatu penonton mulai memecah lautan manusia yang berada di stadion Arena Naga. Pertandingan babak penyisihan telah usai , meskipun begitu euforia nya masih terasa hingga malam tiba di masing masing Puncak. Beberapa nama besar seperti Sun Haoran , Fa Tian dan Gu Xiyao melaju ke babak selanjutnya dengan beban harapan juara di bahu mereka.
"Kerja bagus , Yan'er!"
Ming Yue memuji penampilan muridnya yang bisa membawa Puncak Meditasi lolos ke babak selanjutnya. Beberapa temannya merayakannya dengan suka cita , menghadiahinya batu spiritual hingga memasakkan ayam panggang untuk Shen Yan.
"Aku hanya beruntung! Besok pertandingan akan lebih berat!" ucap Shen Yan pelan.
"Aku percaya kau , adik Yan!" teriak Cheng Yuan sambil menepuk bahu Shen Yan.
Malam ini Puncak Meditasi cukup hangat dengan api unggun di tengahnya , merayakan kemenangan langka puncaknya setelah bertahun tahun pulang dengan tangan kosong. Puncak terlemah di antara 7 puncak lainnya ini mendapat angin sejuk setelah salah satu murid nya melaju ke babak selanjutnya. Itu cukup membuat mereka senang , meskipun besok tidak tahu apa yang akan terjadi.
______
Setelah berpisah , Shen Yan berjalan ke kamarnya dengan pelan. Tidak ada beban , tidak ada kekhawatiran seperti petarung puncak lainnya.
"Yan'er! Kemari lah! ! Temani Guru!"
Tiba tiba suara wanita memanggilnya di depan kediamannya. Itu adalah Tetua Ming Yue , ia mengajak Shen Yan ke sebuah bangunan terbuka di tengah telaga. Shen Yan mengikutinya dengan patuh tanpa curiga.
"Guru tahu kau memiliki banyak rahasia! Guru juga tahu , kau yang selama ini membantu mereka berlatih! Guru , tak akan mempermasalahkan darimana kau mendapatkan itu semua! Apa ada yang ingin kau sampaikan kepada Guru , Yan'er?" ucap Tetua Ming Yue pelan.
Ternyata Tetua Ming Yue mengetahui siapa yang sering membantu murid murid Puncaknya dan siapa yang sesekali memberikan cairan spiritual tingkat tinggi kepada mereka. Shen Yan tak menyangka Ming Yue tahu semuanya , ia hanya mengerutkan keningnya tak menjawab pertanyaan Tetua Ming Yue.
"Jika kau tak ingin bicara , itu tidak masalah!" ujar Ming Yue sambil tersenyum.
Ia lalu menyibakkan Chen Fu miliknya sambil menatap air jernih telaga di depannya. Lama mereka terdiam , hingga akhirnya Shen Yan mulai mengeluarkan suaranya pelan.
"Guru , apa kau keberatan dengan tindakan ku?" ucapnya pelan.
"Tidak , aku sama sekali tidak keberatan! Aku justru senang kau menyayangi mereka dengan caramu! Guru hanya ingin tahu , jika ada sesuatu yang kau butuhkan , kau cukup beritahu Guru!" ujar Tetua Ming Yue.
"Baik , guru! Terima kasih!"
Setelah malam yang hening itu , Tetua Ming Yue memerintahkan Shen Yan untuk beristirahat. Mereka lalu berpisah di dalam kegelapan malam.
________
Pukul 8 pagi , Babak Kedua Pertemuan Naga Muda.
"Dung Dung Dung Dung Dung"
Gemuruh lautan manusia sudah terdengar di stadion Arena Naga. Babak kedua Pertemuan Naga Muda sebentar lagi akan dimulai , para petarung dari berbagai Puncak telah datang di Arena Naga. Pemimpin pertandingan memanggil semua peserta untuk naik ke Arena Naga untuk mengambil nomor undian. Peserta yang lolos ke babak kedua antara lain :
Puncak Pengetahuan - Wen Zhi
Puncak Hukum - Fa Tian & Fa Yan
Puncak Alkimia - Gu xiyao
Puncak Pedang - Sun Haoran & Ye Chen
Puncak Meditasi - Shen Yan
Puncak Formasi - Zhen Ling
Sementara itu , tahun ini Puncak Binatang Suci dan Puncak Harta Suci pulang dengan kekalahan di babak pertama. Membuat Tetua puncaknya merasa sedikit malu. Puncak Hukum dan Puncak Pedang memang selalu mendominasi setiap kompetisi seperti ini , itulah sebabnya dua puncak itu sering menjadi tujuan keluarga besar menitipkan jenius keluarga mereka.
"Nomor 2!" gumam Shen Yan.
"Aduh , nomor 1! Siapa lawanku kali ini?!" gumam Gu Xiyao.
Setelah semua peserta melakukan undian , pemimpin pertandingan melangkah maju ke depan mengumumkan pertandingan pertama babak kedua.
"Puncak Pedang Sun Haoran melawan Puncak Alkimia Gu Xiyao!"
Gu Xiyao tersentak karena lawan yang harus di hadapinya ini adalah jenius Puncak Pedang. Ia menghela nafas lalu memantapkan langkahnya berdiri di atas panggung.
"Lawan mudah! Gadis sombong keluarga Gu! Aku akan mempermalukan mu di hadapan keluargamu!" gumam Sun Haoran lirih.
"Dung Dung Dung"
Pemimpin pertandingan mundur , kedua petarung mulai saling menyerang satu sama lain. Sun Haoran langsung menyabut pedangnya berniat mengalahkan Gu Xiyao dengan cepat. Sementara itu , Gu Xiyao mengeluarkan Cermin Pemindah miliknya yang membuatnya mampu menghindari serangan cepat Sun Haoran.
"Pedang Dewa Api Yang!"
Teknik inti Puncak Pedang ini hanya di kuasai oleh beberapa orang di Puncak Pedang. Niat pedang dan Api jantung bersatu menjadi serangan buas yang mematikan. Tapi Gu Xiyao tidak tinggal diam , ia mengeluarkan rantai hitam miliknya saat mengetahui Sun Haoran berniat kejam terhadapnya.
"Yin Suo Tian Lao!" pekik Gu Xiyao.
Yin Suo Tian Lao atau yang terkenal dengan sebutan Rantai Yin Penjara Langit. Merupakan teknik khas keluarga Gu yang syarat utamanya adalah rantai hitam Gu Ming Suo , teknik ini mampu membentuk penjara penghalang yang mengunci aliran Qi.
Sun Haoran ada yang salah dengan rantai hitam di tangan Gu Xiyao , ia dengan cepat melesatkan serangan Pedang Dewa Api Yang ke arah tubuh Gu Xiyao. Dan tepat serangan itu berada kurang dari satu meter tubuh Gu Xiyao , tiba tiba sayatan api berkobar itu berhenti seketika.
"Apa yang terjadi!" Sun Haoran heran.
Tubuhnya juga berhenti di udara , aliran Qi nya melambat dan tidak beraturan. Itu memaksanya menggunakan teknik pelepasan tubuh api. Darah mengalir dari sudut bibirnya , namun ia merasa puas karena lawan nya kali ini cukup kuat.
"Anak dari keluarga Sun , terima ini!"
Gu Xiyao mengamuk menggunakan rantai hitamnya , menyebabkan ledakan besar terjadi di seluruh area Arena Naga. Shen Yan yang menyaksikan itu pun berkata bahwa gadis itu menakutkan jika marah.
Meskipun serangan Gu Xiyao nampak brutal , namun itu belum cukup untuk mengalahkan Sun Haoran yang sangat berbakat. Ia lalu melepas jimat di tubuhnya , dengan cepat kultivasinya melonjak ke lapisan ke 8. Penonton di buat terkejut dengan perubahan itu , gelombang kejut aura Sun Haoran menghempas udara di sekitarnya.
"Ini tidak mungkin!" ucap Gu Xiyao.
"Sudah waktunya mengakhiri ini semua!" teriak Sun Haoran.
Tubuhnya terbang tinggi menembus awan , awan seakan bergeser menyambut dirinya. Sun Haoran mengangkat pedang di tangannya , tepat di bawah matahari.
"Ri Guan Tian Xia!" teriaknya.
Sebuah avatar pedang raksasa muncul dari balik awan , bilah bilah cahaya emas mengelilinginya. Itu menukik tajam dari atas ke arah penjara penghalang milik Gu Xiyao , benturan keras menyebabkan gelombang kejut ke segala arah. Keduanya nampak meringis memaksa sisa kekuatan mereka berdua.
"Boom"
Ledakan besar akhirnya terdengar di sertai kerusakan yang parah Arena Naga hingga menciptakan lubang kawah besar di lantai arena. Tubuh gadis keluarga Gu itu terlempar keluar arena dengan luka parah di tubuhnya , ia langsung mendapat perawatan oleh para Tetua yang menolongnya. Sementara itu Sun Haoran nampak terduduk lemas kehabisan tenaga di atas Arena Naga yang memperbaiki dirinya berkat anugerah kulit naga hitam. Dalam hitungan detik , arena itu kembali seperti semula.
"Pemenangnya ! Sun Haoran dari Puncak Pedang!"
Teriak pemimpin pertandingan berdiri di tengah tengah Arena Naga. Suara tepuk tangan pun menggema di seluruh stadion Arena Naga setelah hasilnya di umumkan.
_________