Keluarga Ashford membesarkan dua putri. Sayangnya, yang mereka sayangi adalah orang yang salah.
Selama dua tahun, Sera Ashford hidup seperti bayangan di rumahnya sendiri. Saat adik angkatnya, Yara, memakai barang bermerek dan menerima telur Star Beast tingkat Gold di hari ulang tahunnya, Sera hanya diberi 500 kredit sebulan dan tidur di gudang sempit seluas tujuh meter persegi.
Tiga kakaknya selalu memukul dulu, lalu tidak pernah bertanya. Ayahnya melihat semuanya, tetapi memilih diam. Ibunya, seorang kontraktor tingkat Raja yang mampu meratakan satu blok kota, bahkan tidak pernah sekali pun memeriksa rekaman keamanan yang bisa membuktikan bahwa semua tuduhan terhadap Sera adalah fitnah.
Jadi, ketika Yara kembali menjebaknya dan menyuruhnya merangkak, Sera tidak berlutut.
Dia menandatangani surat pemutusan hubungan keluarga, menerima satu pukulan terakhir di wajahnya, lalu pergi ke wilayah pinggiran Dustmere Colony yang tidak mengenal hukum. Di dagunya masih ada darah, dan di kepalanya terdengar suara asing yang belum pernah ia dengar sebelumnya.
Supreme Star Beast System aktif.
Sekarang Sera membuka Star Beast Station di tengah tempat rongsokan. Dia menyembuhkan Star Beast yang gagal diselamatkan klinik papan atas, mengevolusi makhluk yang seharusnya mustahil berevolusi, dan memasang harga yang bahkan membuat para penguasa perang terdiam.
Pelanggan pertamanya? Pewaris keluarga terkaya di koloni itu. Pria dingin yang tidak pernah tersenyum pada siapa pun, tetapi selalu menemukan alasan untuk kembali.
Sementara itu, kakak-kakak Sera mulai menonton rekaman lama. Ibunya mulai gelisah.
Dan Sera? Dia baru saja memulai.
Kisah fantasi progresi sci-fi tentang penjinakan Star Beast, tokoh utama wanita yang tajam dan tidak mudah ditindas, romansa slow burn dengan pewaris dingin, serta sebuah keluarga yang terlambat menyadari siapa yang sudah mereka buang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galaxy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 4
Bab 004 - The Star Eye
Dua hari setelah kami pergi ke Star Beast Academy, Lucian datang lagi ke Star Beast Station.
Kali ini dia tidak membawa kotak obat.
Dia membawa Fire Squirrel yang sudah resmi tercatat memiliki skill Fire Tornado, dan satu kotak makanan.
Aku baru melihat kotak itu setelah dia menaruhnya di meja.
Kotak makanan itu bukan makanan sintetis murah dari mesin pinggir jalan. Ada beberapa bagian di dalamnya. Daging panggang, sayuran segar, sup panas, dan satu potong kue kecil yang aromanya langsung membuat perutku bersuara.
Sial.
Aku memegang perutku.
Lucian melihatku.
"Apa ini?" tanyaku, sambil menekan perut yang baru saja berbunyi.
"Makan siang."
Jawabannya datar, seolah membawa makanan ke toko orang yang baru dikenal beberapa hari adalah hal biasa.
"Aku punya makanan."
"Nutrient bar bukan makanan."
Aku menatapnya. "Kau menghina persediaan hidupku?"
"Aku menyatakan fakta."
Dia berjalan ke dekat Healing Pod dan duduk di lantai, seperti tempat itu memang sudah menjadi tempat duduk pribadinya. Fire Squirrel melompat dari bahunya, naik ke meja, lalu menatap kotak makanan dengan penuh minat.
"Jangan menatap makananku," kataku pada Fire Squirrel.
Fire Squirrel mencicit.
Lucian membuka kaleng kopi yang dia bawa sendiri. Rupanya kopi instan dari tokoku waktu itu meninggalkan kenangan buruk baginya.
Aku membuka kotak makanan.
Aromanya langsung keluar.
Aku mengambil sendok.
"Aku makan karena tidak mau makanan terbuang."
"Hm."
"Jangan hm seperti kau tidak percaya."
"Aku tidak bilang apa pun."
Aku makan beberapa suap. Perutku yang sejak semalam hanya diisi nutrient bar akhirnya bekerja dengan benar. Dagingnya lembut, supnya hangat, dan sayurannya tidak terasa seperti plastik.
Orang kaya memang menyebalkan.
Bahkan bekal makan siangnya enak.
Setelah makan setengah kotak, aku membuka panel Star Eye.
"Fire Squirrel sudah stabil. Mau lihat data lengkapnya?"
Lucian meletakkan kopinya. "Tunjukkan."
Aku mengarahkan tampilan hologram ke meja.
Cahaya biru muncul. Fire Squirrel yang sedang mencoba mencuri sepotong sayur langsung berdiri tegak seperti murid dipanggil guru.
[Target: Fire Squirrel]
[Tier: Gold]
[Status: Stabil]
[Skill: Fireball, Flame Tail, Fire Tornado]
[Core Skill: Fire Tornado - Rank A]
[Combat Index: meningkat]
[Evolution Path: 2]
Lucian membaca semua baris.
Dia tidak melewatkan satu kata pun.
Aku membuka bagian skill tree. Fire Tornado ternyata bukan hanya satu skill selesai pakai. Ada cabang latihan di bawahnya.
[Branch 1: Flame Spin - mempercepat rotasi api.]
[Branch 2: Heat Core - meningkatkan suhu pusat tornado.]
[Branch 3: Wide Sweep - memperluas area serangan.]
Fire Squirrel menyentuh hologram dengan kaki kecilnya. Kakinya menembus cahaya, lalu ia mencicit kesal.
"Jangan pilih sendiri," kataku. "Kau belum bisa membaca harga bahan."
Lucian melihat tiga cabang itu. "Urutan terbaik?"
"Flame Spin dulu. Skill-nya sekarang kuat, tapi boros energi. Kalau rotasinya stabil, serangan berikutnya lebih mudah dikendalikan."
"Risiko?"
"Kalau dipaksa latihan terlalu cepat, inti energinya bisa kacau. Nanti bukan evolusi, tapi masuk Healing Pod lagi."
Fire Squirrel langsung duduk lebih tenang.
"Nah, sekarang kau paham kata Healing Pod."
Aku memperbesar bagian jalur evolusi.
[Path A: Blaze Squirrel]
[Keterangan: jalur umum. Bahan mudah ditemukan. Peningkatan sedang.]
[Path B: Violet Flame Marten]
[Keterangan: jalur langka. Membutuhkan catalyst khusus. Batas kekuatan lebih tinggi.]
Lucian menunjuk Path B. "Ini lebih baik."
"Jauh lebih baik. Tapi bahan catalyst-nya belum ada di tokoku. Kalau nanti aku menemukan bahannya, Fire Squirrel bisa berubah menjadi Star Beast yang tidak banyak orang di Dustmere pernah lihat."
Fire Squirrel mencicit lebih keras.
"Jangan senang dulu. Bahannya mahal."
Lucian menjawab tanpa mengubah ekspresi, "Aku bayar."
Aku hampir lupa sedang bicara dengan pewaris House Blackwell.
Aku menutup data sementara, lalu membuka panel lain.
Star Eye bukan hanya membaca nama dan tier. Ia menampilkan susunan skill, potensi, kondisi inti, bahkan arah evolusi yang tersembunyi. Alat pemindai akademi tidak bisa melakukan ini. Bahkan Star Beast Academy harus memasukkan data lama dan membandingkan hasil registrasi untuk menebak perubahan.
Sistem di kepalaku melakukan semua itu dalam sekali lihat.
Lucian menatap tampilan itu.
"Kemampuan ini tidak tercatat dalam sistem mana pun."
"Sekarang tercatat di tokoku."
"Orang lain tidak boleh tahu terlalu banyak."
"Aku tahu."
Aku mengambil sepotong kue kecil dan menggigitnya. Manisnya pas. Aku menyesal tidak menyimpan setengah untuk malam.
"Di station ini," ucapku sambil menunjuk lantai, "kau dan Star Beast-mu aman. Sistem tidak akan membiarkan orang menyerang di dalam sini. Aku sudah melihat sendiri."
Lucian melihat ke arah pintu, lalu kembali menatapku.
"Yara?"
"Dia bisa masuk kalau mau jadi pelanggan. Kalau mau memukulku, tangannya akan berhenti di udara."
"Caelen?"
Nama itu membuat sendokku berhenti sebentar di atas kotak makanan.
Aku langsung melanjutkan makan.
"Sama. Siapa pun sama."
Lucian tidak meminta penjelasan. Itu salah satu hal yang membuatnya tidak terlalu menyebalkan. Dia tidak bertanya hanya untuk membuat orang membuka luka.
Fire Squirrel selesai memakan potongan sayur yang berhasil dicuri. Ia duduk di dekat layar hologram dan menatap datanya sendiri dengan bangga.
"Star Beast-mu sombong," kataku.
"Dia tahu dia kuat."
"Pemiliknya juga begitu?"
Lucian minum kopi. "Aku tahu aku kaya."
Aku hampir tersedak sup.
Fire Squirrel mencicit seperti tertawa.
Makan siang itu sederhana. Kami duduk di station yang masih bau logam baru, memakai kotak makanan sebagai meja, dan Fire Squirrel beberapa kali mencoba mengambil sayur. Tapi aku makan lebih banyak dari rencanaku.
Lucian melihat bekas luka di wajahku setelah kotak makanan hampir kosong.
"Gel medisnya bekerja."
"Pipiku tidak lagi seperti habis ditabrak hovercar."
"Masih terlihat."
"Terima kasih atas kejujurannya."
Dia mengambil dua vial gel dari saku jaket dan menaruhnya di meja.
"Pakai sampai habis."
"Kau membawa stok rumah sakit?"
"Blackwell punya lebih banyak."
Aku memasukkan vial itu ke laci. Kali ini aku tidak menolak. Luka yang sembuh lebih cepat berarti aku bisa bekerja lebih lama.
Lucian pulang sekitar sore.
Sebelum pergi, dia mengambil kotak makanan kosong dan menaruh satu kotak kecil lain di meja.
"Untuk malam."
"Kau sekarang layanan katering?"
"Kau tidak makan benar."
"Kau terlalu banyak mengurus pelangganmu."
"Kau pemilik station. Kalau kau pingsan, Fire Squirrel-ku tidak bisa berevolusi."
Alasan bisnis.
Baiklah.
Aku menerima kotak itu.
Setelah mobil hover-nya pergi, aku membersihkan meja, memeriksa Healing Pod, lalu mengecek telur Gold-tier dari sistem. Telur itu masih berada di ruang inkubasi. Permukaannya hangat, cahaya merahnya berdenyut pelan.
Di panel sistem ada hitung mundur.
[Gold-tier Star Beast Egg]
[Status: Inkubasi stabil]
[Sisa waktu penetasan: 48 jam]
Aku menatap angka itu sambil memikirkan uang.
Station baru mulai menghasilkan. Layanan Fire Squirrel memberi reputasi, tapi reputasi saja tidak bisa membeli bahan evolusi. Aku perlu pelanggan baru. Perlu layanan tambahan. Perlu membuat orang percaya bahwa toko di distrik terbengkalai ini bukan toko penipu.
Saat aku hendak menutup panel, sistem tiba-tiba berbunyi.
[DING!!!]
[Remote information query terdeteksi.]
[Pihak eksternal sedang mencari data tentang Star Beast Station.]
[Trace dimulai.]
[Trace gagal.]
[Tingkat enkripsi pihak eksternal melebihi kemampuan sistem saat ini.]
[Saran: tingkatkan keamanan operasional.]
Aku membaca peringatan itu sampai selesai.
Pihak eksternal.
Enkripsi tinggi.
Tidak perlu menebak terlalu lama.
Yara melihat fotoku dengan Lucian. Yara punya uang. Yara juga tidak akan datang tanpa mencari tahu dulu.
Aku membuka log akses station. Tidak ada data dari dalam yang bocor. Sistem hanya mendeteksi pencarian dari luar: registrasi toko, catatan academy, sertifikasi Fire Squirrel, dan status pemutusan dari House Ashford.
Mereka tidak tahu soal sistem.
Mereka tidak tahu kemampuan asli Evolution Pod.
Mereka hanya tahu Lucian datang ke toko ini dan Fire Squirrel mendapat skill baru.
Itu saja sudah cukup membuat Yara marah.
Aku mengambil papan harga kecil dari gudang dan menulis tarif layanan dengan spidol hitam.
Healing service: 500,000 credits.
Evolution consultation: mulai 500,000 credits.
Stabilization: tergantung kasus.
Aku memasang papan itu di meja depan.
Kalau Yara datang untuk membuat masalah, setidaknya dia bisa melihat harga dulu.
Aku menutup panel dan melihat pintu toko.
Kalau dia datang, biarkan dia datang.
Di dalam station, aku tidak perlu takut pada tangannya.
Yang perlu kupikirkan hanya satu.
Berapa banyak uang yang bisa kuambil dari kekacauan berikutnya.
---
Dua belas kilometer dari distrik terbengkalai, Caelen Ashford duduk di ruang keamanan kediaman Ashford.
Lampu ruangan dimatikan. Hanya layar rekaman yang menyala di depannya.
Dia membuka rekaman malam tuduhan kalung star energy.
Di layar, Yara masuk ke ruang utama sebelum semua orang berkumpul. Dia melepas kalung dari lehernya sendiri, berjalan ke sudut ruangan, lalu memasukkannya ke celah ventilasi.
Setelah itu dia membuka panel keamanan rumah.
Kamera lorong lantai dua dimatikan.
Yara kembali ke karpet ruang utama. Dia duduk, menutup wajah dengan kedua tangan, lalu mencoba menangis.
Percobaan pertama gagal.
Dia menghapus ekspresinya dan mencoba lagi.
Percobaan kedua, suaranya kurang bergetar.
Percobaan ketiga, bahunya bergerak lebih lembut, suaranya pecah di akhir kalimat.
Caelen menatap layar tanpa berkedip.
Dia memutar rekaman berikutnya.
Enam bulan terakhir.
Yara mengambil makanan Sera dari dapur, lalu berlari ke Helena sambil berkata Sera merebut bagiannya.
Yara menuang cairan ke gelas Sera sebelum ujian praktikum.
Yara mengambil formulir akademi dari sistem surat rumah, membaca nama Sera di sana, lalu merobeknya menjadi beberapa bagian.
Yara masuk ke ruang latihan, menuang pelarut ke seragam latihan Sera, lalu pergi ke ruang keluarga dan duduk di sebelah Caelen sambil tersenyum.
Caelen memutar rekaman itu kembali.
Di hari yang sama, Sera berdiri di ruang latihan dengan seragam rusak di tangan. Dia tidak berteriak. Dia tidak mencari siapa pun. Dia hanya mengambil seragam itu, melipatnya, lalu keluar dari ruangan.
Caelen mengingat hari itu.
Yara bilang Sera sengaja merusak seragam sendiri agar tidak mengikuti evaluasi.
Dia percaya.
Dia bahkan memarahi Sera karena tidak serius pada masa depan sendiri.
Rekaman terus berjalan.
Yara masuk ke dapur saat Sera sedang membuka paket nutrisi dengan pisau kecil. Yara menunggu sampai Sera membelakangi pintu, lalu mundur dan menjerit.
Beberapa menit kemudian, Helena datang.
Sera dikurung di gudang kecil.
Caelen melihat penanda waktu di layar.
Satu jam.
Empat jam.
Dua belas jam.
Dua puluh empat jam.
Makanan tidak dikirim. Air tidak diberikan. Pintu tetap tertutup.
Pada jam ketujuh puluh dua, pintu dibuka.
Sera keluar dengan kaki lemah. Dia bersandar pada dinding, lalu memaksa diri berjalan.
Di koridor, Caelen versi rekaman melewatinya.
Sera menatap Caelen di rekaman itu.
Caelen di rekaman itu tidak berhenti.
Caelen yang duduk di ruang keamanan menggenggam tepi meja.
Dia lanjut membuka rekaman kamar Sera.
Kamar itu hanya tujuh meter, berisi satu ranjang sempit, satu meja kecil, selimut tipis, dinding pojok yang berjamur, dan ventilasi rusak. Bahkan kursi pun tidak ada.
Sera duduk di ranjang. Lututnya ditarik ke dada. Dia tidak melakukan apa-apa. Dia hanya duduk di kamar itu sampai lampu otomatis padam.
Caelen melihat tangan kanannya.
Tangan itu yang menampar Sera sampai menghantam lemari kristal.
Caelen memutar ulang rekaman malam itu.
Di layar, telapak tangannya menghantam wajah Sera. Tubuh Sera terlempar. Lemari pecah. Kaca jatuh ke lantai dan ke punggungnya.
Caelen memperbesar gambar ketika Sera bangun dari pecahan kaca.
Bibirnya berdarah.
Matanya menatap lurus ke arah Caelen di rekaman.
Rekaman sudut itu tidak menangkap suara dengan jelas, tapi gerakan bibirnya masih bisa dibaca.
Itu terakhir kalinya.
Kalimat itu sama dengan yang Sera ucapkan di station.
Caelen menutup rekaman.
Dia berdiri dari kursi, lalu berjalan ke kamar lama Sera.
Pintu kamar itu mudah dibuka. Tidak ada kunci khusus. Tidak ada penjagaan. Selama dua tahun, dia bisa datang kapan saja.
Dia hanya tidak pernah datang.
Caelen masuk.
Bau lembap langsung tercium.
Di atas meja kecil tidak ada barang pribadi. Tidak ada foto. Tidak ada buku latihan. Tidak ada hadiah ulang tahun. Ruangan itu seperti tempat menyimpan orang yang tidak ingin dilihat.
Caelen berdiri di tengah kamar itu.
Komunikatornya menyala.
Dia menghubungi orang kepercayaannya.
"Aku butuh investigasi lengkap."
Suara di seberang bertanya nama target.
Caelen menjawab, "Yara Ashford. Dua tahun terakhir. Semua transaksi, semua kontak, semua rekaman yang bisa kau dapatkan."
Dia menutup panggilan.
Di luar jendela kecil, langit Dustmere mulai terang.
Caelen tetap berdiri di kamar itu sampai cahaya pagi masuk melalui celah ventilasi.