NovelToon NovelToon
Mawar Beracun Sang Menantu

Mawar Beracun Sang Menantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna Nellys

Warning!!

***
Mawar datang ke keluarga terpandang itu sebagai menantu yang sempurna.

Cantik, lembut, dan tampak penuh bakti.

Namun di balik senyumnya yang manis, tersimpan dendam yang telah ia rawat selama bertahun-tahun.

Pernikahannya bukan tentang cinta.

Melainkan jalan untuk menghancurkan keluarga Black dari dalam.

Semua berjalan sesuai rencana… hingga satu hal mulai menggoyahkan tekadnya.

Suaminya.

Arestio Black mencintainya dengan tulus. Tanpa curiga. Tanpa syarat.

Tetapi ketika kebenaran akhirnya terungkap, cinta berubah menjadi luka paling dalam.

***

“Apa selama ini… kamu hanya memanfaatkan ku, sayang ?” bisik Arestio, suaranya retak.

Mawar tersenyum tipis, mata-nya berkabut. “Jika iya… apa kamu masih ingin memeluk ku, suamiku ?”

Di antara hasrat, tipu daya, dan rahasia masa lalu,
balas dendam berubah menjadi permainan perasaan yang mematikan.

Karena terkadang… racun paling berbahaya bukanlah kebencian. Melainkan cinta yang tumbuh di tempat yang sala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna Nellys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. PERMAINAN BARU SAJA DIMULAI

0o0__0o0

*Warning!! 18+ Only. Area dewasa.*

Mawar akhirnya berhasil dorong dada Dresto pake seluruh tenaganya. "Jangan sentuh gue lagi!" bentaknya. Napasnya berantakan.

Dia mundur dua langkah. Tangan-nya gemeter. Bukan takut. Tapi emosi yang udah numpuk bertahun-tahun.

Dresto diem di tempat. Tatapan-nya nggak lepas dari Mawar.

Pelan... pelan banget... dia angkat tangan, nyentuh bibirnya sendiri. Kayak masih ngerasain bekas ciuman Mawar.

Senyum tipis muncul. Tapi bukan senyum hangat.

Senyum bahaya.

"Lo masih sama," bisiknya. Suaranya rendah. "Masih bisa bikin gue hilang akal cuma gara-gara deket lo."

Mawar natap jijik. "Kalau lo masih punya harga diri, jauhin gue."

Hening.

Dresto maju selangkah.

Cuma satu langkah. Tapi cukup bikin otot Mawar tegang.

"Gue bisa menjauh," katanya pelan. Jeda. "Tapi itu nggak berarti gue nyerah."

Matanya nyala. Tajem.

"Lo sekarang mungkin pake marga Black," lanjutnya. "Tapi percaya deh..."

Dia nunduk, deketin wajah Mawar. Nggak nyentuh. Cuma ngancem pake napas.

"Permainan ini baru aja di mulai, Rose."

Mawar ngerut kening. "Permainan apa maksud lo ?"

Dresto nggak jawab.

Dia cuma senyum tipis... terus balik badan. Ninggalin Mawar yang masih tegang.

Hening neken.

Tapi sebelum jalan, Dresto berhenti. Nggak nengok. Cuma ngomong pelan,

"Ngomong-ngomong..."

Mawar waspada. Natap punggung kakak iparnya itu.

"...Ares nggak pernah tau, kan ?"

Jantung Mawar deg. Kenceng. "Tau apa ?" tanya'nya cepet. Nahan panik.

Dresto nengok dikit. Senyum liciknya keluar. "Tentang hubungan kita. Dan malem terakhir kita."

Terus dia jalan ke ranjang. Santai. Kayak nggak habis ngancem. Ninggalin Mawar kaku. Wajahnya pucet pelan-pelan.

Karena pertama kalinya... Mawar ngerasa masa lalunya bisa ngancurin semuanya.

"Bajingan, lo ngancem gue ?"

Mawar nyekal lengan Dresto kenceng. Tapi matanya tetep tenang. Nggak nunjukin takut sedikit pun.

Bruk!

Dresto narik tangan Mawar, terus dorong tubuhnya ke kasur. Ngunci Mawar pake dua tangan kekarnya. Posisi dominan.

"Gue masih cinta lo, Rose." Bisiknya serak. Matanya kalut. Obsesi. "Kalau ancaman bisa ngiket lo ke gue, dengan seneng hati gue pake."

Dari semua cewek yang pernah dia tidurin, nggak ada yang bisa nyaingin Mawar. Cantik. Seksi. Dan yang paling parah... cuma Mawar yang bisa bikin otaknya konslet.

Hening.

Mawar nyengir tipis. Natap Dresto nantang. Nggak ada gentar.

Kata cinta itu kedengeran indah. Tapi buat Mawar, itu racun. Senjata makan tuan.

Entah siapa yang bakal mati duluan kena racun ini ?

"Tapi sekarang gue cinta adik lo," bisik Mawar. Lembut. Tapi nusuk. "Suami gue yang ganteng, polos, cinta gue setengah mati. Dan pastinya... nggak brengsek kayak lo."

Kalimat itu kayak bensin. Langsung nyamber api di dada Dresto.

Dia nyengkeram rahang Mawar. Nyium bibirnya. Kasar. Dalem. Liar.

Numpahin semua amarah yang meledak di dadanya.

Mawar diem. Nggak bales. Biarin Dresto nyium. Toh dulu mereka sering gini juga.

Munafik ? Bukan gaya Mawar.

"Dresto," batinnya dingin. "Kelakuan lo sama brengsek-nya kayak bokap lo."

It's ok.

Nanam rumput liar, nggak mungkin tumbuh bunga mawar, kan ?

Ikutin aja alurnya. Sampe takdir ngasih pukulan yang ngancurin hidupnya.

Dresto lepasin ciuman-nya. Matanya nyala. Napasnya ngos-ngosan.

"Jangan terus uji sabar gue, Baby Rose." Bisiknya lembut. Tapi tajem. "Lo tau kan apa yang bisa gue lakuin ke lo sekarang ?"

Tangan-nya ngelus pundak polos Mawar. Baju tidur Mawar cuma tali spaghetti tipis. Menggoda mata buaya.

"Why ?" geram-nya. "Dari semua cowok di dunia, kenapa lo pilih adik gue, Mawar ?"

Mawar tetep tenang. Miringin kepala. Bisik di telinga Dresto.

"Karena dia cowok terbaik yang pernah gue temuin... di tengah tumpukan cowok brengsek yang pernah gue kenal."

Dresto diem. Rahang-nya keras. Nggak terima. Sama sekali nggak terima.

Mawar narik kepala-nya, dongak. Natap mata Dresto dalem-dalem. "Dan gue yakin pilihan gue kali ini nggak bakal salah."

Boom!

Kepala Dresto langsung panas. Dia sambar bibir Mawar lagi. Kali ini lebih liar. Lebih rakus. Lebih dalem dari tadi.

Mawar tetep biarin. Umpan-nya di makan. Tinggal tarik. Terus tangkep hasil pancingan-nya.

Dresto neken tengkuk Mawar, dalemin lumatan-nya. Terus pindah nyium leher jenjang Mawar yang penuh cupang.

Nggak perlu nanya siapa yang bikin. Dia tau. Dan itu bikin darahnya makin mendidih.

Selama pacaran sama Mawar, dia nggak pernah di kasih jatah lebih. Makanya dia tidur sama cewek lain di luar sana.

Dresto lepas bibirnya. Matanya buas. Napasnya memburu.

"Jangan uji batas sabar gue, Baby." Bisiknya lembut. Tapi ancaman-nya nyata. "Lo tau kan sekarang lo ada di wilayah siapa ?"

Tangan-nya ngelus pipi Mawar, terus naikin dagunya pake jari.

Mawar nggak bergeming. Malah bibirnya melengkung tipis. Senyum nantang. Bukan takut.

Dia nepis tangan Dresto dari dagunya pelan. Natap Dresto lurus. Nggak kedip.

"Sabar ?" Mawar ketawa kecil. Nadanya ngejek. "Sejak kapan lo punya itu, Dresto ?"

Dia deketin wajahnya. Bikin jarak mereka panas... tapi matanya tetep dingin. Nusuk.

"Atau jangan-jangan... selama ini lo cuma sok kuasa ?" bisiknya pelan. Tiap kata disengaja lambat. "Padahal tanpa maksa, lo nggak ada harganya sama sekali."

Angkat dagu. Nantang.

"Kalau emang lo mampu... lakuin." Senyum-nya makin tajem. "Atau jangan-jangan lo cuma bisa ngancem, tapi nggak pernah berani eksekusi ?"

Rahang Dresto keras. Matanya gelap. Kepancing telak.

"Cerewet," desisnya rendah. Kayak peringatan terakhir.

Tanpa kasih ruang, dia tarik tubuh Mawar kasar.

Bibirnya langsung bungkam mulut Mawar. Ciuman keras. Nuntut. Meledak. Nggak lembut. Nggak kasih pilihan.

Tangan-nya nyengkeram pundak Mawar, terus turun nahan tubuh itu biar nggak bisa kabur.

Sentuhan-nya tegas. Menguasai. Kayak mau buktiin semua ancaman-nya tanpa perlu ngomong lagi.

Napasnya memburu di sela ciuman.

"Lo yang minta..." gumam-nya serak, hilang di jarak yang udah nggak ada. "Jadi jangan nyesel sama omongan lo."

Belum sempet Mawar respon, Dresto dorong pundak-nya kuat.

Bruk.

Tubuh Mawar jatuh di tengah ranjang. Dia nggeram nahan. Matanya tajem. Tapi tetep tenang.

Ngadepin cowok brengsek kayak Dresto nggak bisa pake emosi. Harus pake otak.

"Lo yakin mau lakuin ini, Kakak Ipar ?" tanya Mawar. Nadanya ngejek.

Dresto lepas tiga kancing kemejanya. Tarik sabuknya sekali sentak. Dia jalan deketin, arahin ujung sabuk kulit itu ke wajah Mawar.

Nyusurin wajahnya pelan, turun ke leher, terus makin bawah lewatin dada.

"Nggak ada jalan keluar buat lo malem ini, Rose." Ucapnya yakin. Penuh napsu. "Gue pastiin malem ini lo jadi milik gue seutuh-nya."

Mawar ketawa renyah. Ngejek. Tetep tenang. Nunggu aksi Dresto.

"Baiklah, kita taruhan..." tantang-nya. "Siapa yang bakal keluar jadi pemenang di antara kita berdua..."

Dresto nyeringai lebar, buang sabuknya ke lantai. "Dan gue pastiin gue yang menang." Pede banget.

Belum sempet Mawar jawab, Dresto udah ngurung tubuhnya dan bungkam mulutnya pake ciuman liar.

Tangan-nya narik tangan Mawar ke atas, nyatuin jari-jari mereka.

Mawar diem. Nggak bereaksi. Bahkan pas ciuman Dresto turun ngerubung lehernya.

Dia biarin. Kayak ngasih harapan menang. Tapi di kepalanya, Mawar mulai ngitung,

"Satu..."

Dresto neken tubuhnya ke bawah, gesekin milik-nya yang udah keras ke bagian intim Mawar dari luar celana dalam.

Darahnya naik. Libidonya meledak. Dia udah nggak kuat nahan napsu kalo deket Mawar.

"Dua..." lanjut Mawar dalam hati. Tetep tenang. Wajah datar. Natap lurus ke depan.

Dresto narik kepala-nya, nyudahi foreplay. Dia udah nggak tahan. Pengen masukin Mawar sekarang juga.

Keinginan yang dia pendam bertahun-tahun, malem ini bakal kejadian.

"Udah siap, Rose ?" tanya Dresto. Narik turun celana-nya, keluarin senjata pamungkas-nya. Ngocok pelan pake tangan.

Mawar diem. Tapi bibirnya nyengir tipis. Natap Dresto nantang. "Gue selalu siap nerima kekalahan lo." Jawabnya tenang.

Dresto ketawa kecil. Kayak denger lelucon. "Ini yang gue suka dari lo, Rose." Bisiknya natap mata Mawar yang tenang. "Lo nggak pernah mau tunduk kalo hadepin gue."

Mawar setengah bangun, tangan-nya nyugar rambut ke belakang. "Tunduk sama cowok brengsek ?" Dia ketawa geli. "Nggak bakal ada di kamus hidup gue."

Dresto angguk. Nggak keberatan. Dorong pundak Mawar sampe tubuh itu telentang lagi di ranjang. Di bawah kuasanya.

Nggak mau buang waktu.

Dia lebarkan paha Mawar, gesekin ujung miliknya ke bagian intim Mawar. Dari luar celana dalam. Pelan. Nggoda.

Mawar diem aja. Nggak reaksi. Bahkan nggak minat liat apa yang Dresto pamerin.

"Abis ini... gue yakin lo bakal berubah pikiran," bisik Dresto. Suara-nya ketahan antara marah dan ambisi.

Aura panas nyelimutin tubuh-nya. Emosi campur napsu nggak kekontrol. Cewek lain mungkin udah luluh. Mawar ? Malah kebalikan-nya.

Dia tenang... kelewat tenang.

Bukan pasrah. Bukan nerima.

Mawar ketawa pelan. Lirik jam dinding kamar. "Tiga..." gumam-nya lirih.

Dresto ngernyit. Nggak ngerti. Tapi egonya ngalahin rasa gairah-nya. Tangan-nya naik, mau narik turun celana dalam Mawar.

Tapi—

TOK!

TOK!

TOK!

Tiga ketukan keras di pintu.

Dresto ngumpat pelan, rahangnya keras nahan kesel.

Mawar malah senyum tipis. Senyum penuh arti. "Waktu lo abis, Kakak Ipar," bisiknya pelan. Tajem. Ngejek.

Ketukan balik kedengeran. Lebih keras. Disusul suara dari luar manggil nama Dresto. Nadanya maksa.

0o0__0o0

1
Jojo Marjoko
ngesot gak tuh 🤭🤭🤭🤭 othornya melawak di tengah ketegangan 🤭🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
si presto mintak di sleding otaknya tuh 🤣🤣🤣🤣 jahat bet dah mah Ares
mrahboy Hboy
bagus ares😍😍😍😍 jadi laki jangan lembek...apalagi istrimu banyak yang ngincer👍👍👍
Selindia Morenas
Anjai, Ares mengerikan sekali epribady 🤣🤣🤣🤣 tapi gue suka 😍😍
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
antara tegang dan pengen ngakak bayangin LC ngesot kayak suster🤣Aresmu setia Mawar gak akan tergoda selain dengan mu Dreso lebih jahat dari iblis dan binatang emang
Selindia Morenas
gas.. update nya Thor 💪💪💪
mrahboy Hboy
ayo rose....cepat selamatkan suamimu😍😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
kasihan Ares tak tau apa-apa malah jadi korban
Selindia Morenas: gue heran, mereka adik kakak tapi kayak musuh bebuyutan 🤭🤭🤭
total 1 replies
Qorey
lanjut thor
Selindia Morenas
siapakah itu ?
Selindia Morenas
mangkanya jaga suaminya yang bener....entar di gondol perempuan lain ... ngamok 🤣🤣🤣
Selindia Morenas
mawar benar-benar pemain 🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
lanjutkan Thor.....💪💪💪💪 semakipenasaran akoh🙏 🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
Mawar memang pintar 😍😍😍😍
mrahboy Hboy
menyala mawar 😍😍😍😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
salfok sama Mawar apa sudah pakai celana dalam 🤭🤭🤭
soalnya diumpetin sama papa mertua 🤣🤣🤣🤣
Jojo Marjoko
Terkadang perhatian kecil yang di abaikan justru nampak sangat berarti 😄😄😄😄 dan mawar pintar mencari cela itu 😍😍💪💪
Mita Paramita
🔥🔥🔥
sasip
sama seperti kejahatan, perselingkuhan pun bisa terjadi karena ada kesempatan.. 😉🤭😅
Qorey
bermain cantik kau mawar😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!