NovelToon NovelToon
Jangan, Dia Datang!

Jangan, Dia Datang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Misteri
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Naja Belial muncul saat keadilan gagal. Dia tidak datang untuk menyelamatkan, tapi untuk memastikan dosamu dibayar lunas.

Saat hukum bisa dibeli.
Saat kebenaran dimanipulasi.
Saat manusia saling menghancurkan demi kepentingan sendiri…

Entitas urban legend itu akan datang.

Ada yang menganggapnya penyelamat.
Ada pula yang menyebutnya kutukan.

Lalu, apakah keadilan yang dipaksakan benar-benar lebih baik daripada kehancuran yang dibiarkan?

Story by Instagram & Tiktok @penulis_rain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4 : Manipulasi Skor Kenakalan

Biarpun sekolah sudah menyediakan aplikasi canggih dalam mendidik para murid. Namun, masih saja ada beberapa murid nakal masih bisa memanipulasi skor secara diam-diam. Hal ini membuat karakter mereka tampak bersih di mata guru maupun staf di sekolah, terutama kepala sekolah.

Manipulasi skor itu berdampak buruk bagi anak-anak lain yang memiliki sifat asli yang jauh lebih baik daripada mereka. Salah satu murid yang terkena dampaknya adalah Atmaja Satria, seorang murid laki-laki tampan, putih, tapi berkacamata membuatnya terlihat culun di mata orang lain.

Dia cukup cerdas di kelas, nilainya hampir selalu di atas rata-rata. Bahkan, termasuk mata pelajaran tersulit pun dia berhasil tembus nilai 90 an. Kecerdasannya itu membuat semua orang merasa iri padanya, terutama para anak-anak nakal yang bodoh.

Biasanya, setelah guru selesai mengajar dan memberi tugas. Nando dan anak buahnya akan datang menghampiri meja Satria sambil membawa buku dan menaruhnya secara kasar di meja lelaki tersebut.

"Kerjakan tugasku," perintah Nando dengan kasar pada Satria. Tatapannya terlihat sinis menatap lelaki polos itu.

Satria menggeleng, dia tampak lemah di depan Nando yang badannya jauh lebih besar. Sekali melawan, dia takut badannya akan remuk dipukul oleh lelaki itu. Namun, kali ini ia mencoba tidak menuruti keinginan Nando. Dia tidak ingin skor kenakalan nya bertambah hanya karena menolong siswa lain dengan memberi contekan.

"Kamu berani menolak ku?" tanya Nando tak percaya. Dia menghantam meja dengan sangat keras membuat Satria terperanjat kaget.

Satria menelan ludah. Dia tidak berani membalas tatapan tajam Nando. Tangannya masih gemetar tapi dia masih berusaha tenang. Lelaki itu menghela napas, mencoba mengendalikan diri agar tetap sabar. Kemudian, dia melihat Nando sekilas.

"Maaf, aku tidak bisa mengerjakan tugas kamu terus," ucapnya pelan tapi berusaha tegas.

Mendengar penolakan secara gamblang yang diucapkan Satria, wajah Nando langsung berubah merah. Tanpa banyak bicara dia segera menarik kerah baju Satria dan dengan kasar menghantam rahangnya. Wajah Satria kini membiru karena memar.

"Sekali lagi kamu bilang begitu.." Nando mendekatkan wajahnya pada Satria yang meringis kesakitan. "Aku akan membuatmu tidak bisa bergerak," ancamnya.

Satria menutup mata sesaat, tangannya masih mengepal. Dia menarik napas dalam-dalam berusaha mengendalikan emosi. Akan tetapi, tubuhnya sudah terlanjur kaku dan sulit digerakkan. Saat dia hendak duduk di bangkunya, Nando dengan kasar menendang bangku itu hingga dia tersungkur dan kakinya terkilir.

Melihat itu, Nando terkekeh pelan. Dia ikut berjongkok di depan Satria yang masih kesakitan. Bahkan lelaki itu sengaja menginjak kaki Satria yang masih terkilir, membuatnya makin kaku untuk digerakkan.

"Nando, lepasin. Ini sakit," rintih Satria berusaha menjauh dari Nando.

Nando tersenyum sinis melihat Satria yang kesakitan dan membiru karena luka akibat ulahnya. "Itu akibat karena kamu tidak mau menolongku," ucap lelaki itu meremehkan.

Satria masih kesakitan, bola matanya berkaca-kaca melihat Nando. "Padahal aku cuma mau bersikap benar. Nando, mencontek itu perbuatan murid nakal," tegur lelaki itu dan seketika dia kembali mendapat hantaman.

"Kamu itu di sini cuma murid biasa, jangan lawan aku. Papaku, salah satu pejabat di kota ini. Dia bisa habisi kamu kalau aku mau," jelas Nando. Dia menginjak kaki Satria hingga makin payah tulangnya.

Ponsel Satria bergetar. Itu notifikasi aplikasi verdict yang terbaru. Di layar ponsel itu tidak berhenti menampilkan notifikasi demi notifikasi.

[VERDICT UPDATE]

[Atmaja Satria]

[Skor kenakalan 30%]

Satria yang melihat status skornya seketika shock. Wajahnya pucat dan alisnya mengerut. Rasa sakit di kaki menambah kegelisahan di hatinya. Dia menggeleng pelan tidak percaya.

Dia menatap sekeliling dengan heran. Aneh, di sini padahal dia tidak berbuat nakal sama sekali kalau ditindas. Namun, kenapa skor kenakalannya justru naik? Sementara ponsel Nando sendiri justru tetep tenang dan tidak bergetar sama sekali.

"Haha, kamu pasti terkejut kan? Itu akibat berani melawan dan menolak perintahku!" ejeknya sambil tertawa sinis.

Dia menunjukkan dengan bangga aplikasi verdict nya di depan Satria yang masih lemah. "Lihat, skor kenakalanku cuma 10%."

Satria mengepalkan tangan. Dia menatap tidak percaya. Baginya, ini sama sekali tidak masuk akal. Aplikasi secanggih itu bisa eror seperti ini. Jika disalahgunakan, bisa berbahaya bagi orang-orang lain.

"Pasti kamu yang menyuruh ayahmu kan untuk menyabotase sistem agar skor kenakalanku tidak terdeteksi?" tuduh Satria dengan suara makin tinggi. Untuk pertama kalinya, lelaki itu berani berteriak di depan Nando. Biasanya, dia lebih sering diam dan menurut saat disuruh ini itu oleh Nando.

Mendengar ucapan Satria, Nando makin kesal. Kali ini, dia tidak memukul tapi menendang lelaki itu hingga tersungkur. Saat dia berbaring di lantai tak berdaya, Nando menginjak punggungnya hingga dia sesak napas dan tanpa sengaja muntah.

"Tutup mulutmu itu! Jangan bicara yang tidak-tidak. Kau tahu kan, kalau menuduh hanya akan membuat skor mu naik?" ancam Nando dengan suara sinis. Dia menatap Satria dengan kesal.

Tap tap tap

Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki dari balik pintu kelas. Semua murid yang tadi asyik memandang perkelahian itu, seketika kembali duduk di bangku masing-masing. Mereka bersikap seolah tidak terjadi apapun. Bahkan Nando juga kembali duduk di bangkunya. Lelaki itu tetap terlihat santai dan pura-pura rajin membaca buku materi.

Sementara di lantai pojok ruangan, Satria terbaring tak berdaya. Tubuhnya melemas karena pukulan yang terus didapat oleh Nando. Perlahan pandangan matanya terasa buram dan dia pun tergeletak tak sadarkan diri.

Ceklek

Bu guru datang seperti biasa memberi pelajaran pada murid-muridnya. Semua berjalan normal saja, tidak ada yang aneh sampai saat dia menengok ke belakang, suara mengajarnya berhenti. Wanita itu berjalan mendekat ke arah Ray yang tergeletak di lantai.

"Kenapa dia bisa ada di sini?" tanya bu guru penasaran. Dia terus mendekat mencoba memeriksa keadaan Satria.

Nando yang khawatir kalau bu guru melihat luka memar yang ada di tubuh Satria pun berusaha mencegah dengan mengulurkan tangan.

"Bu guru, dia hanya tertidur. Maklum dia pemalas, tidak bisa fokus belajar," sindir Nando sambil melirik Satria yang pingsan.

Mendengar ucapan Nando, bu guru itu menggelengkan kepala. "Dasar murid zaman sekarang tidak niat belajar."

Bu guru tersebut tidak jadi maju untuk menghampiri Satria. Dia memilih percaya begitu saja dengan ucapan Nando dan melanjutkan pelajaran. Melihat itu, Nando tersenyum puas. Dia diam-diam melirik Satria yang masih pingsan dengan senyuman sinis sedikit bangga.

'Jangan harap kamu dapat keadilan di sini. Percuma kamu bersikap baik melawanku. Itu tidak akan mempengaruhi skor kenakalanku,' batin Nando sambil menyeringai.

Tanpa Nando sadari, bahwa sosok Naja Belial tengah memperhatikan dia dari balik jendela. Wajah di sisi kirinya menyeringai di antara kulit retak dan bola matanya memerah karena marah dengan sikap Nando selama ini.

“Kakimu itu, suka menginjak orang ya? Perlu di revisi nggak sih? Kakinya\~”

1
SuryaNingsih
tuh kann ini tu tanah mereka tapi mau di rampas gitu
SuryaNingsih
Mau digusur demi bangun mall? ga ad hati klian ni
SuryaNingsih
Manaa🤣🤣
SuryaNingsih
naja itu santai tapi ngeselin tapi lucu🤣
SuryaNingsih
ooh si Naja nya mah udah tau ya🤣 cuma bru gentayangin aja
SuryaNingsih
sempet ketawa sama tepuk tangan🤣 lucu bgt ya🤣🤣
SuryaNingsih
jalur kakaen di desa penari kali ni andre🤭
SuryaNingsih
ramah pas ada maunya
SuryaNingsih
Lah yo si Andre dlu nganu 😡
Rosalina Ayyaee
Enak bgt jd Naja? dia smacem utusan tuhan ya?
Rosalina Ayyaee
Hadehh pak kepala dinasnya malah ky gt
Rosalina Ayyaee
Berhati lembut🤣 dia abis bunbun org🤣🤣
Rosalina Ayyaee
dia ngga mau kasus evan keulang lg salah tangkep
Rosalina Ayyaee
Hmm kek nya pembangunannya di tanah ilegal ya😡
Rosalina Ayyaee
seperti biasa mba Naja ini ngeselin tingkahnya🤣 tp bner sih kan yg di bully ya cewe itu
Rosalina Ayyaee
ooh semacem urban legend gt ya thor jd dy bales smua org gk cuma yg dsklh ini sj
Rosalina Ayyaee
Masih bgitu ya cuma dpn org dy pura2 pncitraan doang
Rosalina Ayyaee
Ya ampun andre kaya gitu dulunya😡
Rosalina Ayyaee
ya pasti wong korupsi kok
Wulandarry
Lhaa mala lari dy🤣 sukur dh d ksi sangsi sosial😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!