NovelToon NovelToon
Dicari: Pria Yang Siap Menikah

Dicari: Pria Yang Siap Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:826
Nilai: 5
Nama Author: Meyrna Pratiwi

Katie Wilson sudah lelah dengan drama kencan yang selalu berujung gagal. Dia ingin segera menemukan pria yang serius untuk menikah. Karena merasa tidak berbakat menilai laki-laki, Katie meminta bantuan sahabat lamanya, Mark Barrington, untuk menjadi "konsultan" pribadinya.

Rencananya jelas: Mark bertugas menyeleksi kandidat pria dan melatih Katie agar tampil lebih memikat saat berkencan. Mark pun setuju, apalagi itu artinya Katie akan mempraktikkan semua pesonanya hanya kepada dirinya.

Namun, situasinya jadi kacau saat "ciuman latihan" yang mereka lakukan terasa terlalu nyata. Katie mulai bingung dengan perasaannya sendiri, sementara Mark mulai kesulitan bersikap profesional sebagai pelatih.

Sekarang, Mark harus berjuang meyakinkan Katie bahwa dia tidak perlu mencari pria lain. Sebab, suami yang selama ini Katie cari sebenarnya sudah ada di depan mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyrna Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

"Jadi, kamu beneran mau cari suami?" tanya Betty sekali lagi, seolah masih butuh kepastian.

"Iya, Betty. Aku serius," jawab Katie mantap. "Tujuanku pulang memang untuk itu. Aku ingin punya anak sendiri."

Betty terdiam sejenak, matanya beralih menatap Jimmy yang masih belepotan bubur, lalu kembali menatap Katie. "Oke, kalau itu maumu... aku siap bantu jadi mak comblang! Kita mulai dari mana? Mau coba aplikasi kencan atau aku kenalkan dengan teman-teman kantorku?"

"Entahlah," Katie menghela napas. "Mungkin kita lihat saja nanti. Tapi yang jelas, aku tidak mau membuang waktu lagi."

"Bagus!" seru Betty sambil meraih smartphone-nya di atas meja. "Malam ini kita buat daftar kandidatnya. Tapi sebelum itu, kamu harus cerita lebih detail... apa yang terjadi di kantor Mark tadi? Dia tidak melakukan sesuatu yang aneh, kan?"

"Selain mencoba memaksaku menjual aset keluarga demi pabrik chip-nya? Tidak ada," jawab Katie datar. "Tapi tatapannya... entahlah, dia tetap Mark yang dulu, hanya saja versi yang jauh lebih mengintimidasi."

"Hati-hati, Katie," bisik Betty sambil tersenyum menggoda. "Biasanya benci dan cinta itu bedanya tipis sekali, apalagi dengan mantan penyelamat masa kecilmu itu."

"Jangan mulai deh, Betty" sahut Katie sambil tertawa kecil, meskipun dalam hati ia merasa sedikit gelisah.

"Ada kenalan cowok jomblo yang oke nggak?" tanya Katie blak-blakan.

Betty mengerucutkan bibirnya, tampak sedang berpikir keras. "Coba aku ingat-ingat ya... Oh, ada Bart Dandridge, tapi kayaknya mending jauh-jauh deh dari dia."

"Kenapa emangnya?" Katie penasaran.

"Salah satu partner di firma hukum Jim yang nanganin perceraiannya bilang kalau mantan istrinya ngaku pernah dikasari beberapa kali. Nggak tahu sih itu bener atau nggak, tapi..." Betty menggantung kalimatnya.

"Oke, coret nama Bart," potong Katie cepat.

"Ada Tom, dia teman nongkrong Jim. Orangnya asyik sih, tapi punya masalah sama alkohol. Bulan lalu Jim bahkan harus bantuin dia pas kena kasus drunk-driving".

Katie menghela napas panjang. "Lupakan Tom. Aku nggak nyari suami yang sempurna, tapi paling nggak dia harus sadar dan nggak hobi mabuk-mabukan".

Betty mendesah pelan. "Aduh Katie, kamu sih pulangnya telat banget. Cowok-cowok spek idaman biasanya sudah sold out semua. Padahal..." Betty menatap Katie dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan kagum. "Badan kamu sekarang oke banget, jauh lebih cantik dari istri-istri orang yang aku kenal, termasuk aku sendiri".

"Makasih ya," gumam Katie, berusaha menahan diri agar tidak merendah.

"Gini aja deh, nanti pas Jim pulang kerja, aku bakal tanya dia. Siapa tahu dia punya kenalan yang bisa dikenalin ke kamu".

Tiba-tiba, Jimmy si kecil membanting mangkuknya ke lantai dan mulai menangis kencang.

"Diam ya, anak pinter," ucap Betty dengan nada sayang yang nggak sinkron sama kata-katanya. Sambil memegang kain basah, ia mulai sibuk membersihkan sisa saus apel di lantai dan di badan Jimmy. Setelah beres, ia kembali menoleh ke arah Katie.

"Biar gampang, emangnya kriteria suami idaman kamu itu yang kayak gimana sih?"

Katie terdiam sebentar. Mendadak bayangan wajah Mark muncul begitu saja di pikirannya. Tapi ia buru-buru menepis bayangan itu. Mark bukan tipe pria untuk dijadikan suami—setidaknya bukan untuk wanita seperti dia.

"Yah, pengalamanku memang minim banget," gumam Katie dalam hati, mencoba mengabaikan rasa kehilangan aneh yang tiba-tiba muncul.

"Kriterianya... minimal dia harus mau kerja keras, suka anak-anak, badannya bersih, dan bukan perokok," lanjut Katie Wilson mantap.

"Satu lagi yang kamu lupa: harus jago di tempat tidur," celetuk Betty sambil nyengir. "Percaya deh, itu bisa nutupin banyak kekurangan lainnya".

Katie sempat melamun membayangkan bakal seperti apa sosok Mark Barrington dalam hal itu, tapi ia langsung tersadar dan wajahnya memerah.

"Aku mana tahu soal begituan," sahut Katie berusaha terlihat cuek.

Betty menatap sahabatnya itu dengan kaget. "Jangan bilang kamu masih belum pernah sama sekali?"

"Aku nggak bakal cerita apa pun soal urusan pribadiku ke kamu, itu bukan urusanmu ya!" balas Katie ketus.

Betty tertawa kecil. "Wah, kayaknya aku baru saja menyentuh topik yang sensitif nih. Omong-omong, kamu masih kenal orang dari daerah sini nggak?"

"Cuma Mark," jawab Katie singkat.

Betty mengernyitkan dahi. "Mark? Mark siapa?"

"Mark Barrington".

Seketika Betty melongo, mulutnya sampai terbuka lebar. "Cuma Mark?! Kamu nggak waras ya? Laki-laki itu bukan cuma 'siapa-siapa'. Gimana ceritanya kamu bisa kenal sama jomblo paling elit di kota ini?"

"Memangnya dia jomblo?" tanya Katie penasaran.

"Banget!" seru Betty. "Nggak ada satu pun wanita yang berhasil bikin dia serius mau berkomitmen. Dan percaya deh, banyak banget yang sudah nyoba. Sekarang ceritain, kok bisa kamu kenal dia?"

"Dulu dia pernah nyelamatin boneka kesayanganku," Katie tertawa melihat ekspresi bingung Betty. "Waktu itu aku masih kelas dua SD, dan dia kelas lima. Rasanya aku sudah kenal dia selamanya".

"Dulu ya dulu, Katie. Sekarang beda cerita. Dia sekarang mainnya di level ekonomi yang jauh di atas kita-kita ini," sahut Betty realistis.

"Mantannya yang terakhir itu model yang sering wara-wiri di sampul Vogue lho," tambah Betty.

"Terus, pacarnya yang sekarang kerja apa?" tanya Katie, berusaha terdengar sedatar mungkin.

Betty mengangkat bahu santai. "Gosipnya sih, dia belum nyari pengganti. Mark—maksudku Joe—itu bukan tipe orang yang hobi tebar pesona atau gaul sama sembarang orang di sini. Jangan kaget ya kalau dia bahkan sudah nggak ingat siapa kamu".

"Dia ingat, kok," sahut Katie dengan nada puas.

"Hah? Kamu sudah ketemu dia?!" Betty langsung heboh.

"Baru saja dari sana. dd ngotot banget mau beli tanah peninggalan orang tuaku".

Betty mendadak serius. "Oh, jadi itu alasannya. Aku dengar dia memang mau ekspansi besar-besaran. Kamu bakal jual, Katie? Jujur ya, kota ini butuh banget lapangan kerja baru. Banyak pasangan muda yang terpaksa pindah karena di sini nggak ada lowongan".

"Baru saja dari sana. Perusahaannya ngotot banget mau beli tanah peninggalan orang tuaku".

Kalimat Betty terpotong saat Jimmy tiba-tiba masuk ke ruangan sambil memegang kaleng soda yang isinya tumpah-tumpah ke bajunya.

"Aduh, bapaknya bener-bener ya!" gerutu Betty kesal. "Sudah dibilang berkali-kali bilang ke Jim jangan naruh kaleng soda sembarangan. Sekarang aku harus mandiin si kecil ini lagi".

Katie langsung berdiri. "Ya sudah, aku pamit dulu ya".

"Nggak usah buru-buru, bentar lagi juga beres kok," cegah Betty.

"Makasih, tapi aku harus mampir ke kantor properti dulu buat ngecek urusan sewa rumah selama aku pergi. Aku cuma mau mampir sebentar buat menyapa kamu".

Betty tersenyum hangat. "Aku seneng banget kamu mampir. Apalagi kamu serius soal rencana mau nikah dan tinggal di sini lagi. Nanti aku telepon ya!".

"Sip, makasih!" Katie mengambil tasnya, melambaikan tangan, lalu masuk ke mobilnya. Pikirannya sekarang penuh dengan bayangan Mark Barrington..

Bersambung ....

1
afri yani
pasti masih ori. segel tertutup rapat.🤭
MyR: ntar lagi segel terbuka...ups🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!