NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:704
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

terdirinya kerajaan shadow aethelgard

Setelah berhasil membangun fondasi awal kerajaan labirin dan memindahkan sekitar 2.000 penduduk dari ras Elf ke dalam gunung purba ini, langkah pertamaku sebagai penguasa adalah menyusun struktur pemerintahan. Aku membutuhkan sosok tepercaya untuk memimpin urusan sihir.

Pikiranku langsung tertuju pada sesosok gadis Elf pemberani yang waktu itu bertarung mati-matian menggunakan sihir beruntun saat desanya diserang pasukan iblis.

Aku memanggilnya secara resmi ke aula istana. Gadis Elf itu melangkah perlahan di atas lantai batu hitam yang megah, menundukkan kepalanya dalam-dalam di hadapan singgasana tempatku bersandar dalam wujud manusia tiruanku.

"Hehemm... Jadi... kamu adalah penyihir yang waktu itu?" tanyaku membuka percakapan, memecah keheningan aula istana yang luas.

"I-Iya, Yang Mulia..." jawab gadis Elf itu dengan suara yang sedikit bergetar karena gugup ditatap oleh aura intimidasi pekatku.

Aku terkekeh pelan melihat tubuhnya yang kaku.

"Hmm... tidak usah gugup begitu. Kedatanganmu di sini adalah karena aku ingin memberikanmu sebuah jabatan penting, yaitu sebagai Penyihir Agung Kerajaan Shadow Aethelgard. Kalau boleh tahu, siapa namamu?"

Gadis itu tersentak, sepasang telinga lancipnya sedikit bergerak karena terkejut. "E-Ehh... Aku? Menjadi Penyihir Agung Kerajaan? Eummm... namaku Latina, Yang Mulia," ucapnya memperkenalkan diri dengan sopan.

"Latina ya... nama yang bagus," gumamku mengangguk puas. "Tetapi, aku berniat untuk memberikanmu sebuah nama kode baru di bawah panji kerajaanku. Apakah tidak apa-apa?"

"Ehhh... Yang Mulia mau memberiku nama baru?" Mata Latina berbinar haru, sebuah kehormatan besar bagi ras Elf menerima nama langsung dari penguasanya. "D-Dengan senang hati, Yang Mulia!"

"Baiklah..."

Aku mengetuk-ngetuk jemariku di lengan kursi takhta batu hitam, berpikir sejenak. Eummm... nama... apa ya yang bagus dan terdengar berwibawa? tanyaku dalam hati. Sebuah nama dari alfabet Yunani kuno yang sudah kupersiapkan sebelumnya langsung terlintas di kepala.

"Nah... namamu sekarang adalah... Alpha."

"A-Alpha? Hehemmm... aku sangat suka nama ini, Yang Mulia!" ucap Alpha tersenyum lebar, memeluk tongkat sihirnya dengan erat.

Aku menegakkan posisi dudukku, menatapnya dengan pandangan mengunci.

"Baiklah. Alpha, sekarang dengan ini kuumumkan kau secara resmi menjabat sebagai Penyihir Agung Kerajaan!" ucapku tegas penuh wibawa.

"Dimengerti, Tuanku! Nyawa dan sihirku sepenuhnya milik Anda!" jawab Alpha berlutut dengan loyalitas mutlak.

Setelah proses penobatan Alpha selesai, fokus utamaku beralih pada sektor pertahanan dan keamanan kota dungeon. Menggunakan kemampuan bawaan ras iblis milikku, aku mengaktifkan sihir khusus [Black Summoner]. Dari balik kegelapan bayangan dinding dan lantai goa, aku membangkitkan ribuan pasukan Undead berzirah legiun hitam pekat.

Barisan tentara tengkorak abadi ini segera kukirim untuk mengisi pos-pos strategis; menjadi garda depan pelindung, menjaga gerbang masuk utama kerajaan di kaki gunung, serta berbaris rapi mengawal pintu masuk istana takhta.

Waktu terus berjalan dengan cepat. "Hmmm... keamanan sudah sangat ketat, pasukan tempur sudah siap siaga, dan kalau dilihat-lihat... baru seminggu berdirinya kerajaan Shadow Aethelgard ini, sistem ekonominya juga berjalan sangat stabil. Baguslah kalau begitu," gumamku puas saat memeriksa laporan wilayah.

Untuk menopang kebutuhan finansial kerajaan jangka panjang, aku juga membangkitkan pasukan Undead khusus yang ditugaskan di lantai dungeon bawah. Mereka bekerja tanpa lelah selama 24 jam penuh untuk menambang berbagai macam mineral berharga di dalam perut gunung, termasuk mengeruk bijih emas dan perak murni yang nantinya akan dicetak sebagai mata uang resmi kerajaan kami sendiri.

Setelah semua urusan internal di dalam gunung berjalan lancar dan terstruktur, hasrat petualanganku kembali bergejolak. Aku berniat untuk keluar dari wilayah gunung purba demi menjelajahi dunia luar dan mencari ras monster lain untuk diajak bergabung. Target perburuanku kali ini adalah koloni Goblin Spesial (High Goblin) yang memiliki akal budi. Alasan utamanya sangat taktis; tingkat pertumbuhan dan perkembangan reproduksi ras Goblin luar biasa cepat. Dalam hitungan minggu saja, bisa ada ribuan Goblin baru yang lahir. Aku ingin mengambil kesempatan ini untuk merekrut goblin goblin yang baru dewasa untuk menjadi barisan pasukan yang jauh lebih kuat di bawah kendaliku.

Aku pun mengepakkan sepasang sayap kegelapanku, terbang melesat di langit tinggi membelah awan sambil mengedarkan pandangan mencari keberadaan kamp High Goblin tersebut.

"Hmmm... di mana ya mereka sembunyi? Makhluk-makhluk ini kalau sedang dicari bener-bener susah ditemui. Tapi kalau lagi nggak dibutuhin, malah sering mendadak ketemu di jalan..." gerutuku pelan sambil menyipitkan mata ke arah hamparan hutan di bawah.

Sring!

Tiba-tiba, aku menghentikan gerakan terbangku di udara. Indra penglihatanku menangkap sesuatu yang ganjil di balik rimbunnya pepohonan lereng gunung luar.

Aku menukik turun untuk mengintai dan melihat sebuah kamp High Goblin yang kondisinya bener-bener kacau berantakan. Pertahanan pagar kayu mereka tampak rapuh dan nyaris roboh. Saat aku menyuruh sistem melakukan scan, populasi di dalam kamp tersebut bener-bener memprihatinkan; mereka hanya berisi sekitar 40 ekor Goblin saja dengan kondisi tubuh yang sangat kurus akibat kelaparan.

"Hadehhh... mau bagaimana lagi, tetap harus diambil," ucapku menghela nafas panjang. "Lagian... kenapa bisa sekacau ini ya kondisi mereka? Kasihan juga melihatnya."

Aku mendarat dengan mulus di tanah tersembunyi, lalu melangkah santai dengan wujud manusiaku menuju gerbang kamp Goblin tersebut. Kedatanganku langsung memicu kepanikan. Dua Goblin penjaga kurus memegang tombak kayu dengan tangan bergetar hebat.

"Si-Sialan! Siapa kau?! P-Pergi dari kediaman kami!" teriak Goblin yang berjaga di gerbang dengan wajah pucat ketakutan.

"Dia ini... siapa sebenarnya dia? Kok aura di sekeliling tubuhnya terasa seperti sosok yang bener-bener tak terkalahkan... Mengerikan sekali..." bisik Goblin penjaga yang satunya lagi, kakinya gemetar menahan tekanan intimidasi alami dari aura iblisku.

Aku mengangkat kedua tanganku dengan santai, memasang senyum ramah agar mereka tidak jantungan. "Tenanglah, tenanglah... Aku datang ke sini tidak membawa masalah atau niat buruk kok. Aku datang justru karena mau menyelamatkan kalian semua dari kelaparan," ucapku dengan nada bersahabat.

Setelah melakukan perbincangan dan meyakinkan mereka lewat bahasa manusia yang fasih, kedua penjaga itu akhirnya mempercayai ucapanku. Mereka membimbingku masuk ke dalam kamp dan mempertemukanku langsung dengan sang Kepala Kamp yang memimpin gerombolan Goblin spesial berakal tersebut.

Di dalam tenda utama, aku dan si pemimpin Goblin mulai melakukan negosiasi taktis. Aku menawarkan mereka tempat tinggal yang layak, makanan melimpah, dan jaminan keamanan di dalam kotaku. Imbalannya, mereka semua harus pindah dan bersedia menjadi rakyatku di bawah hukum Shadow Aethelgard.

Meskipun bergabung, aku tetap memberikan hak adil; si pemimpin Goblin lama ini akan tetap menjabat sebagai pemimpin atau gubernur resmi di Distrik Kota Goblin di dalam dungeon-ku nanti. Namun, aku memberikan syarat mutlak yang tidak boleh dilanggar: seluruh Goblin laki-laki yang sudah dewasa wajib ikut mendaftar menjadi barisan pasukan militer kerajaan, dan mereka dilarang keras berbuat semena-mena seperti menyerang wilayah manusia atau ras lain tanpa adanya perintah langsung dariku.

Melihat tawaran penyelamatan hidup yang begitu mewah, sang pemimpin Goblin langsung menyetujuinya tanpa ragu. Hari itu juga, aku membawa seluruh koloni 40 Goblin kurus tersebut masuk ke dalam istanaku.

Waktu berlalu dengan sangat cepat. Setelah sekitar dua bulan menetap di lingkungan Shadow Aethelgard yang kaya akan energi magis dan makanan melimpah, ras Goblin spesial berakal ini berkembang biak dengan sangat pesat! Jumlah mereka bertambah berkali-kali lipat menjadi sangat banyak, membuat komposisi barisan pasukan cadangan kerajaanku makin tebal dan kokoh.

Merasa urusan logistik dan militer dalam negeri sudah sangat mapan, aku mulai memikirkan langkah politik luar negeri. Aku memiliki niatan besar untuk mulai menjalin hubungan beraliansi resmi dengan kota atau Kerajaan Oscar. Secara logika, aku sudah cukup mengenal seluk-beluk wilayah dan sistem di sana karena sempat menghabiskan waktu beberapa bulan hidup sebagai petualang Rank C di kota tersebut sebelum mendirikan dungeon ini.

Aku merasa aliansi dagang dengan manusia akan menguntungkan perputaran koin emas kerajaanku. Tetapi...

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!