Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.
Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.
Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.
Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.
Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 4.
Setelah membersihkan diri, dan mengganti pakaiannya, Esther memperhatikan kemeja dan jas pria yang telah tidur dengannya.
"Kemeja dan jas ini sepertinya mahal!"
Esther tidak jadi membuangnya ke tong sampah, ia memasukkannya ke dalam tas pakaiannya.
"Selamanya aku tidak akan berteman denganmu lagi!!" kata Esther sebelum pergi meninggalkan apartemen Vera.
Brak!!
Vera menatap pintu yang tertutup, lalu berdiri dari terjatuhnya, "Huh! pergi saja sana! aku sudah memanfaatkanmu mendapatkan promosi menjadi pekerja tetap!" gumam Vera tersenyum.
Sementara itu Esther sudah berada di halte bus, duduk merenung memikirkan kejadian yang menimpanya.
Tanpa sadar ia memandang jemarinya, "Hah? cincin siapa ini? kenapa ada cincin di jariku?" gumamnya kebingungan.
Ia merasa tidak memiliki cincin di jemarinya.
Karena tidak menemukan jawaban, kenapa bisa sebuah cincin tersemat di jemarinya, Esther pun membiarkan saja tanpa memikirkannya lagi.
Ia bergegas meraih tasnya, karena bus menuju desanya telah datang.
Satu jam berlalu, di tempat kerja Vera.
Prang!!
Nyaris saja gelas yang dilemparkan mengenai kaki Vera, kalau ia tidak reflek mundur ke belakang.
"Apa katamu? naik jabatan? Huh! perempuan yang kamu janjikan padaku melarikan diri! aku belum merasakannya sama sekali!!"
"Apa?! jadi, bukan Tuan yang tidur dengannya?!!"
Vera terkejut mendengar apa yang dikatakan mandor bagian tempat ia bekerja.
"Bagaimana aku tidur dengannya, kalau dia dapat berlari dengan kencang, walau sudah terpengaruh dengan obat itu!!"
"Hah?!!"
Tubuh Vera lemas, sia-sia ia mengatur Esther untuk tidur dengan Bosnya, ternyata Esther tidur dengan lelaki lain.
"Keluar! aku tidak ingin melihatmu! jangan ganggu aku!!"
Dengan tubuh lesu Vera keluar dari ruangan Kepala bagian, impiannya menjadi pekerja tetap pupus sudah.
Setelah Vera keluar, tidak lama kemudian seseorang masuk ke dalam ruangan pria berperut gendut tersebut.
"Tuan Logan! harap menghadap Ceo Sebastian sekarang juga, beliau menunggu anda di ruang kantornya!"
Logan tersenyum mendengar Ceo Sebastian memanggil dirinya, yang seketika dapat ia pastikan, kalau ia akan mendapat promosi kenaikan gaji.
"Masuk!!"
Terdengar suara dari dalam ruangan yang Logan ketuk, lalu ia masuk ke dalam melihat pemilik ruangan sedang memeriksa dokumen.
Logan melangkah mendekati meja Ceo, dengan raut wajah yang terlihat ramah, dan tersenyum simpul menunggu Ceo berbicara padanya.
Jack Sebastian menutup dokumen yang baru ia tandatangani, lalu menyingkirkannya ke samping.
Jack meraih sebuah dokumen lainnya, lalu melemparkan ke tubuh Logan dengan kasar, dan cukup membuat Logan terperanjat karena terkejut.
"Mulai besok, jangan lagi masuk kerja! sudah ada yang menggantikan mu!!"
Nada suara Jack terdengar begitu dingin dengan raut wajahnya yang terlihat datar.
"Hah?! apa?! ke.. kenapa, Tuan? a.. apa salahku?!!"
Logan kembali terkejut mendengar apa yang dikatakan Jack.
"Kamu lihat isi dari dokumen itu!"
Logan memungut dokumen yang tadi dilemparkan Jack padanya, dan matanya sontak membulat melihat isi dari dokumen tersebut.
Bruk!!
Ia pun menjatuhkan dirinya berlutut ke lantai, "Maafkan saya, Tuan! sa.. saya tidak tahu, kenapa.. kenapa ada laporan seperti ini, sa.. saya past dijebak seseorang!!"
"Cih! dijebak seseorang? bukti-bukti sudah jelas terbukti melakukan korupsi, masih juga mengelak!!"
Plak!!
Jack kembali melemparkan sebuah dokumen pada Longan, "Selain korupsi, dalih apa lagi yang akan kamu jelaskan dengan bukti-bukti ini!!"
Tangan Longan gemetar memeriksa dokumen yang dilemparkan padanya, membuat ia tidak dapat berkata-kata.
"Huh!! aku tidak butuh karyawan seperti mu! pergi sekarang! kemasi barang-barangmu, jangan sampai aku menyuruh petugas, yang akan melemparkan semua barang-barangmu!!"
Nada dingin Jack yang tegas membuat Logan hanya bisa segera berkemas, karena ia tahu, atasannya itu memiliki tempramen yang kejam.
Ia sudah serapi mungkin, agar korupsi yang ia lakukan tidak ketahuan, tapi akhirnya tetap ketahuan juga.
Baru saja Logan keluar dari ruangannya, pintu kembali terbuka.
Seorang wanita cantik masuk ke dalam kantor Jack, memakai gaun yang terlihat cukup seksi untuk memikat seorang pria.
Gaun yang memiliki belahan samping sampai ke atas lutut, memperlihatkan kaki putihnya yang indah.
"Jack! tadi malam kamu pergi ke mana? aku menunggumu begitu lama, kenapa kamu tidak kembali?"
Suara wanita itu terdengar merdu, dan sedikit mendayu, karena merajuk dengan sikap Jack yang tidak perduli padanya.
Jack meraih ponselnya, "Kenapa kamu biarkan seseorang masuk ke ruangan ku begitu saja?!!" suaranya terdengar marah pada Asistennya dalam ponsel.
Jack mematikan ponselnya, begitu ia selesai bicara, dan tidak menanggapi wanita cantik yang sudah melangkah ke sampingnya.
Seketika Jack mengerutkan keningnya, begitu wanita itu berdiri di sampingnya.
Aroma wangi dari tubuh wanita itu membuat kepala Jack mendadak sakit, dan hidungnya tidak tahan menghirup aroma dari tubuh wanita tersebut.
"Keluar!!!" bentaknya tiba-tiba, dengan mata yang terlihat semakin dingin melirik wanita itu.
"Jack! aku ini tunangan mu! kenapa kamu selalu saja bersikap dingin padaku!!" sentak wanita cantik itu, Imelda Rose, tunangan Jack Sebastian.
Brak!!
Jack yang tidak tahan menghirup aroma, yang menguar dari tubuh Imelda, seketika bangkit berdiri dari duduknya merasa sangat kesal sekali.
"Aku sudah lama memutuskan hubungan pertunangan denganmu! kita tidak memiliki hubungan apa pun lagi! Keluar!!!"
"Jack! kamu sungguh kejam! aku sangat mencintaimu! kamu seharusnya beruntung sudah bertunangan denganku! kamu itu hanya pria mandul, yang tidak dapat memiliki keturunan!!"
Imelda pun meledak, karena sikap dingin Jack padanya tidak pernah berubah.
Sejak mereka di jodohkan Kakek mereka, Jack dengan cepat menolak perjodohan bisnis tersebut.
Walau itu sudah lama berlalu, sampai akhirnya kakeknya meninggal, ia tetap mengejar Jack.
Jebakan yang ia buat tadi malam, ternyata tetap saja tidak dapat membuatnya tidur dengan Jack.
"Tuan, maaf! aku tidak mengetahui Nona Imelda datang ke kantor hari ini!" Nick masuk dengan raut wajah yang terlihat bersalah.
Melihat Nick datang untuk mengusirnya, Imelda semakin kesal pada Jack, sehingga membuatnya kembali menumpahkan rasa kesalnya.
"Jack! umurmu sudah tidak muda lagi, kamu itu sudah tiga puluh enam tahun! wanita mana yang akan menikah dengan pria sepertimu, walau pun memiliki segalanya, tapi kamu itu tidak dapat memiliki keturunan, kalau bukan denganku yang menerima kamu apa adanya!!"
Mendengar nada amarah, dan mencela dirinya, Jack semakin tidak menyukai Imelda dekat dengannya.
Aroma yang menguar pada tubuh Imelda, membuat kepalanya semakin sakit, "Cepat! usir dia! aku tidak ingin dia berlama-lama di ruangan ku!!"
"Nona Imelda! silahkan keluar, tolong jangan membuat keributan disini!!"
Nick membuka daun pintu dengan lebar, Imelda menghentakkan kakinya sebelum keluar dari dalam ruangan Jack.
"Suruh seseorang untuk datang menyemprot anti septik ke ruangan ku!!" perintah Jack, setelah Imelda keluar dari dalam ruang kantornya.
Jack kemudian masuk ke dalam ruangan khusus, dalam ruang kantornya untuk sementara, saat ruangannya di bersihkan dari aroma Imelda.
Bersambung........
cari penyakit aja kamu.....😡
makanya cepetan nyatain perasaan kamu, biar gk salaha paham terus.
🤭🤭