NovelToon NovelToon
Dijadikan Taruhan

Dijadikan Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.

Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.

Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.

Rahasia apa yang tersembunyi?

Apa yang akan terjadi kepada Rani?

Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?

Ikuti kelanjutan ceritanya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Dinda mengalami trauma setiap kali melihat motor cowok seperti motor trail dan sejenisnya. Bahkan Dinda takut setiap kali melihat pengendaranya. Keluarga pak Latif berkeyakinan, sebelum terjadi kecelakaan, Dinda kemungkinan dikejar orang yang memakai motor trail.

Untuk mengobati rasa traumanya, Rama sering mengajak Dinda memakai motor trail tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Bukan untuk bermaksud jahat, Rama ingin Dinda mengatasi rasa takutnya.

Dan hari ini, Rama pagi-pagi sekali mengajak Dinda pergi ke kebun orang tuanya. Mereka berdua naik motor trail. Sepanjang perjalanan Dinda minta diturunkan. Rama tetap nekat menarik full gasnya melaju di jalanan yang bergelombang dan becek.

Rama menghentikan motornya di samping rumah kecil di tengah kebun. Rama membuka pintu rumah dan menyuruh Dinda masuk ke dalam.

Dengan tubuh gemetar dan air mata yang terus mengalir, Dinda sempoyongan masuk ke dalam rumah itu. Rama menuangkan Dinda segelas teh hangat dan singkong goreng yang dia bawa dari rumah.

Dinda mengambil singkong goreng dan minum teh hangat. Dinda terus saja menangis. Dinda sedikit kecewa karena Rama tidak mengerti akan keadaannya.

"Dinda, maaf kalo aku sedikit menakutkan. Aku hanya ingin, kamu berani menghadapi kenyataan. Aku ingin kamu menjadi orang yang kuat. Jika ada yang jahat sama kamu, lawan," kata Rama.

Dinda hanya meneteskan air mata, tangannya terus memasukkan singkong ke dalam mulutnya.

"Maaf, Dinda. Kamu sudah seperti adikku. Maaf kalo aku jahat di matamu," ucap Rama.

Sekilas, Dinda melihat di ingatannya. Bima menahan tubuhnya yang hampir jatuh di atas motor. Dinda memberitahu Rama apa yang baru saja dilihatnya.

Rama meminta Dinda mengingat, apakah jok motor yang ditemukan Daffa di laut adalah punya Bima. Dinda menggelengkan kepala. Dinda belum bisa mengingatnya.

"Dinda, apa hubungan kamu dengan Bima? Mengapa kamu bisa bersama dia? Apakah kalian sepasang kekasih?" tanya Rama.

"Aku juga gak tau," jawab Dinda.

"Pelan-pelan saja. Nanti juga kamu akan ingat semua."

Rama mulai mengajarkan Dinda ilmu bela diri. Rama tidak akan selalu ada di sisi Dinda. Dinda harus bisa melindungi dirinya di saat dia sendiri dalam bahaya.

Setiap pagi, Rama dan Dinda pergi ke kebun keluarga. Selain ilmu bela diri, Rama juga mengajarkan Dinda naik motor. Dinda harus bisa melawan rasa takutnya. Berkat dorongan Rama dan keinginannya untuk sehat, Dinda perlahan mulai berani naik motor trail.

...----------------...

Dinda akhirnya melanjutkan sekolahnya. Dinda, Dita dan Rama satu sekolah yang sama di SMKN 4 kota Goldie.

Dinda memilih jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) karena hobinya menggambar. Rama juga di jurusan yang sama tapi satu tingkat di atas Dinda. Sedangkan Dita di jurusan tata busana.

Di hari pertamanya masuk sekolah, Dinda sudah menjadi idola teman-teman cowoknya. Tidak hanya di kelas X DKV 2, Dinda menjadi idola satu sekolah.

Tidak hanya parasnya yang cantik, tutur kata, tingkah laku yang sopan membuat semua orang tertarik.

Di hari pertamanya sekolah, Dinda juga dibenci oleh seorang gadis teman sekelasnya. Mengapa dia membenci Dinda, karena Dinda sangat dekat dengan Rama.

Berita di kota Goldie begitu cepat tersebar. Semua di kelas Dinda tahu Dinda bukan keluarga Rama. Dinda ditemukan di pantai oleh keluarga Rama.

Fira yang sudah lama naksir Rama menjadi cemburu melihat kedekatan Rama dengan Dinda. Dia takut, Rama akan jatuh cinta pada Dinda. Walaupun Rama mengenalkan Dinda sebagai adiknya, tapi besar kemungkinan, Rama bisa jatuh cinta pada Dinda.

Fira mulai merencanakan sesuatu. Fira mengumpulkan teman-teman cowoknya. Fira membuat taruhan, siapa yang bisa menjadikan Dinda kekasihnya, Fira akan memberikan uang kepada pemenangnya.

Teman-teman cowok Fira mulai menyusun rencana mendekati Dinda. Mereka satu persatu mendekati Dinda. Dinda dengan sopan menyapa mereka. Ada yang sekedar kenalan, minta nomor kontak Dinda. Tapi Dinda tidak memberikan nomor kontaknya karena Dinda tidak punya ponsel.

Di kantin pun Dinda dikerumuni cowok-cowok. Mereka berebut mentraktir Dinda makan. Dinda dan Dita dengan halus menolak mereka. Karena terus dipaksa, Dinda dan Dita akhirnya makan bersama mereka.

Dari kantin sebelah, Rama melihat itu semua. Fira menghampiri Rama dan duduk di sampingnya.

"Halo, Kak Rama. Boleh aku duduk di sini?"

Rama hanya mengangguk dan meneruskan makan baksonya. Fira juga menikmati makan baksonya. Fira bertanya kepada Rama, kenapa Rama beberapa kali tidak ikut ekskul badminton. Rama menjawab akhir-akhir ini sibuk.

"Maaf Kak Rama, Dinda itu siapa ya?" Fira mencoba mencari tahu.

"Dinda itu adikku dan Dita," jawab Rama sambil menatap ke arah Dinda dan Dita di kantin sebelah.

"Adik ya? Aku kira kekasih Kak Rama," pancing Fira.

"Hmmm, siapa yang tahu. Oh iya, kamu Fira kan?" Rama memandangi Fira.

Fira dengan bahagia menatap Rama. Akhirnya setelah sekian lama, Rama mengingat namanya. Fira berharap, ini adalah sinyal baik dari Rama. Semoga setelah hari ini, Rama akan lebih dekat dengannya.

"Terima kasih atas perhatiannya. Sepatu yang kamu kasih ke aku sudah aku terima. Tapi maaf, aku kembalikan. Sepatu itu sudah aku titip Daffa."

"Kenapa, Kak? Sepatunya gak cocok? Apa Kak Rama gak suka? Bisa aku ganti kok dengan selera kakak."

"Maaf, kita gak sedekat itu. Lagipula, sejak kapan kita pacaran? Fira, tolong jangan sebar berita palsu. Apa perlu aku yang klarifikasi di forum sekolah?"

Rama meninggalkan Fira yang tertunduk terdiam. Fira merasa malu dengan ucapan Rama.

Sejak pertemuan mereka sewaktu di hari pertama masuk sekolah yang sedang melakukan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), Fira sudah menyukai Rama.

Fira menunjukkan ketertarikannya kepada Rama. Fira tanpa malu-malu menembak Rama di saat waktu istirahat. Rama tidak pernah menjawab perasaan Fira.

Rama tidak serius menanggapi Fira. Rama hanya menganggap Fira pada saat itu bercanda. Fira dihukum oleh panitia MPLS karena melakukan kesalahan. Hukumannya adalah menyatakan cinta kepada salah satu panitia.

Fira yang memang menyukai salah satu panitia MPLS, pada saat itu memanfaatkan momen itu untuk menyatakan cintanya kepada Rama.

Sejak saat itu, Fira selalu mengejar Rama. Fira mengikuti semua kegiatan Rama di sekolah. Fira ikut ekskul badminton di sekolah biar lebih dekat dengan Rama.

Rama kepada siapa saja selalu bersikap baik, sopan, ramah. Rama yang mengajarkan Fira cara bermain badminton. Mereka sering berlatih berdua.

Dari situlah, Fira merasa Rama juga menyukainya. Fira selalu menaruh hadiah-hadiah di meja belajar Rama di kelasnya. Fira menganggap kebaikan Rama adalah jawaban pernyataan cintanya.

Fira memberitahu teman-temannya bahwa dia dan Rama sudah jadian. Dalam arti kata mereka adalah sepasang kekasih. Berita itu menyebar sampai ke telinga Rama.

Dan semua itu tidak disukai Rama. Rama diam-diam menyelidiki Fira. Di belakangnya, dia pernah mendengar Fira dengan sombongnya bilang kepada teman-temannya, semua yang dipakai Rama adalah pemberian Fira.

Fira juga merendahkan Rama. Rama hanya anak seorang nelayan. Fira anak orang kaya. Rama tidak akan rugi menjadi kekasihnya Fira. Fira akan memberikan semua kebutuhan Rama asalkan Rama bersamanya.

"Ini semua gara-gara Dinda! Dulu kamu sangat baik, Rama. Tapi hari ini, kamu cuek. Mulai hari ini, Dinda akan aku buat menderita!"

Dengan perasaan kesal, Fira meninggalkan kantin bakso. Fira melihat Dinda sendirian berdiri di pinggir kolam ikan dekat kantin sekolah. Fira melihat kiri kanannya. Fira yakin tidak ada yang melihatnya. Dengan cepat Fira mendekati Dinda dan mendorongnya.

BYUUUUUR!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
😱
Mauk
kembaran Wira 😱
Al!f
Siapa
Rose
Salfok sama covernya. 😍
Wings
Covernya cihuy badai
Al!f
Ada yg beda, covernya 👍👍👍👍👍
Queen
Gila, covernya mantap. Kereeeeeen 👏👏👏👏
Kimberly
makin cakep aja covernya Thor. suka ❤❤❤❤❤
Andi
Covernya mantap 💪
Bho Tak
Aku suka covernya ❤
Ais
wawwwww covernya keren 😍😍😍😍
Mauk
😱😱😱😱
Mauk
Terserah author aja dah 🤣
Mauk
Ihhhh
Mauk
Kenzo ternyata
Mauk
kok bisa 😱
Mauk
Yah ko it 😱
Al!f
pilih lari
Al!f
waduh 😱
Na!
kok bisa ingat ya 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!